ḤIṢNUL MUSLIM KUMPULAN ZIKIR DARI AL-QUR`AN DAN SUNNAH
Buku ini menghimpun zikir-zikir dari Al-Qur`an dan Sunnah untuk memudahkan dalam membacanya di berbagai waktu dan keadaan. Buku ini berisi doa-doa bangun tidur, wudu, salat, bepergian, dan lain sebagainya, yang membantu seorang muslim untuk membentengi dirinya agar senantiasa berada dalam penjagaan dan pemeliharaan Allah.
This PDF is generated automatically from the book's text; its layout may differ from the printed edition.
ḤIṢNUL MUSLIM KUMPULAN ZIKIR DARI AL-QUR`AN DAN SUNNAH
Seorang Yang Fakir Kepada Allah Ta'ala
Dr. Sa'īd bin Ali bin Wahf Al-Qaḥṭāniy
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kata Pengantar
Segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan keburukan amal kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat. Amabakdu:
Buku ini merupakan ringkasan dari buku kami "Aż-Żikru wa Ad-Du'ā`u wa Al-'Ilāju bi Ar-Ruqā min Al-Kitāb wa As-Sunnah" (Zikir, Doa, dan Pengobatan Ruqyah dari Al-Qur`an dan Sunnah),[1] yang kami ringkas bagian zikirnya supaya mudah dibawa dalam perjalanan. [1] Buku asalnya telah dicetak, alhamdulillah, disertai takhrīj (penelitian) hadis-hadisnya secara luas dalam empat jilid. Bagian "Ḥiṣnul Muslim" sendiri ada pada jilid pertama dan kedua.
Kami hanya mencantumkan matan zikir dan membatasi takhrijnya dengan menyebutkan satu atau dua referensi yang ada dalam buku aslinya. Bagi yang ingin mengetahui siapa sahabat yang meriwayatkannya ataupun takhrij yang lebih luas maka silakan merujuk buku aslinya. Kami memohon kepada Allah '-Azza wa Jalla- melalui nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang luhur agar menjadikan buku ini murni hanya karena wajah-Nya yang mulia, bermanfaat bagi kami di masa hidup dan setelah mati, serta bermanfaat bagi yang membacanya, mencetaknya, atau menjadi perantara dalam penyebarannya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Menguasai segala urusan dan Maha Kuasa untuk mewujudkannya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Penulis
Ditulis pada bulan Safar 1409 H.
KEUTAMAAN ZIKIR
Allah Ta'ala berfirman, "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepada kalian! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian kufur kepada-Ku!"[2] [2] QS. Al-Baqarah: 152.
"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya."[3] [3] QS. Al-Aḥzāb: 41.
"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."[4] [4] QS. Al-Aḥzāb: 35.
"Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah."[5] [5] QS. Al-A'rāf: 205.
Nabi ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati."[6] [6] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/208, No. 6407) dan Muslim (1/539, No. 779) dengan redaksi: "Perumpamaan rumah yang digunakan berzikir kepada Allah dan yang tidak adalah seperti orang hidup dan orang mati."
Nabi ﷺ bersabda, "Maukah kalian aku beritahukan tentang amalan kalian yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi derajatnya untuk kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh lalu kalian menebas batang leher mereka dan mereka pun menebas leher kalian?" Para sahabat menjawab, "Tentu saja." Beliau bersabda, "Berzikir kepada Allah Ta'ala."[7] [7] HR. Tirmizi (5/459, No. 3377) dan Ibnu Majah (2/124, No. 3790). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibnu Mājah (2/316) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/139).
Beliau ﷺ bersabda, Allah Ta'ala berfirman, "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan bersamanya bila ia berzikir kepada-Ku. Bila ia berzikir kepada-Ku dalam dirinya, Aku menyebutnya dalam diri-Ku. Bila ia berzikir kepada-Ku di tengah orang banyak, maka Aku menyebutnya di hadapan makhluk yang lebih baik daripada mereka. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan biasa, Aku datang kepadanya dengan berjalan cepat."[8] [8] HR. Bukhari (8/171, No. 7405) dan Muslim (4/2061, No. 2675). Ini adalah redaksi ini milik Bukhari.
Abdullah bin Busr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa seorang laki-laki pernah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam cukup banyak bagiku, maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh?" Beliau bersabda, "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berzikir kepada Allah."[9] [9] HR. Tirmizi (5/458, No. 3375), Ibnu Majah (2/1246, No. 3793), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/139) dan Ṣaḥīḥ Ibnu Mājah (2/317).
Beliau ﷺ juga bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka ia berhak mendapatkan satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.”[10] [10] HR. Tirmizi (5/175, No. 2910), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/9) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' Aṣ-Ṣagīr (5/340).
'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ keluar saat kami berada di Suffah (tempat berteduhnya kaum fakir Muhajirin di masjid Nabawi), lalu beliau bersabda, "Siapakah di antara kalian yang suka bila setiap hari pergi ke daerah Buṭḥān atau 'Aqīq lalu membawa pulang dua unta betina berpunuk besar tanpa berbuat dosa maupun memutus silaturahmi?" Kami menjawab, "Wahai Rasulullah, kami menyukai hal itu." Beliau bersabda, "Tidakkah salah seorang dari kalian pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat Al-Qur`an, itu lebih baik baginya daripada dua ekor unta betina. Tiga ayat lebih baik baginya daripada tiga unta betina. Empat ayat lebih baik baginya daripada empat unta betina, dan seterusnya sejumlah bilangannya."[11] [11] HR. Muslim (1/553, No. 803).
Dan beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang duduk di suatu tempat dan tidak berzikir kepada Allah maka kelak pada hari Kiamat duduknya itu akan menjadi kerugian baginya di hadapan Allah. Siapa yang berbaring di sebuah pembaringan dan tidak berzikir kepada Allah maka kelak pada hari Kiamat berbaringnya itu akan menjadi kerugian baginya di hadapan Allah."[12] [12] HR. Abu Daud (4/264, No. 4856) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/342).
Beliau ﷺ juga bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk di majelis namun tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada Nabi mereka, melainkan akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika Allah berkehendak maka Dia akan mengazab mereka atau sebaliknya mengampuni mereka."[13] [13] HR. Tirmizi (5/461, No. 3380). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/140).
Beliau ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum bubar dari majelis sementara saat berada di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala, melainkan mereka seperti bubar dari bangkai keledai, dan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka."[14] [14] HR. Abu Daud (4/264, No. 4855) dan Ahmad (2/389, No. 10680). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/176).
1. Zikir Bangun Tidur
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah kami dimatikan oleh-Nya, dan hanya kepada-Nyalah kami dibangkitkan).[15] [15] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (12/113, No. 6314) dan Muslim (4/2083, No. 2711).
Alḥamdulillāhillażī aḥyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr
Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia pemilik kerajaan dan segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku.[16] [16] "Siapa saja yang membacanya maka dia akan diampuni, jika ia berdoa akan dikabulkan, dan jika ia bangun lalu berwudu kemudian salat maka salatnya diterima." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/39, No. 1154) dan lainnya. Redaksi ini riwayatnya Ibnu Majah. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/335).
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumīt, wahuwa 'alā kulli sya`in qadīr. Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-'aliyyil 'aẓīm. Rabbig-fir lī.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keselamatan pada badanku, mengembalikan rohku kepadaku, dan memperkenankanku untuk berzikir kepada-Nya.[17] [17] HR. Tirmizi (5/473, No. 3401). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/144).
Alḥamdu lillāhil-lażī 'āfānī fī jasadī, wa radda 'alayya rūḥī, wa ażina lī biżikrihi
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.' Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kalian adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.” Jangan sekali-kali kalian teperdaya oleh kegiatan orang-orang kufur (yang bergerak) di seluruh negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Sesungguhnya, di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian, tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negeri kalian), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." [QS. Āli 'Imrān: 190-200].[18] [18] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/337, No. 4569) dan Muslim (1/530, No. 256).
2. Doa Memakai Pakaian
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku... [19] [19] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 4023), Tirmizi (No. 3458), dan Ibnu Majah (No. 3285). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Irwā`ul Galīl (7/47).
Alḥamdulillāhillażī kasānī hāżaṡ-ṡauba wa razaqanīhi min gairi ḥawlin minnī wa lā quwwah.
3. Doa Memakai Pakaian Baru
Ya Allah, hanya milik-Mu segala pujian. Engkaulah yang telah memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan pembuatannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan pembuatannya.[20] [20] HR. Abu Daud (No. 4020), Tirmizi (No. 1767), dan Al-Bagawiy (12/40). Lihat: Mukhtaṣar Syamā`il At-Tirmiżiy karya Al-Albani (Hal. 47).
Allāhumma lakal-ḥamdu anta kasautanīhi. As`aluka min khairihi wa khairi mā ṣuni'a lahu, wa a'ūżubika min syarrihi wa syarri mā ṣuni'a lahu.
4. Doa Untuk Orang Yang Memakai Pakaian Baru
Kenakanlah sampai lusuh. Semoga Allah Ta'ala memberikan gantinya kepadamu.[21] [21] HR. Abu Daud (4/41, No. 4020). Lihat: Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/760).
Tublī wa yukhlifullāhu ta'ālā
Semoga engkau memakai pakaian baru, hidup mulia, dan mati syahid.[22] [22] HR. Ibnu Mājah (2/1178, No. 3558) dan Al-Bagawiy (12/41). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/275).
Ilbas jadīdan wa 'isy ḥamīdan wa mut syahīdan.
5. Doa Melepas Pakaian
Dengan nama Allah.[23] [23] HR. Tirmizi (2/505, No. 606) dan lainnya. Lihat: Irwā`ul Galīl (No. 50) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/203).
Bismillāh
6. Doa Masuk Toilet
Dengan nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan.[24] [24] HR. Bukhari (1/45, No. 142) dan Muslim (1/283, No. 375). Tambahan "bismillāh" di awal doa diriwayatkan oleh Sa'īd bin Manṣūr. Lihat: Fatḥul-Bārī (1/244).
[Bismillāh] allāhumma innī a'użubika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ.
7. Doa Keluar Dari Toilet
Ampunilah aku.[25] [25] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i yang meriwayatkannya dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 79). Abu Daud (No. 30), Tirmizi (No. 7), dan Ibnu Majah (No. 300). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (1/19).
Gufrānaka
8. Zikir Sebelum Wudu
Dengan nama Allah.[26] [26] HR. Abu Daud (No. 101), Ibnu Majah (No. 397), dan Ahmad (No. 9418). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/122).
Bismillāh
9. Zikir Setelah Berwudu
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.[27] [27] HR. Muslim (1/209, No. 234).
Asyhadu allā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh.
Ya Allah, jadikanlah aku ke dalam golongan orang yang bertobat, dan jadikan pula aku ke dalam golongan orang yang menyucikan diri.[28] [28] HR. Tirmizi (1/78, No. 55). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/18).
Allāhummaj-'alnī minat-tawwābīna waj-'alnī minal-mutaṭahhirīn.
Maha Suci Engkau, Ya Allah, dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.[29] [29] HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 173). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/135, 3/94).
Subḥānakallāhumma wa bi ḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astagfiruka wa atūbu ilaika.
10. Zikir Ketika Keluar Rumah
Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.[30] [30] HR. Abu Daud (4/325, No. 5095) dan Tirmizi (5/490, No. 3426). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/151).
Bismillāh, tawakkaltu 'alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang.[31] [31] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 5094), Tirmizi (No. 3427), Nasa`i (No. 5501), dan Ibnu Majah (No. 3884). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/336).
Allāhumma innī a'ūżubika an aḍilla aw uḍalla, aw azilla aw uzalla, aw aẓlima aw uẓlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya.
11. Zikir Ketika Masuk Rumah
Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar. Hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal. Kemudian memberi salam kepada penghuninya.[32] [32] HR. Abu Daud (4/325, No. 5096). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh 'Allamah Ibnu Bāz dalam Tuḥfatul-Akhyār (hal. 28). Disebutkan dalam Sahih Muslim, "Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, setan berkata, 'Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak pula makan malam.'" HR. Muslim (No. 2018).
Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa 'alallāhi rabbinā tawakkalnā.
12. Doa Pergi ke Masjid
Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lisanku, cahaya di pendengaranku, dan cahaya di penglihatanku. Berikanlah cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di depanku, dan cahaya di belakangku. Berikanlah cahaya dalam jiwaku, besarkanlah cahaya untukku, limpahkanlah cahaya kepadaku, dan berikanlah untukku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya, berikanlah cahaya di urat-uratku, dalam dagingku, dalam darahku, di rambutku, dan di kulitku.[33] [33] Lihat semua redaksi ini dalam riwayat Bukhari (11/116, No. 3166) dan Muslim (1/526, No. 529, 530, dan 763).
Allāhumma-j'al fī qalbī nūran, wa fī lisānī nūran, wa fī sam'ī nūran, wa fī baṣarī nūran, wa fī sam'ī nūran, wa min fauqī nūran, wa min taḥtī nūran, wa 'an yamīnī nūran, wa 'an syimālī nūran, wa min amāmī nūran, wa min khalfī nūran, wa-j'al fī nafsī nūran, wa a'ẓim lī nūran, wa 'aẓẓim lī nūran, wa-j'al lī nūran, wa-j'alnī nūran. Allāhumma a'ṭinī nūran, wa-j'al fī 'aṣabī nūran, wa fī laḥmī nūran, wa fī damī nūran, wa fī sya'rī nūran, wa fī basyarī nūran.
Ya Allah, berikanlah cahaya untukku di dalam kuburku ... dan cahaya dalam tulang-tulangku.[34] Tambahkanlah kepadaku cahaya, tambahkanlah kepadaku cahaya, tambahkanlah kepadaku cahaya,[35] dan anugerahkan kepadaku cahaya di atas cahaya.[36] [34] HR. Tirmizi (5/483, No. 3419). [35] HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 695, hal. 258). Sanad hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 536). [36] Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fatḥul-Bārī dan disandarkan kepada Ibnu Abī 'Āṣim dalam kitab Ad-Du'ā`. Lihat: Fatḥul-Bārī (11/118). Ibnu Hajar berkata, "Dengan berbagai riwayat maka terkumpul 25 bagian (tubuh)."
Allāhumma-j'al lī nūran fī qabrī ... wa nūran fī 'iẓāmī, wa zidnī nūran, wa zidnī nūran, wa zidnī nūran, wa hab lī nūran 'alā nūr
13. Doa Masuk Masjid
Mendahulukan kaki kanan,[37] seraya membaca, Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Maha Mulia, dan dengan kekuasaan-Nya yang azali, dari setan yang terkutuk."[38] [37] Berdasarkan perkataan Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu-, "Termasuk sunnah ketika engkau masuk masjid agar mendahulukan kaki kanan, dan ketika keluar mendahulukan kaki kiri." HR. Hakim (1/218), dia menyatakannya sahih sesuai syarat Muslim dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Juga diriwayatkan oleh Baihaqi (2/442) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (5/624, No. 2478). [38] HR. Abu Daud (No. 466). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (No. 4591).
A'udzu billahil 'azhim, wa biwajhihil karim, wa sulthanihil qadim, minasy syaithanir rajim Dengan nama Allah, selawat,[39] dan keselamatan semoga terlimpah kepada Rasulullah.[40] [39] HR. Ibnu Sunni (No. 88) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Aṡ-Ṡamar Al-Mustaṭāb (Hal. 607). [40] HR. Abu Daud (1/126, No. 465). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/528).
Bismillāhi, waṣ-ṣalātu was-salāmu 'alā rasūlillāh. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.[41] [41] HR. Muslim (1/494, No. 713). Dalam Sunan Ibni Mājah dari hadis Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Allāhumma-gfir lī żunūbī, wa-ftaḥ lī abwāba raḥmatik." (Artinya: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukakan untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menguatkan. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/128, No. 129).
14. Doa Keluar Masjid
Keluar dengan mendahulukan kaki kiri,[42] seraya membaca, Dengan nama Allah, serta selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, [42] HR. Al-Hakim (1/218) dan Baihaqi (2/442). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahādīṡ Aṣ-Ṣaḥīḥah (5/624, No. 2478), dan telah dijelaskan takhrijnya.
Bismillāh, waṣ-ṣalātu was-salāmu 'alā rasūlillāh Ya Allah, aku memohon karunia-Mu.
Allāhumma innī as`aluka min faḍlika Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.[43] [43] Lihat takhrij riwayat-riwayat hadis sebelumnya dalam doa masuk masjid (No. 20). Sementara tambahan "allāhumma-'ṣimnī minasy-syaiṭānir-rajīm" adalah redaksi milik Ibnu Mājah. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/129).
15. Zikir Azan
Membaca bacaan yang sama dengan yang diucapkan oleh muazin, kecuali pada ucapan "ḥayya 'alaṣ-ṣalāh" dan "ḥayya 'alal-falāḥ", maka membaca, Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.[44] [44] HR. Bukhari (1/152, No. 611 dan 613) dan Muslim (1/288, No. 383).
Lalu mengucapkan, Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku rida Allah sebagai tuhanku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku.[45] [45] HR. Muslim (1/290, No. 386).
Wa ana asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh. Raḍītu billāhi rabban, wa bi muḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan. Ini dibaca setelah muazin membaca syahadat.[46] [46] HR. Ibnu Khuzaimah (1/220).
Membaca selawat kepada Nabi ﷺ setelah selesai menjawab muazin.[47] [47] HR. Muslim (1/288, No. 384).
Membaca, Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah (kedudukan tinggi dalam surga) dan keutamaan. Bangkitkanlah dia di kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. [Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji].[48] [48] HR. Bukhari (1/152, No. 614). Redaksi dalam tanda kurung milik Baihaqi (1/410). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (hal. 38).
Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah, waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlah, wab'aṡhu maqāman maḥmūdanillaẓī wa'adtah, [innaka lā tukhliful-mī'ād]
Selanjutnya berdoa untuk diri sendiri antara azan dan ikamah, karena doa pada waktu tersebut mustajab.[49] [49] HR. Tirmizi (No. 3594 dan 3595), Abu Daud (No. 525), dan Ahmad (No. 12200). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/262).
16. Doa Iftitah
Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari noda. Ya Allah, basuhlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun.[50] [50] HR. Bukhari (1/181, No. 744) dan Muslim (1/419, No. 598).
Ya Allah, Maha Suci Engkau dan dengan memuji-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Luhur kemuliaan-Mu, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.[51] [51] HR. Muslim (No. 399) dan para penyusun kitab Sunan: Abu Daud (No. 775), Tirmizi (No. 243), Ibnu Majah (No. 806), dan Nasa`i (No. 899). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/77) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/135).
Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka
Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh ikhlas, dan aku bukan termasuk orang yang mempersekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Seperti itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada-Nya. Ya Allah, Engkaulah Maha Raja, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah sembahanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Karenanya, ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang berwenang untuk mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Bimbinglah aku kepada akhlak yang paling bagus, karena tidak ada yang dapat membimbing ke arah yang lebih baik melainkan Engkau. Juga jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan Engkau. Aku menyambut seruan-Mu dan selalu siap menaatinya. Segala kebaikan berada di tangan-Mu, sedangkan kejahatan tidak disandarkan kepada-Mu. Aku hanya bergantung kepada-Mu dan kembali kepada-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.[52] [52] HR. Muslim (1/534, No. 771).
Wajjahtu wajhiya lillażī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn, lā syarīka lahu wa biżālika umirtu wa anā minal-muslimīn. Allāhumma antal-maliku, lā ilāha illā anta, anta rabbī, wa anā 'abduka, ẓalamtu nafsī wa'taraftu bi żanbī, fa-gfirlī żunūbī jamī'an, innahu lā yagfiruż-żunūba illā anta. Wahdinī li aḥsanil-akhlāqi, lā yahdī li aḥsanihā illā anta. Wa-ṣrif 'annī sayyi`ahā, lā yaṣrifu 'annī sayyi`ahā illā anta. Labbaika wa sa'daik, wal-khairu kulluhu biyadaik, wasy-syarru laisa ilaik, ana bika wa ilaik, tabārakta wa ta'ālaita, astagfiruka wa atūbu ilaik.
Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui perkara yang gaib dan yang tampak. Engkaulah yang menetapkan keputusan atas apa yang diperselisihkan di antara hamba-Mu. Bimbinglah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan (manusia) dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.[53] [53] HR. Muslim (1/534, No. 770).
Allāhumma rabba jibrā`īl wa mīkā`īl wa isrāfīl, fāṭiras-samāwāti wal-arḍi, 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, anta taḥkumu baina 'ibādika fīmā kānū fīhi yakhtalifūn, ihdinī limākh-tulifa fīhi minal-ḥaqqi bi iżnika, innaka tahdī man tasyā`u ilā ṣirāṭim-mustaqīm.
Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung. Segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak.
Allāhu akbar kabīrā, Allāhu akbar kabīrā, Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā Dibaca tiga kali Aku berlindung kepada Allah dari setan: dari kesombongannya, hembusannya, dan bisikannya.[54] [54] HR. Abu Daud (1/203, No. 764), Ibnu Majah (1/265, No. 807), dan Ahmad (4/85, No. 16739). Syu'aib Al-Arnauṭ berkata dalam tahqiqnya terhadap kitab Musnad Ahmad, "Hasan ligairihi." Selain itu, Abdul Qadir Al-Arnauṭ berkata dalam takhrijnya terhadap kitab Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib karya Ibnu Taimiyah (No. 78), "Hadis ini sahih ligairihi jika digabung dengan hadis-hadis lain yang semakna." Juga disebutkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib (No. 62). Doa yang semakna juga diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- (1/420, No. 601), dan di dalamnya terdapat kisah.
A’ūżu billāhi minasy-syaiṭān: min nafkhihi, wa nafṡihi, wa hamzih
Ya Allah, bagi-Mu segala puji,[55] Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. [Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya]. [Bagi-Mu segala puji, bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya]. [Bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi]. [Bagi-Mu segala puji], [Engkau adalah Al-Haq (Yang Maha Benar), janji-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar (adanya), Muhammad ﷺ adalah benar, dan hari kiamat itu benar]. [Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan (nama)-Mu aku membantah, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah aku atas apa yang telah aku lakukan, apa yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan, dan apa yang aku tampakkan], [serta apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku]. [Engkaulah Yang Maha Mendahulukan, dan Engkaulah Yang Maha Mengakhirkan, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau]. [Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau], [dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah].[56] [55] Nabi ﷺ biasa membacanya ketika bangun malam untuk salat tahajud. [56] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/3, 11/116, 13/371, 423 dan 465, No. 1120, 6317, 7385, 7442 dan 7499), dan Muslim (secara ringkas dengan redaksi semisal) (1/532, No. 769).
Allāhumma laka-ḥamdu, anta nūrus-samāwāti wal-`ardi wa man fīhinna, walakal-ḥamdu anta qayyimus-samāwāti wal-`ardi wa man fīhinna, [walakal-ḥamdu anta rabbus-samāwāti wal-`arḍi wa man fīhinna], [walakal-ḥamdu, laka mulkus-samāwāti wa man fīhinna], [walakal-ḥamdu, anta malikus-samāwāti wal-`arḍi], [walakal-ḥamdu]. [Antal-ḥaqqu, wa wa'dukal-ḥaqq, wa qaulukal-ḥaqq, wa liqā`ukal-ḥaqq, wal-jannatu ḥaqqun, wan-nāru haqqun, wan-nabiyyūna ḥaqqun, wa muḥammadun ﷺ ḥaqqun, was-sā'atu ḥaqqun]. [Allāhumma laka aslamtu wa 'alaika tawak-kaltu wa bika āmantu wa ilaika anabtu wa bika khāṣamtu wa `ilaika ḥākamtu, fagfirlī mā qaddamtu wa mā `akh-khartu wa mā asrartu wa mā a'lantu] [wa mā anta a'lamu bihī minnī]. [Antal-muqaddimu wa antal-mu`akh-khiru lā ilāha illā anta]. [Anta ilāhī, lā ilāha illā anta], [wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh].
17. Doa Ketika Rukuk
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.
Subḥāna rabbiyal-'aẓīm Dibaca 3 kali.[57] [57] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 870), Tirmizi (No. 262), Nasa`i (No. 1007), Ibnu Majah (No. 897), dan Ahmad (No. 3514). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/83).
Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.[58] [58] HR. Bukhari (1/99, No. 794) dan Muslim (1/350, No. 484).
(Allah) Maha Suci lagi Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.[59] [59] HR. Muslim (1/353, No. 487) dan Abu Daud (1/230, No. 872).
Subbūḥun quddūsun, rabbul-malā`ikati war-rūḥ.
Ya Allah, hanya untuk-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku dan seluruh tubuhku tunduk kepada-Mu.[60] [60] HR. Muslim (1/534, No. 771) dan empat penyusun kitab Sunan kecuali Ibnu Majah. Abu Daud (No. 760 dan 761), Tirmizi (No. 3421), dan Nasa`i (No. 1049). Lafaz yang terdapat dalam tanda kurung adalah lafaz riwayat Ibnu Khuzaimah (No. 607) dan Ibnu Hibban (No. 1901).
Allāhumma laka raka'tu, wa bika āmantu, wa laka aslamtu, khasya'a laka sam'ī wa baṣarī wa mukh-khī wa 'aẓmī wa 'aṣabī, [wa ma-staqallat bihi qadamī].
Maha Suci Zat yang mempunyai kekuasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.[61] [61] HR. Abu Sa'id (1/230, No. 873), Nasa`i (No. 1131) dan Ahmad (No. 23980) dan sanadnya hasan.
Subḥāna żil-jabarūt, wal-malakūti, wal-kibriyā`i, wal-'aẓamah.
18. Doa Bangkit Dari Rukuk
Allah Maha Mendengar siapa saja yang memuji-Nya.[62] [62] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/282, No. 796).
Sami'allāhu liman ḥamidah.
Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, (aku memuji-Mu) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.[63] [63] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/284, No. 796).
Rabbanā walakal-ḥamdu ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh.
(Pujian) sepenuh langit dan sepenuh bumi serta antara keduanya, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai pemilik pujian dan keagungan, sesuatu yang paling pantas diucapkan hamba; kami semua adalah hamba-Mu. Ya Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. Kekayaan serta kemuliaan itu tidak dapat menyelamatkan pemiliknya dari siksa-Mu.[64] [64] HR. Muslim (1/346, No. 477).
Mil`as-samāwāti wa mil`al-arḍi wa mā bainahumā, wa mil`a mā syi`ta min syai-`in ba'du. Ahlaṡ-ṡanā`i wal-majdi, ahaqqu mā qālal-'abdu, wa kullunā laka 'abdun. Allāhumma lā māni'a limā a'ṭaita, wa lā mu'ṭiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u żal-jaddi minkal-jaddu.
19. Doa Ketika Sujud
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi
Subḥāna rabbiyal-a‘lā Dibaca 3 kali.[65] [65] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 870), Tirmizi (No. 262), Nasa`i (No. 1007), Ibnu Majah (No. 897), dan Ahmad (No. 3514). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/83).
Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.[66] [66] HR. Bukhari (No. 794) dan Muslim (484). Hadis ini telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 34.
(Allah) Maha Suci lagi Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.[67] [67] HR. Muslim (1/533, No. 487) dan Abu Daud (No. 872). Hadis ini telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 35.
Subbūḥun quddūsun, Rabbul-malā`ikati war-rūḥ.
Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakannya dan memberikannya rupa, yang memberikannya pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah, Pencipta paling baik.[68] [68] HR. Muslim (1/534, No. 771) dan lainnya.
Allāhumma laka sajadtu, wa bika āmantu, walaka aslamtu. Sajada wajhīya lillażī khalaqahu wa ṣawwarahu, wa syaqqa sam'ahu wa baṣarahu, tabārakallāhu aḥsanul khāliqīn.
Maha Suci (Allah) yang mempunyai kekuasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.[69] [69] HR. Abu Daud (1/230, No. 873), Nasa`i (No. 1131) dan Ahmad (No. 23980). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/166), dan telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 37.
Subḥāna żil-jabarūt, wal-malakūti, wal-kibriyā`i, wal-'aẓamah.
Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya: yang kecil dan yang besar, yang pertama hingga yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.[70] [70] HR. Muslim (1/230, No. 483).
Allāhumma-gfir lī żanbī kullah: diqqahu wa jullahu, wa awwalahu wa ākhirahu, wa 'alāniyyatahu wa sirrahu.
Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu, Aku tidak mampu menghitung semua pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung diri-Mu.[71] [71] HR. Muslim (1/352, No. 486).
Allāhumma innī a'ūżu bi riḍāka min sakhaṭika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūżu bika minka, lā uḥṣī ṡanā`an 'alaika, anta kamā aṡnaita 'alā nafsika.
20. Doa Duduk Di Antara Dua Sujud
Ya Tuhanku, ampunilah aku. Ya Tuhanku, ampunilah aku.[72] [72] HR. Abu Daud (1/231, No. 874) dan Ibnu Majah (No. 897). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/148).
Ya Allah, ampuni aku, rahmati aku, beri aku petunjuk, tutupi kekuranganku, berikan aku keselamatan, karuniakan rezeki kepadaku, dan tinggikan kedudukanku (dunia dan akhirat).[73] [73] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (1/231, No. 850), Tirmizi (No. 284 dan 285), dan Ibnu Majah (No. 898). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/90) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/148).
Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa-jburnī wa 'āfinī wa-rzuqnī wa-rfa'nī.
21. Doa Sujud Tilawah
Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakannya, yang memberikannya pendengaran dan penglihatan, dengan daya dan kekuatan-Nya. [Mahasuci Allah, Pencipta paling baik].
Sajada wajhīya lillażī khalaqahu wa syaqqa sam'ahu wa baṣarahu bi ḥaulihi wa quwwatihi, fatabārakallāhu aḥsanul khāliqīn. [QS. Al-Mu`minūn: 14].[74] [74] HR. Tirmizi (2/474, No. 3425), Ahmad (6/30, No. 24022), dan Hakim. Dia menyatakannya sahih serta disetujui oleh Aż-Żahabiy (1/220). Tambahan tersebut miliknya.
Ya Allah, tuliskanlah untukku pahala dengan sujud ini, hapuslah dosaku, dan jadikan ia bagiku sebagai simpanan di sisi-Mu, dan terimalah ia sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu, Daud.[75] [75] HR. Tirmizi (2/473, No. 579) dan Hakim. Dia menyatakannya sahih serta disetujui oleh Aż-Żahabiy (1/219).
Allahumma-ktub lī bihā 'indaka ajran, waḍa' 'annī bihā wizran, wa-j'alhā lī 'indaka żukhran, wa taqabbalhā minnī kamā taqabbaltahā min 'abdika dāwud.
22. Zikir Tasyahud
Segala ucapan penghormatan, selawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.[76] [76] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/311, No. 831) dan Muslim (1/301, No. 402).
23. Selawat Kepada Nabi ﷺ Setelah Tasyahud
Ya Allah, limpahkan selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkan keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.[77] [77] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/408, No. 3370) dan Muslim (No. 406).
Ya Allah, Limpahkan selawat kepada Muhammad beserta istri dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada keluarga Ibrahim. Dan curahkan keberkahan kepada Muhammad beserta istri dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.[78] [78] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/407, No. 3369) dan Muslim (1/306, No. 407), dan redaksi ini adalah miliknya.
Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā azwājihi wa żurriyyatihi, kamā ṣallaita 'alā āli ibrāhīm. Wa bārik 'alā muḥammad, wa 'alā azwājihi wa żurriyyatihi, kamā bārakta 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.
24. Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari siksa Jahanam, dari fitnah hidup dan kematian, serta dari keburukan fitnah Almasih Dajjal.[79] [79] HR. Bukhari (2/102, No. 1377) dan Muslim (1/412, No. 588), dan redaksi ini milik Muslim.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Almasih Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan setelah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.[80] [80] HR. Bukhari (1/202, No. 832) dan Muslim (1/412, No. 587).
Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ażābil-qabri, wa a'ūżu bika min fitnatil-masīḥid-dajjāl, wa a'ūżu bika min fitnatil-maḥyā wal-mamāt. Allāhumma innī a'ūżu bika minal-ma`ṡami wal-magram.
Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka berilah aku ampunan dari sisi-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.[81] [81] HR. Bukhari (8/168, No. 834) dan Muslim (4/2078, No. 2705).
Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kaṡīran, wa lā yagfiruż-żunūba illā anta, fa-gfir lī magfiratan min 'indika, wa-rḥamnī, innaka antal-gafūrur-raḥīm.
Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan, dan Engkau pulalah Yang Mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.[82] [82] HR. Muslim (1/534, No. 771).
Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, wa mā asraftu, wa mā anta a'lamu bihi minnī, antal-muqaddimu wa antal-mu`akhkhiru, lā ilāha illā anta.
Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan benar kepada-Mu.[83] [83] HR. Abu Daud (2/86, No. 1522) dan Nasa`i (3/53, No. 2302). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/284).
Allāhumma a'innī 'alā żikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatika.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan pada usia yang paling rendah (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari ujian dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.[84] [84] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/35, No. 2822 dan 6390).
Allāhumma innī a'ūżubika minal-bukhli, wa a'ūżubika minal-jubni, wa a'ūżubika an uradda ilā arżalil-'umuri, wa a'ūżubika min fitnatid-dun-yā, wa a'ūżubika min ażābil-qabri.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.[85] [85] HR. Abu Daud (No. 792) dan Ibnu Majah (No. 910). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/328).
Allāhumma innī as`alukal-jannata wa a'ūżu bika minan-nār.
Ya Allah, dengan ilmu-Mu terhadap perkara gaib dan dengan kekuasaan-Mu atas seluruh makhluk, panjangkan umurku selama Engkau mengetahui hidup itu lebih baik bagiku, dan wafatkan aku jika Engkau mengetahui bahwa kematian itu lebih baik bagiku. Ya Allah, aku memohon rasa takut kepada-Mu, di kala sendiri maupun di hadapan orang banyak. Aku memohon kepada-Mu anugerah untuk mengucapkan yang benar, dalam keadaan rida maupun marah, dan kesederhanaan dalam kondisi kaya dan fakir. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak pernah habis, dan penyejuk hati yang tidak pernah putus. Aku mohon kepada-Mu dianugerahi sikap rida setelah ketetapan, dan tenangnya kehidupan setelah kematian. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di surga) dan kerinduan bertemu dengan-Mu, tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasi kami dengan iman, dan jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk yang mendapatkan bimbingan.[86] [86] HR. Nasa`i (3/54-55, No. 1304) dan Ahmad (4/364, No. 21666). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/281).
Allāhumma bi'ilmikal-gaiba wa qudratika 'alal-khalqi, aḥyinī mā 'alimtal-ḥayāta khairan lī, watawaffanī iżā 'alimtal-wafāta khairan lī. Allāhumma innī as`aluka khasy-yataka fil-gaibi wasy-syahādah, wa as`aluka kalimatal-ḥaqqi fir-riḍā wal-gaḍab, wa as`alukal-qaṣda fil-ginā wal-faqri, wa as`aluka na'īman lā yanfad, wa as`aluka qurrata 'ainin lā tanqaṭi', wa as`alukar-riḍā ba'dal qaḍā`, wa as`aluka bardal-'aisyi ba'dal-maut, wa as`aluka lażżatan-naẓari ilā wajhika, wasy-syauqa ilā liqā`ika fī gairi ḍarrā`a muḍirratin wa lā fitnatin muḍillah. Allāhumma zayyinnā bizīnatil-īmān, wa-j'alnā hudātan muhtadīn.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, ya Allah, Engkaulah Zat Yang Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak ada satu pun yang setara dengan-Mu, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[87] [87] HR. Nasa`i (3/52, No. 1300) dengan redaksinya, dan Ahmad (4/338, No. 18974). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/280).
Allāhumma innī as`aluka yā Allāh, bi annakal-wāḥidul-aḥaduṣ-ṣamad, al-lażī lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahū kufuwan aḥad, an tagfira lī żunūbī, innaka antal-gafūrur-raḥīm.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, segala pujian hanya milik-Mu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau saja, tidak ada sekutu bagi-Mu, Yang Maha Memberi, wahai Zat Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus terus-menerus (makhluk-Nya), aku memohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.[88] [88] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 1495), Tirmizi (No. 3544), Nasa`i (No. 1299), dan lihat Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/329).
Allāhumma innī as`aluka bi anna lakal-ḥamda, lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, al-mannān, yā badī'as-samāwāti wal-arḍi, yā żal-jalāli wal-ikrām, yā ḥayyu ya qayyūm, innī as`alukal-jannata wa a'ūżubika minan-nār.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, bahwa aku bersaksi Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Zat Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya.[89] [89] HR. Abu Daud (2/62, No. 1493, Tirmizi (5/515, No. 3475), Ibnu Mājah (2/1267, No. 3857), Nasa`i (No. 1300) dengan redaksinya, dan Ahmad (No. 18974). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`ī (1/280). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/329) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/163).
Allāhumma innī as`aluka bi annī asyhadu annaka antallāhu lā ilāha illā anta, al-aḥaduṣ-ṣamad, allażī lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahū kufuwan aḥad.
25. Zikir Setelah Salam
Aku memohon ampun kepada Allah
Astagfirullāh (Dibaca tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salām (Yang Maha Sejahtera) dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.[90] [90] HR. Muslim (1/414, No. 591).
Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām.
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr." [Dibaca tiga kali]. Ya Allah, tidak ada yang mampu menghalangi apa yang Engkau beri, dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi. Kemuliaan seseorang tidak bisa digunakan untuk menghindari siksa-Mu.[91] [91] HR. Bukhari (1/255, No. 844) dan Muslim (1/414, No. 593). Kalimat dalam tanda kurung adalah tambahan dalam riwayat Bukhari (No. 6473).
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāh, wa lā na'budu illā iyyāhu, lahun-ni'matu wa lahul-faḍlu, wa lahuṡ-ṡanā`ul-ḥasan. Lā ilāha illallāhu mukhliṣīna lahud-dīn wa law karihal-kāfirūn. Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Allah Maha Besar.
Subhānallāh, walhamdu lillāh, wallāhu akbar. (Dibaca 33 kali). Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.[93] [93] HR. Muslim (1/418, No. 597). Disebutkan di dalamnya: "Siapa saja yang membacanya setiap selesai salat maka seluruh dosanya akan diampuni sekalipun sebanyak buih lautan."
Qul huwa Allāhu aḥad. Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allāhuṣ-ṣamad. Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu. Lam yalid wa lam yūlad. Artinya: Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Walam yakul-lahū kufuwan aḥad." Artinya: Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia. [QS. Al-Ikhlās: 1-4]
Qul a‘ūżu bi rabbi al-falaq Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), Min syarri mā khalaq. Artinya: dari kejahatan makhluk-Nya, Wamin syarri gāsiqin iżā waqab. Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Wa min sharri an-naffāṡāti fī al-‘uqad Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), Wamin syarri ḥāsidin iżā ḥasad. Artinya: serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." [QS. Al-Falaq: 1-5].
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i). Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Malikin-nās(i). Artinya: Raja manusia, Ilāhin-nās(i). Artinya: Sembahan manusia Min syarril-waswāsil-khannās(i). Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Minal jinnati wan-nās(i). Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.” [QS. An-Nās: 1-6].
Setelah setiap salat.[94] [94] HR. Abu Daud (2/86, No. 1523), Tirmizi (No. 2903), dan Nasa`i (3/68, No. 1335). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/8). Ketiga surah ini disebut "al-mu'awwiżāt. Lihat: Fatḥul-Bārī (9/62).
"Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw walā naum, lahū mā fis samāwāti wamā fil arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aydīhim wamā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai`in min 'ilmihī illā bimā syā`, wa si'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal 'aliyyul aẓīm." Artinya: "Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." [QS. Al-Baqarah: 255] Dibaca setiap selesai salat (fardu).[95] [95] "Siapa saja yang membacanya setiap selesai salat maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 100) dan Ibnu Sunni (No. 121). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ al-Jāmi' (5/339), Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (2/697, No. 972).
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Dibaca 10 kali setelah selesai salat Magrib dan Subuh.[96] [96] HR. Tirmizi (5/515, No. 3474) dan Ahmad (4/227, No. 17990). Lihat takhrijnya dalam Zādul-Mā'ād (1/300).
Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.
Allāhumma innī as`aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan tayyiban wa 'amalan mutaqabbalā. Setelah salam dari salat Subuh.[97] [97] HR. Ibnu Majah (No. 925) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 102). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/152) dan Majma' Az-Zawā`id (10/111). Akan disebutkan pada takhrij nomor 95.
26. Doa Salat Istikharah
Jābir bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, Rasulullah ﷺ biasa mengajari kami salat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surah dari Al-Qur`an. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang kalian meniatkan suatu urusan, maka hendaklah ia salat dua rakaat selain salat fardu, kemudian berdoa dengan membaca, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung; karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini - (lalu ia menyebutkan hajatnya) - baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku - atau dia mengatakan berkata: di masa sekarang maupun masa depanku - maka takdirkanlah hal itu untukku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku - atau dia mengatakan: di masa sekarang maupun masa depanku - maka palingkanlah urusan itu dariku dan palingkanlah aku darinya, serta takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku rida dengannya.[98] [98] HR. Bukhari (7/162, No. 1162).
Allāhumma innī astakhīruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as`aluka min faḍlikal-aẓīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdir, wa ta'lamu wa lā a'lam, wa anta 'allāmul-guyūb. Allāhumma in kunta ta'lamu anna hāżal-amra -(ia menyebutkan urusannya)- khairun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī -(atau dia mengatakan 'ājilihi wa ājilihi)- faqdurhu lī, wa yassirhu lī, ṡumma bārik lī fīhi. Wa in kunta ta'lamu anna hāżal-amra syarrun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī -(atau dia mengatakan 'ājilihi wa ājilihi)- fa-ṣrifhu 'annī, wa-ṣrifnī 'anhu, wa-qdur liyal-khaira haiṡu kāna, ṡumma raḍḍinī bihī.
Tidak akan menyesal orang yang meminta petunjuk terbaik kepada Sang Pencipta, di samping tetap berkonsultasi kepada hamba-hamba Allah yang beriman, serta mengecek ulang urusannya tersebut. Allāh -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "...dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah..."[99] [99] [QS. Āli 'Imrān: 159]
27. Zikir Pagi dan Petang
"Al-ḥamdu lillāhi waḥdah, waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā man lā nabiyya ba‘dahū." Artinya: Segala puji hanya milik Allah semata. Semoga selawat serta salam tercurahkan kepada Nabi terakhir, yang tidak ada lagi Nabi setelahnya.[100] [100] Anas meriwayatkan secara marfu' (sanadnya sampai kepada Nabi ﷺ), "Aku duduk bersama sekelompok orang yang berzikir kepada Allah Ta'ala sejak salat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari anak keturunan Ismail. Aku duduk bersama sekelompok orang yang berzikir kepada Allah sejak salat Asar hingga matahari terbenam lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak." HR. Abu Daud (No. 3667), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Daud (2/698).
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm. Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
"Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw walā naum, lahū mā fis samāwāti wamā fil arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aydīhim wamā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai`in min 'ilmihī illā bimā syā`, wa si'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal 'aliyyul aẓīm." Artinya: "Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." [QS. Al-Baqarah: 255].[101] [101] "Siapa yang membacanya ketika pagi hari maka ia akan dilindungi dari jin hingga sore. Dan siapa yang membacanya ketika sore maka ia akan dilindungi dari jin hingga pagi." HR. Hakim (1/562), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273). Beliau menyandarkannya kepada Nasa`i dan Aṭ-Ṭabrāniy seraya berkata, "Sanad Aṭ-Ṭabarāniy jayyid (bagus)."
Qul huwa Allāhu aḥad. Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allāhuṣ-ṣamad. Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu. Lam yalid wa lam yūlad. Artinya: Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Walam yakul-lahū kufuwan aḥad. Artinya: Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia." [QS. Al-Ikhlās: 1-4]
Qul a‘ūżu bi rabbi al-falaq Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), Min syarri mā khalaq. Artinya: dari kejahatan makhluk-Nya, Wamin syarri gāsiqin iżā waqab. Artinya: dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Wa min sharri an-naffāṡāti fī al-‘uqad Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), Wamin syarri ḥāsidin iżā ḥasad. Artinya: serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." [QS. Al-Falaq: 1-5]
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i). Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Malikin-nās(i). Artinya: Raja manusia, Ilāhin-nās(i). Artinya: Sembahan manusia Min syarril-waswāsil-khannās(i). Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Minal jinnati wan-nās(i). Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.” [QS. An-Nās: 1-6] Dibaca 3 kali.[102] [102] Siapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan sore maka surah-surah tersebut akan mencukupinya dari segala sesuatu. HR. Abu Daud (4/322, No. 5082) dan Tirmizi (5/567 No. 3575). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/182).
Kami memasuki waktu pagi dan seluruh kerajaan milik Allah, segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan umur tua. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.[103] [103] HR. Muslim (4/2088, No. 2723).
Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāhi, wal-ḥamdu lillāh. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Rabbi as`aluka khaira mā fī hāżal-yaumi wa khaira mā ba‘dahū, wa a‘ūżu bika min syarri mā fī hāżal-yaumi wa syarri mā ba‘dahū. Rabbi a‘ūżu bika minal-kasali wa sū`il-kibar. Rabbi a‘ūżu bika min ‘ażābin fin-nāri wa ‘ażābin fil-qabri.
Dan ketika sore hari beliau membaca, Kami memasuki waktu sore dan seluruh kerajaan milik Allah, segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada di malam ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan umur tua. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.[104] [104] Ibid
Amsainā wa amsal-mulku lillāhi wal-ḥamdulillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai-`in qadīr. Rabbi as`aluka khaira mā fī hāżihil-lailah wa khaira mā ba’dahā, wa a’ūżubika min syarri mā fī hāżihil-lailah wa syarri mā ba’dahā. Rabbi a’ūżubika minal-kasali wa sū`il-kibar. Rabbi a’ūżubika min ‘ażābin fin-nāri wa ‘ażābin fil-qabri.
Ya Allah, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk.[105] [105] HR. Tirmizi (5/466, No. 3391). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).
Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr.
Dan ketika sore hari beliau membaca, Ya Allah, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu semua makhluk kembali.[106] [106] Ibid
Allāhumma bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikal-maṣīr.
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau. Engkau menciptakanku, aku adalah hamba-Mu. Aku yakin terhadap janji-Mu dan aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semaksimal mungkin. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui[107] nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.[108] [107] Artinya: Aku mengakui. [108] Siapa saja yang membacanya dengan penuh yakin ketika memasuki sore hari lalu meninggal di malam itu maka ia akan masuk surga. Demikian juga ketika memasuki pagi hari. HR. Bukhari (7/150, No. 6306).
Ya Allah, aku memasuki waktu pagi. Aku mempersaksikan kepada-Mu dan mempersaksikan kepada para malaikat pemikul Arasy-Mu, juga malaikat-malaikat-Mu serta semua makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu.
Allāhumma innī aṣbaḥtu usyhiduka wa usyhidu ḥamalata 'arsyika wa malā`ikataka wa jamī'a khalqika, annaka antallāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, wa anna muḥammadan 'abduka wa rasūluka. Dibaca empat kali.[109] [109] Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi atau memasuki waktu sore sebanyak empat kali maka Allah akan membebaskannya dari api neraka. HR. Abu Daud (4/317, No. 5071), Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 1201), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 9), dan Ibnu Sunni (No. 70). Sanad Nasa`i dan Abu Daud dinyatakan hasan oleh yang terhormat Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 23).
Dan ketika sore hari beliau membaca, Ya Allah, aku memasuki waktu sore. Aku mempersaksikan kepada-Mu dan mempersaksikan kepada para malaikat pemikul Arasy-Mu, juga malaikat-malaikat-Mu serta semua makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu.
Allāhumma innī amsaitu usyhiduka wa usyhidu ḥamalata 'arsyika wa malā`ikataka wa jamī'a khalqika, annaka antallāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, wa anna muḥammadan 'abduka wa rasūluka. Dibaca empat kali.[110] [110] Ibid
Ya Allah, tidaklah ada suatu nikmat kepadaku di waktu pagi atau kepada siapa pun di antara makhluk-Mu melainkan nikmat itu berasal dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu; hanya milik-Mu seluruh pujian dan hanya milik-Mu semua syukur.[111] [111] Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi maka ia telah menunaikan kewajiban syukur hari itu. Siapa saja yang membacanya ketika memasuki malam maka ia telah menunaikan kewajiban syukur malam itu. HR. Abu Daud (4/318, No. 5075), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No.7), Ibnu Sunni (No. 41), dan Ibnu Hibban dalam Al-Mawārid (No. 2361). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 24).
Allāhumma mā aṣbaḥa bī min ni'matin aw bi`aḥadin min khalqika faminka waḥdaka lā syarīka laka, falakal-ḥamdu walakasy-syukru.
Dan ketika sore hari beliau membaca, Ya Allah, tidaklah ada suatu nikmat kepadaku di waktu sore atau kepada siapa pun di antara makhluk-Mu melainkan nikmat itu berasal dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu; hanya milik-Mu seluruh pujian dan hanya milik-Mu semua syukur.[112] [112] Ibid
Allāhumma mā amsā bī min ni'matin aw bi`aḥadin min khalqika faminka waḥdaka lā syarīka laka, falakal-ḥamdu walakasy-syukru.
Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada badanku. Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau.
Allāhumma 'āfinī fī badanī, allāhumma 'āfinī fī sam'ī, allāhumma 'āfinī fī baṣarī, lā ilāha illā anta. Allāhumma innī a'ūżubika minal-kufri wal-faqri, wa a'ūżubika min 'ażabil-qabri, lā ilāha illā anta. Dibaca 3 kali.[113] [113] HR. Abu Daud (4/324, No. 5092), Ahmad (5/42, No. 20430), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 22), Ibnu Sunni (No. 69), dan Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 701). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Allamah Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 26).
Cukuplah Allah sebagai penolongku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Hanya kepada-Nya aku berserah diri dan Dia adalah Tuhan Arasy yang agung.
Ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil-'aẓīm." Dibaca 7 kali.[114] [114] Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi dan sore sebanyak tujuh kali maka Allah akan menolongnya dalam urusan dunia dan akhirat yang membuatnya gelisah. HR. Ibnu Sunni secara marfu' (No. 71) dan Abu Daud secara mauquf (4/321, No. 5081). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Syu'aib Al-Arnauṭ dan Abdul Qadir Al-Arnauṭ. Lihat: Zādul-Mā'ād (2/376).
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah, jagalah aku dari depan dan belakangku, dari kananku, kiriku, dan dari atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku.[115] [115] HR. Abu Daud (No. 5074) dan Ibnu Majah (No. 3871). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/332).
Ya Allah, Zat yang mengetahui alam gaib dan alam nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan rajanya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, kejelekan setan dan tipu dayanya, serta (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan terhadap diriku sendiri atau menimpakannya kepada muslim yang lain.[116] [116] HR. Tirmizi (No. 3392) dan Abu Daud (No. 5067). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).
Allāhumma 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, rabba kulli syai`in wa malīkah. Asyhadu allā ilāha illā anta, a'ūżubika min syarri nafsī wa syarrisy-syaiṭāni wa syarakih, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū`an aw ajurrahū ilā muslim.
Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu apa pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'a-smihi syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm. Dibaca 3 kali.[117] [117] Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi sebanyak tiga kali serta ketika memasuki waktu sore sebanyak tiga kali maka ia tidak akan ditimpa keburukan sedikit pun. HR. Abu Daud (4/323, No. 5088), Tirmizi (5/465, No. 3388), Ibnu Majah (No. 3869), dan Ahmad (No. 446). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/332). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Allamah Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 39).
Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabiku.
Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallama nabiyyan. Dibaca 3 kali.[118] [118] Siapa yang membacanya tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore hari maka ia berhak mendapatkan keridaan Allah kelak pada hari Kiamat. HR. Ahmad (4/337, No. 18967), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 4), Ibnu Sunni (No. 68), dan Abu Daud (4/318, No. 1531), dan Tirmizi (5/465, No. 3389). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār, (Hal. 39).
Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah semua urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.[119] [119] HR. Hakim dan dia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/545). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273).
Yā ḥayyu yā qayyūmu biraḥmatika astagīṡ, aṣliḥ lī sya'nī kullahu wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'aīn.
Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan seluruhnya milik Allah Tuhan seluruh alam. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini: kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya serta keburukan setelahnya.[120] [120] HR. Abu Daud (4/322, No. 5084). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Syu'aib Al-Arnaūṭ dan Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dalam tahqiq Zādul-Ma'ād (2/373).
Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāhi rabbil 'alamin. Allāhumma innī as`aluka khaira hāżal-yaum: fatḥahu wa naṣrahu wa nūrahu wa barakatahu wa hudāhu, wa a'ūżubika min syarri mā fīhi wa syarri mā ba'dahu.
Dan ketika sore hari beliau membaca, Kami memasuki waktu sore dan kerajaan seluruhnya milik Allah Tuhan seluruh alam. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini: kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada pada malam ini dan keburukan yang ada setelahnya.[121] [121] Ibid
Amsainā wa amsal-mulku lillāhi rabbil 'alamin. Allāhumma innī as`aluka khaira hāżihil-lailati: fatḥahā wa naṣrahā wa nūrahā wa barakatahā wa hudāhā, wa a'ūżu bika min syarri mā fīhā wa syarri mā ba'dahā.
Kami memasuki pagi hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat tauhid, agama nabi kami Muhammad ﷺ, dan di atas agama bapak kami Ibrahim yang lurus dan seorang muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.[122] [122] HR. Ahmad (3/406 dan 407, No. 15360 dan 15563) dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 34). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/209).
Aṣbaḥnā 'alā fiṭratil-islām, wa 'alā kalimatil-ikhlāṣ, wa 'alā dīni nabiyyinā muhammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallam, wa 'alā millati abinā ibrāhīma ḥanīfan musliman wa mā kāna minal-musyrikīn.
Dan ketika sore hari beliau membaca, Kami memasuki sore hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat tauhid, agama nabi kami Muhammad ﷺ, dan di atas agama bapak kami Ibrahim yang lurus dan seorang muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik."[123] [123] Ibid
Amsainā ‘alā fiṭratil-Islāmi, wa ‘alā kalimatil-ikhlāṣi, wa ‘alā dīni nabiyyinā Muḥammadin ﷺ, wa ‘alā millati abīnā Ibrāhīma ḥanīfan musliman wa mā kāna minal-musyrikīn.
Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.
Subḥānallāhi wa biḥamdihi. Dibaca 100 kali.[124] [124] Siapa membacanya 100 kali ketika memasuki pagi dan petang maka kelak pada hari Kiamat tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa sesuatu yang lebih baik daripadanya kecuali seseorang yang mengucapkannya sebanyak itu atau lebih. HR. Muslim (4/2071, No. 2692).
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Dibaca sepuluh kali,[125] atau satu kali ketika malas.[126] [125] HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 24). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/272) dan Tuḥfatul-Akhyār karya Ibnu Bāz -raḥimahullāh- (Hal. 44). Serta lihat keutamaannya di halaman 146, hadis (No. 255). [126] HR. Abu Daud (No. 5077), Ibnu Majah (No. 3798), dan Ahmad (No. 8719). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/270), Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/957), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/331), dan Zādul-Mā'ād (2/377).
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Dibaca 100 kali di waktu pagi.[127] [127] "Siapa yang membacanya 100 kali dalam sehari maka ia berhak mendapatkan pahala setara membebaskan sepuluh budak, dituliskan untuknya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan, serta menjadi pelindungnya dari setan sepanjang hari itu hingga sore, dan tidak ada orang yang datang dengan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang dilakukannya kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari itu." HR. Bukhari (4/95, No. 3293) dan Muslim (4/2071, No. 2691).
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sejumlah makhluk-Nya, sebesar keridaan diri-Nya, seberat 'Arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-kalimat-Nya.
Subḥānallāhi wa biḥamdihi: 'adada khalqihi, wa riḍa nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midāda kalimātih. Dibaca 3 kali pada pagi hari.[128] [128] HR. Muslim (4/2090, No. 2726).
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.
Allāhumma innī as`aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan tayyiban wa 'amalan mutaqabbalā. Ketika pagi.[129]. [129] HR. Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 54) dan Ibnu Majah (No. 925). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dan Syu'aib Al-Arnaūṭ dalam tahqiq Zādul-Ma'ād (2/375) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya dalam takhrij No. 75.
Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.
Astagfirullāha wa atūbu ilaihi. Dibaca 100 kali dalam sehari.[130] [130] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/101, No. 6307) dan Muslim (/2075, No. 2702).
A'ūẓu bi kalimātillāhi at-tāmmāti min syarri mā khalaqa. Dibaca 3 kali pada sore hari.[131] [131] Siapa saja yang membacanya tiga kali ketika sore maka ia tidak akan dicelakakan oleh satu hewan berbisa pun malam itu. HR. Ahmad (2/290, No. 7898), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 590), Ibnu Sunni (No. 68). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/187), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/266), dan Tuḥfatul-Akhyār karya Ibnu Bāz (Hal. 45).
Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.
Allāhumma ṣalli wa sallim 'alā nabiyyinā Muḥammad. Dibaca 10 kali.[132] [132] Siapa saja yang berselawat kepadaku 10 kali ketika pagi dan 10 ketika sore maka pada hari Kiamat ia akan mendapatkan syafaatku. HR. Aṭ-Ṭabarāniy dengan dua sanad; salah satunya jayyid (baik). Lihat: Majma' Az-Zawā`id (10/120) dan Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273).
28. Zikir Sebelum Tidur
Menggabungkan kedua telapak tangan lalu meniupkan padanya seraya membacakan, Qul huwa Allāhu aḥad. Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allāhuṣ-ṣamad. Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu. Lam yalid wa lam yūlad. Artinya: Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Walam yakul-lahū kufuwan aḥad. Artinya: Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." [QS. Al-Ikhlās: 1-4]
Qul a‘ūżu bi rabbi al-falaq Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), Min syarri mā khalaq. Artinya: dari kejahatan makhluk-Nya, Wamin syarri gāsiqin iżā waqab. Artinya: juga dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Wa min sharri an-naffāṡāti fī al-‘uqad Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), Wamin syarri ḥāsidin iżā ḥasad. Artinya: san dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." [QS. Al-Falaq: 1-5]
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i). Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Malikin-nās(i). Artinya: Raja manusia, Ilāhin-nās(i). Artinya: Sembahan manusia Min syarril-waswāsil-khannās(i). Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Minal jinnati wan-nās(i). Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.” [QS. An-Nās: 1-6]
Lalu mengusapkan keduanya ke semua anggota tubuh yang dapat dijangkau, mulai dari kepala, muka, dan bagian depan badannya. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali.[133] [133] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (9/62, No. 5017) dan Muslim (No. 2192).
"Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw walā naum, lahū mā fis samāwāti wamā fil arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aydīhim wamā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai`in min 'ilmihī illā bimā syā`, wa si'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal 'aliyyul aẓīm." Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. [QS. Al-Baqarah: 255].[134] [134] "Siapa membacanya ketika beranjak ke tempat tidurnya maka ia akan senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan tidak didekati oleh setan hingga pagi." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/487, No. 2311).
Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami‘nā wa aṭa‘nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u). Artinya: Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali." Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a). Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." [QS. Al-Baqarah: 285-286].[135] [135] "Siapa saja yang membaca keduanya pada malam hari, niscaya keduanya telah mencukupinya." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (9/94, No. 4008) dan Muslim (1/554, No. 807).
Dengan nama-Mu,[136] wahai Tuhanku, aku rebahkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau ambil nyawaku maka kasihanilah ia. Jika Engkau melepaskannya maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.[137] [136] "Apabila di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, lalu kembali lagi, maka hendaklah dia mengibaskannya dengan ujung bagian dalam sarungnya tiga kali, dan hendaknya dia membaca bismillāh, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya setelah ditinggalkannya. Apabila ia hendak tidur, maka hendaklah ia membaca,..." (Dan seterusnya sampai akhir hadis). Arti kalimat "ṣanafati izārihi" adalah ujung sarungnya di bagian tepinya. (An-Nihāyah fī Garīb Al-Hadīṡ). Huruf Aṣ-Ṣād An-Nūn Al-Fā`. [137] Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/126, No. 6320) dan Muslim (4/2084, No. 2714).
Bismika rabbī waḍa'tu janbī, wabika arfa'uhu. In amsakta nafsī farḥamhā, wa in arsaltahā faḥfaẓhā bimā taḥfaẓu bihī 'ibādakaṣ-ṣāliḥīn.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan jiwaku dan Engkau pula yang akan mematikannya. Milik-Mu kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya maka jagalah ia. Namun jika Engkau mematikannya maka ampunilah ia. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu keselamatan.[138] [138] HR. Muslim (4/2083, No. 2712) dan Ahmad dengan redaksinya (2/79, No. 5502).
Allāhumma innaka khalaqta nafsī wa anta tawaffāhā, laka mamātuhā wa maḥyāhā, in aḥyaitahā faḥfaẓhā, wa in amattaha fagfir lahā. Allāhumma innī as`alukal-'āfiyah.
Ya Allah, lindungi aku[139] dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.[140] [139] "Apabila beliau ﷺ hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca,.... dan seterusnya sampai akhir hadis. [140] HR. Abu Daud dengan redaksinya (4/311, No. 5045) dan Tirmizi (No. 3398). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/143) dan Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/240).
Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tab'aṡu 'ibādaka.
Dengan nama-Mu, ya Allah, aku tidur dan aku bangun.[141] [141] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/113, No. 6324) dan Muslim (4/2083, No. 2711).
Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.
Maha Suci Allah.
Subḥānallāh. (Dibaca 33 kali). Segala puji bagi Allah
Walḥmdulillāh. (Dibaca 33 kali). Allah Maha Besar
Wāllahu akbar. (Dibaca 34 kali).[142] [142] "Siapa mengucapkannya ketika hendak berbaring di tempat tidurnya, itu lebih baik baginya daripada mendapatkan seorang pembantu." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (7/71, No. 3705) dan Muslim (4/2091, No. 2726).
Ya Allah, Tuhan tujuh (lapis) langit dan Tuhan bumi, Tuhan Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, yang membelah biji-bijian dan biji buah-buahan serta yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur`an. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya (menguasainya). Ya Allah, Engkau Yang Maha Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu, dan Engkau Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu, Engkau Yang Zahir tidak ada sesuatu pun di atas-Mu, dan Engkau Yang Batin tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu. Lunaskanlah utang kami dan bebaskan kami dari kefakiran.[143] [143] HR. Muslim (4/2084, No. 2713).
Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i wa rabbal-`arḍi, wa rabbal-'arsyil-'azīm, rabbanā wa rabba kulli syai`, fāliqal ḥabbi wan-nawā, wa munzilat-taurāti wal-injīli wal-furqān, a'ūżubika min syarri kulli syai`in anta ākhiżun bināṣiyatihi. Allāhumma antal-awwalu fa laisa qablaka syai`, wa antal-ākhiru fa laisa ba'daka syai`, wa antaẓ-ẓāhiru fa laisa fauqaka syai`, wa antal-bāṭinu falaisa dūnaka syai`, iqḍi 'annad-daina wa agninā minal-faqri.
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, kecukupan, dan perlindungan. Betapa banyak orang yang tidak memiliki pemberi kecukupan dan pelindung baginya.[144] [144] HR. Muslim (4/2085, No. 2715).
Al-ḥamdulillāhil-lażī aṭ'amanā wa saqānā, wa kafānā wa āwānā, fakam min man lā kāfiya lahu wa lā mu`wīya.
Ya Allah, Zat yang mengetahui alam gaib dan alam nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan Rajanya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, kejelekan setan dan sekutunya, serta (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan terhadap diriku sendiri atau menimpakannya kepada muslim yang lain.[145] [145] HR. Abu Daud (4/317, No. 5067) dan Tirmizi (No. 3629). Lihat juga: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).
Allāhumma 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, rabba kulli syai`in wa malīkahu. Asyhadu allā ilāha illā anta, a'ūżubika min syarri nafsī wa min syarrisy-syaiṭāni wa syirkih, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū`an aw ajurrahū ilā muslim.
Membaca surah Alif Lām Mīm Tanzīl (As-Sajdah) dan Tabārakal-Lażī bi Yadihil-Mulk (Al-Mulk).[146] [146] HR. Tirmizi (No. 3404) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 707). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/255).
Ya Allah,[147] aku serahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dengan penuh harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak pula menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.[148] [147] Apabila engkau hendak tidur maka berwudulah seperti wudu untuk salat. Kemudian berbaringlah ke sisi kanan, lalu bacalah,...dan seterusnya sampai akhir hadis. [148] Beliau ﷺ bersabda kepada orang yang mengucapkan doa tersebut, "Jika engkau meninggal maka engkau meninggal di atas fitrah." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/113, No. 6313) dan Muslim (4/2081, No. 2710).
Allāhumma aslamtu nafsī ilaika, wa fawwaḍtu amrī ilaika, wa wajjahtu wajhī ilaika, wa alja`tu ẓahrī ilaika, ragbatan wa rahbatan ilaika, lā malja`a wa lā manjā minka illā ilaika. Allāhumma āmantu bi kitābikallażī anzalta, wa binabiyyikallażī arsalta.
29. Doa Ketika Terbangun Di Malam Hari
Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.[149] [149] Doa ini dibaca ketika terbangun sementara posisi tidur berubah dari satu sisi ke sisi lain di malam hari. HR. Hakim, dan ia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/540), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 202), dan Ibnu Sunni (No. 757). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/213).
Lā ilāha illallāh al-wāḥidul-qahhār, rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, al-'azīzul-gaffār.
30. Doa Ketika Merasa Takut Dan Khawatir Saat Terbangun
Saya berlindung melalui kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksa-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya serta bisikan-bisikan setan dan agar mereka tidak menghampiriku.[150] [150] HR. Abu Daud (4/12, No. 3893) dan Tirmizi (No. 3528). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/171).
A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmāti min gaḍabihi wa 'iqābihi, wa syarri 'ibādihi, wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn
31. Tindakan Ketika Bermimpi Buruk
Meludah (ringan) ke kiri (tiga kali).[151] [151] HR. Muslim (4/1772, No. 2261).
Memohon perlindungan kepada Allah dari setan dan mimpi buruk yang dilihatnya (3 kali).[152] [152] HR. Muslim (4/1772-1773, No. 2261 dan 2262).
A‘ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
Tidak menceritakannya kepada siapa pun.[153] [153] HR. Muslim (4/1772, No. 2261 dan 2263).
Mengubah posisi tidur.[154] [154] HR. Muslim (4/1773, No. 2261].
Bangun untuk mengerjakan salat jika ia menginginkannya.[155] [155] HR. Muslim (4/1773, No. 2263).
32. Doa Qunut Witir
Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan, dan berilah aku pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah aku keberkahan pada rezeki yang Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan, dan tidak ada yang dapat membuat ketetapan atas-Mu. Sungguh, tidak akan terhina siapa yang Engkau cintai, [dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi]. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi.[156] [156] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan, Ahmad, Darimi, dan Baihaqi. Abu Daud (No. 1425), Tirmizi (No. 464), Nasa`i (No. 1744), Ibnu Majah (No. 1178), Ahmad (No. 1718), Darimi (No. 1592), Hakim (3/172), dan Baihaqi (2/209). Kalimat dalam tanda kurung milik Baihaqi. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/144), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/194), dan Irwā`ul-Galīl karya Al-Albani (2/172).
Allāhumma-hdinī fīman hadaita, wa 'āfinī fīman 'āfaita, wa tawallanī fīman tawallaita, wa bārik lī fīmā a'ṭaita, wa qinī syarra mā qaḍaita, fa innaka taqḍī walā yuqḍā 'alaika, innahu lā yaẓillu man wālaita, [walā ya'izzu man 'ādaita], tabārakta rabbanā wa ta'ālaita.
Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu, Aku tidak mampu menghitung semua pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung diri-Mu.[157] [157] Diriwayatkan oleh Empat penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 1427), Tirmizi (No. 3566), Nasa`i (No. 1746), Ibnu Majah (No. 1179), dan Ahmad (No. 751). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/180), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/194), dan Irwā`ul-Galīl (2/175).
Allāhumma innī a'ūżu bi riḍāka min sakhaṭika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūżu bika minka, lā uḥṣī ṡanā`an 'alaika, anta kamā aṡnaita 'alā nafsika.
Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah, kepada-Mu kami salat dan sujud, kepada-Mu kami berjalan lamban dan cepat. Kami mengharap rahmat-Mu dan takut azab-Mu, karena azab-Mu benar-benar akan menimpa orang-orang yang kafir. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, mengulang-ulang pujian kebaikan kepada-Mu, serta tidak ingkar kepada-Mu. Kami beriman kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, dan meninggalkan orang-orang yang mengingkari-Mu.[158] [158] HR. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubrā dan ia menyatakan sanadnya hasan (2/211). Syekh Al-Albani berkata dalam Irwā`ul-Galīl (2/170), "Sanad ini adalah sanad yang sahih." Tetapi ia mauquf sampai ke Umar.
Allāhumma iyyāka na'bud, wa laka nuṣallī wa nasjud, wa ilaika nas'ā wa naḥfid, narjū raḥmataka wa nakhāfu ażābaka, inna 'ażābaka bil-kāfirīna mulḥaq. Allāhumma innā nasta'īnuka wa nastagfiruka, wa nuṡnī 'alaikal-khaira walā nakfuruka, wa nu`minu bika wa nakhḍa'u laka wa nakhla'u man yakfuruka.
33. Zikir Setelah Salam Witir
Maha Suci (Allah) Maha Raja lagi Maha Suci.
Subḥānal-malikil-quddūs. Dibaca tiga kali Dan pada kali ketiga, beliau mengeraskan dan memanjangkan suaranya seraya mengucapkan, Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril.[159] [159] HR. Nasa`i (3/244, No. 1734), Ad-Dāruquṭniy (2/31), dan lainnya. Kalimat dalam tanda kurung siku adalah redaksi tambahan dari riwayat Ad-Dāruquṭniy (2/31, No. 2), dan sanadnya sahih. Lihat juga: Zādul-Ma'ād dengan tahqiq Syu'aib Al-Arnaūṭ dan Abdul Qadir Al-Arnaūṭ (1/337).
Rabbil-malā`ikati war-rūḥ.
34. Doa Ketika Gundah dan Sedih
Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-lakimu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubun-Ku ada di tangan-Mu. Telah lalu keputusan-Mu padaku, adil padaku ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan melalui kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai penawar hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, serta pengusir kegelisahanku.[160] [160] HR. Ahmad (1/391, No. 3712), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (1/337).
Allāhumma innī 'abduka, ibnu 'abdika, ibnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā`uka. As`aluka bi kullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw anzaltahu fī kitābika, aw 'allamtahu aḥadan min khalqika, aw ista`ṡarta bihi fī 'ilmil-gaib 'indaka, an taj'alal-Qur`āna rabī'a qalbī wa nūra ṣadrī, wajalā`a ḥuznī, wa żahāba hammī.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, sifat lemah, dan malas, sifat bakhil dan pengecut, serta dari lilitan utang dan penguasaan orang lain.[161] [161] HR. Bukhari (7/158, No. 2893). Rasulullah ﷺ biasa banyak membaca doa ini. Lihat: Sahih Bukhari dalam Fatḥul-Bāri (11/173), dan akan disebutkan di hal. 89, No. 137.
Allāhumma innī a'ūżubika minal-hammi wal-ḥazan, wal-'ajzi wal-kasali, wal-bukhli wal-jubni, wa ḍala'id-daini wa galabatir-rijāl.
35. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Lembut. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Tuhan Arasy yang agung. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy yang mulia.[162] [162] Bukhari (7/154, No. 6345) dan Muslim (4/2092, No. 2730).
Lā ilāha illallahul-'aẓīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-'arsyil-'aẓīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-'arḍi wa rabbul-'arsyil-karīm.
Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walaupun sekejap mata. Perbaikilah urusanku seluruhnya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.[163] [163] HR. Abu Daud (4/324, No. 5090) dan Ahmad (5/42, No. 20430). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/959).
Allāhumma raḥmataka arjū, falā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'ain, wa aṣliḥ lī sya`nī kullahu, lā ilāha illā anta.
Tidak ada (tuhan yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.[164] [164] HR. Tirmizi (5/529, No. 3505) dan Hakim (1/505). Dia menyatakan sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/168).
Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaẓẓālimīn.
Allah saja Tuhanku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.[165] [165] HR. Abu Daud (2/87, No. 1525) dan Ibnu Majah (No. 3882). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/335).
Allāha Allāha rabbī lā usyriku bihī syai`an.
36. Doa Ketika Bertemu Musuh dan Penguasa
Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu di leher mereka, dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.[166] [166] HR. Abu Daud (2/89, No. 1537), dan dinyatakan sahih oleh Hakim dan disepakati oleh Aż-Żahabiy (2/142).
Allāhumma innā naj'aluka fī nuḥūrihim, wa na'ūżu bika min syurūrihim.
Ya Allah, Engkaulah tempatku bertumpu dan penolongku. Dengan pertolongan-Mu aku bergerak, dengan pertolongan-Mu aku menyerang, dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.[167] [167] HR. Abu Daud (3/42, No. 2632) dan Tirmizi (5/572, No. 3584). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/183).
Allāhumma anta 'aḍudī, wa anta naṣīrī, bika aḥūlu, wa bika aṣūlu, wa bika uqātil.
Cukuplah Allah bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.[168] [168] HR. Bukhari (5/172, No. 4563).
Ḥasbunallāhi wa ni'mal-wakīl.
37. Doa Orang Yang Takut Terhadap Kezaliman Penguasa
Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan Arasy yang agung, jadilah Engkau sebagai pelindungku dari polan bin polan, agar tidak seorang pun di antara mereka menyiksaku atau menzalimiku, sungguh agung perlindungan-Mu dan mulia pujian-Mu. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau.[169] [169] Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 707), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 545).
Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i, wa rabbal-'arsyil-'aẓīm, kun lī jāran min fulān bin fulān wa aḥzābihi min khalā`iqika, an yafruṭa 'alayya aḥadun minhum aw yaṭgā, 'azza jāruka wa jalla ṡanā`uka, wa lā ilāha illā anta.
Allah Maha Besar, Allah lebih mulia dari seluruh makhluk-Nya, Allah lebih mulia dari semua yang aku takuti. Aku berlindung kepada Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Dia, yang mengendalikan ketujuh langit sehingga tidak runtuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya, dari kejahatan hamba-Mu, fulān, beserta pasukan, pengikut dan penolong-penolongnya dari kalangan jin dan manusia. Ya Allah, jadilah pelindungku dari kejahatan mereka. Sungguh mulia pujian-Mu, sungguh agung perlindungan-Mu, dan Maha Suci nama-Mu. Tidak ada tuhan yang hak selain-Mu.
Allāhu akbar, allāhu a'azzu min khalqihi jamī'an, allāhu a'azzu mimmā akhāfu wa aḥżar, a'ūżu billāhillażī lā ilāha illā hūwa, al-mumsikis-samāwātis-sab'i an yaqa'na 'alal-arḍi illā bi`iżnihi, min syarri 'abdika fulān wa junūdihi wa atbā'ihi wa asy-yā'ihi minal-jinni wal-`insi, allāhumma kun lī jāran min syarrihim, jalla ṡanā`uka wa'azza jāruka wa tabāraka-smuka, wa lā ilāha gairuka. Dibaca 3 kali.[170] [170] HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 708), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 546).
38. Doa Terhadap Musuh
Ya Allah, Tuhan yang menurunkan kitab, yang memiliki pembalasan cepat, kalahkan pasukan-pasukan itu. Ya Allah, kalahkan mereka dan guncanglah mereka.[171]. [171] HR. Muslim (3/1362, No. 1742).
Allāhumma munzilal-kitāb, sarī'al-ḥisāb, ihzimil-aḥzāb. Allāhumma-hzimhum wa zalzilhum.
39. Doa Orang Yang Takut Terhadap Suatu Kaum
Ya Allah, lindungilah aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.[172] [172] HR. Muslim. (4/2300, No. 3005).
Allāhumma-kfinīhim bimā syi`ta.
40. Doa Orang Yang Ditimpa Waswas Dalam Keimanan
Hendaknya dia memohon perlindungan kepada Allah[173] Dengan mengucapkan, Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. [173] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/336, No. 3276) dan Muslim (1/120, No. 134).
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
dan meninggalkan apa yang ia waswaskan.[174] [174] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/336, No. 3276) dan Muslim (1/120, No. 134).
Membaca, Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.[175] [175] HR. Muslim (1/119-120, No. 134).
Āmantu billāhi wa rusulihī.
Membaca firman Allah Ta'ala, "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al-Ḥadīd: 3].[176] [176] HR. Abu Daud (4/329, No. 5110), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/962).
41. Doa Melunasi Hutang
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.[177] [177] HR. Tirmizi (5/560, No. 3563). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/180).
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gundah dan sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat bakhil dan pengecut, dan dari lilitan utang dan penguasaan orang lain.[178] [178] HR. Bukhari (7/158, No. 2893). Doa ini telah ditakhrij di hal. 83 No. 121.
Allāhumma innī a'ūżubika minal-hammi wal-ḥazan, wal-'ajzi wal-kasali, wal-bukhli wal-jubni, wa ḍala'id-daini wa galabatir-rijāl.
42. Doa Mengatasi Waswas Ketika Salat dan Mengaji
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm. Dan meludah ringan ke sebelah kiri (3 kali).[179] [179] HR. Muslim (4/1729, No. 2203) melalui riwayat Uṡmān bin Abu Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu-. Di dalamnya disebutkan, "Lantas aku mengucapkannya, maka Allah menghilangkannya dariku."
43. Doa Orang Yang Mengalami Kesulitan Dalam Suatu Urusan
Ya Allah, tidak ada sesuatu yang mudah kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau kuasa menjadikan mudah sesuatu yang sulit jika Engkau menghendaki.[180] [180] HR. Ibnu Hibban dalam kitab Ṣaḥīḥ-nya (No. 2427) (Mawārid) dan Ibnu Sunni (No. 351). Al-Ḥāfiẓ berkata, "Hadis ini sahih." Juga, dinyatakan sahih oleh Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dalam takhrij Al-Ażkār karya An-Nawawiy (Hal. 106).
Allāhumma lā sahla illā mā ja'altahu sahlā, wa anta taj'alul-ḥazna iżā syi`ta sahlā.
44. Yang Harus Diucapkan dan Dilakukan Oleh Orang Yang Berbuat Dosa
Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudu dengan bagus, kemudian mengerjakan salat dua rakaat, lantas memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.[181] [181] HR. Abu Daud (2/86, No. 1521) dan Tirmizi (2/257, No. 406), serta dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/283).
45. Doa Mengusir Setan dan Bisikannya
- Memohon perlindungan kepada Allah dari setan.[182] [182] HR. Abu Daud (1/203) dan Ibnu Majah (1/265, No. 807). Doa ini telah ditakhrij di nomor 31. Lihat juga: (Surah Al-Mu`minūn: 97-98).
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
- Azan.[183] [183] HR. Muslim (1/291, No. 389) dan Bukhari (1/151, No. 608).
- Zikir dan membaca Al-Qur`an.
Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.[184] [184] HR. Muslim (1/539) (No. 780).
Termasuk yang dapat mengusir setan adalah: zikir pagi dan petang, zikir sebelum tidur dan bangun tidur, zikir keluar masuk rumah, zikir keluar masuk masjid, dan zikir-zikir lainnya yang disyariatkan, seperti: membaca ayat Kursi saat akan tidur, dua ayat terakhir surah Al-Baqarah. Demikian juga, siapa yang membaca: Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Dibaca sebanyak seratus kali. Itu menjadi pelindung baginya dari setan sepanjang hari itu.[185] Begitu juga azan dapat mengusir setan. [185] HR. Bukhari (4/126) (No. 3293).
46. Doa Ketika Mengalami Sesuatu Yang Tidak Diinginkan Atau Tak Terelakkan
Itulah ketetapan Allah. Apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.[186] [186] "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, meski masing-masing memiliki sisi kebaikan. Maka bersemangatlah melakukan apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah! Jika ada sesuatu yang menimpamu, jangan katakan, 'Andai aku lakukan ini, tentu hasilnya akan begini dan begini.' Tetapi ucapkanlah, 'Itulah ketetapan Allah. Apa yang Dia kehendaki, maka Dia melakukannya.' Karena kata-kata 'andai' akan membuka peluang untuk setan." HR. Muslim (4/2052, No. 2664).
47. Doa Untuk Orang Yang Mendapatkan Anak Dan Jawabannya
Semoga Allah memberimu keberkahan bagi anak yang diberikan-Nya kepadamu, semoga engkau mensyukuri Allah yang memberi, semoga ia mencapai dewasa dan engkau dianugerahi baktinya.[187] [187] Disebutkan bahwa doa ini berasal dari perkataan Hasan Al-Baṣri. Lihat: Tuḥfatul-Maulūd karya Ibnul Qayyim (Hal. 20) dan beliau menyandarkannya kepada Ibnul Munżir dalam Al-Ausaṭ.
Bārakallāhu laka fil-mauhūbi laka wa syakartal-wāhiba wa balaga asyuddahu wa ruziqta birrahu. Orang yang diberi ucapan selamat membalasnya dengan membaca, Semoga Allah memberi keberkahan kepadamu dan kepada keluargamu. Semoga Allah memberimu balasan yang lebih baik, menganugerahkan kepadamu yang semisalnya, dan melimpahkan pahalamu.[188] [188] Disebutkan oleh An-Nawawiy dalam Al-Ażkār (hal. 349). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Ażkār li An-Nawawiy karya Salīm Al-Hilāliy (2/713). Takhrij lengkapnya ada dalam kitab Aż-Żikru wad-Du`ā` wal-'Ilāj bir-Ruqā karya penulis (1/416).
Bārakallāhu laka wa bāraka 'alaik, wa jazākallāhu khairan wa razaqakallāhu miṡlahu wa ajzala ṡawābaka.
48. Doa Perlindungan Bagi Anak
Rasulullah ﷺ membacakan doa perlindungan berikut untuk Hasan dan Husain -raḍiyallāhu 'anhumā-. Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap kejahatan setan dan binatang yang berbisa, dan dari setiap 'ain yang jahat.[189] [189] HR. Bukhari (4/119, No. 3371) dari riwayat Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-.
U'īẓukumā bi kalimātillāhit-tāmmah, min kulli syaiṭānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah.
49. Doa Untuk Orang Sakit Saat Menjenguknya
Tidak mengapa, semoga menjadi pembersih dosa dengan kehendak Allah.[190] [190] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (10/118, No. 3616).
Lā ba`sa ṭahūrun insyā`allāh.
As`alullāhal-'aẓīm, rabbal 'arsyil 'aẓīm, an yasyfiyaka. Dibaca 7 kali.[191] [191] "Tidaklah seorang muslim menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya lalu membaca tujuh kali... melainkan ia akan disembuhkan." HR. Tirmizi (No. 2083) dan Abu Daud (No. 3106). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/210) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/180).
50. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Nabi ﷺ bersabda, "Ketika seseorang menjenguk saudaranya yang muslim, dia senantiasa memetik buah-buahan surga sampai dia duduk. Kemudian, apabila dia telah duduk, dia diliputi oleh rahmat. Jika dia melakukannya di pagi hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya hingga ia memasuki waktu sore. Dan jika dia melakukannya di sore hari, 70 ribu malaikat akan senantiasa mendoakannya sampai ia memasuki waktu pagi."[192] [192] HR. Tirmizi (No. 969), Ibnu Majah (No. 1442), dan Ahmad (No. 975). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/244) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/286), juga dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir.
50. Doa Orang Sakit Yang Tidak Memiliki Harapan Sembuh
Ya Allah, ampunilah aku, rahmati aku, dan masukkanlah aku pada (kedudukan) bersama teman tertinggi.[193] [193] HR. Bukhari (7/10, No. 4435) dan Muslim (4/1893, No. 2444).
Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa alḥiqnī birrafīqil-a'lā.
Menjelang kematiannya, Nabi ﷺ memasukkan kedua tangannya ke dalam air lalu mengusapkannya ke wajah sembari mengucapkan, Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.
Lā ilāha illallāh. "Sesungguhnya maut itu mempunyai sekarat."[194] [194] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/144, No. 4449). Di dalam hadis ini juga disebutkan beliau bersiwak.
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.[195] [195] HR. Tirmizi (No. 3430) dan Ibnu Majah (No. 3794), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/317).
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, lā ilāha illallāhu waḥdah. Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah. Lā ilāha illallāh, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu. Lā ilāha illallāhu wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
52. Menalkin Orang Yang Sekarat
"Barang siapa yang akhir ucapannya (sebelum meninggal dunia) adalah Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah
Lā ilāha illallāh. maka dia pasti masuk surga."[196] [196] HR. Abu Daud (3/190, No. 3116). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/432).
53. Doa Orang Yang Ditimpa Musibah
Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku ini, dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya.[197] [197] HR. Muslim (2/632, No. 918).
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Allāhumma`-jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.
54. Doa Ketika Memejamkan Mata Mayit
Ya Allah, ampunilah si Polan (sebutkan namanya), angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk, dan jadikanlah penggantinya bagi keturunannya yang ditinggalkan. Ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam, lapangkanlah kuburnya, dan berilah cahaya baginya di dalamnya.[198] [198] HR. Muslim (2/634, No. 920).
Allāhumma-gfir li fulān (sebutkan namanya), wa-rfa' darajatahu fil-mahdiyyīn, wa-khlufhu fī 'aqibihi fil-gābirīn, wa-gfir lanā wa lahu yā rabbal-'ālamīn, wa-fsaḥ lahu fī qabrihi wa nawwir lahu fīh.
55. Doa Untuk Mayit Dalam Salat Jenazah
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah jamuannya, dan lapangkanlah kuburnya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari semua dosa seperti Engkau membersihkan pakaian yang putih dari semua kotoran. Berilah dia ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.[199] [199] HR. Muslim (2/663, No. 963).
Allāhumma-gfir lahu wa-rḥamhu wa 'āfihi wa-'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, wa-gsilhu bil-mā`i waṡ-ṡalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaita aṡ-ṡaubal-abyaḍa minad-danas, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul-jannah, wa a'iżhu min 'ażābil-qabri, [wa 'ażābin-nār].
Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup dan yang telah meninggal di antara kami, yang hadir dan yang tidak hadir, yang kecil dan yang tua, laki-laki dan perempuan. Ya Allah, siapa di antara kami yang Engkau panjangkan umurnya, maka panjangkanlah umurnya di atas Islam. Dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dia di atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan jangan pula Engkau sesatkan kami sepeninggalnya.[200] [200] HR. Abu Daud (No. 3201), Tirmizi (No. 1024), Nasai (No. 1985), Ibnu Majah (1/480, No. 1498), dan Ahmad (2/368, No. 8809). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/251).
Allāhumma-gfir li ḥayyinā wa mayyitinā, wa syāhidinā wa gā`ibinā, wa ṣagīrinā wa kabīrinā, wa żakarinā wa unṡānā. Allāhumma man aḥyaitahu minnā fa aḥyihi 'alal-islām, wa man tawaffaitahu minnā fa tawaffahu 'alal-īmān. Allāhumma lā taḥrimnā ajrahu wa lā tuḍillanā ba'dah.
Ya Allah, sesungguhnya polan bin polan (yakni menyebutkan namanya dan nama ayahnya) dalam jaminan-Mu dan ikatan perlindungan-Mu, maka lindungilah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka, Engkau adalah Zat yang memenuhi janji dan hak. Ampunilah dan rahmati dia, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[201] [201] HR. Ibnu Majah (No. 1499). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/251), dan Abu Daud (3/211, No. 3202).
Allāhumma inna fulāna ibna fulān (yakni menyebutkan namanya dan nama ayahnya) fī żimmatika wa ḥabli jiwārika, fa qihi fitnatal-qabri wa 'ażāban-nāri, wa anta ahlul-wafā`i wal-ḥaqqi, fa-gfir lahu wa-rḥamhu, innaka antal-gafūrur-raḥīm.
Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Dia membutuhkan rahmat-Mu, sementara Engkau tidak membutuhkan menyiksa-Nya. Jika dia adalah orang yang berbuat baik, tambahkanlah kebaikannya. Namun jika dia adalah orang yang berbuat buruk, maafkanlah dia.[202] [202] HR. Hakim dan dia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/359). Lihat: Aḥkāmul-Janā`iz, hal. 125.
Allāhumma 'abduka wa-bnu amatik, iḥtāja ilā raḥmatika, wa anta ganiyyun 'an 'azābih, in kāna muḥsinan fa zid fī ḥasanātihi, wa in kāna musī`an fa tajāwaz 'anhu.
56. Doa Untuk Mayit Bayi Ketika Salat Jenazah
Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur.[203] [203] Sa'īd bin Al-Musayyib berkata, "Aku salat di belakang Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- saat menyalati jenazah anak kecil yang belum berbuat kesalahan sama sekali, lalu aku mendengarnya membaca..." HR. Mālik dalam Al-Muwaṭṭa` (1/288), Ibnu Abī Syaibah dalam Al-Muṣannaf (3/217), dan Baihaqi (4/9). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Syu'aib Al-Arnaūṭ dalam taḥqiq Syarḥus-Sunnah karya Al-Bagawiy (5/357).
Allāhumma a'iżhu min ażābil-qabri.
Jika mengucapkan doa berikut: Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai simpanan pahala dan yang memberi syafaat bagi kedua orang tuanya. Ya Allah, melalui anak ini, beratkanlah timbangan amal kedua orang tuanya dan besarkanlah pahala keduanya. Gabungkanlah anak ini bersama orang-orang saleh kaum muslimin. Jadikanlah ia di bawah asuhan Nabi Ibrahim dan peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksa neraka Jahim. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Ya Allah, ampunilah orang-orang terdahulu kami serta anak-anak kecil kami, serta semua orang beriman sebelum kami.
Allāhumma-j'alhu faraṭan wa żukhran li wālidaihi wa syafī'an mujāban. Allāhumma ṡaqqil bihi mawāzīnahumā wa a'ẓim bihi ujūrahumā wa alḥiqhu biṣāliḥil-mu`minīn, wa-j'alhu fī kafālati Ibrāhīm wa qihi biraḥmatika 'ażābal-jaḥīm, wa abdilhu dāran khairan min dārihi wa ahlan khairan min ahlihi. Allāhumma-gfir li aslāfinā wa afrāṭinā wa man sabaqanā bil-īmān." Maka itu juga baik.[204] [204] Lihat: Al-Mugnī karya Ibnu Qudamah (3/416) dan Ad-Durūs Al-Muhimmah li-'Āmmatil-Ummah karya Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bāz -raḥimahullāh- (Hal. 15).
Ya Allah, jadikanlah ia sebagai penolong, pendahulu, dan pahala untuk kami.[205] [205] Al-Hasan biasanya ketika menyalati anak kecil membaca surah Al-Fātiḥah dan membaca... (Dan seterusnya sampai akhir hadis). HR. Al-Bagawiy dalam Syarḥus-Sunnah (5/357), Abdurrazzāq (No. 6588), dan Bukhari secara mu'allaq dalam Kitāb Al-Janā`iz, Bāb Qirā`ati Fātiḥatil-Kitāb 'alal-Janāzah (2/113) sebelum hadis No. 1335.
Allāhumma-j'alhu lanā faraṭan wa salafan wa ajran.
57. Doa Takziah
Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi Allah memiliki ajal yang telah ditentukan...Hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala.[206] [206] HR. Bukhari (2/80, No. 1284) dan Muslim (2/636, No. 923).
Inna lillāhi mā akhaża wa lahu mā a'ṭā, wa kullu syai`in 'indahu bi ajalin musammā, faltaṣbir waltaḥtasib.
Jika ia mengucapkan: Semoga Allah membesarkan pahalamu, meringankan dukamu, dan mengampuni mayitmu,
A'ẓamallāhu ajraka wa aḥsana 'azā`aka wa gafara limayyitika. Maka itu juga baik.[207] [207] Al-Ażkār karya An-Nawawiy (Hal. 126).
58. Doa Ketika Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur
Dengan nama Allah dan sesuai Sunnah Rasulullah.[208] [208] HR. Abu Daud (3/314, No. 3215) dengan sanad yang sahih, dan Ahmad (No. 5234) serta (No. 4812) dengan redaksi: "Bismillāhi wa 'alā millati rasūlillāh", dengan sanad yang sahih.
Bismillāhi wa 'alā sunnati rasūlillāh.
59. Doa Setelah Selesai Mengubur Mayat
Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, teguhkanlah dia.[209] [209] Apabila Nabi ﷺ telah selesai mengubur mayit, beliau berdiri dan bersabda, "Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian dan mohonlah keteguhan untuknya karena ia sekarang akan ditanya." HR. Abu Daud (3/315, No. 3223) dan Hakim (1/370). Hakim menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy.
Allāhumma-gfir lahu, allāhumma ṡabbit-hu.
60. Doa Ziarah Kubur
Semoga keselamatan bagi kalian, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami, dengan kehendak Allah, akan menyusul kalian. [Semoga Allah merahmati yang meninggal lebih dulu di antara kita dan yang belakangan]. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.[210] [210] HR. Muslim (2/671, No. 975), Ibnu Majah (1/494, No. 1547) dari Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu-, dan redaksi ini miliknya. Kalimat di antara dua tanda kurung siku merupakan hadis riwayat Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dalam riwayat Muslim (2/671, No. 975).
Assalāmu 'alaikum ahlad-diyār minal-mu`minīna wal-muslimīn, wa innā in syā`allāhu bikum lāḥiqūn, [wa yarḥamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta`khirīn], as`alullāha lanā wa lakumul-'āfiyah.
61. Doa Ketika Angin Kencang
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.[211] [211] HR. Abu Daud (4/326, No. 5099) dan Ibnu Majah (2/1228, No. 3727). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/305).
Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa a'ūżu bika min syarrihā.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang dengannya ia dikirim. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang terkandung di dalamnya, serta keburukan yang dengannya ia dikirim.[212] [212] HR. Muslim, redaksi ini di dalam riwayatnya.(2/666, No. 899) dan Bukhari (4/76, No. 3206 dan 4829).
Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa khaira mā fīhā, wa khaira mā ursilat bih. Wa a'ūżu bika min syarrihā, wa syarri mā fīhā, wa syarri mā ursilat bih.
61. Doa Ketika Mendengar Petir
Maha Suci Allah, petir bertasbih memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.[213] [213] Apabila Abdullah bin Zubair -raḍiyallāhu 'anhumā- mendengar petir, ia berhenti berbicara seraya membaca....(Dan seterusnya sampai akhir hadis). (Al-Muwaṭṭa`, 2/992. Al-Albani berkata dalam Ṣaḥīḥ Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib (157), "Sanadnya sahih secara mauqūf."
Subḥānallażī yusabbiḥur-ra'du biḥamdihi, wal-malā`ikatu min khīfatih.
63. Doa Meminta Hujan
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, yang baik dan nikmat, yang mendatangkan manfaat bukan mudarat, yang segera tidak tertunda.[214] [214] HR. Abu Daud (1/303, No. 1171), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/216).
Allāhumma-sqinā gaiṡan mugīṡan marī`an hanī`an, nāfi'an gaira ḍārrin, 'ājilan gaira ājil.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.[215] [215] HR. Bukhari (1/224, No. 1014) dan Muslim (2/613, No. 897).
Ya Allah, turunkanlah hujan untuk hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.[216] [216] HR. Abu Daud (1/305, No. 1178), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/218).
Allāhumma-sqi 'ibādaka wa bahā`imaka wa-nsyur raḥmataka wa aḥyī baladakal-mayyit.
64. Doa Ketika Melihat Hujan
Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.[217] [217] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/518, No. 1032).
Allāhumma ṣayyiban nāfi'an.
65. Zikir Setelah Hujan Turun
Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.[218] [218] HR. Bukhari (1/205, No. 846) dan Muslim (1/83, No. 71).
Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih.
66. Doa Meminta Agar Hujan Reda
Ya Allah, turunkan hujan ini di sekitar tempat kami, dan jangan turunkan sebagai bencana untuk kami. Ya Allah, pindahkanlah ia ke gunung, bukit, lembah, dan tempat-tempat tumbuh pepohonan.[219] [219] HR. Bukhari (1/224, No. 933) dan Muslim (2/614, No. 897).
67. Doa Melihat Hilal
Allah Maha Besar. Ya Allah, terbitkanlah hilal ini kepada kami bersama keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, dan kemudahan kepada apa yang Engkau cintai dan ridai, ya Tuhan kami! Tuhanku dan tuhanmu adalah Allah.[220] [220] HR. Tirmizi (5/504, No. 3451) dan Ad-Darimi (1/336) dengan redaksi yang sama. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/157).
Allāhu akbar, allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wat-taufīq limā tuḥibbu rabbanā wa tarḍā, rabbunā wa rabbukallāh.
67. Doa Ketika Berbuka Puasa
Telah hilang dahaga, urat-urat sudah basah, dan pahala pun telah diraih, dengan kehendak Allah.[221] [221] HR. Abu Daud (2/306, No. 2359) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/209).
Żahabaẓ-ẓama`u wa-btallatil-'urūqu wa ṡabatal-ajru insyā`allāh.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.[222] [222] HR. Ibnu Majah (1/557, No. 1753). Ini merupakan doa Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā-, dan dinyatakan hasan oleh Al-Ḥāfiẓ dalam takhrij Al-Ażkār. Lihat: Syarḥul-Ażkār (4/342).
Allāhumma innī as`aluka bi raḥmatikallatī wasi'at kulla syai`in an tagfira lī.
69. Doa Sebelum Makan
Apabila salah seorang di antara kalian makan suatu makanan, maka hendaklah ia mengucapkan, "Dengan nama Allah."
Bismillāh. Apabila dia lupa membaca di awal, hendaklah dia mengucapkan, "Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya."[223] [223] HR. Abu Daud (3/347, No. 3767) dan Tirmizi (4/288, No. 1858). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/167).
Bismillāhi fī awwalihi wa ākhirihi.
Siapa yang diberi makanan oleh Allah, maka hendaklah ia mengucapkan, "Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makanan yang lebih baik darinya,"
Allāhumma bārik lanā fīhi wa aṭ‘imnā khairan minhū. Dan siapa yang diberi minuman susu oleh Allah, maka hendaklah ia mengucapkan, "Ya Allah, berikan keberkahan untuk kami padanya, dan tambahkanlah darinya untuk kami."[224] [224] HR. Tirmizi (5/506, No. 3455). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/158).
Allāhumma bārik lanā fīhi wa zidnā minhu.
70. Doa Setelah Makan
Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.[225] [225] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 4025), Tirmizi (No. 3458), dan Ibnu Majah (No. 3285). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/159).
Alḥamdulillāhillażī aṫ'amanī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulin minnī wa lā quwwah.
Segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah, [tidak ada yang (bisa) mencukupi-Nya], tidak ada yang mampu meninggalkan-Nya, dan selalu dibutuhkan, wahai Tuhan kami.[226] [226] HR. Bukhari (6/214, No. 5458) dan Tirmizi dengan redaksi yang sama (5/507, No. 3456).
Alḥamdulillāhi ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh, gaira [makfiyyin wa lā] muwadda'in wa lā mustagnan 'anhu rabbanā.
71. Doa Tamu Untuk Pemilik Makanan
Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka, dan berikanlah rahmat kepada mereka.[227] [227] HR. Muslim (3/1615, No. 2042).
Allāhumma bārik lahum fī mā razaqtahum wa-gfir lahum war-ḥamhum.
72. Sindiran Melalui Doa Untuk Meminta Makanan Atau Minuman
Ya Allah, berikan makan kepada orang yang memberiku makan, dan berikan minum kepada orang yang memberiku minum.[228] [228] HR. Muslim (3/1626, No. 2055).
Allāhumma aṭ'im man aṭ'amanī, wa-sqi man saqānī.
73. Doa Ketika Berbuka Di Sebuah Keluarga
Telah berbuka di tempat kalian orang-orang yang berpuasa dan makanan kalian dimakan oleh orang-orang yang baik serta para malaikat mendoakan kalian.[229] [229] HR. Abu Daud (3/367, No. 3856), Ibnu Majah (1/556, No. 1747), dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 296-298), dan ia menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkannya ketika berbuka puasa di sebuah keluarga. Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/730).
Afṭara 'indakumuṣ-ṣā`imūn, wa akala ṭa'āmakumul-abrār, wa ṣallat 'alaikumul-malā`ikah.
74. Doa Orang Yang Berpuasa Ketika Menghadiri Jamuan Makan dan Tidak Ikut Makan
Apabila seseorang di antara kalian diundang, hendaklah ia memenuhinya. Jika dia berpuasa, hendaklah ia mendoakan (orang yang mengundang). Tetapi jika dia tidak berpuasa, sebaiknya ia makan.[230] Makna kata "fal-yuṣalli" hendaklah ia berdoa. [230] HR. Muslim (2/1054, No. 1150).
75. Ucapan Orang Yang Berpuasa Ketika Dicaci Orang
Saya sedang berpuasa. Saya sedang berpuasa.[231] [231] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/103, No. 1894) dan Muslim (2/806, No. 1151).
76. Doa Ketika Melihat Putik Buah
Ya Allah, berikan keberkahan untuk kami pada buah-buahan kami, berikan keberkahan untuk kami di kota kami, berikan keberkahan untuk kami pada bobot takaran ṣā' kami, dan berikan keberkahan untuk kami pada bobot takaran mud kami.[232] [232] HR. Muslim (2/1000, No. 1373).
Allāhumma bārik lanā fī ṡamarinā, wabārik lanā fī madīnatinā, wabārik lanā fī ṣā'inā, wabārik lanā fī muddinā.
76. Doa Bersin
Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia mengucapkan, "Segala puji bagi Allah."
Alḥamdu lillāh. Hendaknya saudaranya atau kawannya menjawabnya dengan mengucapkan, "Semoga Allah merahmatimu."
Yarḥamukallāh. Bila saudaranya telah mengucapkan kepadanya: "Yarḥamukallāh", maka hendaklah ia mengucapkan, "Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu."[233] [233] HR. Bukhari (7/125, No. 5870).
Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum.
77. Ucapan Untuk Orang Kafir Ketika Dia Bersin Lalu Memuji Allah
Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.[234] [234] HR. Tirmizi (5/82, No. 2741), Ahmad (4/400, No. 19586), dan Abu Daud (4/308, No. 5040). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/354).
Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum.
79. Doa Untuk Pengantin
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan menurunkan keberkaha-Nya kepadamu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.[235] [235] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 2130), Tirmizi (No. 1091), Ibnu Majah (No. 1905), dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 259). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/316).
Bārakallāhu laka wa bāraka 'alaika wa jama'a bainakumā fī khair.
Doa Pengantin dan Ketika Membeli Hewan
Apabila salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaklah ia mengucapkan, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan watak yang Engkau berikan kepadanya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan watak yang Engkau berikan kepadanya."
Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa khaira mā jabaltahā 'alaih, wa a'ūżubika min syarrihā, wa syarri mā jabaltahā 'alaih. "Dan jika dia membeli seekor unta, hendaklah ia memegang puncak punuknya lalu mengucapkan doa yang sama."[236] [236] HR. Abu Daud (2/248, No. 2160) dan Ibnu Majah (1/617, No. 1918). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/324).
80. Doa Sebelum Menggauli Istri
Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anugerah yang Engkau berikan kepada kami.[237] [237] HR. Bukhari (6/141, No. 141) dan Muslim (2/1028, No. 1434).
Bismillāh, allāhumma jannibnasy-syāiṭān, wa jannibisy-syaiṭāna mā razaqtanā.
82. Doa Ketika Marah
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.[238] [238] Bukhari (7/99, No. 3282) dan Muslim (4/2015, No. 2610).
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
83. Doa Melihat Orang Ditimpa Musibah
Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu dan melebihkanku di atas banyak orang yang Dia ciptakan.[239] [239] HR. Tirmizi (5/494 dan 5/493 No. 3432). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153).
Alḥamdulillāhillażī 'āfānī mimma-btalāka bihi wa faḍḍalanī 'alā kaṡīrin mimman khalaqa tafḍīlā.
84. Bacaan di Dalam Majelis
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, ia berkata, "Ada yang menghitung bagi Rasulullah ﷺ dalam satu majelis, sebanyak seratus kali sebelum beliau berdiri, beliau mengucapkan, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku, sungguh Engkau Maha Menerima tobat dan Maha Pengampun."[240] [240] HR. Tirmizi (No. 3434) dan Ibnu Majah (No. 3814). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/321). Redaksi ini milik Tirmizi.
Rabbigfir lī, wa tub 'alayya, innaka antat-tawwābul-gafūr.
85. Doa Penutup Majelis
Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.[241] [241] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 4858), Tirmizi (No. 3433), dan Nasa`i (No. 1344). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153). Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Tidaklah Rasulullah ﷺ duduk di suatu majelis, atau membaca Al-Qur`an maupun mengerjakan sebuah salat melainkan beliau menutupnya dengan kata-kata,..." (Dan seterusnya sampai akhir hadis). HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 308) dan Ahmad (6/77, No. 24486), dan dinyatakan sahih oleh Dr. Faruq Hamadah ketika mentaḥqiq kitab 'Amalul-Yaumi wal-Lailah karya Nasa`i (Hal. 273).
Subḥānakallāhumma wa bi ḥamdika asyhadu allā ilāha illā anta astagfiruka wa atūbu ilaik.
86. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Semoga Allah Mengampunimu"
"Dan bagimu."[242] [242] HR. Ahmad (5/82, No. 20778) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 218, No. 421) taḥqiq: Dr. Faruq Hamadah.
Wa lak
87. Doa Untuk Orang Yang Berbuat Baik Kepadamu
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.[243] [243] HR. Tirmizi (No. 2035). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (No. 6244) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/200).
Jazākallāhu khairān.
88. Sesuatu Yang Dapat Melindungi Dari Dajjal
"Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal."[244] Selain itu, memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajal setelah tasyahud akhir setiap salat.[245] [245] Lihat: Hadis No. 55 dan 56, Hal. 41 pada buku ini. [244] HR. Muslim (1/555, No. 809). Dalam riwayat lain (1/556, No. 809), "...akhir surah Al-Kahfi."
89. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Aku Mencintaimu Karena Allah"
Semoga Allah -yang karena-Nya engkau mencintaiku- mencintaimu juga.[246] [246] HR. Abu Daud (4/333, No. 5125) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (3/965).
Aḥabbakallażī aḥbabtanī lahu.
90. Doa Untuk Orang Yang Memberikan Hartanya Kepadamu
Semoga Allah memberikan keberkahan untukmu pada keluarga dan hartamu.[247] [247] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/288, No. 2049).
Bārakallāhu laka fī ahlika wa mālika.
91. Doa Untuk Orang Yang Memberi Pinjaman Ketika Melunasi Hutang
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, keluargamu, dan hartamu. Sesungguhnya balasan hutang adalah pujian terima kasih dan pelunasan.[248] [248] HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 300) dan Ibnu Majah (2/809, No. 2424). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/55).
Bārakallāhu laka fī ahlika wa mālika, innamā jazā`us-salaf al-ḥamdu wal-`adā`.
92. Doa Takut Dari Kesyirikan
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik sementara aku mengetahuinya dan aku memohon ampun kepada-Mu atas perbuatan yang belum kuketahui.[249] [249] HR. Ahmad (4/403, No. 19606 dan Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 716). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/233) dan Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb karya Al-Albani (1/19).
Allāhumma innī a'ūżubika an usyrika bika wa ana a'lam, wa astagfiruka limā lā a'lam.
93. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Bārakallāhu Fīka"
Engkau juga, semoga Allah memberkahimu.[250] [250] HR. Ibnu Sunni (Hal. 138, No. 278). Lihat: Al-Wābiluṣ-ṣayyib karya Ibnul-Qayyim (Hal. 304), taḥqiq: Basyir Muhammad 'Uyun.
Wafīka bārakallāh.
94. Doa Menolak Perasaan Sial
Ya Allah, tidak ada keburukan kecuali keburukan yang Engkau tetapkan, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang Engkau tetapkan, dan tidak sembahan yang benar selain-Mu.[251] [251] HR. Ahmad (2/220, No. 7045) dan Ibnu Sunni (No. 292), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (3/54, No. 1065). Adapun perasaan optimis (Al-Fa`lu) maka hal itu disukai oleh Nabi ﷺ. Di antaranya, beliau mendengar sebuah perkataan yang baik dari seseorang dan hal itu mengundang takjub beliau maka beliau bersabda, "Kami mengambil kebaikan dari mulut (perkataan)-mu." HR. Abu Daud (No. 3719) dan Ahmad (No. 9040). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (2/363). Demikian juga diriwayatkan oleh Abu Asy-Syaikh dalam Akhlāqun-Nabiy ﷺ (Hal. 270).
Allāhumma lā ṭaira illā ṭairuka, wa lā Khaira illā khairuka, wa lā ilāha gairuka.
95. Doa Berkendaraan
Dengan nama Allah dan seluruh pujian milik Allah.
Bismillāh, wal-ḥamdu lillāh. Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.
Subḥānallaẓī sakhkhara lanā hāẓa wa mā kunnā lahu muqrinīn. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak mengampuni dosa kecuali Engkau.[252] [252] HR. Abu Daud (3/34, No. 2602) dan Tirmizi (5/501, No. 3446). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/156), surah Az-Zukhruf: 13-14.
Alḥamdulillāh, alḥamdulillāh, alḥamdulillāh, allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar. Subḥānakallāhumma innī ẓalamtu nafsī fa-gfir lī fa innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta.
96. Doa Safar
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar. Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.
Subḥānallaẓī sakhkhara lanā hāẓa wa mā kunnā lahu muqrinīn. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam safar kami ini, serta perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah yang menyertai dalam safar dan yang mengurusi keluarga kami. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safar, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang jelek pada harta dan keluarga.
Allāhumma innā nas`aluka fī safarinā hāża al-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hāżā waṭwi ‘annā bu‘dahū. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safari, wal-khalīfatu fil-ahli. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡā`is-safari, wa ka’ābatil-manẓari, wa sū`il-munqalabi fil-māli wal-ahli. Ketika pulang tetap membaca bacaan yang sama, namun dengan tambahan: Kami kembali kepada Allah, kami bertobat, dan kami beribadah. Hanya kepada Allah kami memuji.[253] [253] HR. Muslim (2/978, No. 1342).
Āyibūna tā`ibūna 'ābidūna li rabbinā ḥāmidūn.
97. Doa Masuk Suatu Perkampungan Atau Negeri
Ya Allah, Tuhan tujuh lapis langit beserta yang dinaunginya, Tuhan tujuh lapis bumi beserta yang ditopangnya, Tuhan setan-setan dan yang disesatkannya, Tuhan angin beserta semua yang diterbangkannya, kami memohon kepada-Mu kebaikan perkampungan ini, kebaikan penghuninya, dan kebaikan yang ada di dalamnya, serta kami berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan penghuninya serta keburukan yang ada di dalamnya.[254] [254] HR. Hakim (2/100) dan ia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy dan Ibnu Sunni (No. 524) Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Ḥāfiẓ dalam takhrij Al-Ażkār (5/154). Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- berkata, "Diriwayatkan oleh Nasa`i dalam sanad hasan." Lihat: Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 37).
Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i wa mā aẓlalna, wa rabbal-araḍīnas-sab'i wa mā aqlalna, wa rabbisy-syayāṭīni wa mā aḍlalna, wa rabbar-riyāḥi wa mā żaraina, as`aluka khaira hāżihil-qaryah wa khaira ahlihā wa khaira mā fīhā, wa nau'ūżubika min syarrihā wa syarri ahlihā wa syarri mā fīhā.
98. Doa Masuk Pasar
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya semua kebaikan, dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.[255] [255] HR. Tirmizi (No. 3428), Ibnu Majah (5/291, No. 3860), dan Hakim (1/538), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/21) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152).
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa ḥayyun lā yamūt, biyadihil-khairu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.
99. Doa Ketika Kendaraan Tergelincir
Dengan nama Allah.[256] [256] HR. Abu Daud (4/296, No. 4982), dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/941).
Bismillāh.
100. Doa Musafir Untuk Orang Mukim
Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak mungkin tersia-sia titipan yang dititipkan kepada-Nya.[257] [257] HR. Ahmad (2/403, No. 9230) dan Ibnu Majah (2/943, No. 2825). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/133).
Astaudi'ukumullāhallażī lā taḍī'u wadā`i'uhu.
101. Doa Orang Mukim Untuk Musafir
Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalanmu.[258] [258] HR. Ahmad (2/7, No. 4524) dan Tirmizi (5/499, No. 3443). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan At-Tirmiżiy (3/419).
Astaudi'ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma 'amalika.
Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu meraih kebaikan di mana pun engkau berada.[259] [259] HR. Tirmizi (No. 3444). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/155).
Zawwadakallāhut-taqwā, wa gafara żanbaka, wa yassara lakal-khaira ḥaiṡu mā kunta.
102. Takbir dan Tasbih Dalam Perjalanan Safar
Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Apabila kami mendaki maka kami bertakbir, dengan mengucapkan, Allāhu akbar.
Allāhu akbar. dan apabila kami turun, kami bertasbih."[260] Yaitu dengan membaca, Subḥānallāh. [260] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/135, No. 2993).
Subḥānallāh.
103. Doa Musafir Ketika Memasuki Akhir Malam
Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah serta karunia-Nya kepada kami. Ya Tuhan kami, temanilah kami serta berikanlah anugerah melimpah kepada kami, dengan berlindung kepada Allah dari api neraka.[261] [261] HR. Muslim (4/2086, No. 2718). Makna "semoga ada yang memperdengarkan" yaitu: semoga ada yang menyaksikan pujian kami kepada Allah Ta'ala atas nikmat dan ujian terbaik-Nya. "Samma'a sāmi'un" artinya: semoga orang yang mendengar perkataanku ini menyampaikannya kepada yang lain lalu ia mengucapkan yang semisal dalam rangka mengingatkan agar berzikir dan berdoa di waktu menjelang subuh. (Syarḥun-Nawawiy 'alā Ṣaḥīḥ Muslim, 17/39).
Samma'a sāmi'un bi ḥamdillāhi wa ḥusni balā`ihi 'alainā, rabbanā ṣāḥibnā wa afḍil 'alainā, 'ā`izan billāhi minannār.
104. Doa Ketika Singgah Di Suatu Tempat Dalam Perjalanan Atau Lainnya
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya.[262] [262] HR. Muslim (4/2080, No. 2709).
105. Zikir Ketika Pulang Dari Safar
Bertakbir di setiap tempat yang tinggi sebanyak tiga kali, kemudian membaca, "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan, hanya bagi-Nya segala pujian, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu. Kami kembali kepada Allah, kami bertobat, kami beribadah. Hanya kepada Allah kami memuji. Maha Benar Allah dalam janji-Nya, Dia telah memenangkan hamba-Nya dan mengalahkan pasukan Aḥzab sendiri."[263] [263] Nabi ﷺ biasa membacanya ketika pulang dari suatu perang ataupun haji. HR. Bukhari (7/163, No. 1797) dan Muslim (2/980, No. 1344).
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Āyibūna tā`ibūna 'ābidūna li rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa'dahu wa naṣara 'abdahu wa hazamal-aḥzāba waḥdah.
106. Ucapan Orang Yang Mendapatkan Kabar Baik Atau Buruk
Nabi ﷺ biasanya jika mendapatkan berita yang menyenangkan, beliau mengucapkan, Segala puji hanya bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua perkara yang baik menjadi sempurna.
Alḥamdulillāhillażī bini'matihī tatimmuṣ-sāliḥāt. Dan jika mendapatkan berita yang tidak mengenakkan, beliau mengucapkan, "Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan."[264] [264] HR. Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 377) dan Hakim serta ia nyatakan sahih (1/499). Hadis ini juga disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/201).
Alḥamdulillāhi 'alā kulli ḥāl.
107. Keutamaan Selawat Kepada Nabi ﷺ
Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang berselawat kepadaku satu selawat, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali."[265] Seperti membaca: "Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi kami, Muhammad." [265] HR. Muslim (1/288, No. 384).
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā nabiyyinā Muḥammadin.
Beliau ﷺ bersabda, "Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Ucapkanlah selawat kepadaku karena sesungguhnya ucapan selawat kalian akan sampai kepadaku di mana saja kalian berada."[266] [266] HR. Abu Daud (2/218, No. 2044) dan Ahmad (2/367, No. 8804). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/383).
Beliau ﷺ bersabda, "Orang bakhil adalah orang yang saat namaku disebut padanya namun ia tidak berselawat kepadaku."[267] [267] HR. Tirmizi (5/551, No. 3546) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/25) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/177).
Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkelana di muka bumi ini guna menyampaikan salam dari umatku kepadaku."[268] [268] HR. Nasai (3/43, No. 1282) dan Hakim (2/421). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/274).
Beliau ﷺ bersabda, "Tidak ada seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan rohku kepadaku hingga aku membalas salamnya."[269] [269] HR. Abu Daud (No. 2041) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/383).
108. Menebarkan Salam
Rasulullah ﷺ bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? (Yaitu) sebarkanlah salam di antara kalian!"[270] [270] HR. Muslim (1/74, No. 54) dan Ahmad (No. 1430). Redaksi ini milik Ahmad, sedangkan redaksi Muslim: "Lā tadkhulūna..."
"Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya maka ia telah mengumpulkan keimanan: adil kepada diri sendiri, menebar salam kepada semua, dan berinfak ketika membutuhkan."[271] [271] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/82, No. 28) dari 'Ammār -raḍiyallāhu 'anhu- secara mauqūf dan mu'allaq.
Abdullah bin 'Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ, "Islam seperti apakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Yaitu engkau memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal."[272] [272] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/55, No. 12) dan Muslim (1/65, No. 39).
109. Cara Menjawab Salam Orang Kafir Ketika Mengucapkan Salam
"Apabila Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, jawablah: Wa 'alaikum (Dan bagi kalian juga)."[273] [273] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/42, No. 6258) dan Muslim (4/1705, No. 2163).
Wa 'alaikum
110. Doa Ketika Mendengar Kokok Ayam dan Ringkikan Keledai
"Jika kalian mendengar kokok ayam maka mohonlah kepada Allah sebagian karunia-Nya, karena ia telah melihat malaikat." Seperti mengucapkan, "Ya Allah, aku memohon karunia-Mu."
Allāhumma innī as`aluka min faḍlika. "Dan jika kalian mendengar suara ringkikan keledai maka mohon perlindungan kepada Allah dari setan karena ia telah melihat setan."[274] Seperti mengucapkan, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk." [274] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/350, No. 3303) dan Muslim (4/2092, No. 2729).
"A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm."
111. Doa Ketika Mendengar Gonggongan Anjing Di Malam Hari
"Jika kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai di malam hari maka mohonlah perlindungan kepada Allah, karena hewan-hewan itu dapat melihat apa yang tidak kalian lihat."[275] Seperti mengucapkan, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk." [275] HR. Abu Daud (4/327, No. 5105) dan Ahmad (3/306, No. 14283). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/961).
A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
112. Doa Untuk Orang Yang Telah Engkau Caci
Nabi ﷺ bersabda, "Ya Allah, siapa saja di antara orang beriman yang pernah aku caci maka jadikanlah hal itu sebagai pahala yang mendekatkannya kepada-Mu di hari kiamat."[276] [276] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/171, No. 6361) dan Muslim (4/2007, No. 396) dengan redaksi, "Maka jadikanlah hal itu sebagai penyucian dan rahmat baginya."
113. Ucapan Ketika Memuji Seorang Muslim
Nabi ﷺ bersabda, "Jika seseorang di antara kalian harus memuji saudaranya, ucapkanlah, 'Aku menduga polan...tetapi Allah-lah yang lebih tahu yang sebenarnya, dan aku tidak memuji siapa pun melebihi Allah. Aku menduganya -jika ia mengetahuinya- begini dan begitu."[277] [277] HR. Muslim (4/2296, No. 3000).
114. Ucapan Seorang Muslim Ketika Dipuji
Ya Allah, janganlah Engkau menyiksaku dengan sebab perkataan mereka, tetapi ampunilah aku pada apa yang mereka tidak ketahui, [dan jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka kira].[278] [278] HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 761). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 585). Kalimat dalam tanda kurung siku tambahan milik Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Īmān (4/228) dari jalur riwayat lain.
Allāhumma lā tu`ākhiznī bi mā yaqūlūn, wa-gfir lī mā lā ya'lamūn, [wa-j'alnī khairan mimmā yaẓunnūn].
115. Talbiah Orang Yang Berihram Haji Atau Umrah
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan, dan kerajaan milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.[279] [279] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/408, No. 1549) dan Muslim (2/841, No. 1184).
Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulka, lā syarīka laka.
116. Bertakbir Ketika Menghampiri Hajar Aswad
Nabi ﷺ melakukan tawaf di Ka'bah dengan mengendarai unta. Setiap kali beliau sampai di rukun (Hajar Aswad) maka beliau menunjuk kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangannya dan bertakbir.[280] [280] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/476, No. 1613). Sesuatu yang dimaksud ialah tongkat. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Bukhāriy dengan Fatḥul-Bārī (3/472).
117. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.[281] [281] HR. Abu Daud (2/179, No. 1894), Ahmad (3/411, No. 15398), dan Al-Bagawiy dalam Syarḥus-Sunnah (7/128). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/354), sedangkan ayat ada dalam surah Al-Baqarah: 201.
Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ażāban-nār.
118. Doa Ketika Berhenti di Bukit Safa dan Marwa
Ketika Nabi ﷺ telah dekat Safa, beliau membaca, "Sesungguhnya Safa dan Marwa merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah... Aku mulai dengan apa yang dimulai oleh Allah."
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā`irillāh... Abda`u bimā bada`allāhu bihi. Beliau mulai dari Safa lalu naik ke atasnya hingga beliau dapat melihat Ka'bah. Kemudian beliau menghadap kiblat seraya melantunkan kalimat tauhid dan takbir dengan membaca, "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selian Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan, hanya bagi-Nya segala pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dia telah menunaikan janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan Ahzab dengan sendiri-Nya.
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa'dahu wa naṣara 'abdahu wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Kemudian berdoa di antara itu, dia membaca bacaan ini sebanyak tiga kali." Dan dalam hadis juga disebutkan, "Maka beliau melakukan di atas Marwa seperti yang dilakukan di atas Safa."[282] [282] HR. Muslim (2/888, No. 1218), sedangkan ayat dari surah Al-Baqarah: 158.
119. Doa Hari Arafah
Nabi ﷺ bersabda, "Doa terbaik ialah doa pada hari Arafah, dan ucapan terbaik yang aku ucapkan dan diucapkan oleh para nabi terdahulu sebelumku adalah: "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." [283] [283] HR. Tirmizi (No. 3585). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/184) dan Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (4/6).
120. Bacaan Zikir di Muzdalifah
"Nabi ﷺ menaiki unta bernama Al-Qaṣwā` hingga tiba di Masy'arilḥaram (Muzdalifah), lalu beliau menghadap kiblat seraya berdoa, bertakbir, bertahlil, dan melantunkan kalimat tauhid. Beliau tetap tinggal (mabit) hingga fajar sangat terang, lalu bertolak sebelum matahari terbit."[284] [284] HR. Muslim (2/891, No. 1218).
121. Bertakbir Ketika Melontar Jamrah Untuk Setiap Kerikil
"Beliau mengucapkan takbir pada setiap kali melontar kerikil di tiga jamrah. Kemudian beliau maju seraya berhenti dan berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan setelah jamrah pertama dan kedua. Adapun jamrah Aqabah, beliau melontar dan bertakbir untuk setiap kerikil dan langsung pergi tanpa berhenti berdoa di sisinya."[285] [285] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/583, No. 1751). Redaksinya dapat dilihat di sana. Juga dalam kitab yang sama: 3/583, 3/584, 3/581, No. 1753, serta Muslim (No. 1218).
122. Doa Ketika Takjub dan Menyaksikan Sesuatu Yang Menyenangkan
Maha Suci Allah.[286] [286] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/210, 390 dan 414, No. 115, 3599, dan 6218) dan Muslim (4/1857, No. 1674).
Subḥānallāh
Allah Maha Besar.[287] [287] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/441, No. 4741 dan 3062), Tirmizi (No. 2180), dan Nasa`i dalam Al-Kubrā (No. 11185). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/103, 2/235) dan Musnad Ahmad (5/218, No. 21900).
Allāhu akbar
123. Sikap Orang Yang Mendapatkan Perkara Menyenangkan
"Apabila datang kepada Nabi ﷺ suatu perkara yang menggembirakan atau beliau diberi kabar gembira, beliau langsung bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Tabāraka wa Ta'ālā." [288] [288] Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 2774), Tirmizi (No. 1578), dan Ibnu Majah (No. 1394). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/233) dan Irwā`ul-Galīl (2/226).
124. Tindakan dan Doa Orang Yang Merasakan Sakit di Tubuhnya
"Letakkanlah tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah, Bismillāh.
Bismillāh Dibaca tiga kali. Juga bacalah tujuh kali: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku dapatkan dan aku takutkan.[289] [289] HR. Muslim (4/1728, No. 2202).
125. Doa Orang Yang Khawatir Akan Menimpa Sesuatu Dengan Pandangan Matanya ('Ain)
"Apabila seseorang di antara kalian menyaksikan sesuatu yang menakjubkannya pada saudaranya, dirinya sendiri, ataupun harta bendanya, maka hendaknya ia segera mendoakan keberkahan untuknya, karena sesungguhnya pengaruh buruk pandangan mata ('ain) itu benar adanya."[290] [290] Musnad Ahmad (4/447, No. 15700), Ibnu Majah (No. 3508), dan Malik (3/118-119). Dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/212). Lihat taḥqiq Zādul-Ma'ād milik Al-Arnaūṭ (4/170).
126. Bacaan Ketika Merasa Takut
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.[291] [291] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/381, No. 3346) dan Muslim (4/2208, No. 2880).
127. Apa yang diucapkan ketika menyembelih (Żabh atau Nahr)
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini berasal dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku.[292] [292] HR. Muslim (3/1557, No. 1967) dan Al-Baihaqi (9/287). Kalimat dalam tanda kurung siku adalah lafaz Al-Baihaqi dan lainnya, sedangkan kalimat terakhir saya sebutkan secara makna dari riwayat Muslim.
Bismillāhi, wallāhu akbar, [allāhumma minka walak], allāhumma taqabbal minnī.
128. Bacaan Untuk Menolak Tipu Daya Setan
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dilampaui oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang Dia ciptakan, wujudkan, dan adakan, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik kepadanya, dari kejahatan apa yang Dia adakan di dalam bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang datang (mengetuk) kecuali yang datang (mengetuk) dengan kebaikan, wahai Yang Maha Penyayang.[293] [293] HR. Ahmad (3/419, No. 15461) dengan sanad yang sahih dan Ibnu Sunni (No. 637), dan sanadnya dinyatakan sahih oleh Al-Arnaūṭ ketika mentakhrij Aṭ-Ṭaḥāwiyah (Hal. 133). Lihat: Majma' Az-Zawā`id (10/127).
A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmātillatī lā yujāwizuhunna barrun wa lā fājirun, min syarri mā khalaq, wa bara`a wa żara`a wa min syarri mā yanzilu minas-samā`i wa min syarri mā ya'ruju fīhā, wa min syarri mā żara`a fil-`arḍi wa min syarri mā yakhruju minhā, wa min syarri fitanil-laili wan-nahāri, wa min syarri kulli ṭāriqin illā ṭāriqan yaṭruqu bikhairin yā raḥmān.
129. Istigfar dan Tobat
Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Allah! Sungguh aku memohon ampun dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."[294] [294] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/101, No. 6307).
Beliau ﷺ bersabda, "Wahai sekalian manusia, tobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali."[295] [295] HR. Muslim (4/2076, No. 2702).
Beliau ﷺ juga bersabda, Siapa yang mengucapkan, "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah dengan benar) selain Dia, yang Maha Hidup dan berdiri sendiri. Aku juga bertaubat kepada-Nya,
Astagfirullāhal-‘aẓīmallażī lā ilāha illā huwa, al-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih. niscaya Allah akan mengampuninya, meskipun ia pernah lari dari medan perang."[296] [296] HR. Abu Daud (2/85, No. 1517), Tirmizi (5/569, No. 3577), serta Hakim (1/511). Dia menyatakan sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/182) dan Jāmi' Al-Uṣūl li Aḥādīṡ Ar-Rasūl ﷺ (4/389-390) taḥqīq: Al-Arnaūṭ.
Nabi ﷺ bersabda, "Waktu paling dekat antara Allah dan hamba ialah pada pertengahan malam yang terakhir. Jika engkau bisa termasuk orang yang mengingat Allah pada waktu itu maka lakukanlah."[297] [297] HR. Tirmizi (No. 3579), Nasa`i (1/279, No. 572), dan Hakim (1/309). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/183) dan Jāmi' Al-Uṣūl tahqiq: Al-Arnaūṭ (4/144).
Dan beliau ﷺ bersabda, "Keadaan terdekat antara seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika dia sujud, sebab itu perbanyaklah doa padanya."[298] [298] HR. Muslim (1/350, No. 482).
Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya hatiku kadang lalai dari berzikir. Sesungguhnya aku beristigfar seratus kali dalam sehari."[299] [299] HR. Muslim (4/2075, No. 2702). Ibnul-Aṡīr berkata, "Layugānu ‘alā qalbī" artinya: hatiku ditutupi dan diselubungi. Maksudnya: lupa. Sebab, beliau ﷺ selalu dalam zikir dan ibadah yang banyak serta merasakan pengawasan Allah selalu. Ketika hatinya lalai atau lupa melakukannya di sebagian waktu, beliau menganggap itu sebagai dosa bagi dirinya lalu segera memohon ampun. Lihat: Jāmi' Al-Uṣūl (4/386).
130. Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir
Beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang mengucapkan, "Maha Suci Allah, dan segala puji hanya milik-Nya."
Subḥānallāhi wa bi ḥamdih. seratus kali sehari, maka dosa-dosanya akan dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan."[300] [300] HR. Bukhari (7/168, No. 6405) dan Muslim (4/2071, No. 2691). Lihat pembahasan tentang keutamaan orang yang membacanya 100 kali ketika pagi dan sore di dalam buku ini halaman 65.
Beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang mengucapkan, 'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.'
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. sebanyak sepuluh kali, maka pahalanya setara dengan orang yang memerdekakan empat budak dari keturunan Ismail."[301] [301] HR. Bukhari (7/167, No. 6404) dan Muslim (4/2071, No. 2693). Lihat pembahasan tentang keutamaan orang yang membacanya sehari 100 kali (doa No. 93) pada buku ini halaman 66.
Beliau ﷺ juga bersabda, "Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang, 'Maha Suci Allah, dan segala puji hanya milik-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.'[302] [302] HR. Bukhari (7/168, No. 6404) dan Muslim (4/2072, No. 2694).
Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil-'Aẓīm.
Beliau ﷺ bersabda, "Sungguh, aku membaca Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Allah Maha Besar.
Subhānallāh, wal ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)."[303] [303] HR. Muslim (4/2072, No. 2695).
Nabi ﷺ bersabda, "Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" Maka salah seorang yang hadir dalam majelisnya bertanya, "Bagaimana seseorang di antara kami memperoleh seribu kebaikan?" Beliau bersabda, "Hendaklah ia bertasbih seratus kali, sehingga dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus seribu kesalahan darinya."[304] [304] HR. Muslim (4/2073, No. 2698).
Subhānallāh.
"Siapa yang mengucapkan, 'Maha Suci Allah Yang Maha Agung, dan segala puji hanya milik-Nya.'
Subḥānallāhil-'aẓīmi wa bi ḥamdih. akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di dalam surga."[305] [305] HR. Tirmizi (5/511, No. 3464) serta Hakim (1/501). Dia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/531) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/160).
Beliau ﷺ bersabda, "Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu di antara perbendaharaan surga?" Lalu aku menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.'[306] [306] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/213, No. 4206) dan Muslim (4/2076, No. 2704).
Beliau ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat, 'Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Allah Maha Besar.'
Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. Tidak bermasalah dengan yang mana saja engkau mulai."[307] [307] HR. Muslim (3/1685, No. 2137).
Seorang Arab badui datang menemui Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Ajarkanlah kepadaku satu perkataan yang akan aku ucapkan." Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji yang banyak milik Allah, Maha Suci Allah Tuhan seluruh alam, tidak ada daya serta kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'"
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, Allāhu Akbar kabīran, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīran, subḥānallāhi rabbil-'ālamīn, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-'azīzil-ḥakīm. Laki-laki berkata, "Itu semua untuk Tuhanku. Lantas apa untukku?" Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.'[308] [308] HR. Muslim (4/2072, No. 2696). Dalam riwayat Abu Daud ada tambahan redaksi(1/220, No. 832), "Tatkala laki-laki badui tersebut pergi, Nabi ﷺ bersabda, 'Dia telah memenuhi tangannya dengan kebaikan.'"
Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa-rzuqnī.
Apabila seseorang masuk Islam, Nabi ﷺ mengajarinya salat kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan doa berikut: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku keselamatan, dan berilah aku rezeki.[309] [309] HR. Muslim (4/2073, No. 3697). Dalam riwayat Muslim lainnya, "...Sungguh, doa itu menghimpun dunia dan akhiratmu."
Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa 'āfinī wa-rzuqnī.
"Sesungguhnya doa paling utama adalah: Segala puji bagi Allah.
Al-ḥamdu lillāh Dan zikir yang paling utama adalah: Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."[310] [310] HR. Tirmizi (5/462, No. 3383), Ibnu Mājah (2/1249, No. 3800), dan Hakim (1/503). Dia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/362).
Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.[311] [311] HR. Ahmad (No. 513) berdasarkan susunan Ahmad Syakir. Lihat: Majma' Az-Zawā`id (1/297). Ibnu Hajar di dalam Bulūgul-Marām menisbahkan kepada riwayat Abu Sa'īd kepada Nasa`i dalam Al-Kubrā (No. 10617), dan ia mengatakan, "Dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban (No. 840) dan Hakim (1/541)."
Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
131. Bagaimana Tata Cara Nabi ﷺ Bertasbih?
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, ia berkata, "Aku melihat Nabi ﷺ menghitung tasbih." Dan dalam riwayat lain ada tambahan: "dengan tangan kanan beliau."[312] [312] HR. Abu Daud dengan lafaz ini (2/81, No. 1502) dan Tirmizi (5/521, No. 3486). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/271, No. 4865), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (1/411).
132. Beberapa Kebaikan dan Adab Umum
Nabi ﷺ bersabda, "Jika malam telah tiba -atau: kalian telah memasuki waktu petang-, tahan anak-anak kecil kalian karena setan sedang menyebar di waktu itu. Jika sebagian malam telah berlalu, kalian boleh melepas mereka. Tutuplah pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak dapat membuka pintu yang ditutup. Ikat (tutup) bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah, walau hanya dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan matikan lampu-lampu kalian."[313] [313] HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (10/88, No. 5623) dan Muslim (3/1595, No. 2012).
Semoga Allah melimpahkan selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita, Muhammad, serta keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Related books
All books
ZIKIR PAGI DAN PETANG57 bahasaZIKIR PAGI DAN PETANG
Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw walā naum, lahū mā fis samāwāti wamā fil arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aydīhim wamā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai`in min 'ilmihī illā bimā syā`, wa si'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal 'aliyyul aẓīm. "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat…
KUMPULAN ZIKIR5 bahasaKUMPULAN ZIKIR
Bismillāhirraḥmānirraḥīm Segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan meminta ampunan dari-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak akan ada yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau beserta seluruh…
PANDUAN RINGKAS UNTUK MUALAF32 bahasaPANDUAN RINGKAS UNTUK MUALAF
Disusun oleh: Muhammad Asy-Syahriy 1441 - 2020 Bismillahirrahmani Mukadimah
PANDUAN RINGKAS UNTUK MUSLIM54 bahasaPANDUAN RINGKAS UNTUK MUSLIM
Buku ini membahas prinsip-prinsip dasar agama Islam secara ringkas dan padat, di mana dijelaskan kepada para pembaca dasar-dasar ibadah yang benar dan makna iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, serta takdir. Buku ini dimulai dengan penjelasan tentang nikmat Islam dan pentingnya mengenal Allah, sifat-sifat-Nya, serta nama-nama-Nya yang indah. Kemudian selanjutnya beralih membahas lima rukun Islam dan rukun-rukun iman, juga membahas konsep ihsan dan pengaruhnya bagi seorang mukmin. Buku ini istimewa karena berlandaskan pada dalil dari dua wahyu,…