يومي الأول في الإسلام

يومي الأول في الإسلام

HARI PERTAMAKU DALAM ISLAM

Language: lang_id
Prepared by:
Version: 1.0
Translations 20
Amharic Bosnian English Spanish +16
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

HARI PERTAMAKU DALAM ISLAM

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Mukadimah

Segala puji milik Allah yang telah mengutus nabi-Nya, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai rahmat bagi alam semesta. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, sembahan orang-orang terdahulu hingga orang-orang akhir zaman. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, penutup para nabi dan rasul. Semoga Allah memberikan selawat dan salam yang melimpah kepada beliau hingga hari Kiamat. Amabakdu:

Seluruh manusia mencari kebahagiaan. Sebagian mereka mengira kebahagiaan itu diraih dengan menimbun harta. Sebagian yang lain mencarinya di bawah bayang-bayang popularitas. Ada juga yang mencarinya pada ketinggian jabatan serta pada ragam kenikmatan hidup lainnya. Akan tetapi, fakta membuktikan bahwa banyak orang yang meraih semua ini tidak mendapatkan kebahagiaan yang mereka inginkan.

Kebahagiaan tidak mungkin terwujud bagi kita kecuali kita mendapat petunjuk kepada agama yang benar yang dipilih untuk kita oleh Allah, pencipta seluruh manusia, serta kita menganutnya dan mengikuti ajaran-ajarannya. Hanya dengan ini kita akan dapat meraih kebahagiaan serta kehidupan yang baik di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Barang siapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

(QS. Al-Baqarah: 112)

Allah -Ta'ālā- juga berfirman,

"Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

(QS. An-Naḥl: 97)

Saudaraku yang mulia, dengan masuk Islam, engkau telah meletakkan kaki di jalan petunjuk dan kebahagiaan. Engkau harus yakin bahwa hari ketika engkau masuk Islam tidak sama dengan hari apa pun dalam hidupmu. Sungguh, ia adalah hari kelahiranmu yang baru!

Bila di hari lahirmu engkau keluar dari rahim ibumu yang gelap dan sempit menuju dunia yang terang dan luas, maka engkau hari ini sedang keluar dari kekafiran yang gelap menuju cahaya iman, dan dari kesesatan yang sempit menuju hidayah yang lapang. Allah -Ta'ālā-berfirman,

"Dan apakah orang yang mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana?"

(QS. Al-An'ām: 122)

Selamat datang di pangkuan Islam. Kami suguhkan kepada Anda buku saku ini yang berisikan perkara-perkara penting serta garis-garis besar yang patut engkau pelajari di hari pertama keislamanmu.

Kata Pengantar

Islam Adalah Agama yang Benar

Agama Islam adalah agama yang benar, yang Allah -Ta'ālā- ridai bagi seluruh manusia. Ia merupakan satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam."

(QS. Āli 'Imrān: 19)

Allah Yang Mahamulia dan Mahasuci juga berfirman,

"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, ia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."

(QS. Āli 'Imrān: 85)

Siapa yang memeluk agama Islam dan memegangnya dengan teguh, maka dia sedang berjalan di atas cahaya dan petunjuk; yaitu jalan terang benderang yang mengantarkan kepada Allah yang telah menciptakan manusia dalam kehidupan ini.

Agama Islam datang membawa kemaslahatan manusia, kedamaian, dan kebahagiaannya dalam kehidupan dunia. Demikian juga kebahagiaan dan kesuksesannya di kehidupan akhirat setelah kematian, tatkala Allah -Ta'ālā- memasukkannya ke dalam surga lantas dia menikmati kenikmatan abadi di dalamnya.

Setiap orang harus mencari agama yang benar yang tidak lain adalah Islam, lalu mempelajarinya, menganutnya dengan penuh keimanan, dan mematuhi ajaran-ajaran dan hukum-hukumnya untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Bagaimana Seseorang Masuk Islam?

Seseorang dinyatakan masuk Islam jika bersyahadat: asyhadu allā ilāha illallāh wa-anna Muḥammadar-rasūlullāh, dengan penuh jujur, yakin, dan mengetahui maknanya. Siapa yang mengucapkan kalimat ini dalam keadaan mengerti maknanya, jujur dalam mengucapkannya, serta yakin dan patuh melaksanakan konsekuensinya maka dia telah masuk Islam. Selanjutnya dia wajib mempelajari amalan-amalan Islam lainnya dan mengaplikasikannya sesuai kemampuannya. Setiap kali amalannya bertambah, maka imannya akan ikut bertambah dan pahalanya di sisi Allah -Ta'ālā- juga semakin besar.

Makna Dua Kalimat Syahadat (Asyhadu Allā Ilāha Illallāh wa Anna Muḥammadar-Rasūlullāh)

Dengan mengucapkan "Asyhadu allā ilāha illallāh wa-anna Muḥammadar-rasūlullāh" dalam kondisi mengimani dan membenarkannya, maka engkau telah masuk Islam. Apakah engkau telah mengetahui hakikat maknanya?

Makna syahadat "Lā ilāha illallāh" ialah meyakini dan mengikrarkan bahwa tidak ada sembahan yang berhak diberikan ibadah dan ketaatan kecuali satu sembahan saja, yaitu Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-, Maha Pencipta alam semesta dan Sang Pengatur urusannya.

Sedangkan makna syahadat "Muḥammad Rasūlullāh" ialah meyakini dan mengikrarkan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya yang terakhir, yang diutus kepada segenap manusia serta mengerjakan konsekuensinya dengan menaati perintahnya, membenarkan berita yang disampaikannya, menjauhi larangannya, dan supaya Allah tidak diibadahi kecuali dengan yang beliau syariatkan.

Untukmu Berita Gembira Berupa Islam

Saudaraku yang mulia! Hari engkau masuk Islam adalah hari yang terbaik di antara hari-harimu tanpa terkecuali. Sebagaimana dalam hadis bahwa Nabi kita Muhammad ﷺ bersabda,

"Islam itu menghapus semua dosa sebelumnya."

(HR. Muslim)

Artinya, Islam menghapus semua kekufuran, keburukan, kesalahan, dan dosa yang engkau lakukan sebelum masuk Islam. Sebab itu, berbahagialah dengan ampunan Allah -Ta'ālā-. Hari ini engkau telah dibersihkan dari dosa-dosa dan dibuka lembaran putih dalam hidupmu sehingga engkau kembali bersih seperti di hari ibumu melahirkanmu, engkau memulai hidup baru yang diisi kebaikan, serta engkau berjalan di atas jalan cahaya dan kebahagiaan.

Bahagia dengan Nikmat Islam

Kebahagiaan besar yang engkau rasakan ketika masuk Islam harus bertahan menyertaimu sepanjang hidup. Nikmat hidayah merupakan nikmat paling mulia dan nikmat paling besar yang Allah -Ta'ālā- berikan kepada hamba-hamba-Nya; lebih besar dari nikmat udara dan air, makanan dan minuman, lebih besar daripada harta, jabatan, dan kedudukan. Bahkan, ia merupakan nikmat paling besar tanpa terkecuali. Maka bagaimana engkau tidak berbahagia dengannya?! Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Hal itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."

(QS. Yūnus: 59)

Oleh karenanya, engkau mesti menyadari besarnya karunia Allah kepadamu karena telah memilihmu di antara jutaan manusia untuk masuk ke dalam Islam. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam."

(QS. Al-An'ām: 125)

Nikmat yang besar dan agung ini butuh banyak disyukuri dengan cara banyak memuji Allah -Ta'ālā- serta mengulang-ulang pujian kepada-Nya karena telah membimbingmu kepada agama yang benar.

Pokok-Pokok Ajaran Islam yang Wajib Dipelajari

Ketika engkau telah masuk ke dalam agama Islam, ada beberapa perkara yang wajib engkau pelajari dan ketahui. Di antaranya ialah mengetahui jawaban untuk tiga pertanyaan penting yang akan ditanyakan kepada setiap orang setelah mati. Tiga pertanyaan ini menentukan arah perjalanannya selamanya; antara ke surga atau ke neraka, yaitu:

Siapa tuhanmu?

Apa agamamu?

Siapa nabimu?

Pokok Ajaran Islam Pertama: Siapa Tuhanmu?

Tuhanku Adalah Allah

Seorang muslim meyakini bahwa tuhannya adalah Allah yang telah menciptakan alam ini berikut semua yang ada di dalamnya dan yang telah menciptakan manusia.

Jika kita merenungi alam yang sangat besar ini beserta galaksi-galaksi besar di dalamnya yang penuh dengan berjuta-juta planet dan bintang; jika kita mencermati bumi tempat kita hidup di atasnya berikut dataran, pegunungan, daratan, lautan, sungai-sungai, serta keajaiban-keajaiban makhluk yang terdapat di dalam lautan, padang pasir, dan hutan belantara; jika kita mencermati penciptaan manusia dan makhluk-makhluk lainnya; jika kita renungkan semua ini, maka akan membawa kita kepada kesimpulan mutlak, yaitu pasti ada pencipta yang agung nan berilmu, sangat kuasa, dan bijaksana yang menciptakan alam ini dengan sangat baik. Makhluk-makhluk ini tidak mungkin ada tanpa ada pencipta yang menciptakan dan mengaturnya dengan sangat baik dan mengagumkan. Perkara ini telah dijelaskan sendiri oleh Allah -Jalla wa 'Alā- kepada setiap orang berakal dalam firman-Nya,

"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

(QS. Aṭ-Ṭūr: 35)

Makhluk-makhluk ini tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak pula ia ada tanpa pencipta karena kedua hal ini mustahil di kalangan orang-orang berakal!

Allah Saja yang Berhak untuk Disembah

Allah ialah sembahan satu-satunya yang berhak diibadahi karena Dia yang menciptakan dan yang mengatur semua yang ada pada alam semesta serta yang memberikan rezeki untuk semua yang ada di dalamnya. Dialah yang menciptakan semua manusia di muka bumi ini serta memberikan kepada mereka sebab-sebab kehidupan. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Maha Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu."

(QS. Al-An'ām: 102)

Oleh karena itu, setiap orang wajib untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak melakukan kesyirikan dalam ibadahnya sedikit pun. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah: 21)

Allah -Subḥānahu- juga berfirman,

"Dan sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun."

(QS. An-Nisā`: 36)

Dakwah Para Nabi untuk Menauhidkan Allah -Ta'ālā-

Kendati perkara ini sangat jelas, tetapi Allah -'Azza wa Jalla- dengan karunia, kebaikan, dan rahmat-Nya kepada kita tidak menciptakan kita lalu meninggalkan kita tanpa arah dalam hidup ini. Akan tetapi, Allah mengutus rasul-rasul dan menurunkan bersama mereka kitab-kitab untuk mengajari dan membimbing kita kepada-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan."

(QS. Fāṭir: 24)

Bapak umat manusia, Adam -'alaihissalām-, dan para nabi seluruhnya, di antaranya Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi-nabi lainnya hingga yang terakhir nabi kita Muhammad ﷺ sama-sama mengajarkan satu asas besar, yaitu mengajak umat manusia untuk beriman kepada Allah -Ta'ālā-, menauhidkan dan mengeesakan-Nya dalam ibadah, dan meninggalkan peribadatan kepada sembahan-sembahan lainnya, baik berupa manusia, batu, pohon, bintang, planet, dan lainnya. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul (untuk menyerukan), 'Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah tagut itu'."

(QS. An-Naḥl: 36)

Allah Yang Mahamulia dan Mahatinggi juga berfirman,

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Aku."

(QS. Al-Anbiyā`: 25)

Sebagian Nama-nama dan Sifat-sifat Allah

Allah -Ta'ālā- memiliki nama-nama yang indah serta siat-sifat yang luhur. Apabila kita mempelajarinya, maka akan bertambah pengetahuan kita tentang-Nya, bertambah rasa cinta dan takut kepada-Nya, serta bertambah pula rasa harap kepada karunia dan kebaikan-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"(Dialah) Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik."

(QS. Ṭāhā: 8)

Terdapat banyak nama-nama Allah yang menunjukkan sifat-Nya. Di antara nama-nama Allah -Ta'ālā- tersebut ialah:

Ar-Raḥmān (Maha Pengasih) dan Ar-Raḥīm (Maha Penyayang); Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

(QS. Al-Baqarah: 163)

Allah adalah Tuhan pemilik rahmat yang luas dan besar, yang mencakup segala sesuatu dan meliputi semua makhluk. Rahmat Allah di dunia mencakup semua makhluk-Nya, berupa binatang dan manusia, yang muslim maupun selain muslim. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."

(QS. Al-A'rāf: 16)

Dialah yang memberikan kepada mereka semua rezeki, kesehatan, makanan, anak keturunan, dan lain sebagainya. Adapun rahmat-Nya di akhirat, maka hanya terbatas pada hamba-hamba-Nya yang beriman saja, yang mengikuti nabi dan rasul-Nya. Mereka itulah yang mendapatkan rahmat sempurna dan berkelanjutan hingga kebahagiaan abadi.

2- Al-Khāliq (Maha Pencipta); Allah Ta'ālā- berfirman,

"Allah Maha Pencipta segala sesuatu."

(QS. Az-Zumar: 62)

Dialah yang menciptakan langit, bumi, dan yang ada antara keduanya, menciptakan segala sesuatu mulai semut hingga galaksi dan yang lebih luas dari itu. Penciptaan-Nya didasari oleh hikmah, kuasa, dan kebaikan. Tidak pernah ditemukan cacat dan ketidakseimbangan pada ciptaan-Nya.

4- Al-Gafūr (Maha Pengampun); yaitu yang mengampuni semua dosa orang yang bertobat secara jujur, seperti apa pun amalan terdahulu yang dikerjakannya. Bahkan, terkadang Allah memaafkan banyak hamba-Nya murni karena kemurahan dari-Nya -kecuali kesyirikan; karena Allah tidak akan mengampuninya kecuali dengan tobat-. Allah telah membuka berbagai sarana bagi semua hamba-Nya untuk mendapatkan ampunan-Nya; berupa tobat, istigfar, iman, amal saleh, dan berbuat baik kepada segenap makhluk ciptaan Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk."

(QS. An-Najm: 82)

5- Ar-Razzāq (Maha Pemberi rezeki); Allah -Subḥānahu- adalah Maharaja yang di tangan-Nya terdapat kekuasaan segala sesuatu. Dialah yang Mahakaya. Di antara bukti kebaikan-Nya bahwa Dia banyak memberi. Tidak ada satu makhluk pun kecuali rezekinya ada pada Allah. Allah Ta'ālā- berfirman,

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Aku tidak menginginkan sedikit pun rezeki dari mereka, dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.

Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."

(QS. Aż-Żāriyāt: 56-58)

6- As-Salām (Mahasejahtera); yaitu yang diagungkan dan disucikan dari segala cacat serta seluruh sifat keaiban, yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan, kemuliaan, dan keindahan, dan yang mencintai perbuatan menebar salam (penghormatan) pada hamba-hamba-Nya, dengan ucapan maupun perbuatan. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dialah Allah yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Maharaja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera."

(QS. Al-Ḥasyr: 23)

7- Al-'Alīm (Maha Mengetahui); Allah -Ta'ālā- Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu; Dia mengetahui semua yang tampak dan yang tersembunyi serta yang dirahasiakan dalam dada, mengetahui semua yang telah berlalu, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi di masa mendatang. Dialah Ar-Raqīb (Maha Mengawasi) yang melihat semua perbuatan hamba. Tidak tersembunyi bagi-Nya seluruh ketaatan hamba yang taat maupun kemaksiatan orang-orang yang bermaksiat, tidak juga kebutuhan hamba-hamba yang lemah dan suara orang-orang yang berdoa. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

(QS. Al-Baqarah: 231)

Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- adalah Tuhan alam semesta, yang memberikan segala sesuatu rupa yang baik. Semua kebaikan dan kesempurnaan di dunia ini adalah buah dari kesempurnaan-Nya.

Pokok Ajaran Islam Kedua: Apa Agamamu?

Agamaku Islam

Islam bermakna tunduk kepada Allah dengan bertauhid dan patuh kepada-Nya dengan cara taat serta berlepas diri dari kesyirikan.

Sedangkan muslim bermakna orang yang masuk dalam agama Islam serta menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah -Ta'ālā-, mengimani eksistensi Allah dan keesaan-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman dalam Al-Qur`ān:

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus?"

(QS. An-Nisā`: 125)

Allah juga berfirman,

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, 'Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri).'"

(QS. Fuṣṣilat: 33)

Beberapa Contoh Keindahan Agama Islam

Islam adalah agama keadilan; ia memerintahkan sikap adil terhadap orang dekat dan jauh, musuh dan teman, orang mukmin dan kafir. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil."

(QS. An-Naḥl: 90)

Allah -'Azza wa Jalla- adalah pemberi ketetapan yang bijaksana dan adil, tidak seorang pun terzalimi di sisi-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman tentang hari Kiamat,

"Pada hari ini, setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini."

(QS. Gāfir: 17)

Islam agama kasih sayang; Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

(QS. Al-Anbiyā`: 107)

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

"Orang-orang yang penyayang disayang oleh Ar-Raḥmān. Sayangilah penduduk bumi, niscaya kalian disayangi oleh Tuhan yang ada di langit."

(HR. Abu Daud)

Islam agama cinta, persatuan, dan perdamaian; Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."

(HR. Bukhari)

Islam agama kemudahan; ajaran-ajaran Islam berisikan kemudahan dan menghilangkan kesusahan, sebagaimana diketahui oleh setiap orang yang memperhatikan ajaran-ajarannya. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."

Allah juga berfirman,

"Allah tidak ingin menyulitkan kamu."

(QS. Al-Mā`idah: 6)

Allah juga berfirman,

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

(QS. Al-Baqarah: 286)

Islam agama ilmu; ayat Al-Qur`ān yang paling pertama turun ialah:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

(QS. Al-'Alaq: 5)

Islam mendorong setiap muslim laki-laki dan perempuan untuk belajar dan memperkaya ilmu. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku! Tambahkanlah ilmu kepadaku'.''

(QS. Ṭāhā: 114)

Orang yang terpelajar akan mendapatkan kedudukan tertinggi. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman,

"Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

(QS. Al-Mujādilah: 11)

Islam Agama Universal

Islam adalah agama yang universal; tidak khusus untuk belahan bumi tertentu, tidak juga untuk sebagian kaum tanpa yang lain. Islam bukan agama untuk bangsa Arab saja, tetapi agama untuk seluruh manusia. Allah -Ta'ālā- berfirman menyapa Nabi-Nya, Muhammad ﷺ dalam Al-Qur`ān,

"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, (Dia) yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."

(QS. Al-A'rāf: 158)

Di samping itu, Islam juga tidak khusus untuk suatu zaman yang telah berlalu. Akan tetapi, Islam adalah agama hak yang berlaku sejak diutusnya Nabi Muhammad ﷺ hingga hari Kiamat terjadi. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi."

(QS. Āli 'Imrān: 85)

Islam Agama Komprehensif

Islam merupakan pedoman hidup bagi pribadi muslim, masyarakat, dan umat Islam di semua sisi dan lini; politik, ekonomi, sosial, dan lainnya.

Islam adalah akidah dan syariat; mencakup akidah yang benar, ibadah yang agung, muamalah yang bijak, akhlak yang indah, dan adab yang teratur.

Ajaran dan hukum-hukum Islam mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia lainnya, bahkan hubungan manusia dengan binatang dan benda mati.

Ajaran Islam mencakup semua yang terkait dengan kebaikan dan maslahat masing-masing dari roh dan jasad.

Secara umum, Islam datang membawa sesuatu yang berisikan kebaikan, maslahat, dan kebahagiaan seluruh manusia di dunia dan akhirat.

Dasar-dasar Akidah Islam (Rukun Iman)

Dasar-dasar akidah Islam terangkum pada keimanan dan pembenaran yang bulat terhadap enam perkara yang diistilahkan dengan rukun iman, yaitu:

1- Iman kepada Allah -Ta'ālā-; yaitu mengimani eksistensi Allah, bahwa Dia satu-satunya pencipta yang memiliki dan mengatur alam seluruhnya berikut semua yang ada padanya, bahwa hanya Dia yang berhak menerima ibadah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa dia memiliki sifat-sifat keindahan dan keagungan, bahwa Dia sempurna dan suci dari semua cacat dan kekurangan, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya.

2- Iman kepada malaikat; yaitu meyakini bahwa mereka bagian dari makhluk ciptaan Allah -Ta'ālā-. Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, melaksanakan secara penuh perintah-perintah-Nya, dan menjalankan tugas-tugas diserahkan kepada mereka. Kita mengimani eksistensi mereka secara global, sebagaimana kita mengimani nama-nama, sifat-sifat, serta tugas-tugas sebagian mereka yang dikabarkan oleh wahyu secara rinci, seperti Jibril yang ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, Mikail yang ditugaskan mengurus hujan dan tumbuhan, Israfil yang ditugaskan meniup sangkakala, Malaikat Maut yang ditugaskan mencabut roh manusia, dan Malik yang menjadi penjaga neraka.

3- Beriman kepada kitab; yaitu meyakini adanya kitab-kitab yang Allah turunkan kepada rasul-rasul-Nya sebagai rahmat dan petunjuk bagi makhluk untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita mengimaninya secara global, serta kita mengimani kitab yang kita ketahui namanya berdasarkan wahyu secara rinci, seperti Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ, Injil yang diturunkan kepada Isa -'alaihissalām-, Taurat yang diturunkan kepada Musa -'alaihissalām-, Zabur yang diberikan kepada Daud -'alaihissalām-, dan ṣuḥuf yang diturunkan oleh Allah kepada Ibrahim -'alaihissalām-.

4- Beriman kepada rasul; yaitu meyakini bahwa mereka adalah manusia yang Allah -Ta'ālā- berikan wahyu berupa petunjuk-petunjuk, Allah mengutus mereka kepada manusia untuk menyampaikan agama-Nya, yang paling pertama Nuh -'alaihissalām- dan yang paling terakhir Muhammad ﷺ. Mereka berada di atas ibadah dan akhlak yang sempurna. Tujuan paling utama pengutusan mereka adalah mengajak manusia untuk mengesakan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dalam ibadah serta meninggalkan kesyirikan dan peribadatan kepada selain Allah, dan untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Kita harus beriman bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dari kalangan manusia dan mengharuskan para hamba untuk membenarkan mereka pada berita-berita yang mereka sampaikan, menaati mereka, dan mengikuti apa yang mereka perintahkan. Kita juga harus mengetahui bahwa sebagian mereka ada yang Allah kabarkan kepada kita nama-nama serta kisah mereka bersama kaumnya, seperti Idris, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Hud, Salih, dan Syuaib, sedangkan sebagiannya lagi Allah tidak kabarkan kepada kita nama mereka. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa mukjizat kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil."

(QS. Gāfir: 78)

5- Beriman kepada hari akhir; yaitu meyakini adanya hari Kiamat ketika Allah membangkitkan manusia untuk perhitungan dan pembalasan amal perbuatan yang mereka kerjakan di dunia. Pada saat itu, manusia akan terbagi menjadi dua kelompok; orang-orang beriman akan menetap di surga, kekal di dalamnya selamanya, orang-orang kafir menetap di neraka, kekal di dalamnya selamanya, sedangkan orang yang beriman tetapi mengerjakan kemaksiatan, maka antara diberikan ampunan oleh Allah -Ta'ālā- atau disiksa sekian waktu kemudian dimasukkan ke surga.

6- Beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk; yaitu seorang muslim beriman bahwa Allah mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, bahwa Allah telah menulis ketetapan-ketetapan makhluk serta menginginkannya dan menciptakannya. Sebab itu, tidak ada sesuatu pun terjadi di alam semesta kecuali dengan sepengetahuan-Nya, sesuai tulisan, kehendak, dan ciptaan-Nya. Jika berupa kebaikan, maka merupakan rahmat Allah -Ta'ālā- kepadanya. Akan tetapi jika selain itu, maka itu adalah ujian dari Allah -Ta'ālā- atau hukuman-Nya yang terjadi berdasaran hikmah dan keadilan-Nya yang tidak dapat diketahui sempurna oleh manusia lantaran kesempurnaan dan keagungannya. Apabila manusia beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk, jiwanya akan tenang dan lapang serta dia akan menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah -Ta'ālā- karena dia tahu bahwa segala sesuatu di tangan Allah saja; apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi.

Rukun Islam

Rukun Islam adalah pilar-pilar Islam yang menjadi fondasi baginya. Ia terdiri dari 5 rukun yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim, yaitu:

1- Bersyahadat "Lā ilāha illallāh Muḥammad rasūlullāh"; yaitu syahadat yang diucapkan dengan lisan dan disepakati oleh hati, bahwa hanya Allah sembahan yang benar, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad ﷺ adalah rasul yang menyampaikan wahyu Allah.

2- Mendirikan salat; yaitu seorang muslim wajib mengerjakan 5 salat dalam sehari semalam, yang terdiri dari gerakan qiyam (berdiri), rukuk, dan sujud sebagai pengagungan kepada Allah -Ta'ālā-. Salat itu memiliki waktu-waktu yang dengannya ia diberikan nama, yaitu salat Fajar, salat Zuhur, salat Asar, salat Magrib, dan salat Isya. Ada juga salat-salat lainnya yang tidak wajib.

3- Menunaikan zakat; yaitu seorang muslim yang memiliki harta mengeluarkan seukuran kecil yang telah ditentukan dari hartanya dan diserahkan kepada orang-orang yang berhak diberikan zakat dari kalangan orang-orang fakir, miskin, dan lainnya.

4- Berpuasa Ramadan; yaitu seorang muslim menahan diri dari makan, minum, jimak, dan pembatal-pembatal puasa lainnya sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari selama bulan Ramadan dalam rangka beribadah kepada Allah -Ta'ālā-.

5- Berhaji ke Baitullah; yaitu seorang muslim pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk beribadah kepada Allah -Ta'ālā- dengan melaksanakan syiar-syiar haji walaupun sekali dalam seumur hidup bagi orang yang mampu untuk itu.

Ibadah Dalam Islam

Ibadah adalah mengesakan Allah -Ta'ālā- dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan segala hal yang dicintai dan diridai-Nya, berupa ucapan dan perbuatan, yang lahir (tampak) dan yang batin.

Contoh ibadah berupa ucapan: membaca Al-Qur`ān, doa, zikir kepada Allah -Ta'ālā-, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, memberikan nasihat kepada orang lain, dan lain sebagainya.

Contoh ibadah berupa perbuatan: bersuci, salat, haji, membantu kebutuhan orang lain, dan lain sebagainya.

Ibadah yang lahir ialah amalan-amalan yang tampak; dapat dilihat atau didengar dan semisalnya, seperti: salat, haji, membaca Al-Qur`ān, berdakwah, dan bersilaturahmi.

Ibadah yang batin ialah amalan-amalan yang terdapat dalam hati, seperti: cinta, harap dan takut, khusyuk, dan tawakal kepada Allah -Ta'ālā-.

Urgensi Ibadah dalam Islam

Beribadah kepada Allah -Ta'ālā- adalah tujuan Allah menciptakan manusia. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Aż-Żāriyāt: 56)

Ibadah disyariatkan untuk hikmah-hikmah yang besar dan maslahat-maslahat yang banyak, yang akan terwujud pada jiwa manusia dan dalam kehidupan mereka. Di antara keutamaan ibadah ialah bahwa ibadah dapat menyucikan dan membersihkan jiwa serta mengangkatnya ke tingkat kesempurnaan tertinggi manusia.

Manusia sangat membutuhkan ibadah. Sebagaimana jasadnya sangat membutuhkan makanan dan minuman, demikian pula jiwanya butuh untuk menghadap kepada Allah lewat ibadah. Jiwa tidak akan tenang kecuali dengan berzikir dan beribadah kepada Allah. Jiwa tidak akan bahagia dan dada tidak akan lapang kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah -Ta'ālā- serta dengan hubungan yang baik dengan-Nya. Ahli ibadah yang sejati, merekalah orang yang paling bahagia serta dadanya paling lapang. Siapa yang menginginkan kebahagiaan, maka hendaklah dia tidak meninggalkan pintu peribadatan kepada Allah.

Komprehensifitas Ibadah dalam Islam

Ibadah dalam Islam mencakup semua amal baik yang dicintai oleh Allah dan kita gunakan mendekatkan diri kepada-Nya. Ibadah mencakup banyak hal, di antaranya:

1- Syiar-syiar ibadah; seperti salat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur`ān, doa, zikir, dan lain sebagainya.

2- Muamalah yang baik; seperti berbakti kepada kedua orang tua, silaturahmi, bermuamalah dengan baik kepada istri dan anak, berjual beli dengan baik, mengerjakan pekerjaan dengan baik (profesional), berbuat baik kepada tetangga, membantu orang miskin, berbuat baik kepada binatang, dan lain sebagainya.

3- Akhlak yang baik; seperti berkata jujur, menunaikan amanah, menepati janji, senyum, tutur kata yang baik, malu, dan akhlak-akhlak lainnya.

Sebab itu, seorang muslim akan beribadah kepada Allah di seluruh keadaannya; di masjid, rumah, tempat kerja, dan semua tempat. Hidupnya seluruhnya untuk Allah -Ta'ālā-. Dia berfirman,

"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam'."

(QS. Al-An'ām: 162)

Pokok Ajaran Islam Ketiga: Siapa Nabimu?

Nabiku Adalah Muhammad ﷺ

Nabi kita adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muṭṭalib bin Hasyim. Nasab beliau berujung kepada Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada mereka berdua dan nabi kita.

Allah mengutus beliau di Makkah al-Mukarramah ketika berumur 40 tahun dan menurunkan kepadanya Al-Qur`ān. Lantas beliau berdakwah mengajak manusia kepada tauhid dan agama Islam. Akan tetapi, beliau ditentang keras oleh kaumnya, dan sahabat-sahabat beliau disiksa serta sebagiannya dibunuh. Selanjutnya, setelah berdakwah 13 tahun, beliau berhijrah ke kota Yaṡrib (selanjutnya diberi nama: Madinah an-Nabawiyah). Di sana beliau menegakkan negara Islam dan meletakkan pilar-pilar masyarakat Islam. Beliau tinggal di sana 10 tahun; memberikan pengarahan, bimbingan, dakwah, dan pengajaran. Beliau terus melakukan hal tersebut hingga syariat Islam sempurna. Dengan itu, Islam menjadi sempurna dan agama menjadi paripurna, lalu turunlah ayat:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”

(QS. Al-Mā`idah: 3)

Kemudian beliau meninggal dunia setelah jiwa beliau bahagia melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan cinta dan sukarela. Sebagaimana firman Allah -Jalla wa 'Alā-,

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

dan engkau melihat manusia berbondong-bondong,

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat."

(QS. An-Naṣr: 1-3)

Nabi Pembawa Rahmat

Nabi kita Muhammad ﷺ adalah nabi pembawa rahmat (kasih sayang). Beliau tidak pernah mengenyampingkan kasih sayang di semua perjalanan hidup beliau dan di setiap fase kehidupan dan keadaan beliau. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Tidaklah Kami mengutusmu melainkan (untuk menjadi) rahmat bagi semesta alam."

(QS. Al-Anbiyā`: 107)

Di antara bentuk rahmat beliau ialah bahwa beliau sangat antusias untuk memberi petunjuk kepada manusia serta mengeluarkan mereka dari gelap kekufuran, kejahilan, dan kesesatan menuju cahaya iman, ilmu, dan hidayah. Ketika kaumnya tidak beriman, beliau hampir membuat dirinya binasa karena sedih dan menyayangkan ketidakberimanan mereka. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur`ān)."

(QS. Al-Kahfi: 6)

Di samping itu, sifat rahmat beliau tampak pada keinginan kuat serta belas kasih beliau untuk orang-orang beriman. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang yang mukmin."

(QS. At-Taubah: 128)

Hal itu juga tampak pada kemauan kuat beliau untuk mempermudah agama serta tidak membebani umatnya dengan sesuatu yang memberatkan mereka atau yang tidak mampu mereka lakukan. Beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Permudahlah, jangan mempersulit. Berilah kabar gembira, jangan membuat orang lari." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jiwa Rasulullah dipenuhi dengan rahmat. Beliau adalah orang yang paling banyak memberikan rahmat (kasih sayang) kepada para wanita dan anak-anak. Salah seorang sahabat beliau, yaitu Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih kasih sayang kepada keluarga daripada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." (HR. Muslim)

Sifat rahmat beliau ﷺ tidak berhenti pada manusia, tetapi juga menjangkau binatang. Beliau mengajak berbuat baik kepada binatang dan mengingatkan dari perbuatan menyakitinya. Beliau menjelaskan kepada sahabat-sahabatnya bahwa pernah seorang wanita pezina memberi minum seekor anjing, lantas Allah memberinya ampunan dan memasukkannya ke surga. Sebaliknya, ada seorang perempuan masuk neraka karena dia menyekap seekor kucing dan tidak memberinya makan hingga mati.

Ajaran Beliau Berlaku Umum untuk Semua Manusia

Para nabi dan rasul terdahulu -'alaihimuṣ-ṣalātu was-salām- diutus kepada kaum mereka secara khusus. Adapun Nabi Muhammad ﷺ, maka ajaran beliau berlaku umum untuk seluruh manusia di semua waktu dan tempat.

Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan."

(QS. Saba`: 28)

Allah -Ta'ālā- juga berfirman,

"Katakanlah, 'Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua'."

(QS. Al-A'rāf: 158)

Nabi ﷺ bersabda,

"Semua nabi diutus kepada kaumnya secara khusus. Sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya."

(HR. Bukhari)

Setiap orang, sejak beliau ﷺ diutus, hari ini, hingga kiamat terjadi, wajib untuk mengikuti beliau dan mengimani apa yang beliau bawa serta masuk ke dalam agama yang beliau bawa. Dengan beliau, Allah menutup risalah langit serta mewajibkan taat kepada beliau; siapa yang taat kepada beliau akan bahagia di dunia dan masuk surga di akhirat, tetapi siapa yang durhaka kepada beliau akan sengsara di dunia dan masuk neraka di akhirat. Allah -Ta'ālā- berfirman,

"Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka."

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."

(QS. Ṭāhā: 123-124)

Petunjuk Rasulullah ﷺ di Rumahnya dan Bersama Keluarganya

Rumah seseorang adalah tempat yang menerangkan hakikat keindahan akhlaknya, kesempurnaan adabnya, dan kebaikan muamalahnya. Ketika seseorang bersama istrinya, anak-anaknya, atau pembantunya, maka dia akan bertindak apa adanya tanpa rekayasa.

Siapa yang mencermati keadaan Rasul umat Islam ﷺ sekaligus pemimpin dan guru mereka di rumahnya, dia akan menemukan bahwa beliau telah menghadirkan contoh paling indah yang semestinya dilakukan oleh laki-laki cerdas di rumahnya bersama keluarga dan anak-anaknya.

Pernah ditanyakan kepada Aisyah, istri Nabi -raḍiyallāhu 'anhā-, "Apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ di rumah?" Aisyah berkata,

"Beliau biasanya turut membantu pekerjaan keluarganya. Apabila waktu salat tiba, beliau keluar menuju salat."

(HR. Muslim)

Nabi ﷺ adalah orang yang paling baik pada keluarga dan istri-istrinya. Beliau menghadirkan potret indah tentang hubungan baik, santun, dan mengerti kecendrungan emosional dan psikis istri. Beliau memanfaatkan momen-momen untuk membahagiakan dan memasukkan rasa senang kepada istrinya. Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata,

"Suatu hari aku pernah melihat Nabi ﷺ di pintu rumahku sementara orang-orang Habasyah bermain di masjid; Rasulullah ﷺ lantas menutupiku dengan pakaiannya agar aku menonton permainan mereka."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ mencintai dan memuliakan putri-putrinya. Apabila putrinya, Fatimah, datang menemuinya, beliau bangun menyambutnya lalu menciumnya dan mendudukkannya di tempat duduknya. Beliau pun biasa mengunjungi putri-putrinya dan melihat keadaan mereka.

Di antara wasiat beliau ﷺ kepada umatnya ialah sabda beliau:

"Berbuat baiklah kalian kepada para wanita."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian Akhlak Nabi Muhammad ﷺ

Nabi ﷺ adalah orang yang paling baik akhlaknya serta paling indah adabnya. Allah -Ta'ālā- telah menyifati beliau di dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."

(QS. Al-Qalam: 4)

Beliau mencapai kesempurnaan dalam akhlaknya yang tidak bisa dicapai oleh orang lain. Beliau terjaga dari semua perangai buruk serta menggapai nilai kesempurnaan di setiap perangai baik. Akhlak beliau adalah Al-Qur`ān al-Karīm; mengamalkan adab-adabnya serta membimbing manusia kepadanya. Di antara akhlak beliau ialah:

Beliau adalah orang yang paling tabah, paling adil, paling warak, paling dermawan, dan paling pemurah.

Beliau orang yang paling malu.

Beliau bersikap tawadu dengan menerima undangan dari siapa pun dan menerima hadiah walaupun sedikit serta membalasnya.

Beliau membesuk orang-orang sakit, mengantar jenazah, duduk bersama orang fakir, makan bersama orang miskin, memuliakan orang-orang mulia dan berakhlak, dan bersahabat dengan orang-orang terpandang.

Tidak seorang pun yang datang meminta bantuan kecuali beliau bangkit bersamanya untuk membantu keperluannya. Beliau tidak kasar dan tidak keras. Beliau tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, beliau memaafkan dan berlapang dada, kecuali jika yang dilabrak adalah larangan Allah, ketika itu beliau akan marah karena Allah, bukan karena dirinya.

Termasuk akhlak beliau: memulai salam kepada orang yang beliau jumpai. Apabila beliau bertemu salah seorang sahabatnya, beliau yang pertama kali menjabat tangannya.

Beliau memberikan muka, pendengaran, pembicaraan, kebaikan, dan bimbingan kepada orang yang duduk bersamanya.

Beliau orang yang paling belas kasih, paling baik, dan paling berguna bagi orang lain.

Beliau bercanda, tetapi tidak berucap kecuali yang benar. Beliau banyak senyum, serta tertawa tanpa terbahak-bahak. Beliau terkadang mengajak istrinya berlomba lari dan mencandai mereka.

Beliau makan apa yang disuguhkan dan tidak menolak apa yang ada. Tidak pernah sama sekali beliau mencela makanan. Bila menemukan kurma, beliau memakannya. Bila menemukan daging, beliau memakannya. Bila menemukan gandum ataupun sereal, beliau memakannya. Bila menemukan manisan ataupun madu, beliau memakannya. Bila menemukan susu tanpa roti, beliau mencukupkan diri dengannya. Bila menemukan semangka atau kurma muda, beliau memakannya.

Beliau memakai jenis pakaian yang ada. Terkadang syamlah (sejenis pakaian bungkus), dan terkadang jubah wol. Jenis pakaian mubah apa pun yang ada, beliau memakainya.

Beliau menaiki kendaraan yang beliau dapat. Terkadang kuda, terkadang unta, terkadang bagal, terkadang keledai, ataupun berjalan kaki.

Beliau tidak melewatkan waktu untuk selain beramal untuk Allah -Ta'ālā-, ataupun untuk selain kebutuhan beliau dan rumah tangganya.

Masih banyak lagi potret kebaikan akhlak dan muamalah beliau. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau.

Penutup

Islam adalah agama yang agung. Ia memberikan pribadi muslim -yang taat dengan ajarannya- kebahagiaan, kehidupan tenteram, dan kondisi yang baik di dunia, serta kenikmatan kekal dan kebahagiaan abadi di akhirat nanti. Di samping itu, Islam merealisasikan bagi masyarakat muslim yang patuh dengan ajarannya berupa kemuliaan, kemajuan, kesucian, pertumbuhan, persatuan sosial, dan keamanan.

Wahai saudaraku yang meraih hidayah Islam! Selamat untukmu karena telah mendapatkan nikmat besar ini, lantas mempelajari akidah dan syariat Islam, ajaran dan hukum-hukumnya, akhlak dan adab-adabnya, serta berpegang erat dan berkomitmen dengannya di seluruh sisi kehidupan semaksimal mungkin. Dengan hal ini, engkau akan mendapatkan dampak positif Islam pada dirimu. Islam mengubahmu menjadi orang yang baik, engkau mendapatkan kebahagiaan dalam dirimu, dan semua orang di sekitarmu pun bahagia dengannya, baik orang tua, istri, anak-anak, kerabat, tetangga, teman, dan semua orang yang berinteraksi dengan dirimu yang Allah muliakan dengan masuk ke dalam agama-Nya dan meniti jalan yang mengantarkan kepada-Nya.

Buku sederhana ini adalah langkah awalmu dalam mempelajari hukum-hukum agamamu. Selanjutnya, engkau harus bersungguh-sungguh untuk menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh serta membina diri dan mensalehkan jiwa. Semakin bertambah pengetahuanmu tentang Islam serta pengamalanmu terhadap apa yang engkau ketahui, maka semakin bertambah kedekatanmu kepada Tuhanmu. Perhatikanlah Al-Qur`ān al-Karīm dengan mempelajari, membaca, dan menadaburi ayat-ayatnya. Pelajarilah biografi Rasulullah ﷺ dan hadis-hadisnya. Beliau adalah suri teladan yang mesti engkau ikuti dalam kehidupan ini. Beliaulah satu-satunya yang Allah perintahkan kepadamu untuk diterima semua yang dia ajarkan. Adapun manusia lainnya, kendati setinggi apapun kedudukan mereka, ucapannya akan diterima selama sesuai Al-Qur`ān dan Sunah, sedangkan yang menyelisihi keduanya ditolak. Hindarilah berdebat dalam agama, jauhilah debat kusir, berselisih, dan berseteru dengan saudaramu sesama muslim.

Kami memohon kepada Allah agar Dia memberi petunjuk dan keteguhan untuk kami dan untukmu di atas agama ini sampai kita bertemu dengan-Nya sedangkan Dia rida kepada kita. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita, Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua pengikutnya hingga hari Kiamat.