المناهج التعليمية - الصف الأول

المناهج التعليمية - الصف الأول

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Pertama

Language: lang_id
Prepared by:
Version: 3.1
Translations 3
English Indonesian Chinese
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Pertama

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi ilmu tauhid yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Topik terpenting yang dibahas pada level pertama meliputi hal-hal yang wajib diketahui oleh setiap manusia, di antaranya adalah:

- Mengenal Allah Ta'ala melalui ayat-ayat-Nya, ciptaan-Nya serta keajaiban kekuasaan-Nya; dan bahwa Dialah Rabb, Pencipta, dan Pemberi rezeki, satu-satunya yang berhak disembah tanpa selain-Nya.

- Mengenal Nabi Muhammad ﷺ.

- Mengenal agama Islam berdasarkan dalil.

LEVEL PERTAMA

MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang belum dia ketahui. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi yang ummi lagi mulia, yang diutus oleh Allah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Tauhid (mengesakan) Allah -'Azza wa Jalla- adalah kewajiban yang paling fundamental, dan mempelajarinya menjadi disiplin ilmu yang paling mulia dan paling utama. Hal ini dikarenakan tauhid merupakan fondasi yang menjadi dasar keabsahan dan diterimanya semua amalan. Kebutuhan manusia kepadanya melebihi segala kebutuhan lainnya; karena hati tidak akan menemukan esensi kehidupan, kenikmatan, dan ketenangan kecuali dengan mengenal Rabb-nya, sembahannya, dan Penciptanya melalui pengenalan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Di samping itu, pendalaman pemahaman agama serta penguasaan tata cara ibadah—seperti bersuci, salat, dan ibadah lainnya—merupakan indikator kebahagiaan seseorang sekaligus tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi hamba tersebut. Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Dia akan menjadikannya paham urusan agama."[1] Berangkat dari urgensi tersebut, Kantor Bimbingan Ekspatriat berkomitmen untuk mengajarkan materi tauhid guna menanamkan akidah yang benar dalam jiwa para murid, dan mengajarkan mereka hukum-hukum fikih agar mereka dapat menunaikan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat, serta memiliki wawasan dan pemahaman yang mendalam dalam urusan agama mereka. [1] HR. Bukhari (No. 7)

Di dalam buku tauhid level ini, para murid akan mempelajari prinsip-prinsip dasar agama mereka yang mencakup tiga domain utama, yaitu:

1- Mengenal Tuhan mereka. 2- Mengenal agama mereka. 3- Mengenal Nabi mereka.

Setiap materi pembelajaran telah disertai dengan target capaian tertentu yang relevan dengan karakteristik subjek bahasannya. Penyajian materi dilakukan secara ringkas, menggunakan diksi yang jelas, serta disusun secara sistematis-prosedural (bertahap). Selain itu, setiap bab dilengkapi dengan instrumen evaluasi berupa pertanyaan dan panduan instruksional bagi pengajar sebagai referensi dalam mengoptimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Berikut ini adalah beberapa pesan bagi guru:

1- Ikhlas kepada Allah adalah syarat diterimanya amal, maka jadikanlah amalmu murni semata-mata karena wajah Allah ﷻ, niscaya engkau akan beruntung di dunia dan akhiratmu.

2- Integritas dalam menjaga amanah merupakan kunci keselamatan. Anda, sebagai tenaga pendidik, berada di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta mengemban tanggung jawab besar atas pengembangan intelektual dan fitrah para generasi muda Muslim. Oleh karena itu, jagalah amanah profesional ini demi meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

3- Mengajarkan materi tauhid adalah salah satu amalan yang paling mulia. Tidak ada kebaikan bagi para hamba dan tidak pula ada keselamatan dari kehinaan dunia dan azab akhirat kecuali dengan mengenal dan mengamalkan tauhid. Maka, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menanamkan akidah yang benar di dalam jiwa para murid, dan jadilah juru bicara yang jujur serta teladan yang hidup bagi idealisme dan nilai-nilai luhur yang engkau dakwahkan.

4. Optimalisasi momentum situasional untuk mengulas keesaan dan kekuasaan Allah, seperti saat awan mendung menyelimuti langit, kilatan petir, suara guntur, turunnya hujan, maupun fenomena alam lainnya yang mampu menstimulasi respons spiritual serta memperkuat dorongan keimanan dalam diri seorang Muslim.

5- Penyederhanaan materi melalui metode perumpamaan (analogi) serta pengaitan substansi pembelajaran dengan realitas kehidupan (kontekstualisasi) memiliki signifikansi besar dalam meningkatkan antusiasme murid terhadap mata pelajaran. Hal ini, pada gilirannya, akan memotivasi mereka untuk mendalami materi serta mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Sebagai penutup, kami sampaikan kabar gembira berupa sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah kematiannya adalah ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan."[2] [2] HR. Ibnu Majah (No. 242)

BUKU TAUHID

Judul --- Hal.

Materi Pertama: Perkara yang Wajib Diketahui Manusia

Materi Kedua: Tuhanku Adalah Allah

Materi Ketiga: Mengenal Allah

Materi Keempat: Allah Sang Pencipta

Materi Kelima: Di Antara Keajaiban Kuasa Allah pada Makhluk-Nya

Materi Keenam: Allah Pemberi Rezeki

Materi Ketujuh: Aku Menyembah Allah Tuhanku

Materi Kedelapan: Agamaku Adalah Islam

Materi Kesembilan: Nabiku Adalah Muhammad ﷺ

Materi Kesepuluh: Al-Qur`an Al-Karim

MATERI PERTAMA[3]

[3] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan perkara yang wajib diketahui manusia. - Murid merasa bangga dengan agama Islam.

PERKARA YANG WAJIB DIKETAHUI MANUSIA[4]

[4] Panduan Instruksional bagi Guru - Nabi ﷺ bersabda, "Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan ketika sore dan pagi hari: 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bi muḥammadin ﷺ nabiyyan (Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai nabiku)' sebanyak tiga kali, melainkan wajib bagi Allah untuk meridainya pada hari kiamat." HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/337). - Menjelaskan karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada manusia berupa menciptakan mereka dari ketiadaan, dan menganugerahi mereka rezeki yang baik-baik untuk mereka gunakan beribadah kepada-Nya. - Anugerah Allah kepada para hamba-Nya dengan mengutus seorang rasul kepada mereka—yaitu Muhammad ﷺ. Siapa yang menaatinya, niscaya akan beruntung dan berbahagia di dunia dan akhirat. - Menjelaskan keagungan agama Islam yang telah Allah ridai untuk hamba-hamba-Nya. Allah Ta'ala berfirman: "... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian untuk kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama kalian." (QS. Al-Mā`idah: 3)

Siapa Tuhanmu? Tuhanku adalah Allah.

Apa agamamu? Agamaku adalah Islam.

Siapa nabimu? Nabiku adalah Muhammad ﷺ.

* Aku konsisten membaca zikir dari Nabi ini sebanyak tiga kali pada pagi dan sore hari: Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bi muḥammadin ﷺ nabiyyan.

Soal-Soal Evaluasi

Isilah titik-titik dengan kata yang tepat!

- Tuhanku adalah . . . . . . . . . . . . . . .

- Agamaku adalah . . . . . . . . . . . . . . .

- Nabiku adalah . . . . . . . . . . . . . . .

MATERI KEDUA[5]

[5] Tujuan Pembelajaran - Murid mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. - Murid dapat menjelaskan ketinggian Allah di atas makhluk-Nya. - Murid dapat menyebutkan sebagian nikmat Allah kepada makhluk-Nya.

TUHANKU ADALAH ALLAH[6]

[6] Panduan Instruksional bagi Guru - Merujuk hadis budak perempuan yang ditanyai oleh Rasulullah ﷺ, "Di mana Allah?" Ia menjawab, "Di atas langit ...." HR. Muslim (No. 5307). - Menjelaskan makna ungkapan "memeliharaku dengan nikmat-Nya": maksudnya adalah, Dia membekaliku dengan nikmat-nikmat yang lahir dan batin. Di antara nikmat lahir adalah: nikmat keamanan, kesehatan, dan keafiatan. Sedangkan nikmat yang batin di antaranya adalah: nikmat iman dan hidayah. - Menginternalisasi nilai-nilai pengagungan kepada Allah dalam jiwa murid.

Siapa Tuhanmu? Tuhanku adalah Allah.

Di Mana Allah? Allah di atas langit.

Siapakah yang telah menciptakanmu serta memeliharamu dengan nikmat-nikmat-Nya? Allah yang telah menciptakanku dan memeliharaku dengan nikmat-nikmat-Nya.

Soal-Soal Evaluasi

- Siapa Tuhanmu?

- Di manakah Allah?

- Siapakah yang menciptakanmu dan memeliharamu dengan nikmat-nikmat-Nya?

MATERI KETIGA[7]

[7] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu mengidentifikasi serta menyebutkan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan makhluk ciptaan-Nya. -Murid melakukan refleksi mendalam terhadap ayat-ayat Allah dan makhluk ciptaan-Nya. - Murid dapat menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menghidupkan manusia setelah kematian untuk dihisab dan diberi balasan.

MENGENAL ALLAH[8]

[8] Panduan Instruksional bagi Guru - Menyebutkan contoh lain perbuatan Allah Ta'ala, seperti: menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuhan, mengabulkan doa, dan menghilangkan kesusahan. - Memotivasi murid untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan makhluk ciptaan-Nya. - Makna "kebangkitan" adalah kebangkitan setelah mati untuk menghadapi hisab dan balasan. - Menginternalisasi keimanan terhadap hari kebangkitan di dalam jiwa murid.

Aku mengenal Tuhanku melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan makhluk ciptaan-Nya. Di antara tanda kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, sedangkan di antara makhluk ciptaan-Nya ialah langit dan bumi.

Allah yang telah menghidupkanku, kemudian akan mematikanku, dan hanya kepada-Nya aku dibangkitkan.

Soal-Soal Evaluasi

1. Dengan apa kamu mengenal Tuhanmu?

2. Siapakah yang menghidupkanmu, kemudian akan mematikanmu?

MATERI KEEMPAT[9]

[9] Tujuan Pembelajaran - Murid merenungkan makhluk ciptaan Allah Ta'ala untuk menghayati keagungan-Nya. - Murid dapat menjelaskan karunia Allah Ta'ala kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan mereka dari ketiadaan.

ALLAH SANG PENCIPTA[10]

[10] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa keagungan makhluk menunjukkan keagungan Sang Pencipta Subhanahu wa Ta'ala dan hak-Nya untuk disembah. - Sebaiknya pelajaran dijelaskan di luar kelas, agar murid-murid dapat merenungkan makhluk-makhluk Allah yang besar, seperti: langit, bumi, dan pepohonan. - Menggali contoh lain terkait makhluk-makhluk ciptaan Allah Ta'ala dengan melibatkan partisipasi murid. - Menganjurkan murid untuk memikirkan makhluk-makhluk ciptaan Allah agar mereka dapat menghayati keagungan-Nya Ta'ala.

Allah yang menciptakanku serta menciptakan seluruh manusia.

Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Allah yang menciptakan siang dan malam, serta matahari dan bulan.

Soal-Soal Evaluasi

Isilah titik-titik dengan kata yang tepat!

. . . . . . . yang menciptakan seluruh makhluk.

. . . . . . . yang menciptakan langit dan bumi.

. . . . . . . yang menciptakan matahari dan bulan.

MATERI KEEMPAT[11]

[11] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan beberapa makhluk ciptaan Allah Ta'ala. - Murid dapat menyebutkan sebuah dalil bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. - Murid merenungkan makhluk-makhluk ciptaan Allah.

ALLAH SANG PENCIPTA[12]

[12] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan keesaan Allah dalam menciptakan. - Menjelaskan kewajiban beribadah hanya kepada Allah semata, yang menciptakan segala sesuatu. - Menyebutkan manfaat sebagian makhluk, seperti lautan dan pepohonan.

Allah yang menciptakan gunung, laut, dan pohon. Allah Ta'ala berfirman, "Alllah Pencipta segala sesuatu, dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu." [QS. Az-Zumar: 62]

Jadi, aku wajib beribadah kepada Allah saja, yang menciptakan segala sesuatu.

Soal-Soal Evaluasi

1. Sebutkan tiga contoh ciptaan Allah Ta'ala!

2. Allah Pencipta segala sesuatu. Apa dalilnya?

3. Allah Ta'ala berfirman, "Dialah yang telah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya." [QS. Yūnus: 5]

Isilah titik-titik berikut!

Di antara manfaat matahari . . . . .

Di antara manfaat bulan: . . . . .

MATERI KELIMA[13]

[13] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan sisi keagungan makhluk ciptaan Allah. - Murid dapat merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

KEAJAIBAN KUASA ALLAH PADA MAKHLUKNYA[14]

[14] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan sisi keagungan makhluk dengan penjelasan yang sesuai dengan daya pikir murid-murid. - Menjelaskan bahwa merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah akan menambah keimanan seorang muslim, pengetahuannya tentang Tuhannya, serta rasa cinta dan pengagungan kepada-Nya. - Guru hendaknya memotivasi murid-murid untuk merenungkan makhluk-makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang ada di sekitar mereka, disertai penjelasan mengenai manfaat makhluk-makhluk tersebut bagi manusia dan selainnya.

Allah Ta'ala berfirman: "Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka." [QS. Āli 'Imrān: 191]

Sungguh heran, bagaimana Allah didurhakai *** Bahkan, bagaimana orang mengingkari-Nya.

Pada setiap sesuatu terdapat tanda *** yang menunjukkan bahwa Dia itu Maha Esa.

MATERI KEENAM[15]

[15] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan beberapa contoh nikmat Allah Ta'ala. - Murid bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya.

ALLAH PEMBERI REZEKI[16]

[16] Panduan Instruksional bagi Guru - Menyebutkan manfaat hujan. - Menekankan kewajiban menjaga air dan tidak boros menggunakannya. - Mengingatkan murid-murid bahwa meletakkan sampah sisa makanan di tempat yang telah disediakan termasuk sikap syukur nikmat, dan syukur nikmat adalah sebab bertambahnya nikmat tersebut. Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian." [QS. Ibrāhīm: 7] - Menyadarkan murid-murid akan manfaat besar pendengaran dan penglihatan. - Mengingatkan murid-murid bahwa Allah menganugerahi kita nikmat-nikmat yang besar berupa makanan, minuman, pendengaran, dan penglihatan, agar kita menggunakannya untuk meningkatkan ketaatan kepada-Nya.

- Allah yang menurunkan hujan dari langit.

- Allah yang memberi kita makanan dan minuman.

- Allah yang telah memberi kita pendengaran dan penglihatan.

Soal-Soal Evaluasi

1. Siapa yang memberi kita makanan dan minuman?

2. Isilah titik-titik berikut ini!

Aku menggunakan nikmat penglihatan untuk . . . . . . .

Aku menggunakan nikmat pendengaran untuk . . . . . . .

MATERI KEENAM[17]

[17] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan dalil bahwa Allah adalah Sang Pemberi Rezeki. - Murid bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat agung yang telah Dia anugerahkan.

ALLAH YANG MEMBERI KITA KESEHATAN DAN KEAMANAN[18]

[18] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan keesaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam memberi rezeki. - Memotivasi murid-murid untuk memohon kesehatan dan keamanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. - Memotivasi murid-murid untuk mengucapkan "alḥamdulillāh" setiap kali mendapat nikmat. - Menyebutkan contoh nikmat-nikmat Allah lainnya. Sebagian ulama salaf berkata, "Menyebutkan nikmat dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Tuhan Pemberi nikmat -Tabāraka wa Ta'ala-."

Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh." [QS. Aż-Żāriyāt: 58]

Jadi, aku wajib bersyukur kepada Allah yang telah memberiku segala sesuatu.

Soal-Soal Evaluasi

1. Siapakah yang memberi kita segala sesuatu?

2. Sebutkan dua contoh nikmat dari Allah.

3. Isilah titik-titik berikut ini!

- Seorang muslim bersyukur kepada Allah atas setiap nikmat-Nya, lalu mengucapkan . . . . . . . . . . .

- Bagaimana keadaan bumi jika Allah tidak menurunkan hujan? . . . . . . . . . . .

- Bagaimana keadaan bumi setelah Allah menurunkan hujan? . . . . . . . . . . .

MATERI KETUJUH[19]

[19] Tujuan Pembelajaran - Murid hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak beribadah kepada siapa pun selain-Nya. - Murid dapat menyebutkan beberapa jenis ibadah. - Murid tidak mau terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan maksiat yang akan mendatangkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. - Murid merasa bangga dengan agama Islam.

AKU MENYEMBAH ALLAH, TUHANKU[20]

[20] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa Allah yang menciptakan dan memberi rezeki, serta yang menghidupkan dan mematikan, sehingga Dialah satu-satunya yang berhak disembah. - Menyebutkan berbagai jenis ibadah seperti salat, puasa, doa, menyembelih hewan, dan lain sebagainya. - Memotivasi murid-murid untuk mengerjakan berbagai ketaatan. - Memperingatkan murid-murid agar tidak terjerumus dalam perkataan atau perbuatan yang mendatangkan murka Allah.

- Aku seorang muslim. Aku hanya menyembah Allah. Aku tidak menyembah tuhan selain-Nya.

- Aku seorang muslim. Aku mencintai Allah dan taat kepada-Nya.

- Aku seorang muslim. Aku takut kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya.

- Aku seorang muslim. Aku hanya berdoa kepada Allah. Aku tidak berdoa kepada siapa pun selain-Nya.

Soal-Soal Evaluasi

1. Siapa satu-satunya yang wajib kita sembah?

2. Isilah titik-titik dengan kata yang sesuai!

surga - salat - Al-Qur'an - Allah

- Orang muslim itu hanya berdoa berdoa kepada . . . . . . . . .

- Orang muslim itu selalu menunaikan . . . . . . . . .

- Orang muslim itu banyak membaca . . . . . . . . . agar mendapatkan rida Allah ﷻ dan masuk . . . . . . . . .

MATERI KEDELAPAN[21]

[21] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan arti Islam. - Murid waspada terhadap kesyirikan dan para pelakunya. - Murid mencintai kaum muslimin.

AKU MUSLIM, AGAMAKU ISLAM[22]

[22] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan makna Islam. - Menanamkan kecintaan terhadap agama yang agung ini ke dalam jiwa murid-murid dengan menyebutkan keunggulan-keunggulannya. - Menjelaskan bahwa berpegang teguh pada Islam adalah satu-satunya sebab untuk meraih surga dan selamat dari neraka. - Menjelaskan bahwa di antara ajaran Islam adalah mencintai kaum muslimin, dan membenci orang kafir serta tidak meniru mereka.

Allah Ta'ala berfirman: "Sungguh, agama di sisi Allah adalah Islam." [QS. Āli 'Imrān: 19]

Islam artinya tunduk kepada Allah dengan memurnikan tauhid, patuh kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

Soal-Soal Evaluasi

Pasangkanlah pernyataan pada kolom pertama dengan pernyataan yang relevan pada kolom kedua!

Islam artinya:

tunduk kepada Allah

dari kesyirikan dan para pelakunya

patuh kepada-Nya

dengan memurnikan tauhid

berlepas diri

dengan melaksanakan ketaatan

MATERI KEDELAPAN[23]

[23]Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan dasar utama agama Islam. - Murid bangga dengan agama Islam. - Murid dapat menjelaskan bahwa semua agama selain Islam adalah batil.

AGAMAKU ISLAM[24]

[24] Panduan Instruksional bagi Guru - Memberi rujukan pada hadis Mu'āż -raḍiyallāhu 'anhu- ketika Rasulullah ﷺ mengutusnya ke Yaman dan memerintahkannya agar hal pertama yang ia dakwahkan kepada mereka adalah syahadat "lā ilāha illallāh". (HR. Bukhari, No. 7372 dan Muslim, No. 19) - Menjelaskan keagungan dua kalimat syahadat, dan bahwa keduanya adalah syarat utama bagi seorang manusia untuk masuk ke dalam Islam. - Memberikan contoh agama-agama yang batil, seperti Yahudi, Nasrani, paganisme, dan lainnya. - Menjelaskan bahwa orang yang mati di luar Islam, tempat kembalinya adalah neraka.

Dasar Islam adalah syahadat Lā ilāha illallāh Muḥammad rasūlullāh.

* Semua agama selain Islam adalah batil.

Allah Ta'ala berfirman: "Siapa yang mencari agama selain Islam, maka agamanya itu tidak akan diterima, dan dia termasuk orang yang rugi di akhirat." [QS. Āli 'Imrān: 85]

Jadi, aku seorang muslim. Aku tidak menerima agama apa pun selain Islam.

Soal-Soal Evaluasi

1. Apa dasar utama agama Islam?

2. Isilah titik-titik di bawah ini dengan kata yang tepat dari kata-kata berikut: Islam - neraka

- Semua agama selain . . . . . . . . . adalah batil. Siapa yang meninggal di atas agama selain Islam maka akan masuk . . . . . . . . .

3. Allah tidak menerima agama selain Islam. Sebutkanlah dalilnya!

4. Bubuhkan tanda (✓) pada situasi atau momentum di mana seorang muslim membaca syahadat!

( ) Ketika azan ( ) Ketika makan ( ) Setelah selesai berwudu ( ) Setelah bersin

MATERI KESEMBILAN[25]

[25] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan nasab Nabi Muhammad ﷺ. - Murid dapat menyebutkan bahwa Allah ﷻ mengutus Muhammad ﷺ kepada seluruh umat manusia. - Murid dapat menjelaskan hikmah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.

NABIKU MUHAMMAD ﷺ [26]

[26] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa di antara bentuk rahmat Allah kepada para hamba-Nya adalah Dia mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada mereka untuk mengajak mereka beribadah hanya kepada Allah. - Menjelaskan bahwa di antara konsekuensi mencintai Rasul ﷺ adalah menaati apa yang beliau perintahkan serta meneladan beliau. - Memperingatkan murid-murid agar tidak beribadah kepada selain Allah. - Memotivasi murid-murid untuk berselawat kepada Nabi ﷺ ketika nama beliau disebut. - Menyebutkan kisah kelahiran Rasul ﷺ pada Tahun Gajah dengan gaya edukatif yang sesuai.

Nabiku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muṭṭalib.

Allah mengutus beliau kepada seluruh manusia.

Allah mengutus beliau untuk mengajak mereka beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya.

Soal-Soal Evaluasi

Nama Nabiku: . . . . . . . . .

Allah mengutus beliau kepada seluruh . . . . . . . . .

Allah mengutus beliau untuk mengajak mereka . . . . . . . . . hanya kepada Allah, dan meninggalkan . . . . . . . . . kepada selain-Nya.

MATERI KESEMBILAN[27]

[27] Tujuan Pembelajaran - Murid diberikan penjelasan bahwa cinta kepada Rasul ﷺ diwujudkan dengan menaati dan meneladan beliau. - Murid diberikan penjelasan bahwa siapa yang menaati Rasul ﷺ akan masuk surga, sebaliknya siapa yang durhaka kepada beliau akan masuk neraka. - Murid waspada agar tidak menyelisihi perintah Rasul ﷺ.

NABIKU MUHAMMAD ﷺ [28]

[28] Panduan Instruksional bagi Guru - Memotivasi murid-murid untuk taat kepada Rasul ﷺ dan mencintai beliau, serta memperingatkan mereka agar tidak menyelisihi perintah beliau. - Menyebutkan bahwa siapa saja yang mencintai Rasul ﷺ, maka ia akan bersama beliau di surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis: "Seseorang akan bersama orang yang ia cintai." (HR. Bukhari, No. 6169) - Menyebutkan sebagian akhlak Rasul ﷺ, seperti jujur, amanah, dan pemaaf, dengan menyertakan contoh-contoh dan peristiwa nyata dalam kehidupan beliau yang akan memotivasi murid-murid untuk semakin mencintai dan meneladan beliau. - Menyebutkan contoh-contoh kecintaan para sahabat -riḍwānullāhi 'alaihim- kepada Rasul ﷺ serta ketaatan mereka kepada beliau.

Siapa yang taat kepada Rasul ﷺ pasti akan masuk surga.

Siapa yang durhaka kepada Rasul ﷺ maka dia akan masuk neraka.

Jadi, aku wajib mencintai Rasul ﷺ dan menaati beliau.

Soal-Soal Evaluasi

Isilah titik-titik berikut!

- Siapa yang taat kepada Rasul ﷺ pasti akan masuk . . . . . . . . .. Sebaliknya, siapa yang durhaka kepada beliau maka dia akan masuk . . . . . . . . ..

- Di antara sifat-sifat Rasul ﷺ adalah jujur, . . . . . . . . . . . . . . .، . . . . . . . . .

- Apa yang kamu ucapkan ketika mendengar nama Rasulullah?

MATERI KESEPULUH[29]

[29] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan bahwa Al-Qur`an Al-Karim adalah firman Allah Ta'ala. - Murid memuliakan Al-Qur`an Al-Karim. - Murid melaksanakan perintah-perintah yang terdapat di dalam Al-Qur`an Al-Karim. - Murid menjauhi larangan-larangan yang terdapat di dalam Al-Qur`an Al-Karim.

AL-QUR`AN AL-KARIM[30]

[30] Pedoman Guru: - Menyebutkan kisah turunnya Al-Qur`an Al-Karim kepada Rasulullah ﷺ di Gua Hira dengan gaya bahasa yang sesuai untuk para murid. - Menanamkan kecintaan kepada Al-Qur`an Al-Karim di dalam jiwa para murid. - Memotivasi murid-murid untuk membaca Al-Qur`an Al-Karim dan menghafalnya, karena di dalamnya terdapat pahala dan ganjaran. Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari, No. 5027). Beliau juga bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan 'Alif Lām Mīm' itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf." (HR. Tirmizi, No. 2910) - Mengingatkan kewajiban menghormati dan mengagungkan Al-Qur`an Al-Karim, serta diam menyimak ketika mendengarkannya. Menyebutkan dalil, yaitu firman-Nya Ta'ala, "Apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat." (QS. Al-A'rāf: 204) - Menyebutkan sebagian nama Al-Qur`an, seperti: Aż-Żikr, Al-Furqān, dan Al-Kitāb. - Memotivasi murid-murid untuk mengamalkan Al-Qur`an Al-Karim dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.

Al-Qur`an Al-Karim adalah firman Allah Ta'ala.

Aku wajib mencintainya, membacanya, dan mengamalkannya.

Aku menghafal Ayat Kursi, dan aku membacanya setiap selesai salat dan sebelum tidur.

Soal-Soal Evaluasi

1. Apa nama kitab yang Allah Ta'ala turunkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ?

2. Isilah titik-titik berikut ini dengan kata yang sesuai!

- Aku seorang muslim, kitabku adalah . . . . . . . Al-Karim.

- Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang . . . . . . . Al-Qur`an dan mengajarkannya."

Buku ini membahas materi "Fikih" untuk Level Pertama. Di dalamnya dijelaskan tentang masalah-masalah dasar dalam fikih bersuci seperti wudu, salat, dan hukum-hukum keduanya. Selain itu, buku ini juga menjelaskan tata cara pelaksanaan wudu dan salat secara praktis beserta penjelasan hal-hal yang membatalkan salat, serta membahas pentingnya bersuci dalam Islam dan kewajiban-kewajiban seorang muslim dalam bersuci dan salat.

Judul: KURIKULUM PELAJARAN ILMU FIKIH Level Pertama

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi ilmu fikih yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Adapun topik serta persoalan terpenting yang dibahas pada level pertama meliputi hal-hal berikut ini:

1. Penjelasan mengenai definisi taharah (bersuci), yang disertai dengan eksposisi mengenai klasifikasi air ṭahūr (suci lagi menyucikan) beserta contoh-contoh.

2. Deskripsi tata cara berwudu.

3- Pemaparan kedudukan salat dalam Islam, penjelasan tata caranya yang disyariatkan, dan penyebutan hal-hal yang membatalkannya. Pemaparan mengenai kedudukan salat dalam syariat Islam, deskripsi mengenai tata cara pelaksanaannya sesuai syariat, dan identifikasi berbagai faktor pembatalnya.

LEVEL PERTAMA

MATERI PERTAMA [1]

[1] Panduan Instruksional bagi Guru - Memberikan penjelasan mengenai definisi air ṭahūr (suci lagi menyucikan) disertai dengan penyebutan contoh-contohnya. - Memaparkan justifikasi syariat mengenai kebolehan purifikasi (menghilangkan najis) dari tempat keluarnya urin dan feses dengan menggunakan batu atau tisu. - Memberikan dorongan dan edukasi kepada murid-murid untuk menggunakan tangan kiri dalam proses pembersihan najis. - Menyertakan kutipan beberapa ayat Al-Qur`an mengenai taharah. - Mengingatkan murid-murid dengan doa masuk toilet: "Allāhumma innī a'ūżu bika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ" (Ya Allah, sesungguhnya saya memohon perlindungan kepada-Mu dari setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan). Hadisnya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih-nya, Kitab Wudu, Bab: Doa yang Diucapkan Ketika Masuk Toilet (No. 142). Adapun tambahan lafaz "Bismillāh", maka silakan baca di Fath al-Bārī (1/244). - Mengingatkan murid-murid dengan doa ketika keluar dari toilet: "Gufrānaka" (Saya memohoan ampunan-Mu). Hadisnya diriwayatkan oleh Abu Daud, Kitab aṭ-Ṭahārah, Bab: Doa yang Diucapkan Seseorang Bila Keluar dari Toilet (No. 30).

BERSUCI [2]

[2] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan sifat air yang digunakan untuk bersuci. - Murid dapat menerangkan hal-hal yang wajib dilakukan setelah buang hajat. - Murid mampu menyebutkan objek-objek yang harus dibersihkan dari najis saat hendak melaksanakan salat.

Bersuci itu wajib karena Allah Ta'ala telah memerintahkan kita melakukannya.

Setelah buang hajat, saya wajib membersihkan saluran keluarnya urin dan feses menggunakan air ṭahūr (suci lagi menyucikan) setelah membuang hajat

Di antara bentuk bersuci adalah wudu. Sebab itu, saya wajib berwudu dengan air ṭahūr (suci lagi menyucikan)[3] sebelum mengerjakan salat. [3] Air ṭahūr (suci lagi menyucikan) adalah seperti air sungai, air laut, dan air hujan.

Di antara bentuk bersuci adalah menghilangkan najis menggunakan air dari tubuh, pakaian, dan tempat salat.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Letakkan tanda benar (V) dan tanda salah (X) di depan pernyataan yang sesuai!

( ) Mengerjakan salat kemudian berwudu.

( ) Berwudu kemudian mengerjakan salat.

Soal 2: Isilah titik-titik berikut!

Saya berwudu dengan .......................... suci lagi menyucikan.

Soal 3: Berilah garis di bawah zat yang dapat menyucikan pakaian bernajis!

Air

Tanah

Soal 4: Tulislah kalimat-kalimat berikut!

- Saya membersihkan saluran keluarnya urin dan feses menggunakan air suci lagi menyucikan.

- ....................................................

- ....................................................

- Saya berwudu untuk salat dengan air suci lagi menyucikan.

- .....................................................

- ....................................................

- Salat tidak sah kecuali dengan wudu menggunakan air suci lagi menyucikan.

- ....................................................

- ....................................................

- Saya tidak mengerjakan salat di tempat yang bernajis.

- ....................................................

- ....................................................

- Ketika hendak salat, saya menghilangkan najis dari pakaian, tubuh, dan tempat salat.

- ...................................................................

- ......................................................................................................

MATERI KEDUA[4]

[4] Panduan Instruksional bagi Guru Penjelasan pelajaran ini mencakup hal-hal berikut: - Mengajak para murid ke luar kelas. - Mempraktikkan tata cara wudu secara langsung di hadapan murid-murid sehingga mereka dapat melihat guru. - Selama praktik, guru menunjukkan batasan setiap anggota wudu dan cara membasuhnya. - Meminta beberapa murid untuk mempraktikkan wudu di hadapan teman-teman mereka. - Guru meminta beberapa murid untuk menyebutkan bagian yang wajib dibasuh dari setiap anggota wudu. - Seluruh murid mempraktikkan wudu agar guru dapat memastikan bahwa mereka telah menguasainya. - Kabar gembira bagi guru terkait pahala besar yang akan dia peroleh karena telah mengajarkan tata cara wudu kepada murid-murid. Siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.

TATA CARA BERWUDU

Aku berniat wudu dalam hati, lalu melakukan hal-hal berikut:

- Aku membaca "bismillāh".

- Aku membasuh kedua telapak tanganku sebanyak tiga kali.

- Aku berkumur-kumur sekaligus menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali.

- Aku membasuh wajahku sebanyak tiga kali.

- Aku membasuh kedua tanganku dari ujung-ujung jari hingga kedua siku sebanyak tiga kali.

- Aku mengusap kepala beserta kedua telingaku satu kali.

- Aku membasuh kedua kakiku hingga kedua mata kaki tiga kali.

MATERI KETIGA[5]

[5] Panduan Instruksional bagi Guru - Mengingatkan para murid bahwa batasan wajib dalam berwudu adalah membasuh anggota wudu sebanyak satu kali, sedangkan cara yang paling sempurna adalah membasuhnya sebanyak tiga kali. - Memotivasi para murid untuk menghafal doa yang dibaca setelah selesai berwudu: "Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīkalahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluhu." HR. Ahmad (3/265). Dalam riwayat Tirmizi (No. 55), Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang berwudu lalu memperbagus wudunya, kemudian membaca: "Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīkalahu wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluhu. Allāhumma-j'alnī minat-tawwābīn wa-j'alnī minal-mutaṭahhirīn", maka akan dibukakan untuknya delapan pintu surga, ia dapat masuk dari pintu mana pun yang ia kehendaki." - Memotivasi para murid untuk menjaga nikmat air dan tidak berlebih-lebihan dalam menggunakannya.

PRAKTIK CARA BERWUDU[6]

[6] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan sifat air yang digunakan untuk berwudu. - Murid dapat menentukan tempat niat. - Murid dapat mempraktikkan wudu dengan benar.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Urutkanlah tata cara berwudu dengan membubuhkan nomor yang sesuai!

Aku membasuh wajah

Aku berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung.

Aku membasuh kedua kakiku hingga kedua mata kaki.

Aku mengusap kepala beserta kedua telingaku.

Aku membasuh kedua tanganku hingga kedua siku.

Aku membasuh kedua telapak tanganku.

Soal 2: Tulislah kalimat-kalimat berikut ini!

- Aku membaca "bismillāh" ketika memulai wudu.

- ....................................................

- ....................................................

- Aku berwudu dengan air suci lagi menyucikan.

- ....................................................

- ....................................................

- Aku melakukan amalan-amalan wudu secara berurutan pada anggota wudu.

- ....................................................

- ....................................................

- Aku tidak menyisakan sedikit pun dari bagian anggota wudu yang tak terbasuh.

- ....................................................

- ....................................................

Wahai anakku, berwudu dan dirikanlah salat... salatlah untuk Tuhanmu niscaya engkau akan meraih rida-Nya.

Jika Allah rida kepada seorang muslim... ia akan memperoleh kebahagiaan sepanjang hidup.

Setelah selesai berwudu, aku membaca:

"Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh." Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

MATERI KEEMPAT[7]

[7] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa rukun Islam ada lima. - Menjelaskan bahwa salat itu lima kali dalam hitungan, tetapi lima puluh terkait nilai pahalanya. Lihat: Sahih Bukhari, Kitab Salat (No. 349). - Memotivasi para murid untuk menjaga salat pada waktunya, karena ia adalah tiang Islam dan sebab untuk masuk surga. Sebaliknya, meninggalkannya adalah salah satu sebab masuk neraka. Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Perjanjian (batas) antara kita dan mereka adalah salat. Siapa yang meninggalkannya, sungguh ia telah kafir." HR. Tirmizi, Kitab Iman, Bab: Hadis Tentang Meninggalkan Salat (No. 2621).

SALAT-SALAT FARDU[8]

[8] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan kedudukan salat dalam Islam. - Murid dapat menyebutkan salat-salat fardu dalam sehari semalam. - Murid dapat menentukan jumlah rakaat setiap salat.

Salat adalah rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.

Salat fardu dalam sehari semalam ada lima, yaitu:

Salat Subuh: 2 rakaat

Salat Zuhur: 4 rakaat

Salat Asar: 4 rakaat

Salat Magrib: 3 rakaat

Salat Isya: 4 rakaat

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Lengkapilah rukun Islam yang kurang!

Dua kalimat syahadat – ............................. - Zakat - Puasa - Haji.

Soal 2: Urutkanlah salat fardu dari awal hari!

Salat Isya

Salat Zuhur

Salat Magrib

Salat Asar

Salat Fajar

Soal 3: Hubungkan setiap salat dengan jumlah rakaatnya!

Salat Fajar

Salat Zuhur

Salat Asar

Salat Magrib

Salat Isya

Soal 4: Hubungkanlah jawaban yang benar dengan garis menggunakan pena!

Aku memulai setiap hari dengan salat:

Zuhur

Fajar

Soal 5: Pilihlah salat-salat yang jumlah rakaatnya ada 4!

Salat Fajar

Salat Zuhur

Salat Asar

Salat Magrib

Salat Isya

Soal 6: Lingkari salat yang jumlah rakaatnya ada 3!

Salat Fajar

Salat Zuhur

Salat Asar

Salat Magrib

Salat Isya

Soal 7: Hubungkan dengan menggunakan pena antara salat-salat yang dikerjakan di siang hari!

Salat Magrib

Salat Zuhur

Salat Asar

Salat Isya

Salat Fajar

Soal 8: Pilihlah salat-salat yang dilaksanakan pada malam hari!

Salat Magrib

Salat Zuhur

Salat Asar

Salat Msya

Salat Fajar

Soal 9: Tulislah kalimat-kalimat berikut!

- Aku tidak mengakhirkan salat dari waktunya.

- ...................................................

- ....................................................

- Menjaga pelaksanaan salat ialah sebab masuk surga.

- ...................................................

- ....................................................

- Jika saya salat di masjid, saya mengikuti imam dalam seluruh gerakan salat.

- ....................................................

- ....................................................

MATERI KELIMA[9] [10]

[9] Panduan Instruksional bagi Guru Penjelasan pelajaran ini mencakup hal-hal berikut: - Guru mengajak murid-murid ke musala. - Mempraktikkan pelaksanaan salat di hadapan murid-murid disertai penjelasan tentang tata cara setiap rukun dan bacaan di dalamnya. - Guru meminta sebagian murid untuk mempraktikkan salat di hadapan teman-teman mereka sambil mengoreksi kesalahan yang mereka lakukan. - Guru mengulangi praktik salat hingga murid-murid memahaminya. - Seluruh murid mempraktikkan salat agar guru dapat memastikan kesempurnaan pelaksanaannya. Guru hendaknya bergembira dengan adanya pahala yang besar, karena siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. [10]- Penjelasan: 1- Anggota sujud yang tujuh adalah dahi sekaligus hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. 2- Tata cara duduk untuk tasyahud awal dan akhir. - Mengingatkan murid-murid bahwa mengulang bacaan (Subḥāna rabbiyal-'aẓīm) dan (Subḥāna rabbiyal-a'lā) sebanyak tiga kali adalah sunah, dan bahwa hal itu merupakan batas minimal kesempurnaan. - Penjelasan tata cara salat Nabi Muhammad ﷺ berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari ‘Āmir bin Sa‘d dari ayahnya, dia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri beliau hingga aku dapat melihat putihnya pipi beliau.” HR. Muslim (No. 582).

TATA CARA SALAT[11]

[11]Tujuan Pembelajaran - Murid dapat mempraktikkan salat dengan benar, lengkap dengan rukun-rukun dan wajib-wajibnya. - Murid dapat menjelaskan tata cara mengangkat kedua tangan pada saat takbiratulihram. - Murid dapat membedakan antara bacaan ketika rukuk dan bacaan ketika sujud.

Bagaimana caramu mengerjakan salat?

1- Aku menghadap kiblat.

2- Aku mengucapkan takbiratulihram dengan membaca:

"Allāhu akbar" sambil melihat ke tempat sujud.

3- Aku membaca Al-Fātiḥah, kemudian membaca sebagian Al-Qur`an yang telah saya hafal.

4- Aku bertakbir dan rukuk. Saat rukuk aku membaca:

"Subḥāna rabbiyal-'aẓīm" (Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung). Aku membacanya sebanyak tiga kali.

5- Aku bangkit dari rukuk seraya mengucapkan:

"Sami'allāhu liman ḥamidah. Rabbanā wa lakal-ḥamd" (Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, hanya untuk-Mulah segala pujian).

6- Aku bertakbir dan bersujud. Saat sujud aku membaca:

"Subḥāna rabbiyal-a'lā" (Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi). Aku membacanya sebanyak tiga kali.

(7) Iktidal (untuk duduk di antara dua sujud) sambil membaca: "Allāhu akbar".

Ketika duduk di antara dua sujud, aku membaca:

"Rabbi-gfir lī, rabbi-gfir lī" (Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku. Ya Tuhanku, ampunilah aku).

8. Aku sujud lagi seraya membaca: "Allāhu akbar".

Saat sujud, aku membaca: "Subḥāna rabbiyal-a'lā" sebanyak tiga kali.

9- Aku bangkit menuju rakaat kedua seraya membaca:

"Allāhu akbar". Lalu aku melakukan sebagaimana yang aku lakukan pada rakaat pertama.

10- Aku suduk setelah rakaat kedua untuk tasyahud awal.

11- Di rakaat yang tersisa, aku mengerjakan sama seperti yang aku kerjakan pada dua rakaat sebelumnya.[12] [12] Di dua rakaat terakhir, cukup membaca Surah Al-Fātiḥah.

12- Duduk di akhir salat untuk membaca tasyahud akhir[13] dan berselawat untuk Nabi ﷺ. Kemudian mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri seraya membaca: "As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh". [13] Pada salat dua rakaat hanya terdapat satu tasyahud.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Pilihlah jawaban yang benar!

a- Aku mengarahkan pandangan saat salat ke:

Atap

Dinding

Tempat sujud

b. Ketika rukuk, aku membaca:

Subḥāna rabbiyal-'aẓīm

Subḥāna rabbiyal-a'lā

c. Aku meletakkan kedua tanganku saat rukuk di:

Kedua lututku

Kedua betisku

Soal 2: Hubungkan ungkapan-ungkapan di kolom (A) dengan padanannya yang sesuai di kolom (B) berikut!

Kolom (A)

Ketika sujud, aku membaca:

Ketika rukuk, aku membaca:

Ketika duduk di antara dua sujud, aku membaca:

Ketika bangkit dari rukuk, aku membaca:

Kolom (B)

Subḥāna rabbiyal-'aẓīm

Subḥāna rabbiyal-a'lā

Sami'allāhu liman ḥamidah

Rabbi-gfir lī

Allāhu akbar

Soal 3: Lengkapilah isian yang kosong!

Aku gucapkan salam di akhir salat dengan membaca, “As-salāmu ....................................”

Soal 4: Tulislah kalimat berikut!

- Di rakaat yang tersisa, aku mengerjakan sama seperti yang aku kerjakan pada rakaat pertama.

- ....................................................

- ....................................................

MATERI KEENAM[14]

[14] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan tata cara mengangkat jari untuk tasyahud, yaitu dengan menggenggamkan jari kelingking dan jari manis tangan kanan, lalu menyatukan ibu jari dengan jari tengah hingga membentuk lingkaran, dan berisyarat dengan jari telunjuk. - Menjelaskan lafaz-lafaz tasyahud dengan gaya bahasa yang sesuai untuk para murid. - Menjelaskan bahwa salat dua rakaat hanya memiliki satu tasyahud, berbeda dengan salat tiga dan empat rakaat.

DOA TASYAHUD[15]

[15] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menentukan posisi tasyahud di dalam salat. - Murid dapat menghafal bacaan tasyahud. - Murid dapat mempraktikkan duduk untuk tasyahud dengan benar.

"At-taḥiyyātu lillāh waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt.

As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu waraḥmatullāhi wabarakātuhu.

As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣaliḥīn.

Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh." Artinya: "Segala ucapan penghormatan, selawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Kapan doa tasyahud dibaca?

Tasyahud dibaca setelah rakaat kedua dari salat. Ini disebut tasyahud awal. Juga dibaca setelah rakaat terakhir dari salat, dan ini disebut tasyahud akhir.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian yang kosong dengan salah satu dari kata-kata berikut!

(Ketiga - Terakhir - Pertama)

- Tasyahud awal dibaca setelah rakaat .............................

- Tasyahud akhir dibaca setelah rakaat ...........................

Soal 2: Kelompokkanlah salat-salat yang memiliki dua tasyahud dalam satu kelompok, dan salat yang hanya memiliki satu tasyahud dalam kelompok lain.

Dua Tasyahud --- Satu Tasyahud

Salat Isya

Salat Asar

Salat Magrib

Salat Subuh

Salat Zuhur

Soal 3: Tulislah kalimat-kalimat berikut!

- Aku mengikuti imam dalam semua gerakan salat.

- .....................................................

- ....................................................

- Aku membaca takbiratulihram ketika memulai salat.

- ....................................................

- .....................................................

MATERI KETUJUH[16]

[16] Panduan Instruksional bagi Guru - Hendaknya mempraktikkan salat secara langsung serta menjelaskan bagian tasyahud dan selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ di dalamnya. - Memotivasi para murid untuk berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ ketika nama beliau disebut atau didengar, dan menjelaskan pahalanya, sebagaimana sabda beliau ﷺ, “Siapa yang berselawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat.” HR. Nasai (No. 1297).

SELAWAT UNTUK NABI MUHAMMAD ﷺ [17]

[17] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menghafal selawat atas Nabi ﷺ. - Murid dapat menyebutkan tempat selawat atas Nabi ﷺ dalam salat. - Murid dapat membedakan antara duduk tasyahud awal dan duduk tasyahud akhir, dengan mempraktikkannya secara langsung.

Doa selawat untuk Nabi Muhammad ﷺ adalah:

"Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Wa bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd." Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Tuhan Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Kapan dibaca?

Selawat kepada Nabi ﷺ dibaca setelah tasyahud akhir dan sebelum salam.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian yang kosong berikut!

"Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā ....................... wa 'alā āli ......................., innaka ḥamīdun majīd. Wa bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli ....................... kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd."

Soal 2: Dalam pelajaran ini disebutkan dua nama Nabi. Siapakah keduanya?

....................... dan .......................

Soal 3: Lingkarilah jawaban yang benar berikut ini!

Bacaan selawat untuk Nabi ﷺ:

a- Setelah rakaat pertama. b- Setelah tasyahud akhir.

MATERI KEDELAPAN [18]

[18] Guru hendaknya menjelaskan kepada para murid hal-hal berikut: - Makna kehadiran hati (khusyuk) ketika menunaikan salat karena keagungannya kedudukannya. - Makna istilah pembatal-pembatal salat dan makna batalnya wudu. - Contoh-contoh untuk gerakan yang banyak.

PEMBATAL-PEMBATAL SALAT[19]

[19] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan sebagian pembatal-pembatal salat. - Murid dapat menghubungkan antara batalnya wudu dan batalnya salat. - Murid dapat menghindari pembatal-pembatal salat.

Salat dapat batal dengan beberapa hal, di antaranya:

1- Makan. 2- Minum. 3- Berbicara.

4- Tertawa. 5- Batalnya wudu karena buang air kecil, buang air besar, atau buang angin. 6- Banyak gerakan.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Seorang murid salat, sementara di dalam mulutnya ada sepotong permen, lalu ia memakannya. Apakah salatnya sah? Dan mengapa?

Soal 2: (makan - buang air kecil - buang air besar - buang angin).

Letakkan jawaban yang benar pada tempat kosong berikut ini!

Wudu dapat batal dengan ....................... atau ....................... atau .......................

Soal 3: Pilihlah bentuk yang mengandung salah satu dari pembatal-pembatal salat!

Tertawa.

Memejamkan mata.

Bersin

Bicara.

Makan.

Bernapas

Minum.

Soal 4: Tulislah kata-kata berikut ini!

- Aku tidak melakukan satu pun dari pembatal-pembatal salat.

- ....................................................

- ....................................................

- Aku wajib mengulangi salat fardu jika salat itu batal karena salah satu faktor pembatal salat.

- ....................................................

- ....................................................

- Aku datang untuk salat dalam keadaan suci.

- ....................................................

- ....................................................