Skip to content

Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh para laki-laki di pundak mereka; jika dia orang yang saleh, dia berkata, ‘Segerakanlah aku!’

Abu Sa‘īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

"Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh para laki-laki di pundak mereka; jika dia orang yang saleh, dia berkata, ‘Segerakanlah aku!’ Namun jika dia bukan orang yang saleh, dia berkata, ‘Duhai celakanya! Kemanakah kalian akan membawanya?’ Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia. Andai manusia mendengarnya, pasti dia akan pingsan.”

«إِذَا وُضِعَتِ الجِنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ: قَدِّمُونِي، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ: يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا؟ يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الإِنْسَانَ، وَلَوْ سَمِعَهُ صَعِقَ».

HR. Bukhari
Sahih
Uraian

Nabi ﷺ mengabarkan, apabila jenazah telah diletakkan di atas keranda dan dipikul para lelaki di atas pundak mereka, jika ia orang saleh maka ia akan mengatakan: Segerakanlah aku; disebabkan karena ia telah melihat nikmat di depannya. Tetapi apabila ia tidak saleh, ia akan berteriak dengan suara tidak biasa: Duhai celakanya, kemana aku akan dibawa?!; disebabkan karena ia telah melihat siksa di depannya. Segala sesuatu mendengar suaranya kecuali manusia. Seandainya didengar oleh manusia, ia pasti pingsan akibat dahsyatnya suara yang ia dengar.

Faidah dari Hadis

1- Orang saleh yang meninggal akan melihat hal-hal menggembirakan sebelum dikubur, sementara orang kafir akan takut sekali dan melihat kebalikannya.

2- Sebagian suara dapat didengar oleh selain manusia, sedangkan manusia tidak dapat mendengarnya.

3- Sunahnya memikul jenazah di atas pundak laki-laki, bukan perempuan, karena Nabi ﷺ melarang perempuan ikut mengantar jenazah.

Referensi

Ṣaḥīḥ Bukhari (2/ 85) (1314).

Tampilan lengkap... (8)

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين.

لسليم الهلالي (1/ 513).

نزهة المتقين شرح رياض الصالحين.

لمجموعة من الباحثين (1/ 400).

كنوز رياض الصالحين.

لمجموعة من الباحثين (7/ 122).

شرح رياض الصالحين.

لابن عثيمين (4/ 546).