صفة الوضوء والصلاة (مرئي)
PROJ-187
Bagaimana Aku Berwudu?
m
Suara
1
Suara azan
2
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki..."
(QS. Al-Mā`idah: 6)
3
Tidak sah salat tanpa wudu, tidak sah wudu tanpa niat, dan tidak sah niat tanpa ikhlas. Niat tempatnya di hati, bukan di lidah.
4
Bismillāh (Dengan nama Allah)
Disyariatkan mengucapkan bismillāh di awal wudu. Maka kita memulai wudu dengan ucapan bismillāh. Kemudian kita memakai siwak untuk membersihkan mulut, jika memungkinkan.
5
Kita mencuci kedua telapak tangan tiga kali. Dimulai dari ujung jari hingga pergelangan telapak tangan.
6
Kita mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali berturut-turut.
7
Dimulai dengan telapak tangan kanan; kita cuci tiga kali, dilanjutkan telapak tangan kiri sebanyak tiga kali.
8
Boleh pula mencuci telapak tangan kanan kemudian telapak tangan kiri, kemudian kanan kemudian kiri, dan seterusnya.
9
Dengan memastikan air masuk di sela jari-jari kita.
10
Kemudian kita lanjutkan pada kumur-kumur dan istinsyāq (memasukkan air ke hidung).
11
Kumur-kumur dilakukan dengan memasukkan air dan menggerak-gerakkannya dalam mulut, kemudian membuangnya.
12
Sedangkan istinsyāq dilakukan dengan menghirup air ke dalam hidung dengan tarikan napas, kemudian mengeluarkannya menggunakan tangan kiri dengan disemprotkan.
13
Disunahkan melakukan keduanya dengan kuat selagi kita tidak sedang puasa atau tidak khawatir akan menimbulkan mudarat.
14
Kumur-kumur dan istinsyāq memiliki dua cara:
15
Bersambung; yakni dilakukan dengan cara mengambil satu cidukan air lalu kita berkumur-kumur dengan separonya, kemudian beristinsyāq dengan separo yang lain.
Kita gerak-gerakkan air dalam mulut lalu kita buang, kemudian kita menyemprotkan air yang telah kita hirup melalui hidung dengan tangan kiri kita.
Kita melakukan hal itu tiga kali dengan tiga cidukan air.
16
Terpisah; yaitu kita mengkhususkan untuk kumur-kumur satu cidukan dan untuk istinsyāq cidukan yang lain. Yakni, kita mengambil satu cidukan air dan memasukkan semuanya ke dalam mulut, kemudian menggerak-gerakkannya, kemudian membuangnya. Selanjutnya kita mengambil cidukan kedua dan kita hirup ke dalam hidung, kemudian kita semprotkan dengan tangan kiri.
17
Berikutnya setelah kumur-kumur dan istinsyāq adalah membasuh wajah.
18
Batas panjang wajah adalah dari tempat biasanya tumbuh rambut kepala hingga ujung dagu, sedang batas lebarnya adalah antara dua telinga.
19
Juga wajib membasuh semua rambut yang ada di wajah seperti jenggot yang tipis, kumis, alis, bulu mata dan 'anfaqah, yakni rambut yang tumbuh di bawah bibir bawah.
20
Membasuh wajah memiliki dua cara:
21
Pertama: Kita mengambil air dengan kedua tangan, kemudian kita menggunakannya untuk membasuh wajah dari tempat biasanya tumbuh rambut kepala hingga ujung dagu dan dari telinga kanan hingga telinga kiri. Jika jenggot lebat disunahkan memasukkan air dari bawah rahang bawah dan menyelang-nyelinginya dengan air.
Kita melakukan hal itu tiga kali, ini yang sempurna; atau dua kali, atau satu kali, dan ini yang wajib.
22
Kedua: Kita mengambil air dengan tangan kanan saja kemudian membasuhkannya pada wajah, dan kita mencuci wajah dengan kedua tangan sekaligus seperti di cara pertama. Kita lakukan hal tersebut tiga kali.
23
Membasuh anggota-anggota wudu secara berurutan adalah wajib, dan melakukannya secara berkelanjutan di antara anggota-anggota tersebut juga wajib. Yaitu kita tidak mendahulukan satu anggota di tempat anggota wudu yang lain dan tidak menunda berpindah dari satu anggota ke anggota lain setelahnya.
24
Setelah membasuh wajah, kita lanjutkan mencuci kedua tangan.
25
Batas tangan yang wajib dicuci adalah dari ujung jari hingga siku disertai mencuci kedua siku.
26
Kita mulai dengan mencuci tangan kanan dari ujung jari-jari; kita menyelang-nyelingkan jari-jari dengan menautkan di antara dua telapak tangan, kemudian kita ratakan air hingga siku.
27
Kemudian kita pindah ke tangan kiri dan juga mencucinya dari jari-jari dengan menyelang-nyelinginya hingga siku.
28
Kita lanjutkan mengusap kepala. Kita basahi keduatangan dengan air yang baru, kemudian kita letakkan kedua tangan yang telah dibasahi di bagian depan kepala dan kita usapkan hingga ke tengkuk, kemudian kita usapkan kembali lagi ke tempat kita mulai. Tidak ada perbedaan tentang batas kepala antara orang yang botak dan orang yang memiliki rambut.
29
Kemudian kita mengusap kedua telinga dengan sisa air yang kita gunakan untuk mengusap kepala. Kita lakukan hal itu satu kali.
30
Cara mengusap kedua telinga adalah kita memasukkan jari telunjuk ke liang telinga lalu kita mengusapnya, dan kita mengusap bagian luar telinga dengan ibu jari. Dengan demikian kita telah mengusap kedua telinga bagian luar dan bagian dalam.
31
Selanjutnya kita pindah untuk mencuci kedua kaki. Batas kaki yang wajib dicuci adalah dari ujung jari kaki hingga kedua mata kaki. Sehingga mencuci kedua tumit adalah wajib.
32
Kita mulai dengan kaki kanan serta kita menyelang-nyelingkan di antara jari-jari kaki. Kita harus perhatikan supaya kedua tumit dan punggung telapak kaki juga tercuci.
33
Kemudian kita mencuci kaki kiri seperti kita mencuci kaki kanan dengan tidak lupa menyelang-nyelingi jari-jarinya serta memastikan telah mencuci tumit secara keseluruhan dan air benar-benar sampai ke kedua mata kaki.
34
Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh. (Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).
35
Setelah selesai wudu disunahkan membaca zikir dan berdoa. Dan disunahkan agar menambahkan:
36
"Allāhumma ij'alnī minat-tawwābīn, wa-j'alnī minal-mutaṭahhirīn. (Ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang bersuci)."
37
Atau:
"Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā Anta, astagfiruka wa atūbu ilaika. (Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi tiada sembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu)."
م
Tulisan di layar
1
Bagaimana Aku Berwudu?
2
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki"
(QS. Al-Mā`idah: 6)
3
Mencuci kedua tangan
4
Berkumur-kumur dan istinsyāq
5
Bersambung
6
Terpisah
7
Membasuh wajah
8
Pertama
9
Kedua
10
Niat dan membaca bismillāh
11
Mencuci kedua telapak tangan
12
Berkumur-kumur
13
Istinsyāq
14
Membasuh wajah
15
Membasuh kedua tangan sampai siku
16
Mengusap kepala dan mengusap kedua telinga
17
Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
18
Membasuh kedua tangan
19
Mengusap kepala
20
Permulaan kepala adalah lengkungan dahi dan permulaan tempat biasanya tumbuh rambut.
21
Ujung kepala adalah tengkuk ujung tempat tumbuhnya rambut.
22
Mengusap kedua telinga
23
Mencuci kedua kaki
24
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda,
"Celakalah (neraka Wail) bagi tumit-tumit (yang tidak tersentuh air). Sempurnakanlah wudu."
HR. Abu Daud
25
"Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh." (Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)
HR. Muslim.
26
"Allāhumma ij'alnī minat-tawwābīn, wa-j'alnī minal-mutaṭahhirīn." (Ya Allah! Jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertobat, dan jadikan pula aku di antara orang-orang yang bersuci)
HR. Tirmiżī.
27
"Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā Anta, astagfiruka wa atūbu ilaika." (Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi tiada sembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu)
HR. An-Nasā`ī dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah.
Bagaimana Aku Salat?
Salat dari takbir hingga salam
m
Suara
1
Suara ikamah
2
Suara ikamah masih berlanjut
Menghadirkan niat adalah hal pertama yang dilakukan orang yang salat, dan tempatnya adalah di hati
3
Kita menghadap kiblat. Apabila Anda sebagai imam atau salat sendiri maka letakkan sutrah (pembatas) di depanmu.
4
Allāhu akbar
adalah takbiratulihram. Dengan ucapan ini kita memulai salat, dan harus diucapkan dengan lisan.
5
Saat takbir, kita mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan pundak, dan menghadapkan telapak tangan ke arah kiblat.
Atau
kita mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua telinga dengan cara yang sama.
6
Setelah takbir kita meletakkan kedua tangan di dada, atau di bawah dada di atas pusar, atau di bawah pusar. Semua cara itu benar.
Tangan kanan kita letakkan di atas punggung tangan kiri,
atau kita menggenggamkan telapak tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri,
atau kita menggenggamkan tangan kanan pada lengan tangan kiri.
7
"Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magribi, allāhumma naqqinī min khaṭāyāyā kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas, allāhummagsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā`i wal-barad." (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari noda. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan es.)
Kita mengucapkan doa istiftah setelah takbiratulihram sebelum membaca Al-Fātiḥah. Juga telah diriwayatkan beberapa doa istiftah yang lain, dan disunahkan agar memvariasikan di antara doa-doa tersebut.
8
A’ūżu billāhi minasy-syaiṭānirrajīm (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).
Berikutnya setelah doa istiftah ialah ucapan istiazah, kemudian membaca surah Al-Fātiḥah...
9
dengan khusyuk dan tenang, kita membaca ayat demi ayat.
10
Āmīn (Ya Allah, kabulkanlah).
Mengucapkan "āmīn" adalah sunah bagi orang yang salat, baik sebagai imam, makmum, atau orang yang salat sendiri. "Āmīn" bukanlah salah satu ayat dari surah Al-Fātiḥah. Tetapi kalimat ini adalah doa yang berarti: Ya Allah, kabulkanlah.
11
Setelah Al-Fātiḥah, kita membaca apa yang mudah dari ِAl-Qur`ān, baik satu surah penuh atau sebagiannya. Setelah selesai membaca, kita diam sesaat sebelum berpindah ke rukuk.
12
Allāhu akbar
Kita mengucapkan takbir intiqāl (perpindahan) dari berdiri ke rukuk.
Ini adalah tempat kedua dalam salat di mana Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengangkat kedua tangan beliau; maka disunahkan agar kita mengangkat kedua tangan sejajar kedua pundak atau kedua telinga.
13
Kita meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua lutut, merenggangkan jari-jari tangan kita dan menekankannya pada dua lutut seolah-olah kita menggenggam kedua lutut itu.
Kita tumakninah (tenang) dalam rukuk, menjauhkan kedua tangan dari kedua sisi tubuh, dan tidak menonjolkan permukaan pipi dengan miring ke salah satu sisi kita (sisi kanan atau kiri).
14
Punggung harus rata, tidak melengkung, sedangkan posisi kepala lurus dengan punggung, tidak kita angkat dan tidak kita tundukkan.
15
Subḥāna rabbī al-'aẓīm (Mahasuci Rabbku yang Mahaagung)
Kita mengulangi ucapan tasbih sebanyak tiga kali. Jumlah ini merupakan batas minimal kesempurnaan, namun satu kali tasbih sudah mencukupi (sah). Kita bisa menambah jika mau. Hendaknya kita memvariasikan ucapan tasbih berdasarkan riwayat yang ada.
16
Zikir-zikir yang diucapkan di dalam rukuk ada beberapa macam.
17
Sami'allāhu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
Kita mengucapkan kalimat tersebut ketika berdiri dari rukuk, baik ketika salat sendiri atau ketika menjadi imam.
18
Kita mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua pundak atau sejajar dengan kedua telinga. Ini adalah tempat ketiga di mana kita disunahkan mengangkat kedua tangan.
19
Kemudian kita berdiri tegak dan mengucapkan:
"Rabbanā wa laka al-ḥamdu (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala pujian)."
20
Setelah berdiri dari rukuk, kita boleh melepaskan tangan atau bersedekap.
21
Disunahkan memperlama berdiri setelah rukuk dan tumakninah (tenang) di dalamnya.
22
Allāhu akbar
Kemudian kita turun ke tanah sembari mengucapkan takbir intiqāl (perpindahan) dari berdiri ke sujud.
Kita boleh mendahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, atau kedua lutut sebelum kedua tangan, mana di antara keduanya yang lebih mudah bagi kita.
23
Kita wajib sujud di atas tujuh tulang; sebagaimana diajarkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada kita.
Yakni dahi sekaligus hidung, kedua telapak tangan, kedua telapak kaki, dan kedua lutut.
24
Kita posisikan ujung jari-jari kedua kaki menghadap kiblat dan kita tegakkan kedua telapak kaki.
Kita renggangkan antara dua paha, dan kita angkat perut dari keduanya.
Kita posisikan kedua hasta terangkat dari tanah (lantai) dan jauh dari sisi tubuh, selagi kita tidak salat secara berjemaah dan tidak kawatir mengganggu orang di samping kita.
Kita posisikan kedua telapak tangan sejajar dengan dua pundak atau sejajar dua telinga.
25
"Subḥāna rabbī al-a'lā (Mahasuci Rabb-ku Yang Mahatinggi)."
Kita mengulangi tasbih sebanyak tiga kali. Jumlah ini merupakan batas minimal kesempurnaan. Namun satu kali tasbih sudah mencukupi (sah) dan kita bisa menambah, jika mau. Hendaknya kita memvariasikan bacaan-bacaan tasbih yang ada. Kita boleh berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat yang kita inginkan.
26
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Keadaan terdekat hamba kepada Tuhannya adalah ketika dia bersujud, maka kalian perbanyaklah doa.”
27
Allāhu akbar
Sembari bertakbir kita mengangkat kepala dari sujud.
Kita hamparkan kaki kiri dan duduk di atasnya dalam keadaan tenang serta kita berdirikan telapak kaki kanan dengan menghadapkan jari-jarinya ke kiblat.
Atau
kita berdirikan kedua telapak kaki dan kita duduk di atas dua tumit.
Kita bentangkan kedua tangan kita; tangan kanan di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri, baik di dekat lutut atau di atas lutut.
28
"Rabbigfirlī" (Ya Rabb, ampunilah aku)
Kita membaca doa ini di antara dua sujud saat duduk dengan tenang (ṭuma'nīnah)
29
Allāhu akbar
Kita melakukan sujud kedua sembari mengucapkan takbir. Sujud ini seperti sujud pertama, baik cara maupun doa yang diucapkan di dalamnya.
30
Allāhu akbar
Kita mengerjakan rakaat kedua sama seperti cara kita menunaikan rakaat pertama:
Menyedekapkan kedua tangan, membaca Al-Fātiḥah, dan membaca satu ayat atau beberapa ayat dari Al-Qur`ān.
Kemudian kita rukuk,
Allāhu akbar
dan kita berdiri,
Sami'allāhu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
Kemudian kita lanjut untuk sujud,
Allāhu akbar
Kita sujud dua kali, kemudian duduk tasyahud.
Allāhu akbar
Allāhu akbar
Allāhu akbar
31
Setelah selesai dari rakaat kedua maka ada duduk tasyahud, yakni kita duduk iftirāsy.
32
Duduk iftirāsy dilakukan waktu tasyahud salat yang terdiri dari dua rakaat; seperti salat Subuh, Jum'at dan 'Id. Duduk sepert ini juga dilakukan dalam tasyahud awal dari salat yang terdiri dari tiga rakaat dan empat rakaat, serta dalam duduk di antara dua sujud.
33
Bagi orang yang tidak bisa duduk iftirāsy karena badannya gemuk, atau karena sakit di kedua telapak kakinya, atau karena sebab yang lain maka ia boleh duduk dengan cara yang mampu ia kerjakan.
34
Saat tasyahud, kita meletakkan tangan kanan di atas paha kanan dengan menggenggam semua jari-jari kecuali jari telunjuk, lalu kita berisyarat dengan jari telunjuk tersebut.
35
Atau kita melingkarkan ibu jari dengan jari tengah, dan kita berisyarat dengan jari telunjuk.
36
Sedangkan tangan kiri bisa kita bentangkan di atas paha kiri atau kita genggamkan pada lutut (kiri).
Dalam tasyahud, kita dianjurkan mengarahkan pandangan ke jari telunjuk tangan kanan.
37
"At-taḥiyyātu lillāh, waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhu wa rasūluh." (Segala ucapan penghormatan milik Allah, begitu pula selawat-selawat dan kebaikan-kebaikan. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).
Kita membaca tasyahud awal apabila salat terdiri dari tiga rakaat atau empat rakaat.
Adapun jika salat terdiri dari dua rakaat seperti salat Subuh, Jum'at, atau 'Id, kita menyempurnakan tasyahud dengan membaca ṣalawat Ibrāhimiyyah...
"Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd." (Artinya: Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Dan curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia).
38
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah tercurahkan atasmu)
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah tercurahkan atasmu)
Salam diucapkan setelah selesai dari tasyahud dan bacaan doa-doa yang diriwayatkan dalam Sunah Nabi. Akan tetapi ini dalam salat yang terdiri dari dua rakaat.
39
Kita mendengar suara lirih "Allāh akbar."
Adapun apabila salat terdiri dari tiga rakaat seperti salat Maghrib, atau terdiri dari empat rakaat seperti salat Zuhur, Asar dan Isya,
40
maka kita bangkit setelah selesai tasyahud awal untuk mengerjakan satu rakaat lagi apabila kita salat Maghrib, atau dua rakaat lagi apabila kita salat Zuhur, Asar, atau Isya. Di dalamnya kita membaca surah Al-Fātiḥah, serta kita melakukan semua detail yang telah diuraikan terkait rukuk, sujud, berdiri, dan duduk.
41
Allāhu akbar
42
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- duduk tawarruk pada tasyahud akhir di setiap salat yang memiliki dua tasyahud.
43
Duduk tawarruk hanya ada pada tasyahud akhir dalam salat yang terdiri dari tiga rakaat dan empat rakaat. Duduk tawarruk memiliki lebih dari satu cara:
44
Menghamparkan kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan serta mengeluarkan keduanya di sisi kanan dan meletakkan pantat di atas lantai.
Atau
menghamparkan kedua telapak kaki dan mengeluarkan keduanya di sisi kanan.
Atau
menghamparkan kaki kanan dan memasukkan kaki kiri di antara paha dan betis kaki kanan.
45
Saat duduk tasyahud akhir, kita membaca bacaan tasyahud, kemudian kita iringi dengan selawat untuk Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam-.
46
Sebelum salam dan setelah selesai dari bacaan tasyahud, kita memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkata: yakni siksa jahanam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masih Dajal.
Dan kita boleh memohon apa yang kita inginkan di antara kebaikan dunia dan akhirat.
47
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah tercurahkan atasmu)
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah tercurahkan atasmu)
Kita belum dianggap selesai dan keluar dari salat kecuali dengan salam.
48
Dengan mengucapkan salam berarti kita telah menyelesaikan salat kita.
Astagfirullāh..., astagfirullāh..., astagfirullāh... (Aku memohon ampunan pada Allah 3x)
49
Termasuk sunah bagi orang yang salat apabila telah salam agar mengucapkan istigfar tiga kali, kemudian berzikir pada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dengan zikir yang diriwayatkan dari Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam-.
م
Tulisan di layar
1
Baik engkau menjadi imam atau salat sendiri.
2
Takbiratulihram
3
Kita mengangkat kedua tangan sejajar kedua pundak
4
atau sejajar dua telinga dengan cara yang sama.
5
Kita meletakkan kedua tangan di dada,
6
atau di atas pusar,
7
atau di dibawah pusar.
8
Tangan kanan kita letakkan di atas punggung telapak tangan kiri.
9
atau kita menggenggamkan telapak tangan kanan pada lengan tangan kiri.
10
Doa Istiftah
11
"Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magribi, allāhumma naqqinī min khaṭāyāyā kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas, allāhummagsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā`i wal-barad." (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari noda. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan es). HR. Muslim
12
Termasuk sunah memvariasikan di antara doa-doa istiftah.
13
Istiazah (memohon perlindungan)
14
A’ūżu billāhi minasy-syaiṭānirrajīm (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).
15
Surah Al-Fātiḥah
16
Al-Ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim walaḍ-ḍāllīn. (Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat).
17
Āmīn
18
adalah doa yang berarti: Ya Allah, kabulkanlah!
19
Kita membaca apa yang mudah dari Al-Qur`ān
20
Rukuk
21
Allāhu akbar
22
Punggung rata tidak melengkung
23
Subḥāna rabbiyal-'aẓīm (Mahasuci Rabbku yang Mahaagung)
24
Di antara zikir-zikir rukuk yang diriwayatkan
25
Subbūḥun quddūs, Rabbul-malā`ikati war-rūḥ. (Mahasuci lagi Mahaagung, Tuhan para malaikat dan Jibril).
26
Subḥānaka rabbanā wa biḥamdika, allāhumma-gfir lī. (Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami, aku memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).
27
Sami'allāhu liman ḥamidah. (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
28
Rabbanā walaka-lḥamdu ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh. (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, (aku memuji-Mu) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah).
29
Kita melepaskan kedua tangan
30
atau menyedekapkannya.
31
Sujud
32
Dahi sekaligus hidung
33
Dua telapak tangan
34
Dua lutut
35
Dua telapak kaki
36
Subḥāna rabbiyal-a'lā (Mahasuci Rabb-ku Yang Mahatinggi).
37
“Keadaan terdekat hamba kepada Tuhannya adalah ketika dia bersujud, maka kalian perbanyaklah doa.” HR. Muslim
38
Duduk iftirāsy
39
Duduk iq'ā`
40
Rabbigfir lī (Ya Rabb, ampunilah aku) (tiga kali).
41
Allāhummagfir lī warḥamnī wahdinī warzuqnī (Ya Allah! Ampunilah aku, rahmatilah aku, berikanlah aku petunjuk, dan karuniakanlah rezeki kepadaku).
42
Salat Subuh
43
Salat Jumat
44
Salat Id
45
Salat Zuhur
46
Salat Asar
47
Salat Magrib
48
Salat Isya
49
At-taḥiyyātu lillāh, waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhu wa rasūluh. (Segala ucapan penghormatan milik Allah, begitu pula selawat-selawat dan kebaikan-kebaikan. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).
50
Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. (Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Dan curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia).
51
Zuhur, Asar, Magrib, Isya
52
Subuh, Jumat, Id
53
Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. (Ya Allah, limpahkanlah selawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Dan curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia).
54
As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh. (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah tercurahkan atasmu)
55
"Apabila beliau duduk di rakaat terakhir, beliau memajukan telapak kaki kiri dan menegakkan telapak kaki lainnya, serta duduk di atas pantat." HR. Bukhari.
56
Duduk Tawarruk.
57
Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ażābi jahannam wa min 'ażābil-qabri, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl. (Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, azab kubur, fitnah ketika hidup dan setelah mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajal). HR. Muslim
58
Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kaṡīran, wa lā yagfiruż-żunūba illā anta, fa-gfir lī magfiratan min 'indika, wa-rḥamnī, innaka antal-gafūrur-raḥīm. (Ya Allah! Sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka berilah aku ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). HR. Bukhari.
59
Astagfirullāh. (Aku memohon ampunan pada Allah). (3 kali)
60
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya amalan yang paling pertama dihisab pada hamba di hari Kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan sukses. Namun jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi." HR. Abu Dāud, Tirmiżī, dan An-Nasā`ī.