مطوية الحج

مطوية الحج

Kerajaan Arab Saudi

Language: lang_id
Prepared by: Muḥammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn
Version: 1.0
Translations 15
Bengali Bosnian German English +11
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

Kerajaan Arab Saudi

Kementerian Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Bimbingan

AMALAN-AMALAN HAJI

Penyusun

Syeikh Muḥammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn

raḥimahullāh

Amalan Hari Pertama (Tanggal 8 Zulhijah)

1- Berihram untuk haji (bagi yang tinggal di Makkah dan sekitarnya) dari tempatnya, dengan cara: mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian ihram, lalu mengucapkan,

"Labbaika ḥajjan. Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik. Innal-ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulk lā syarīka laka." Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu untuk melakukan haji. Aku penuhi panggilan-Mu. Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu." Adapun orang yang baru tiba di Makkah pada hari ini dan datang dari luar mikat, maka ia tidak boleh melewati mikat kecuali sudah berihram. 2- Berangkat menuju Mina dan tinggal di sana hingga matahari terbit pada hari ke-9. Mengerjakan salat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya pada hari ke-8, dan salat Subuh pada hari ke-9 di Mina. Setiap salat dikerjakan pada waktunya, dan salat yang empat rakaat diqasar.

Amalan Hari Ke-2 (Tanggal 9 Zulhijah)

1- Berangkat menuju Arafah setelah matahari terbit. Lalu di sana melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara qasar dan jamak takdim. Jika memungkinkan, maka dianjurkan singgah terlebih dahulu di Namirah sebelum matahari tergelincir.

2- Konsentrasi melakukan zikir dan doa setelah selesai salat dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan hingga matahari terbenam.

3- Berangkat menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam. Di sana, melaksanakan salat Magrib tiga rakaat dan salat Isya dua rakaat, lalu bermalam di sana hingga terbit fajar.

4- Melaksanakan salat Subuh setelah terbit fajar, kemudian menyibukkan diri dengan berzikir dan berdoa hingga hari sudah terang.

5- Berangkat menuju Mina sebelum matahari terbit.

Amalan Hari Ke-3 (Tanggal 10 Zulhijah)

1- Ketika sampai di Mina, hendaknya langsung menuju Jamrah Aqabah. Lalu melontarnya dengan tujuh kerikil secara berurutan, satu demi satu, sambil bertakbir pada setiap lontaran.

2- Menyembelih hadyu jika memiliki hadyu.

3- Mencukur rambut kepala atau memendekkannya. Dengan ini, telah masuk pada tahalul pertama; maka ia boleh mengenakan pakaian biasa, memakai wewangian, dan semua larangan ihram menjadi halal baginya kecuali menggauli istri.

4- Berangkat ke Makkah lalu melakukan tawaf ifāḍah, yaitu tawaf haji, dan melakukan sai haji antara Safa dan Marwa jika ia berhaji tamatuk, atau berhaji ifrad maupun kiran tetapi belum melakukan sai setelah tawaf qudum.

Dengan ini, ia telah melakukan tahalul kedua, dan sudah boleh melakukan semua larangan ihram termasuk berhubungan suami istri.

5- Kembali ke Mina lalu bermalam di sana pada malam tanggal 11.

Amalan Hari Ke-4 (Tanggal 11 Zulhijah)

1- Melontar tiga jamrah, yaitu Jamrah Pertama, lalu Jamrah Wusta, kemudian Jamrah Aqabah. Masing-masing dilontar dengan tujuh kerikil secara berurutan, sambil mengucapkan takbir pada setiap lontaran. Ketiganya dilontar setelah masuk waktu Zuhur dan tidak boleh dilakukan sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa berhenti untuk berdoa hanya dilakukan setelah melontar Jamrah Pertama dan Wusta saja.

2- Bermalam di Mina pada malam tanggal 12 Zulhijah.

Amalan Hari Ke-5 (Tanggal 12 Zulhijah)

1- Melempar tiga jamrah seperti yang ia lakukan pada hari keempat.

2- Berangkat meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam jika ingin bersegera pulang, atau bermalam di sana jika ingin menunda kepulangan.

Amalan Hari Ke-6 (Tanggal 13 Zulhijah)

Amalan pada hari ini khusus bagi yang menunda kepulangan. Di dalamnya, ia melaksanakan beberapa amalan:

1- Melempar tiga jamrah seperti yang telah dilakukan pada dua hari sebelumnya.

2- Berangkat meninggalkan Mina setelah itu.

Amalan terakhir haji adalah tawaf Wadak ketika hendak akan melakukan perjalanan pulang. Wallāhu a'lam.