المناهج التعليمية - الصف الثاني

المناهج التعليمية - الصف الثاني

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Kedua

Language: lang_id
Prepared by:
Version: 2.1
Translations 4
English Indonesian Dutch Chinese
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Kedua

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi Ilmu Tauhid yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Topik terpenting yang dibahas pada level kedua meliputi: Tiga Landasan Utama yang wajib diketahui oleh setiap manusia, yaitu:

1- Pengenalan seorang hamba tentang Tuhannya dan kewajiban beribadah kepada-Nya semata, tidak kepada selain-Nya.

2- Pengenalan seorang hamba tentang agamanya, bahwa agama ini memiliki tiga tingkatan, yaitu: Islam, Iman, dan Ihsan, beserta penjelasan makna dan dalil dari setiap tingkatan tersebut.

3- Pengenalan seorang hamba tentang Nabinya, Muhammad ﷺ, serta penjelasan hukum menaati dan mencintai beliau.

LEVEL KEDUA

MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang belum dia ketahui. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi yang ummi lagi mulia, yang diutus oleh Allah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Tauhid (mengesakan) Allah -'Azza wa Jalla- adalah kewajiban yang paling fundamental, dan mempelajarinya menjadi disiplin ilmu yang paling mulia dan paling utama. Hal ini dikarenakan tauhid merupakan fondasi yang menjadi dasar keabsahan dan diterimanya semua amalan. Kebutuhan manusia kepadanya melebihi segala kebutuhan lainnya; karena hati tidak akan menemukan esensi kehidupan, kenikmatan, dan ketenangan kecuali dengan mengenal Rabb-nya, sembahannya, dan Penciptanya melalui pengenalan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Di samping itu, pendalaman pemahaman agama serta penguasaan tata cara ibadah—seperti bersuci, salat, dan ibadah lainnya—merupakan indikator kebahagiaan seseorang sekaligus tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi hamba tersebut. Nabi ﷺ bersabda, [1] HR. Bukhari (No. 7) "Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Dia akan menjadikannya paham urusan agama."[1]

Berangkat dari urgensi tersebut, Kantor Bimbingan Ekspatriat berkomitmen untuk mengajarkan materi tauhid guna menanamkan akidah yang benar dalam jiwa para murid, dan mengajarkan mereka hukum-hukum fikih agar mereka dapat menunaikan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat, serta memiliki wawasan dan pemahaman yang mendalam dalam urusan agama mereka.

Buku tauhid level ini berisi penjelasan ringkas mengenai tingkatan-tingkatan agama dan tiga landasan utamanya yang wajib diketahui oleh manusia.

Berikut ini beberapa pesan bagi guru:

1- Ikhlas kepada Allah adalah syarat diterimanya amal, maka jadikanlah amalmu murni semata-mata karena wajah Allah ﷻ, niscaya engkau akan beruntung di dunia dan akhiratmu.

2- Integritas dalam menjaga amanah merupakan kunci keselamatan. Anda, sebagai tenaga pendidik, berada di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta mengemban tanggung jawab besar atas pengembangan intelektual dan fitrah para generasi muda Muslim. Oleh karena itu, jagalah amanah profesional ini demi meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

3- Mengajarkan materi tauhid adalah salah satu amalan yang paling mulia. Tidak ada kebaikan bagi para hamba dan tidak pula ada keselamatan dari kehinaan dunia dan azab akhirat kecuali dengan mengenal dan mengamalkan tauhid. Maka, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menanamkan akidah yang benar di dalam jiwa para murid, dan jadilah juru bicara yang jujur serta teladan yang hidup bagi idealisme dan nilai-nilai luhur yang engkau dakwahkan.

4. Optimalisasi momentum situasional untuk mengulas keesaan dan kekuasaan Allah, seperti saat awan mendung menyelimuti langit, kilatan petir, suara guntur, turunnya hujan, maupun fenomena alam lainnya yang mampu menstimulasi respons spiritual serta memperkuat dorongan keimanan dalam diri seorang Muslim.

5- Penyederhanaan materi melalui metode perumpamaan (analogi) serta pengaitan substansi pembelajaran dengan realitas kehidupan (kontekstualisasi) memiliki signifikansi besar dalam meningkatkan antusiasme murid terhadap mata pelajaran. Hal ini, pada gilirannya, akan memotivasi mereka untuk mendalami materi serta mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Sebagai penutup, kami sampaikan kabar gembira berupa sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah kematiannya adalah ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan."[2] [2] HR. Ibnu Majah (No. 242)

BUKU TAUHID

Judul --- Hal.

Materi Pertama: Pengulangan materi yang telah dipelajari sebelumnya pada Level Pertama.

Materi Kedua: Tiga Landasan Utama

Materi Ketiga: Landasan Pertama: Pengenalan Hamba tentang Tuhannya

Materi Keempat: Hikmah Penciptaan Jin dan Manusia

Materi Kelima: Kewajiban Beribadah kepada Allah Semata

Materi Keenam: Beribadah kepada Selain Allah Adalah Syirik

Materi Ketujuh: Landasan Kedua: Pengenalan Hamba tentang Agamanya

Materi Kedelapan: Tingkatan Agama Islam Tingkatan Pertama: Islam

Materi Kesembilan: Makna Dua Kalimat Syahadat

Materi Kesepuluh: Tingkatan Kedua: Iman

Materi Kesebelas: Iman kepada Kebangkitan

Materi Kedua Belas: Tingkatan Ketiga: Ihsan

Materi Ketiga Belas: Landasan Ketiga: Pengenalan Hamba tentang Nabinya, Muhammad ﷺ

MATERI PERTAMA

Ulasan materi yang telah dipelajari di Level Pertama

1- Siapa Tuhanmu?

2- Di manakah Allah berada?

3- Siapakah yang menciptakanmu dan memberimu rezeki?

4. Allah Ta'ala berfirman, "Allah adalah pencipta segala sesuatu..." [QS. Az-Zumar: 62]

Sebutkan tiga makhluk ciptaan Allah Ta'ala.

1-............... 2-............... 3-...............

5- Siapakah yang menurunkan hujan?

6. Kepada siapa Nabi Muhammad ﷺ diutus?

7- Isilah bagian yang kosong dengan kata yang relevan dari kata-kata berikut:

[Muhammad ﷺ - Islam - neraka - Allah - surga - Al-Qur`an Al-Karim]

a- Yang menyembuhkanku apabila sakit adalah . . . . . . . .

b- Agamaku adalah . . . . . . . .

c- Nabiku adalah . . . . . . . .

d- Kitab yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad ﷺ adalah . . . . . . . .

e- Siapa yang menaati Rasulullah, maka akan masuk . . . . . , dan siapa yang mendurhakainya, maka akan masuk . . . . . .

MATERI KEDUA [3]

[3] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan tiga landasan utama. - Murid dapat menyebutkan dalil untuk tiga landasan utama. - Murid bangga dengan agama Islam.

TIGA LANDASAN UTAMA [4]

[4] Panduan Instruksional bagi Guru - Memperkenalkan Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullāh-, serta memuji usaha-usaha beliau dalam menyebarkan tauhid di negeri ini dan negeri-negeri lainnya sesuai dengan daya nalar para siswa. Untuk referensi lebih lanjut, dapat merujuk buku: "Unwān al-Majd fī Tārīkh Najd" karya Ibnu Bisyr, dan buku "Tārīkh Najd" karya Ibnu Ghannām. - Menjelaskan makna kata al-aṣl, bahwa ia adalah pondasi sesuatu yang menjadi dasarnya. - Tiga landasan utama ini adalah hal-hal yang akan ditanyakan kepada seorang hamba di dalam kuburnya (Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?). Siapa yang dapat menjawabnya, Allah akan membalasnya dengan surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya, siapa yang tidak dapat menjawabnya, Dia akan membalasnya dengan azab yang pedih, sebagaimana termaktub dalam hadis Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhu- yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan nomor (4753).

Tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh seorang insan adalah:

1- Pengenalan seorang hamba tentang Tuhannya. 2- Pengenalan seorang hamba tentang agamanya (Islam). 3- Pengenalan seorang hamba tentang Nabinya ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Pasti akan mengecap kenikmatan iman, yaitu orang yang rida menjadikan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad ﷺ sebagai nabinya."[5] [5] HR. Muslim, No. 34

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian yang kosong berikut:

Tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh seorang insan:

1- Pengenalan seorang hamba ..... 2- Pengenalan seorang hamba ..... 3- Pengenalan seorang hamba ......

Soal 2: Apa dalil untuk tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh seorang insan?

Soal 3: Seorang hamba akan ditanya di dalam kuburnya tentang tiga pertanyaan:

Siapakah Tuhanmu? Apa agamamu? Siapakah Nabimu?

MATERI KETIGA [6]

[6] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan landasan pertama dari tiga landasan utama. - Murid dapat menjelaskan makna Rabb atau Tuhan. - Murid dapat menyebutkan beberapa makhluk Allah Ta'ala.

LANDASAN PERTAMA: PENGENALAN HAMBA TENTANG TUHANNYA[7]

[7] Panduan Instruksional bagi Guru - Sanat dianjurkan bila pelajaran dijelaskan di luar kelas untuk membangkitkan kemampuan berpikir murid tentang makhluk-makhluk ciptaan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dengan menyertakan dalil-dalil dari Al-Qur`an dan hadis. - Allah Ta'ala berfirman, "Wahai manusia, sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menumbuhkan dengan air itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." [QS. al-Baqarah: 21-22]. Ibnu Kaṡīr berkata, "Sang Pencipta segala sesuatu inilah yang berhak untuk diibadahi." - Menjelaskan bahwa memikirkan makhluk-makhluk ciptaan Allah adalah ibadah. - Mengarahkan murid-murid untuk berdoa kepada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- di waktu lapang (seperti memohon ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang halal) dan juga di waktu sulit (seperti memohon kesembuhan dari penyakit dan terbebas dari kesulitan). - Memotivasi murid-murid untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang agung, di antaranya adalah matahari dan bulan yang keduanya memiliki manfaat besar bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

TIGA LANDASAN UTAMA

1- Pengenalan seorang hamba tentang Tuhannya. 2- Pengenalan seorang hamba tentang agamanya. 3- Pengenalan seorang hamba tentang Nabinya ﷺ.

Tuhanku adalah Allah, Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Maha Pengatur, dan satu-satunya yang berhak diibadahi.

* Aku mengenal Tuhanku melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan ciptaan-Nya, seperti: malam dan siang, matahari dan bulan, serta langit dan bumi.

Allah Ta'ala berfirman, "Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kalian hanya menyembah kepada-Nya." [QS. Fuṣṣilat: 37]

Aku seorang muslim yang meyakini bahwa Allah telah menciptakan seluruh makhluk dan memberi rezeki kepada mereka. Dialah satu-satunya pengatur alam ini yang berhak diibadahi.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa makna ar-Rabb (Tuhan)?

Soal 2: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

- Aku mengenal Tuhanku dengan ............... dan ............... .

- Yang menciptakan malam dan siang adalah .............. .

Soal 3: Sebutkan tiga contoh makhluk Allah Ta'ala!

1- ............... .

2- ............... .

3- ............... .

Soal 4: Berilah garis di bawah tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat dalam ayat berikut!

Allah Ta'ala berfirman, "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan, dan bahwa Allah Maha Teliti atas apa yang kalian kerjakan?" [QS. Luqmān: 29]

Soal 5: Matahari dan bulan termasuk ciptaan Allah yang agung, yang telah Allah karuniakan kepada kita. Sebutkan satu manfaat untuk masing-masing darinya!

MATERI KEEMPAT [8]

[8] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan hikmah penciptaan jin dan manusia. - Murid dapat menjelaskan makna ibadah.

HIKMAH PENCIPTAAN JIN DAN MANUSIA[9]

[9] Panduan Instruksional bagi Guru - Membuka pembahasan dengan menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan atau diperintahkan oleh Allah, maka di dalamnya terdapat hikmah. Termasuk di antaranya adalah penciptaan manusia. Ia tidak diciptakan sia-sia, melainkan untuk sebuah perkara yang agung, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Ta'ala berfirman, "Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main saja dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?" [QS. Al-Mu`minūn: 115]. - Menyebutkan contoh-contoh lain untuk ibadah yang tampak (amalan anggota tubuh), seperti: zakat, haji, dan menyembelih hewan, serta contoh-contoh ibadah batin (amalan hati), seperti: cinta, takut, rasa harap, dan lain sebagainya. - Menjelaskan bahwa ibadah adalah sebab kelapangan dada. Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan, sedangkan ia beriman, maka sungguh, Kami akan benar-benar memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh Kami akan benar-benar memberikan pahala mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." [QS. An-Naḥl: 97]

Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya semata.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." [QS. Aż-Żāriyāt: 56]

Ibadah adalah istilah yang mencakup semua yang Allah cintai dan ridai berupa ucapan dan perbuatan yang lahir dan batin.

Di antara contoh ibadah adalah: cinta kepada Allah, khauf (takut) kepada Allah, doa, salat, puasa, dan berbakti kepada kedua orang tua.

Ibadah adalah sebab kelapangan dada dan ketenteraman hati.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Allah menciptakanmu untuk suatu hikmah yang agung. Sebutkanlah hikmah tersebut beserta dalilnya!

Soal 2: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

- Ibadah adalah istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridai Allah berupa . . . . . . . . . . . . . . . dan . . . . . . . . . . . . . . . . yang tampak dan . . . . . . . . . .

- Di antara jenis ibadah adalah: salat, . . . . . . . . . . , . . . . . . . . . . , dan . . . . . . . . . .

Soal 3: Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan, sedangkan ia beriman, maka sungguh, Kami akan benar-benar memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh Kami akan benar-benar memberikan pahala mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." [QS. An-Naḥl: 97]

Soal 4: Dengan apa kehidupan yang baik bisa diperoleh?

MATERI KELIMA[10]

[10] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat mewaspadai kesyirikan yang bertentangan dengan tauhid. - Murid dapat menyebutkan dalil kewajiban mengesakan Allah dalam ibadah. - Murid dapat menjelaskan keagungan perkara tauhid.

KEWAJIBAN BERIBADAH KEPADA ALLAH SEMATA[11]

[11] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa risalah para nabi adalah satu, yaitu: dakwah kepada tauhid dan melarang kesyirikan, dengan menyebutkan kisah-kisah sebagian nabi yang menunjukkan hal tersebut, sebagaimana dalam Surah Al-A'rāf dan lainnya. - Menjelaskan pentingnya tauhid dan bahwasanya tidak ada jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengannya. - Menjelaskan bahaya syirik dan bahwasanya ia adalah sebab terbesar kesengsaraan di dunia dan azab di akhirat. Oleh karena itu, Nabi Ibrahim -'alaihissalām- berdoa kepada Tuhannya, "Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala." [QS. Ibrāhīm: 35] - Menjelaskan sebagian jenis syirik, seperti: menyembelih hewan untuk selain Allah, bersumpah dengan selain Allah, memakai jimat, benang, atau manik-manik, dan sejenisnya dengan tujuan menghilangkan atau menolak bala.

* Perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu beribadah hanya kepada Allah.

* Larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Katakanlah, 'Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya...'" [QS. Ar-Ra'd: 36]

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa istilah untuk ibadah kepada selain Allah?

Soal 2: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

- Perintah Allah yang paling agung adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

- Larangan Allah yang paling besar adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . .

- Tauhid adalah jalan menuju kebahagiaan di . . . . . . . . dan akhirat.

- Kesyirikan adalah penyebab terbesar kesengsaraan di dunia dan azab di . . . . . . . .

Soal 3: Sebutkan dalil tentang kewajiban beribadah hanya kepada Allah semata.

MATERI KEENAM [12]

[12] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjaga diri dari kesyirikan. - Murid dapat menyebutkan beberapa bentuk kesyirikan. - Murid dapat menjelaskan hukum orang yang melakukan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah. - Murid dapat menyebutkan dalil bahwa ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan.

BERIBADAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK[13]

13- Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa siapa yang mempersembahkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah, seperti doa, sembelihan, sujud, dan lain sebagainya, maka dia adalah musyrik kafir, meskipun ia salat, puasa, haji, umrah, dan mengaku sebagai seorang muslim. - Menjelaskan bahwa sebagian orang musyrik dahulu pada zaman Rasulullah ﷺ melakukan berbagai jenis ibadah, namun ibadah-ibadah itu tidak bermanfaat bagi mereka karena disertai dengan kesyirikan. - Menjelaskan bahwa hukuman bagi syirik adalah kekal di dalam neraka. Allah berfirman, "Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu." [QS. Al-Mā'idah: 72] - Menjelaskan permusuhan setan terhadap manusia dan semangatnya yang kuat untuk menjerumuskannya ke dalam syirik dan kesesatan agar dia bersamanya di dalam neraka.

Siapa yang menyembah selain Allah, maka ia adalah musyrik.

Misalnya:

- Orang yang berdoa kepada selain Allah. - Orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah.

Allah Ta'ala berfirman, "Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun..." [QS. An-Nisā`: 36]

Syirik adalah penyebab kesengsaraan di dunia dan akhirat.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Siapa yang menyembah selain Allah, maka dia adalah musyrik.

a. Sebutkan dalilnya!

b. Berikan contoh untuk itu!

Soal 2: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

1- Hukuman bagi musyrik adalah kekal di . . . . . . . . . . .

2- Siapa yang melakukan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah, seperti doa dan . . . . . . . ., maka ia adalah musyrik.

Soal 3: Mengapa setan begitu gigih untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan?

MATERI KETUJUH [14]

[14] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan tingkatan-tingkatan agama. - Murid dapat menjelaskan makna Islam. - Murid merasa bangga dengan agama Islam.

LANDASAN KEDUA: PENGENALAN HAMBA TENTANG AGAMANYA[15]

[15] Panduan Instruksional bagi Guru - Menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap Islam secara berkelanjutan dalam jiwa murid-murid. - Menjelaskan bahwa Islam bisa mewujudkan kebahagiaan, ketenangan, dan kelapangan dada, sedangkan syirik dan kesesatan merupakan penyebab utama kesempitan dada. Allah Ta'ala berfirman, "Sebab itu, siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Sebaliknya, siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit." [QS. Tāhā: 123-124] - Menyebutkan kisah beberapa orang yang memeluk Islam lalu menemukan kenyamanan dan ketenangan dalam naungannya.

TIGA LANDASAN UTAMA

1. Pengenalan seorang hamba tentang Tuhannya. 2. Pengenalan seorang hamba tentang agamanya. 3. Pengenalan seorang hamba tentang Nabinya ﷺ.

Agama Islam memiliki tiga tingkatan:

Tingkatan Pertama: Islam

Tingkatan Kedua: Iman

Tingkatan Ketiga: Ihsan

MATERI KEDELAPAN

TINGKATAN PERTAMA: ISLAM

Islam artinya tunduk kepada Allah dengan memurnikan tauhid, patuh kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

* Aku seorang muslim. Saya mencintai agama Islam dan bangga dengannya.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Hubungkanlah setiap tingkatan agama dengan pasangannya yang sesuai!

Ihsan

Tingkatan Kedua.

Iman

Tingkatan Pertama.

Islam

Tingkatan Ketiga.

Soal 2: Lengkapilah definisi berikut!

Islam artinya tunduk kepada Allah . . . . . . . . . . . . . . . , patuh kepada-Nya . . . . . . . . . . . . . . ., serta berlepas diri dari kesyirikan.

MATERI KESEMBILAN [16]

[16] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan lima rukun Islam. - Murid dapat menjelaskan hukum menunaikan kelima rukun ini. - Murid dapat menerangkan urgensi salat dan kewajiban menjaganya.

RUKUN-RUKUN ISLAM[17]

[17] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan makna rukun dengan memberikan contoh pilar-pilar sebuah ruangan untuk menerangkan bahwa Islam tidak akan tegak dan kokoh kecuali dengan lima rukun. - Menegaskan bahwa rukun-rukun ini adalah sebuah kewajiban dari Allah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Islam dibangun di atas lima perkara...." (HR. Muslim, No. 16) - Memotivasi murid untuk menunaikan salat pada waktunya dan menjelaskan bahwa salat adalah amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, maka ia telah beruntung dan berhasil. Tetapi, jika salatnya rusak, maka ia telah celaka dan merugi." (HR. Tirmizi, No. 413) - Memperingatkan murid-murid agar tidak meninggalkan salat dan menjelaskan kekufuran orang yang meninggalkannya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Perjanjian antara kami dengan mereka adalah salat. Siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. Tirmizi, No. 2621).

Rukun Islam itu ada lima:

Rukun Pertama: Syahadat "Lā ilāha illallāh" (Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dan Syahadat "Muḥammad rasūlullāh" (Muhammad adalah utusan Allah).

Rukun Kedua: Mendirikan salat

Rukun Ketiga: Menunaikan zakat

Rukun Keempat: Puasa Ramadan

Rukun Kelima: Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukan perjalanan ke sana.

* Kelima rukun Islam saling berkaitan satu sama lain, maka seseorang harus melaksanakan semuanya untuk meraih surga.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa saja rukun-rukun Islam?

Soal 2: Buatlah garis di bawah rukun-rukun Islam pada kalimat berikut!

(Puasa ramadan - Berbakti kepada kedua orang tua - Haji ke Baitullah bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana - Membaca Al-Qur`an Al-Karim - Mendirikan salat - Syahadat bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah - Menunaikan zakat).

Soal 3: Isilah titik-titik berikut!

Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah . . . . . . . . . . .

MATERI KESEPULUH [18]

[18] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan makna Lā ilāha illallāh. - Murid dapat menjelaskan makna persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah. - Murid dapat mencintai Rasul ﷺ dan menaatinya. - Murid dapat mewaspadai perbuatan yang menyalahi perintah Rasul ﷺ.

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT[19]

[19] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan agungnya kedudukan dua kalimat syahadat, karena dengan keduanya seseorang masuk ke dalam Islam. - Mengisyaratkan bahwa ada sembahan-sembahan batil selain Allah, seperti orang yang menujukan doa dan sembelihan kepada kuburan para nabi dan orang-orang saleh. Inilah syirik akbar yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya ﷺ. - Menjelaskan bahwa syahadat Lā ilāha illallāh tidak bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya kecuali dengan mengetahui maknanya, mengamalkan konsekuensinya, dan selamat dari hal-hal yang membatalkannya. - Menjelaskan bahwa zikir yang paling utama adalah: Lā ilāha illallāh, dan bahwa siapa yang akhir ucapannya di dunia adalah Lā ilāha illallāh, maka dia pasti masuk surga. - Menjelaskan makna persaksian Muhammad adalah utusan Allah, yaitu: a- Menaatinya terkait apa yang beliau perintahkan, yaitu menegakkan rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban Islam, seperti salat dan lainnya. b- Membenarkannya terkait apa yang beliau beritakan, seperti terjadinya hari kiamat, surga, neraka, dan lainnya. c- Menjauhi apa yang beliau larang dan cegah, yakni dosa-dosa besar dan kecil. Dosa besar paling besar adalah syirik. d- Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan, yaitu berupa ketaatan, serta menjauhi bidah, seperti perayaan Maulid Nabi. - Menjelaskan bahwa az-zajr (pencegahan) lebih tegas daripada an-nahyi (larangan).

Makna syahadat "Lā ilāha illallāh" ialah tidak ada sembahan yang benar selain Allah.

Makna syahadat "Muḥammad Rasūlullāh" adalah:

- Menaati apa yang beliau perintahkan.

- Membenarkan apa yang beliau beritakan.

- Menjauhi apa yang beliau larang dan cegah.

- Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan.

* Dengan dua syahadat ini, seseorang masuk ke dalam agama Islam.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian-bagian yang kosong berikut!

a - Saya seorang muslim, saya bersaksi bahwa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . dan saya bersaksi bahwa Muhammad . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

b - Makna Lā ilāha illallāh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c - Zikir yang paling utama adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 2: Apa makna syahadat Muḥammad rasūlullāh?

Soal 3: Sebutkanlah tiga perkara yang diperintahkan Rasulullah ﷺ kepada kita!

1- Mendirikan salat 2- ...............

3- ............... 4- ...............

MATERI KESEBELAS [20]

[20] Tujuan Pembelajaran - Murid bisa menyebutkan hukum beriman kepada rukun-rukun ini. - Murid bisa menyebutkan rukun-rukun iman yang enam. - Murid bisa menjelaskan bahwa iman adalah ucapan, amal, dan keyakinan.

TINGKATAN KEDUA: IMAN [21]

[21] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan makna iman, yaitu keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan amalan dengan anggota badan. - Menjelaskan hadis Jibril yang masyhur, yang di dalamnya disebutkan: "Kabarkanlah kepadaku tentang iman." Beliau menjawab, "Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim, No. 8) - Menjelaskan bahwa beriman kepada enam rukun ini akan mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. - Menjelaskan bahwa di antara tanda keimanan adalah: a- Mencintai Allah dan menaati-Nya. b- Merasa diawasi oleh Allah dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. c- Menghafal Al-Qur`an, merenungi maknanya, dan mengamalkannya. d- Mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir dengan amal saleh. e- Rida terhadap qada dan qadar. - Menyebutkan nama sebagian nabi, malaikat, dan kitab yang diturunkan oleh Allah. - Mengajarkan kepada para siswa beberapa ungkapan yang menunjukkan keimanan pada qada dan qadar, seperti: (قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ). - Menjelaskan kewajiban beriman kepada enam rukun ini, dan bahwa siapa saja yang mengingkari salah satunya, maka ia telah kafir.

Rukun iman ada enam:

1- Iman kepada Allah

2- Iman kepada para malaikat-Nya.

3- Iman kepada kitab-kitab-Nya.

4- Iman kepada para rasul-Nya

5- Iman kepada hari akhir

6- Iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Iman kepada keenam rukun iman ini mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Berapa jumlah rukun iman?

Soal 2: Tulislah nomor yang sesuai di dalam lingkaran untuk setiap rukun berikut!

Iman kepada Allah ( ). Iman kepada hari akhir ( ).

Iman kepada takdir yang baik dan yang buruk ( ). Iman kepada para malaikat ( )

Iman kepada para rasul ( ). Iman kepada kitab-kitab samawi ( ).

Soal 3: Allah Ta'ala berfirman, "Dia (Allah) telah mensyariatkan agama untuk kalian sebagaimana Dia telah mewasiatkannya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) serta apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa.... " [QS. Asy-Syūrā: 13] Allah Ta'ala juga berfirman, "Muhammad adalah utusan Allah...." [QS. Al-Fatḥ: 29]

Soal 4: Sebutkan nama-nama para nabi yang disebutkan dalam ayat di atas!

1- .................... 2- ....................

3- ............... 4- ...............

5- ...............

MATERI KEDUA BELAS [22]

[22] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan makna kebangkitan. - Murid dapat menjelaskan hukum beriman pada kebangkitan. - Murid dapat menjelaskan hukum orang yang mengingkari kebangkitan.

IMAN KEPADA KEBANGKITAN [23]

[23] Panduan Instruksional bagi Guru - Menetapkan kewajiban beriman kepada hari akhir, kebangkitan, hisab, dan pembalasan, serta menyebutkan sebagian huru-hara pada hari itu dan penjagaan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dengan mengutip ayat-ayat dari surah-surah yang telah mereka pelajari, seperti: "Adapun orang yang diberikan kitabnya (catatan amalnya) dari sebelah kanannya, maka ia akan dihisab dengan hisab yang mudah." [QS. Al-Insyiqāq: 7-8] - Menanamkan persiapan menghadapi alam setelah kematian ke dalam jiwa para murid. - Menetapkan hakikat kebangkitan dari kubur setelah kematian, serta keagungan kekuasaan Allah terkait hal tersebut.

Termasuk iman kepada hari hkhir adalah iman kepada kebangkitan.

Makna al-Ba'ṡ (kebangkitan) ialah Allah menghidupkan manusia kembali setelah kematian mereka dan mengeluarkan mereka dari kubur untuk dihisab dan diberi balasan.

Hukum mengimani kebangkitan adalah wajib. Allah berfirman, "Darinya (tanah) Kami menciptakan kalian, kepadanyalah Kami akan mengembalikan kalian, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kalian pada waktu yang lain." [QS. Ṭāhā: 55]

Hukum orang yang mengingkari hari kebangkitan adalah kafir kepada Allah.

* Siapa yang diberikan buku catatan amalnya pada hari kiamat dari sebelah kanannya, maka dia termasuk orang yang beruntung dan hisabnya mudah. Sebaliknya, siapa yang diberikan catatan amalnya dari sebelah kirinya, maka dia termasuk orang yang rugi dan hisabnya sulit.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Siapakah yang menghidupkan manusia setelah kematian mereka?

Soal 2: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

Iman kepada kebangkitan adalah . . . . .. . . . . . dan hukum orang yang mengingkarinya adalah . . . . .. . . . . .

Soal 3: Sempurnakan arti firman Allah Ta'ala, "Darinya (tanah) Kami menciptakan kalian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ."

Soal 4: Di antara kekuasaan Allah adalah bahwa Dia menghidupkan manusia setelah kematian mereka untuk suatu perkara yang agung, yaitu . . . . . . . . .

MATERI KETIGA BELAS [24]

[24]Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan makna Ihsan. - Murid dapat menyebutkan dalil tentang Ihsan. - Murid bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah dengan ikhlas.

TINGKATAN KETIGA: IHSAN

[25] Panduan Instruksional bagi Guru - Penjelasan bahwa tingkatan ihsan adalah tingkatan agama yang tertinggi. - Penjelasan bahwa melaksanakan ibadah dengan sempurna termasuk bagian dari ihsan. - Memotivasi murid-murid untuk merasakan pengawasan Allah Ta'ala terhadap hamba-hamba-Nya. Dia berfirman, "Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kalian semua." [QS. An-Nisā': 1] - Menyebutkan beberapa kisah orang saleh tentang bagaimana mereka merasakan pengawasan Allah Ta'ala, seperti kisah Umar bin Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- dengan seorang gadis yang menolak untuk mencampur susu dengan air karena takut kepada Allah Ta'ala.

Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Dalilnya adalah firman Allah: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." [QS. An-Naḥl: 128]

* Saya senantiasa menyadari pengawasan Allah, maka saya tidak melakukan maksiat, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

* Saya melakukan berbagai ibadah dalam rangka mencari rida Allah Ta'ala.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian yang kosong berikut ini!

- Ihsan adalah engkau . . . . . . . . . . . . . . . . seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..

karena sesungguhnya Dia melihat engkau.

- Tingkatan ketiga dari tingkatan-tingkatan agama . . . . . . . . . . . . . . . dan ia adalah yang paling tinggi.

Soal 2: Sebutkan dalil tentang ihsan!

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 3: Seorang mukmin yang sempurna imannya tidak akan mencuri walaupun tidak ada seorang pun yang melihatnya. Mengapa?

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

MATERI KEEMPAT BELAS [26]

[26] Tujuan Pembelajaran - Menyebutkan nasab Rasul Muhammad ﷺ. - Mencintai Rasulullah ﷺ dan menaati beliau. - Menyebutkan dalil bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi. - Mengetahui bahwa selawat dari Allah adalah pujian-Nya untuk seorang hamba di hadapan para malaikat.

LANDASAN KETIGA: PENGENALAN HAMBA TENTANG NABINYA, MUHAMMAD ﷺ [27]

[27] Panduan Instruksional bagi Guru - Mengkaji ulang landasan pertama dan kedua secara ringkas kemudian menghubungkan keduanya dengan landasan ketiga. - Memberikan pengantar pelajaran dengan menjelaskan kondisi kebanyakan manusia yang berada dalam kebodohan dan kesesatan sebelum Rasul ﷺ diutus. - Menjelaskan kemuliaan nasab Rasul ﷺ. - Menjelaskan makna penutup para nabi, yaitu yang terakhir dari mereka dan bahwa tidak ada nabi lagi setelah beliau. - Kewajiban mencintai Rasul ﷺ tanpa bersikap guluw (berlebihan) terhadap beliau, seperti berdoa dan beristigasah (meminta pertolongan) kepada beliau. - Menjelaskan bahwa mencintai Rasul ﷺ mengharuskan ketaatan kepada beliau serta meneladani ucapan dan perbuatannya. - Memotivasi para murid untuk berselawat kepada Nabi ﷺ karena di dalamnya terdapat pahala yang besar, terutama ketika nama beliau disebut.

TIGA LANDASAN UTAMA

1- Pengenalan seorang hamba tentang Tuhannya. 2- Pengenalan seorang hamba tentang agamanya. 3- Pengenalan seorang hamba tentang Nabi-Nya ﷺ.

Nabiku adalah Muhammad bin Abdullah bin 'Abdul-Muṭṭalib bin Hāsyim. Hāsyim berasal dari suku Quraisy, dan Quraisy termasuk bangsa Arab.

Nabiku adalah Muhammad yang merupakan penutup para nabi.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al Aḥzāb: 40]

Hukum mencintai dan menaati beliau ﷺ adalah wajib atas setiap muslim.

* Saya mencintai Rasulullah Muhammad ﷺ dan menaati beliau.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah bagian-bagian yang kosong berikut ini!

a- Nabiku adalah Muhammad bin . . . . . . . . . . bin Abdul Muṭṭalib bin . . . . . . . . . . .

b. Hukum mencintai dan menaati Rasulullah Muhammad ﷺ adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. Penutup para nabi adalah . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

d. Saya mencintai Rasul, . . . . . . . . . . . . . . ., mengamalkan perkataannya dan . . . . . . . . . .. . .

Soal 2: Nabi ﷺ bersabda, "Perbanyaklah membaca selawat untukku di hari Jumat dan malam Jumat. Siapa yang berselawat untukku satu kali, niscaya Allah berselawat untuknya sepuluh kali."[28] [28] HR. Baihaqiy dalam Sunannya (3/249).

Bacalah hadis tersebut, lalu jawablah soal-soal berikut!

a. Pada hari apa disunahkan memperbanyak selawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ?

b- Bekerjasamalah dengan gurumu dalam menyebutkan sebuah kisah yang menggambarkan kecintaan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- kepada Nabi ﷺ.

Buku ini membahas materi "Fikih" untuk Level Kedua, yang mencakup penjelasan adab-adab buang hajat, tata cara istinja dan istijmar, tata cara wudu serta pembatal-pembatalnya, jumlah salat fardu beserta jumlah rakaatnya, ditambahkan penjelasan tentang bacaan tasyahud, selawat Ibrahimiyah, dan doa-doa iftitah, yang disertai dengan latihan praktis sebagai sarana evaluasi.

Judul: KURIKULUM PELAJARAN ILMU FIKIH Level Kedua

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi Ilmu Fikih yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Adapun topik serta persoalan terpenting yang dibahas pada level kedua meliputi hal-hal berikut ini:

1- Penjelasan tentang adab buang hajat, pengertian istinja dan istijmar, serta penjelasan tentang kondisi-kondisi yang membolehkan istijmar dan benda-benda yang tidak boleh digunakan untuk beristijmar.

2- Penjelasan tata cara wudu dan pembatal-pembatalnya.

3- Penjelasan jumlah salat fardu dalam sehari semalam, dan jumlah rakaat dari masing-masingnya.

4. Penjelasan tata cara Tasyahud dan Selawat Ibrāhīmiyyah.

LEVEL KEDUA

MATERI PERTAMA [1]

[1] Panduan Instruksional bagi Guru - Menekankan untuk membersihkan kubul dan dubur segera setelah buang hajat. - Menjelaskan kondisi-kondisi yang memperbolehkan istijmar. - Mengingatkan agar menggunakan tangan kiri ketika beristinja dan istijmar, serta mencuci kedua tangan dengan baik setelahnya. - Menyebutkan contoh benda-benda yang tidak boleh digunakan untuk istijmar.

ISTINJA DAN ISTIJMAR [2] [2] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan apa yang harus dilakukan setelah selesai buang hajat. - Murid dapat menjelaskan pengertian istinja dan istijmar. - Murid dapat menyebutkan tiga benda yang boleh digunakan untuk beristijmar.

Air kencing dan tinja adalah najis dan mengotori badan, maka wajib bersuci dari keduanya setelah selesai buang hajat.

Istinja adalah:

Membasuh tempat saluran keluar kencing dan tempat saluran keluar tinja dengan air yang suci hingga najisnya hilang.

Istijmar adalah:

Mengusap tempat saluran keluarnya air kencing dan saluran buang air besar dengan batu atau tisu hingga najisnya hilang.

Soal-Soal Evaluasi

1- Soal: Apa yang harus kamu lakukan setelah selesai buang hajat?

Soal 2: Lengkapilah kalimat berikut ini!

a- Istinja adalah ........................................................

b. Istijmar adalah ......................................................

3- Soal: Pilihlah jawaban yang benar!

A. Boleh melakukan istijmar dengan:

( ) Batu ( ) Air ( ) Tisu

b) Berikut ini yang termasuk benda najis adalah:

( ) Air kencing ( ) Keringat ( ) Air liur

c) Saya menghilangkan najis yang ada di pakaian menggunakan:

( ) Batu ( ) Air ( ) Tanah

4- Soal: Lengkapilah bagian yang kosong dengan jawaban yang relevan!

Saya menghilangkan najis dari tempat keluarnya air kencing atau tinja dengan:

Air, atau ............................, atau .........................

5- Soal: Tulislah kalimat-kalimat berikut!

- Setelah buang hajat, saya membersihkan kubul dan dubur, kemudian memulai wudu.

-........................................................

- ........................................................

- Saya mencuci tangan saya dengan baik setelah buang hajat.

-........................................................

-.........................................................

- Saya tidak berbicara saat buang hajat.

-........................................................

- ....................................................

* Jagalah dua zikir ini:

1- Ketika masuk toilet, saya membaca:

"Bismillāh." Artinya: Dengan nama Allah. "Allāhumma innī a'ūżu bika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ." Artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan."[3] [3] HR. Bukhari (No. 142). Untuk tambahan "bismillāh", lihat: Fatḥul-Bārī (1/244).

2- Ketika keluar dari toilet, saya membaca doa: "Gufrānaka". Artinya: Ampunilah aku.[4] [4] HR. Tirmizi (No. 7)

MATERI KEDUA [5]

[5] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bersuci. - Mengingatkan para murid agar tidak boros dalam menggunakan air; karena air merupakan nikmat yang wajib dijaga. - Menjelaskan bahwa yang disunnahkan adalah mengulang basuhan anggota wudu sebanyak tiga kali. Sementara mengusap kepala beserta kedua telinga hanya satu kali. - Menjelaskan makna maḍmaḍah, istinsyāq, dan istinṡār. Maḍmaḍah adalah menggerak-gerakkan air di dalam mulut (berkumur). Istinsyāq adalah memasukkan air ke dalam hidung dan menghirupnya untuk menghilangkan kotoran yang ada di hidung. Istinṡār adalah mengeluarkan air dari hidung setelah istinsyāq. - Menugaskan seluruh murid untuk mempraktikkan wudu guna memastikan mereka telah menguasainya. Hendaknya guru bergembira dengan pahala besar yang didapat dari mengajarkan tata cara wudu dan salat kepada para murid. Sebab, barang siapa mengajarkan suatu ilmu, ia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya.

TATA CARA BERWUDU [6]

[6] Tujuan-Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menentukan tempat niat. - Murid dapat mempraktikkan tata cara wudu. - Murid dapat membedakan antara kedua siku dan kedua telapak tangan.

Saya berniat wudu dalam hati, kemudian melakukan hal-hal berikut:

1) Saya membaca: "Bismillāh." Artinya: dengan nama Allah.

2- Saya membasuh kedua telapak tangan tiga kali.

3- Saya berkumur-kumur (maḍmaḍah) serta menghirup air ke dalam hidung (istinsyāq) lalu mengeluarkannya (istinṡār) sebanyak tiga kali.

4- Saya membasuh wajah saya sebanyak tiga kali.

5- Saya membasuh kedua tangan saya dari ujung jari-jari hingga ke siku tiga kali.

6- Saya mengusap seluruh kepala beserta kedua telinga saya sebanyak satu kali.

7- Saya membasuh kaki kanan hingga kedua mata kaki saya tiga kali, kemudian kaki kiri juga demikian.

* Bolehkah saya membasuh kedua kaki sebelum kedua tangan?

Tidak boleh, karena harus berurutan sebagaimana yang saya sebutkan dalam tata cara wudu saya.

* Jika saya sudah membasuh wajah dan tangan saya, kemudian saya pergi untuk menjawab telepon dan tertunda cukup lama. Lalu saya kembali dan mengusap kepala beserta telinga saya. Apakah wudu saya sah?

Wudu ini tidak sah, karena pembasuhan seluruh anggota wudu harus berkesinambungan.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Di mana tempat niat?

2. Soal: Lengkapilah pernyataan-pernyataan berikut!

- Saya membasuh kedua tangan saya kemudian berkumur-kumur dan............................dan........................................

- Saya membasuh kaki kanan saya hingga ........................... kemudian ...........................

3. Soal: Hubungkan antara kata di kolom (A) dan yang relevan di kolom (B)!

Kolom (A)/ Saya Membasuh – Saya Membasuh - Saya Mengusap

Kolom (B)/ Kepalaku – Wajahku - Kakiku

4. Soal: Manakah hal terakhir yang engkau lakukan dalam berwudu?

- Membasuh kedua tangan - Membasuh kedua kaki - Mengusap kepala - Membasuh wajah.

5. Soal: Susunlah anggota-anggota wudu berikut ini dengan menempatkan nomor pada tempat yang sesuai!

- Dua kaki - Dua tangan - Kepala - Wajah - Dua telapak tangan

6 Soal: Bubuhkan tanda centang (V) pada jawaban yang benar, dan tanda silang (X) pada jawaban yang salah!

- Saya membasuh kaki kanan sebelum tangan kanan saya ( )

- Saya mengusap kepala setelah membasuh kaki saya ( )

- Saya membasuh wajah kemudian tangan saya ( )

7. Soal: Tulislah kalimat-kalimat berikut!

- Saya tidak menyisakan satu bagian pun dari anggota wudu yang tidak terkena air.

- ........................................................

- ........................................................

- Saya menyambung amalan wudu dari satu anggota ke anggota lainnya tanpa penundaan.

-........................................................

-........................................................

- Saya melakukan amalan-amalan wudu secara berurutan pada anggota wudu.

- ....................................................

- ....................................................

MATERI KETIGA [7]

[7] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan makna pembatal-pembatal wudu. - Menjelaskan hukum orang yang memakan daging unta dan baru mengetahuinya setelah selesai salat bahwa ia wajib mengulang salat.

PEMBATAL-PEMBATAL WUDU [8]

[8] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan pembatal-pembatal wudu. - Murid dapat menjelaskan apa yang harus dilakukan ketika wudu batal.

Wudu menjadi batal karena beberapa perkara, di antaranya:

1- Ada sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, yaitu kencing, kentut, dan tinja.

2- Tidur.

3- Makan daging unta.

Apabila wudumu batal disebabkan oleh salah satu dari pembatal-pembatal tersebut, maka engkau wajib mengulanginya.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Berilah garis di bawah pembatal-pembatal wudu berikut ini!

(Tertawa - Tidur - Berbicara - Keluarnya sesuatu dari dua jalan: kubul dan dubur - Makan daging unta).

2. Soal: Saya telah berwudu, kemudian saya makan daging kambing. Apakah wudu saya menjadi batal? Dan mengapa?

Pertanyaan 3: Engkau berdiri untuk melaksanakan salat, lalu wudumu batal. Apa yang harus engkau lakukan?

Pilihlah jawaban yang sesuai dengan membubuhkan tanda centang (V)!

( ) Engkau mengulangi salat dan wudu. ( ) Engkau mengulangi wudu.

4. Soal: Engkau makan daging dan tidak mengetahui bahwa itu adalah daging unta kecuali setelah selesai salat.

Maka, apa yang engkau lakukan? (Tuliskan jawabannya) .................................

5. Soal: Tulislah kalimat berikut!

- Saya mengulang wudu ketika terjadi hal yang membatalkannya.

- .......................................................

- ........................................................

MATERI KEEMPAT [9]

[9] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan letak doa iftitah, yakni dibaca pada rakaat pertama salat saja. - Menjelaskan makna-makna doa iftitah, yaitu: (Subḥānakallāhumma wa biḥamdika): Maknanya: Aku menyucikan-Mu, ya Allah, dari segala kekurangan dan aib yang tidak layak bagi-Mu. (Wa biḥamdika): Maknanya: Dengan memuji-Mu. (Tabāraka ismuka): Maknanya: Keberkahan-Mu berlimpah. (Wa ta'ālā jadduka): Maknanya: Maha luhur dan agung kemuliaan-Mu. (Wa lā ilāha gairuka): Maknanya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.

DOA IFTITAH [10]

[10] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan doa iftitah. - Murid mampu menentukan posisi doa iftitah dalam salat.

* Di antara doa-doa yang disyariatkan dalam salat ialah membaca doa iftitah, yaitu:

"Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka." Artinya: Ya Allah! Maha Suci Engkau dan dengan memuji-Mu, Maha berkah nama-Mu, Maha Luhur kemuliaan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.

* Doa ini dibaca setelah takbiratulihram.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Isilah bagian yang kosong dengan kata yang relevan!

(gairuka - ismuka - jadduka - wa biḥamdika).

Subḥānakallāhumma .............................. wa tabāraka..................... wa ta'ālā ................... wa lā ilāha ........................

2. Soal: Jelaskan posisi doa iftitah!

3. Soal: Pilihlah jawaban yang benar!

Saya membaca doa iftitah:

( ) setelah bacaan Surah Al-Fātiḥah. ( ) setelah takbiratulihram.

4. Soal: Pilihlah kata yang sesuai dan letakkan pada bagian yang kosong!

(Ketiga, Keempat, Pertama).

Takbiratulihram adalah takbir ......................... dalam salat.

5. Soal: Sebutkan Doa Iftitah!

6. Soal: Bubuhkanlah tanda (V) dan tanda (X) pada tempat yang sesuai!

- Saya membaca doa iftitah di setiap rakaat ( ).

- Doa Iftitah dibaca pada rakaat pertama ( ).

7. Soal: Tulislah kalimat berikut ini!

- Setelah takbiratulihram, saya membaca doa iftitah.

- ........................................................

-........................................................

MATERI KELIMA[11]

[11] Panduan Instruksional bagi Guru - Mengaitkan pembahasan salat dengan rukun Islam yang lima. - Menganjurkan para murid untuk menjaga salat lima waktu pada waktunya, karena ia merupakan tiang agama Islam. Siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. Tirmizi, No. 2621)

SALAT-SALAT FARDU[12]

[12] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan kedudukan salat dalam Islam. - Murid dapat menyebutkan jumlah salat fardu dalam sehari semalam. - Murid dapat menentukan jumlah rakaat setiap salat fardu.

* Salat adalah rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.

* Menjaga pelaksanaan salat pada waktunya ialah sebab masuk surga.

* Meninggalkannya merupakan salah satu sebab masuk neraka.

* Salat fardu dalam sehari semalam sebanyak lima salat, yaitu:

1- Salat Subuh (2 rakaat).

2) Salat Zuhur (4 rakaat)

3) Salat Asar (4 rakaat).

4) Salat Magrib (3 rakaat).

5) Salat Isya (4 rakaat).

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Lengkapilah bagian yang kosong!

- Rukun Islam itu ada lima, yaitu:

1. Dua kalimat syahadat. 2. ................................... 3. Membayar zakat. 4. Puasa Ramadan. 5. Haji.

- Menjaga pelaksanaan salat pada waktunya ialah sebab masuk ....................., dan meninggalkannya merupakan salah satu penyebab masuk .........................

2. Soal: Sebutkan salat-salat fardu dalam sehari semalam!

3. Soal: Hubungkan setiap salat pada kolom (A) dengan jumlah rakaatnya yang sesuai pada kolom (B)!

Kolom (A)

Salat Subuh

Salat Zuhur

Salat Maghrib

Kolom (B)

Empat rakaat

Dua rakaat

Tiga rakaat

Satu Rakaat

4- Soal: Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat yang sempurna!

(menjaga - pada waktunya- pelaksanaan salat- Zaid).

........................................................................................................................................

(dari rukun - Salat adalah - Islam - rukun - yang kedua).

..............................................................................................................

5. Soal: Lingkarilah salat-salat yang berjumlah empat rakaat!

(Subuh - Zuhur - Asar - Magrib - Isya).

MATERI KEENAM[13]

[13] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan makna-makna tasyahud dengan gaya bahasa yang mudah bagi para murid: (At-Taḥiyyātu lillāh): yaitu ucapan-ucapan yang menunjukkan keselamatan, kekuasaan, keabadian, dan keagungan milik Allah Ta'ala. (waṣ-ṣalawāt): yaitu salat-salat fardu dan sunah milik Allah Ta'ala. (waṭ-ṭayyibāt): yaitu amal-amal saleh milik Allah Ta'ala, karena sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. - Menekankan kecintaan kepada Nabi ﷺ serta menghargai dan mencintai hamba-hamba Allah yang saleh.

TASYAHUD[14]

[14]Tujuan-Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menghafal bacaan tasyahud. - Murid dapat menentukan posisi tasyahud di dalam salat.

"At-taḥiyyātu lillāh, waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaikum ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh." Artinya: "Segala ucapan penghormatan, salat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Posisi Tasyahud:

- Dibaca setelah rakaat kedua pada salat yang terdiri dari tiga dan empat rakaat. Ini dinamakan Tasyahud Awal.

- Diucapkan setelah rakaat terakhir pada setiap salat. Ini disebut Tasyahud Akhir.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Sebutkan bacaan tasyahud?

2. Soal: Lengkapilah bagian yang kosong berikut ini!

- Tasyahud diucapkan setelah rakaat kedua pada salat yang terdiri dari tiga dan empat rakaat. Ini disebut .........................

- Tasyahud dibaca setelah rakaat terakhir pada setiap salat. Ini dinamakan ..............................

3. Soal: Di dalam tasyahud terdapat salah satu rukun Islam. Sebutkanlah!

4. Soal: Pilihlah jawaban yang benar!

a- Tasyahud Awal dilakukan setelah:

( ) Rakaat pertama. ( ) Rakaat kedua.

b- Bacaan yang dibaca pada Tasyahud Akhir:

( ) setelah berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

( ) sebelum berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Soal 5: Letakkan salat-salat yang memiliki dua tasyahud dalam satu kelompok, dan yang hanya memiliki satu tasyahud dalam kelompok yang lain!

(Salat Isya - Salat Asar - Salat Magrib - Salat Subuh - Salat Zuhur).

Kolom (A)

1- ...................................................

2- ...................................................

3- ...................................................

4- ...................................................

Kolom (B)

1- ...................................................

2- ...................................................

3- ...................................................

4- ...................................................

MATERI KETUJUH[15]

[15] Panduan Instruksional bagi Guru - Memotivasi para murid untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, khususnya ketika nama beliau disebut. - Menjelaskan bahwa selawat dari Allah ialah pujian kepada hamba di hadapan para malaikat. - Menjelaskan bahwa keberkahan adalah kelestarian dan melimpahnya segala bentuk kebaikan. Tidak ada yang lebih melimpah serta lebih lestari daripada kebaikan Allah Ta'ala.

SELAWAT KEPADA NABI MUHAMMADﷺ [16]

[16] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat berselawat kepada Nabi ﷺ. - Murid mampu menentukan tempat untuk membaca selawat kepada Nabi ﷺ di dalam salat.

"Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Wa bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd." Artinya: "Ya Allah! Limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

* Waktu membaca selawat kepada Nabi ﷺ adalah setelah Tasyahud Akhir dan sebelum dua salam.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Sebutkan lafaz selawat kepada Nabi ﷺ!

2. Soal: Isilah bagian yang kosong berikut dengan kata-kata dari teks di atas!

A. Di antara nama-nama Allah Ta'ala ..................................................

b. Di antara nama-nama nabi: ..........................................................

3. Soal: Lingkarilah jawaban yang benar!

Selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dibaca saat:

(Rukuk - Sujud - Setelah Tasyahud Akhir).

MATERI KEDELAPAN[17]

[17] Panduan Instruksional bagi Guru - Menekankan kepada para murid untuk memohon perlindungan dari empat hal ini kapan saja, terutama di dalam salat, karena Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada Allah darinya. - Menjelaskan kosakata terkait permohonan perlindungan dari empat hal yang disebutkan dalam pelajaran ini: (A'ūżu): Aku berlindung dan berpegang teguh. (Fitnah al-maḥyā wa al-mamāt): Fitnah kehidupan dan fitnah kematian. (Fitnah kehidupan): apa saja yang menimpa manusia selama hidupnya berupa godaan dunia dan syahwat-syahwatnya. (Fitnah kematian): Ia merupakan fitnah saat kematian, atau fitnah kubur dan azabnya: di antaranya pertanyaan dua malaikat. (Fitnah al-masīḥ ad-dajjāl): Fitnah Dajal (Almasih Dajal): Dajal adalah seorang laki-laki pendusta lagi kafir yang kelak akan keluar di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Allah menjalankan berbagai tanda kekuasaan melalui tangannya, seperti menurunkan hujan bagi orang yang membenarkannya, dan mendatangkan kekeringan bagi orang yang mendustakannya. Akibatnya, banyak manusia tertipu olehnya dan mengikutinya. Ia akan mendatangi seluruh negeri kecuali Makkah dan Madinah, kemudian Isa -'alaihissalām- akan membunuhnya. Di antara cara untuk selamat dari fitnahnya: kekuatan iman, memohon perlindungan kepada Allah dari fitnahnya, dan menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi. Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang hafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, maka dia akan dilindungi dari fitnah Dajal." (HR. Muslim, No. 809)

HAL-HAL YANG DIMOHONKAN PERLINDUNGAN DARINYA PADA SAAT DUDUK TASYAHUD SETELAH BERSELAWAT KEPADA NABI ﷺ [18]

[18] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan hal-hal yang dimohonkan perlindungannya oleh seorang muslim dalam salatnya. - Murid dapat menentukan tempat istiazah dari empat perkara ini dalam salat.

Seorang muslim dalam duduk tasyahud setelah berselawat kepada Nabi ﷺ memohon perlindungan dari empat perkara, ia mengucapkan:

1- "Allāhumma innī a'ūżubika min 'azābi jahannam." Artinya: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam.

2- "wa min azābil qabri." Artinya: Dan dari siksa kubur.

3- "wa min fitnah al-maḥyā wa al-mamāt." Artinya: Dan dari fitnah kehidupan dan kematian.

4- "wa min fitnah al-masīḥ ad-dajjāl." Artinya: Dan dari fitnah Almasih Dajal.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Sebutkan empat perkara yang dimintakan perlindungan darinya saat duduk tasyahud setelah membaca selawat kepada Nabi ﷺ!

........................................................................................................................................

.........................................................................................................................

2. Soal: Sempurnakanlah pernyataan berikut ini!

Di antara cara agar selamat dari fitnah Almasih Dajal:

- Memohon perlindungan kepada Allah dari ..............................................................

- Menghafal sepuluh ayat dari permulaan .....................................................

MATERI KESEMBILAN[19]

[19] Panduan Instruksional bagi Guru - Guru mempraktikkan salat di hadapan murid-murid. - Menugaskan setiap murid untuk melaksanakan salat di hadapan teman-temannya sambil mengoreksi kesalahan yang terjadi. - Mengulangi praktik salat jika murid-murid melakukan kesalahan saat mengerjakan salat. - Menjelaskan bahwa minimal kesempurnaan dalam mengucapkan (Subḥāna Rabbiyal-‘Aẓīm) dan (Subḥāna Rabbiyal-A‘lā) adalah satu kali. - Menjelaskan tata cara salat Nabi Muhammad ﷺ sesuai riwayat dari Amir bin Sa'ad, dari ayahnya, ia berkata, "Aku melihat Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke kanan dan ke kirinya hingga aku melihat putih pipinya." (HR. Muslim, No. 582) - Menjelaskan bahwa perempuan menutup seluruh badannya dalam salat, kecuali wajah dan telapak tangan, jika ia tidak berada di dekat laki-laki yang bukan mahram.

TATA CARA SALAT[20]

[20] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan tata cara salat. - Murid dapat mempraktikkan salat dengan benar.

1- Aku menghadap kiblat, kemudian melakukan takbiratulihram sambil memandang ke tempat sujud, lalu membaca doa iftitah.

2- Aku mengucapkan, "A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm, bismillāhir-raḥmānir-raḥīm," (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Kemudian membaca Surah Al-Fātiḥah, lalu membaca ayat dari Al-Qur`an yang saya hafal.

3- Aku mengangkat kedua tanganku dan membaca "Allāhu Akbar", kemudian rukuk dan membaca "Subḥāna rabbiyal-'aẓīm" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung) sebanyak tiga kali.

4- Aku bangkit dari rukuk dengan mengucapkan "Sami'allāhu liman ḥamidah, Rabbanā walakal-ḥamdu ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh." (Allah mendengar orang yang memujinya. Ya Tuhanku, hanya untuk-Mu segala pujian, pujian yang banyak lagi baik serta penuh keberkahan).

5- Aku bertakbir dan bersujud di atas tujuh anggota tubuh. Ketika sujud aku membaca: "Subḥāna rabbiyal-a'lā" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) sebanyak tiga kali.

6- Aku bangkit dari sujud sambil membaca: "Allāhu akbar." Lalu aku membaca di antara dua sujud: "Rabbi-gfir lī." (Ya Tuhanku, ampunilah aku).

7- Aku melakukan sujud kedua seraya membaca, "Allāhu akbar". Ketika sujud aku membaca lagi, "Subḥāna rabbiyal-a'lā." (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) sebanyak tiga kali.

8- Bangkit menuju rakaat kedua seraya membaca, "Allāhu Akbar". Aku melakukan seperti yang aku lakukan pada rakaat pertama.

9- Aku duduk setelah rakaat kedua untuk tasyahud awal.

10- Aku melakukan seperti apa yang aku lakukan pada dua rakaat sebelumnya di sisa rakaat yang ada.

11) Aku duduk di akhir salat untuk membaca tasyahud akhir, selawat untuk Nabi ﷺ, dan berdoa. Kemudian, aku mengucapkan salam dua kali dengan mengucapkan: "As-salāmu 'alaikum wa rahmatullāh."

Soal-Soal Evaluasi

1.Soal: Sebutkanlah tata cara salat!

2. Soal: Letakkan setiap kata atau ungkapan berikut pada bagian kosong yang relevan!

(Al-Fātiḥah, Allāhu akbar, kiblat, hafalan dari Al-Qur`an Al-Karim).

- Seorang muslim menghadap .......................... ketika salat, dan mengucapkan di awal salatnya .........................., kemudian membaca surah ........................ dan membaca setelahnya .......................

3. Soal: Seorang penyair berkata:

Wahai anakku, berwudulah dan dirikanlah salat *** Laksanakanlah ia untuk Tuhanmu niscaya engkau akan mendapatkan rida-Nya.

Wahai anakku, berwudulah dengan air yang suci *** Sesungguhnya air wudu bagi wajahmu merupakan cahaya.

Apabila Allah meridai seorang muslim *** Maka ia akan meraih kebahagiaan sepanjang hidup.

Bacalah syair sebelumnya dan jawablah pertanyaan berikut!

a. Apa yang digunakan oleh seorang muslim untuk berwudu? b. Sebutkan salah satu manfaat dari ibadah salat?

4. Soal: Pilihlah jawaban yang benar berikut ini!

A- Aku mengarahkan pandanganku saat salat ke?

( ) Atap. ( ) Dinding. ( ) Tempat sujud.

B. Aku meletakkan kedua tanganku saat rukuk di?

( ) Kedua lututku. ( ) Kedua betisku.

C. Saat sujud, aku membaca?

( ) Subḥāna rabbiyal-a'lā (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi). ( ) Subḥāna rabbiyal-'aẓīm (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung).

5. Soal: Hubungkan ungkapan-ungkapan di kolom (A) dengan yang sesuai pada kolom (B)!

Kolom (A)

Ketika sujud, aku membaca ...

Saat rukuk, aku membaca ...

Ketika duduk di antara dua sujud, aku membaca ...

Ketika bangkit dari rukuk, aku membaca ...

Kolom (B)

Subḥāna rabbiyal-'aẓīm (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung).

Subḥāna rabbiyal-a'lā (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi).

Sami'allāhu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya).

Rabbi-gfir lī (Ya Tuhanku! Ampunilah aku).

Allāhu akbar (Allah Maha Besar).

MATERI KESEPULUH[21]

[21] Panduan Instruksional bagi Guru - Mengulang kembali tema pembatal-pembatal wudu bersama murid-murid. - Menekankan pentingnya khusyuk dalam salat. - Menugaskan beberapa murid untuk mempraktikkan salat di depan teman-teman mereka, dan meminta yang lainnya untuk mengoreksi kesalahannya. - Menjelaskan bahwa wudu menjadi batal karena salah satu dari pembatal-pembatal wudu, seperti terdengar suara kentut atau keluar anginnya. - Menjelaskan bahwa berbicara dengan sengaja dalam salat membatalkannya.

PEMBATAL-PEMBATAL SALAT[22]

[21] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menjelaskan pembatal-pembatal salat. - Murid dapat menyebutkan apa yang harus dilakukan orang yang salat jika salatnya batal.

Salat dapat batal disebabkan oleh beberapa perkara, di antaranya:

1- Makan. 2- Minum. 3- Berbicara.

4- Tertawa. 5- Batalnya wudu karena buang air kecil, buang air besar, atau kentut. 6- Banyak gerakan.

* Apabila terjadi sesuatu dari pembatal-pembatal ini saat sedang salat, salat tersebut menjadi batal dan wajib diulangi.

* Jagalah kekhusyukan saat sedang salat.

Soal-Soal Evaluasi

1.Soal: Sebutkan pembatal-pembatal salat!

2. Soal: Apa yang harus dilakukan oleh orang yang salat apabila salatnya batal?

3. Soal: Tentukan pembatal salat yang terdapat pada setiap situasi berikut:

A. Saat sedang salah, seorang murid melihat saudaranya, Anas, mengambil tempat pensilnya, lalu ia berkata kepadanya, “Jangan kau ambil tempat pensilku!”

B. Seorang murid mendengar bel pintu luar rumah, sementara ia sedang salat di dalam kamar. Lalu ia pergi untuk membuka pintu, kemudian kembali untuk melanjutkan salatnya.

C. Ada murid sedang salat, lalu melihat adiknya mencoba berjalan dan terjatuh, kemudian ia tertawa.