المناهج التعليمية - الصف الثالث

المناهج التعليمية - الصف الثالث

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Kedua

Language: lang_id
Prepared by:
Version: 2.1
Translations 4
English Indonesian Urdu Chinese
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN BUKU TAUHID Level Kedua

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi Ilmu Tauhid yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Topik terpenting yang dibahas pada level kedua meliputi: penjelasan tentang tiga tingkatan agama, yaitu: Islam, iman, dan ihsan melalui poin berikut ini:

1- Definisi dan Penjelasan Maknanya.

2- Menyebutkan rukun Islam yang lima beserta penjelasan makna setiap rukun tersebut dan penjabarannya, serta pendalilannya dari nas-nas Al-Qur`an dan Sunnah.

3 - Menyebutkan rukun iman yang enam beserta penjelasan makna setiap rukun tersebut dan penjabarannya, serta pendalilannya dari nas-nas Al-Qur`an dan Sunnah.

4- Penjelasan hukum orang yang mengingkari salah satu rukun-rukun Islam dan iman.

5- Menjelaskan keutamaan tingkatan ihsan dan ketinggian kedudukannya.

LEVEL KETIGA

MUKADIMAH

Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang belum dia ketahui. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi yang ummi lagi mulia, yang diutus oleh Allah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Tauhid (mengesakan) Allah -'Azza wa Jalla- adalah kewajiban yang paling fundamental, dan mempelajarinya menjadi disiplin ilmu yang paling mulia dan paling utama. Hal ini dikarenakan tauhid merupakan fondasi yang menjadi dasar keabsahan dan diterimanya semua amalan. Kebutuhan manusia kepadanya melebihi segala kebutuhan lainnya; karena hati tidak akan menemukan esensi kehidupan, kenikmatan, dan ketenangan kecuali dengan mengenal Rabb-nya, sembahannya, dan Penciptanya melalui pengenalan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Di samping itu, pendalaman pemahaman agama serta penguasaan tata cara ibadah—seperti bersuci, salat, dan ibadah lainnya—merupakan indikator kebahagiaan seseorang sekaligus tanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi hamba tersebut. Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Dia akan menjadikannya paham urusan agama."[1] [1] HR. Bukhari, Kitāb al-’Ilmi, Bāb, Man yuridillāhu bihi khairan yufaqqih-hu fīd-dīn, (No. 7).

Berangkat dari urgensi tersebut, Kantor Bimbingan Ekspatriat berkomitmen untuk mengajarkan materi tauhid guna menanamkan akidah yang benar dalam jiwa para murid, agar mereka berada di atas cahaya dan ilmu dalam urusan agama mereka.

Setelah murid mempelajari dalam mata pelajaran tauhid level kedua tentang tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia, maka sudah sepatutnya dia mempelajari pada level ketiga dari mata pelajaran ini tentang tiga tingkatan agama secara lebih rinci, agar dia dapat menapakinya secara bertahap dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya dengan tekad yang tinggi untuk meraih rida Allah Ta'ala dan kesuksesan mendapatkan surga-Nya.

Untuk setiap materi pembelajaran sudah dirumuskan tujuan-tujuan instruksional khusus yang sesuai dengan karakteristik materi. Perumusan tersebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip kepadatan isi, kejelasan redaksi, penahapan materi secara gradual (berjenjang), serta kesinambungan keterkaitan dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Selain itu, setiap pembelajaran juga dilengkapi dengan instrumen evaluasi serta panduan bagi guru sebagai acuan dalam merealisasikan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Berikut ini beberapa pesan bagi guru:

1- Ikhlas kepada Allah adalah syarat diterimanya amal, maka jadikanlah amalmu murni semata-mata karena wajah Allah ﷻ, niscaya engkau akan beruntung di dunia dan akhiratmu.

2- Integritas dalam menjaga amanah merupakan kunci keselamatan. Anda, sebagai tenaga pendidik, berada di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta mengemban tanggung jawab besar atas pengembangan intelektual dan fitrah para generasi muda Muslim. Oleh karena itu, jagalah amanah profesional ini demi meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

3- Mengajarkan materi tauhid adalah salah satu amalan yang paling mulia. Tidak ada kebaikan bagi para hamba dan tidak pula ada keselamatan dari kehinaan dunia dan azab akhirat kecuali dengan mengenal dan mengamalkan tauhid. Maka, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menanamkan akidah yang benar di dalam jiwa para murid, dan jadilah juru bicara yang jujur serta teladan yang hidup bagi idealisme dan nilai-nilai luhur yang engkau dakwahkan.

4. Optimalisasi momentum situasional untuk mengulas keesaan dan kekuasaan Allah, seperti saat awan mendung menyelimuti langit, kilatan petir, suara guntur, turunnya hujan, maupun fenomena alam lainnya yang mampu menstimulasi respons spiritual serta memperkuat dorongan keimanan dalam diri seorang Muslim.

5- Penyederhanaan materi melalui metode perumpamaan (analogi) serta pengaitan substansi pembelajaran dengan realitas kehidupan (kontekstualisasi) memiliki signifikansi besar dalam meningkatkan antusiasme murid terhadap mata pelajaran. Hal ini, pada gilirannya, akan memotivasi mereka untuk mendalami materi serta mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Sebagai penutup, kami sampaikan kabar gembira berupa sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah kematiannya adalah ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan."[2] [2] HR. Ibnu Majah, (No. 242).

Maka bersegeralah, bersegeralah agar Anda memetik buah dari ilmu dan amal Anda.

BUKU TAUHID

Judul

Hal.

Materi Pertama:

Reviu materi pembelajaran level kedua yang sudah dipelajari

Materi Kedua:

Tingkatan Agama Islam Tingkatan Pertama: Islam

Materi Ketiga:

Rukun Islam

Materi Keempat:

Rukun Pertama: Syahadat "Lā ilāha illallāh" dan Syahadat "Muḥammad rasūlullāh" (A) Syahadat "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

Materi Kelima: Materi Keenam: Materi Ketujuh:

(B) Syahadat "Muḥammad rasūlullāh" (Muhammad adalah utusan Allah)

Materi Kedelapan:

Tingkatan Agama Tingkatan Kedua: Iman

Materi Kesembilan:

Rukun Iman Rukun Pertama: Iman kepada Allah Ta'ala

Materi Kesepuluh:

Rukun Kedua: Iman kepada Para Malaikat

Materi Kesebelas:

Rukun Ketiga dan Keempat: Iman kepada Kitab-Kitab dan Para Rasul.

Materi Kedua Belas:

Rukun Kelima: Iman kepada Hari Akhir

Materi Ketiga Belas:

Rukun Keenam: Iman kepada Takdir Baik dan Buruk

Materi Keempat Belas:

Tingkatan Agama: Tingkatan Ketiga: Ihsan

MATERI PERTAMA

REVIU MATERI PEMBELAJARAN LEVEL KEDUA YANG SUDAH DIPELAJARI

Soal 1: Tuliskan tiga landasan utama yang wajib diketahui dan diamalkan oleh seorang manusia!

Pengetahuan seorang hamba terhadap ..........., dan pengetahuan seorang hamba terhadap agamanya .........., dan pengetahuan seorang hamba terhadap ...............

Soal 2: Lengkapilah rukun-rukun iman!

"Engkau beriman kepada Allah, ..............., kitab-kitab-Nya, ..............., dan hari akhir, serta ..............."

Soal 3: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

A - Apa rukun Islam yang pertama?

B - Siapakah penutup para Nabi?

C. Apakah yang dimaksud dengan ihsan?

MATERI KEDUA [3]

[3] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan tiga tingkatan agama. - Murid mampu menerangkan makna Islam. - Murid mampu menyebutkan beberapa bentuk sikap berlepas diri dari orang-orang musyrik.

TINGKATAN AGAMA [4]

[4] Panduan Instruksional bagi Guru - Memberi arahan bahwa ketiga tingkatan ini adalah perkara yang ditanyakan oleh Malaikat Jibril 'alaihissalām kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Sahih-nya, No. 8. - Menjelaskan bahwa Islam secara etimologi berasal dari kata "al-musālamah", yaitu: meninggalkan perselisihan. Dengan demikian, seorang muslim berserah diri kepada perintah-perintah Allah Ta'ala, tunduk patuh kepada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya. - Menjelaskan bahwa di antara faedah berserah diri kepada Allah dan tunduk patuh kepada-Nya dengan ketaatan ialah meraih kehidupan yang baik di dunia, memperoleh rida Allah Subḥanahu, masuk ke dalam surga, dan selamat dari siksaan neraka. - Menyebutkan kisah Ibrahim 'alaihissalām bersama kaumnya, bagaimana beliau berlepas dirinya dari kesyirikan dan para pelakunya, serta menampakkan penolakan terhadap mereka, dan dorongan untuk meneladani sikap beliau. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian, dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah semata...'" [QS Al-Mumtaḥanah: 4] 4- Menjelaskan bahwa membenci kesyirikan dan para pelakunya bukan berarti menzalimi dan sewenang-wenang terhadap mereka, melainkan tetap berbuat baik dalam berinteraksi dengan mereka dalam urusan dunia. 5- Menyebutkan beberapa bentuk sikap berlepas diri dari orang-orang musyrik, di antaranya: membenci mereka, berhijrah dari negeri mereka, tidak menyerupai mereka, dan menjelaskan kebatilan yang ada pada mereka, serta meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar.

Agama Islam memiliki tiga tingkatan, yaitu: Islam, Iman, dan Ihsan. Tingkatan Pertama: Islam

Makna Islam adalah tunduk kepada Allah dengan memurnikan tauhid, patuh kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

Penjelasan makna Islam:

Berserah diri kepada Allah dengan menauhidkan-Nya, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah.

Ketundukan kepada-Nya melalui ketaatan, yaitu melakukan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Dia larang.

Berlepas diri dari kesyirikan dan para penganutnya: yaitu membenci kesyirikan, meyakini kebatilannya, dan tidak mencintai orang-orang musyrik.

* Siapa yang mengerjakan kebajikan, dia akan memperoleh kejayaan di dunia berupa kehidupan yang baik lagi menyenangkan, dan di akhirat akan masuk ke dalam surga 'Adn.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Tingkatan agama ada tiga. Lengkapilah tulisan berikut secara berurutan!

1- ............... 2- ............... 3- Ihsan.

Soal 2: Susunlah kata-kata berikut menjadi makna Islam dengan melengkapi tempat yang kosong!

- patuh, - serta berlepas diri, - dan pelakunya, - dari kesyirikan, - kepada Allah dengan memurnikan tauhid, - kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan.

Islam adalah . . . . . . . . . . ., . . . . . . . . . . ., . . . . .

Soal 3: Tulislah kata-kata berikut di kolom yang tepat!

- Sujud kepada Allah - Berdoa kepada Allah - Berdoa kepada selain Allah - Sujud kepada selain Allah - Berbakti kepada orang tua - Durhaka kepada orang tua.

Di antara perkara yang diperintahkan Allah:

Berdoa kepada Allah.

. . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . .

Di antara perkara-perkara yang dilarang oleh Allah: Berdoa kepada selain Allah . . . . . . . . . ..

. . . . . . . . . ..

MATERI KETIGA [5]

[5] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan dalil tentang rukun-rukun Islam. - Murid mampu menyebutkan kelima rukun Islam. - Murid mampu menjelaskan urgensi kelima rukun ini.

RUKUN ISLAM [6]

[6] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa rukun-rukun ini adalah fondasi yang mana agama tidak dapat tegak berdiri kecuali dengannya, sebagaimana sebuah bangunan tidak dapat tegak kecuali dengan fondasi dan tiang-tiang penyangganya. - Menjelaskan bahwa di antara faedah berpegang teguh dengan Islam adalah terjaganya darah dan harta seorang muslim. Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah).' Maka siapa yang mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh', sungguh ia telah melindungi harta dan jiwanya dariku kecuali dengan haknya, dan perhitungannya diserahkan kepada Allah." [HR. Bukhari, No. 2946] - Menjelaskan bahwa Islam adalah satu-satunya sebab untuk bisa masuk surga dan keselamatan dari api neraka, dan Allah tidak menerima agama selainnya. Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi." [QS. Ali 'Imran: 85] - Menyebutkan kisah-kisah sebagian orang yang memeluk Islam di masa lampau maupun masa kini, serta menjelaskan besarnya kebahagiaan dan kebanggaan mereka terhadap agama yang agung ini. Diriwayatkan dari Umar -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa ia berkata, "Kita kaum yang telah dimuliakan Allah dengan Islam, maka jika kita mencari kemuliaan dengan selainnya, niscaya Allah akan menghinakan kita."

Rukun Islam ada lima:

1- Mengucapkan syahadat Lā ilāha illallāh wa anna Muḥammad rasūlullāh.

2- Mendirikan salat.

3- Menunaikan zakat.

4- Puasa Ramadan.

5- Menunaikan haji ke Baitulullah bagi yang mampu melakukan perjalanan ke sana.

Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ, "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan berhaji ke Baitullah."[7] [7] HR. Bukhari dalam Kitāb Al-Īmān, No. 8; dan Muslim dalam Kitāb Al-Īmān (1/45).

* Islam adalah satu-satunya penyebab masuk surga dan keselamatan dari neraka.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Lengkapilah penulisan rukun Islam berikut ini!

1- Syahadat Lā ilāha illallāh wa anna Muḥammadar rasūlullāh.

2- ................... 3- Menunaikan zakat.

4- ................... 5- ...............

Soal 2: Isilah titik-titik berikut dengan kata-kata yang tepat di bawah ini!

(Lima - Islam - Syahadat 'Lā ilāha illallāh' - Muslim).

- Allah tidak menerima agama selain . . . . . . . . . . . .

- Aku salat dalam sehari semalam sebanyak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . salat.

- Rukun Islam yang pertama adalah . . . . . . . . . . . . . . . .wa anna muḥammadar rasūlullāh.

Soal 3: Sebutkan dalil dari Sunnah tentang rukun Islam!

MATERI KEEMPAT [8]

[8] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan Rukun Pertama dari rukun-rukun Islam. - Murid mampu menyebutkan dalil tentang Syahadat "Lā ilāha illallāh". - Murid mampu menerangkan makna "Lā ilāha illallāh".

RUKUN PERTAMA [9]

[9] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa siapa yang mengucapkan Lā ilāha illallāh dan mengamalkan konsekuensinya maka ia akan masuk surga. - Menjelaskan bahwa siapa yang memalingkan suatu jenis ibadah kepada selain Allah seperti doa, maka ia musyrik, meskipun dia mengucapkan Lā ilāha illallāh; karena tauhid maknanya mengesakan Allah dalam ibadah. - Menjelaskan bahwa kunci pembuka surga ialah Lā ilāha illallāh. Sebuah kunci pasti memiliki gigi-gigi, dan gigi-gigi kunci pembuka surga adalah mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah. - Menjelaskan bahwa kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" merupakan zikir yang paling utama, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Zikir yang paling utama ialah Lā ilāha illallāh." [HR. Tirmizi, No. 3383] - Menjelaskan bahwa hal pertama yang diserukan kepada orang-orang kafir adalah syahadat Lā ilāha illallāh, sebagaimana tertera dalam hadis Rasulullah ﷺ ketika beliau mengutus Muaż -raḍiyallāhu 'anhu- ke Yaman sebagai hakim dan pengajar. Beliau bersabda kepadanya, "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, apabila engkau telah mendatangi mereka, serulah mereka untuk bersyahadat Lā ilāha illallāh." [HR. Bukhari, No. 4347] - Menjelaskan keutamaan berdakwah kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, jika Allah memberikan petunjuk kepada satu orang melalui dirimu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah." [HR. Bukhari, No. 3701; dan Muslim, No. 2406]

Syahadat Lā ilāha illallāh wa anna muḥammadar rasūlullāh

1- Kesaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

Dalil syahadat bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah ialah firman Allah Ta'ala, "Allah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [QS. Āli 'Imrān: 18]

Makna "Lā ilāha illallāh" ialah tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah.

* Zikir yang paling utama adalah Lā ilāha illallāh.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Berilah garis bawah pada Rukun Pertama dari rukun Islam!

- Mendirikan salat.

- Berpuasa Ramadan.

- Menunaikan zakat.

- Syahadat lā ilāha illallāh wa anna muḥammadar rasūlullāh.

- Berhaji ke Baitulullah bagi yang mampu melakukan perjalanan ke sana.

Soal 2: Sebutkan dalil terkait syahadat lā ilāha illallāh!

Soal 3: Apa makna kalimat lā ilāha illallāh?

Soal 4: Isilah titik-titik di bawah ini!

Hal pertama yang diserukan kepada orang-orang kafir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Kunci Surga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 5: Persiapkanlah sebuah materi bersama beberapa murid di kelasmu tentang keutamaan ucapan "lā ilāha illallāh", lalu presentasikan di hadapan teman-temanmu!

MATERI KELIMA Lanjutan: Rukun Pertama [10]

[10] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan dalil syahadat "Anna Muḥammadar Rasūlullāh". - Murid mampu menjelaskan makna syahadat "Anna Muḥammadar Rasūlullāh". - Murid bisa waspada sehingga tidak menyelisihi Rasulullah ﷺ.

Kesaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah [11]

[11] Panduan Instruksional bagi Guru - Kewajiban menaati Rasulullah ﷺ terkait apa yang beliau perintahkan. Allah Ta'ala berfirman, "...Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah..." [QS. Al-Ḥasyr: 7] - Anjuran untuk membenarkan Rasulullah ﷺ terkait semua yang beliau beritakan. Di antara perkara gaib yang beliau beritakan adalah mengenai terjadinya hari kiamat, surga, dan neraka. - Peringatan dari perbuatan maksiat kepada Rasulullah ﷺ. Sungguh, Allah -Subḥānahu- telah menyebutkan tentang penghuni neraka dan penyesalan mereka atas kelalaian mereka dalam hal tersebut dalam firman-Nya, "Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, 'Alangkah baiknya seandainya kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul'." [QS. Al-Aḥzāb: 66] - Penegasan atas kewajiban beribadah kepada Allah dengan apa yang Dia syariatkan, sehingga tidak melakukan perkara bidah dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah, seperti bidah perayaan Isra Mikraj, perayaan Maulid Nabi, perayaan Hari Ibu, dan semisalnya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Dan setiap bidah itu adalah kesesatan." [HR. Muslim, No. 867] - Penjelasan bahwa kecintaan yang tulus kepada Rasul ﷺ menuntut ketaatan kepada beliau dan meneladani beliau. - Menyebutkan sebagian rujukan terkait sirah Rasul ﷺ, seperti kitab Mukhtaṣar Sīrah ar-Rasūl ﷺ karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab -raḥimahullāh-.

Makna syahadat "Muhammad adalah utusan Allah" ialah menaati apa yang beliau perintahkan, membenarkan apa yang beliau beritakan, menjauhi apa yang beliau larang serta beliau cegah,[12] dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan. [12] Maksudnya teguran keras yang lebih tegas daripada larangan.

Dalil syahadat bahwa Muhammad itu utusan Allah adalah firman Allah Ta'ala, "Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al Aḥzāb: 40]

* Cinta yang tulus kepada Rasulullah ﷺ menuntut ketaatan kepada beliau dan meneladani beliau.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa makna syahadat Muhammad adalah utusan Allah?

Soal 2: Isilah titik-titik berikut sebagaimana pada baris pertama!

A. Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk menaati Allah dan melarang kita dari bermaksiat kepada-Nya.

B. Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk bertauhid dan melarang kita dari . . . . . . . . . . .

C - Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk berlaku jujur dan melarang kita dari . . . . . . . . . . .

Soal 3: Sebutkan dalil syahadat bahwa Muhammad itu utusan Allah!

Soal 4: Hubungkanlah setiap pernyataan dari kolom (A) dengan pernyataan yang sesuai pada kolom (B)!

Makna Syahadat "anna muḥammadar rasūlullāh":

Kolom (A)

Kolom (B)

Menaati beliau

Apa yang beliau larang dan beliau cegah

dan membenarkan

Apa yang beliau beritakan

dan menjauhi

Dengan apa yang beliau syariatkan

Dan agar tidak beribadah kepada Allah kecuali

apa yang beliau perintahkan

Soal 5: Sebutkan sebuah buku tentang sirah Nabi Muhammad ﷺ yang kamu sarankan kepada teman-temanmu untuk dibaca!

MATERI KEENAM [13]

[13] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan rukun kedua dan ketiga dari rukun-rukun Islam. - Murid mampu menjaga pelaksanaan salat pada waktunya. - Murid mampu menyebutkan dalil terkait kewajiban salat dan zakat.

RUKUN KEDUA DAN KETIGA [14]

[14] Panduan Instruksional bagi Guru - Anjuran menjaga salat pada waktunya, dan penjelasan kekafiran orang yang meninggalkannya. Nabi ﷺ bersabda, "Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat, maka siapa yang meninggalkannya, sungguh ia telah kafir." [HR. Ahmad, 5/346] - Penjelasan bahwa zakat termasuk sebab keberkahan harta, wujud kepedulian terhadap orang-orang fakir dan kaum yang membutuhkan, dan bahwa tidak membayar zakat merupakan salah satu sebab penghalang turunnya hujan dari langit.

Rukun Kedua: Mendirikan Salat

Rukun Ketiga: Membayar Zakat.

Makna Mendirikan Salat

Beribadah kepada Allah dengan mendirikan salat wajib lima waktu pada waktu-waktu yang telah ditentukan sesuai dengan tata cara yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Makna Membayar Zakat

Beribadah kepada Allah dengan mengeluarkan sebagian dari harta dan memberikannya kepada para mustahik.

Dalil untuk salat dan zakat ialah firman Allah Ta'ala, "Laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." [QS. Al-Baqarah: 43]

Hukum orang yang mengingkari kewajiban salat atau zakat adalah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Saya menjaga pelaksanan salat pada waktunya, dan saya mengetahui bahwa menahan zakat termasuk sebab tertahannya hujan dari langit.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Hubungkanlah setiap poin dari kolom (A) dengan ungkapan yang sesuai dari kolom (B)!

Kolom (A)

Kolom (B)

Mendirikan salat

Rukun Islam pertama

Membayar zakat

Rukun Keempat

Syahadat Lā ilāha illallāh (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan syahadat Muḥammad rasūlullāh (Muhammad adalah utusan Allah).

Rukun Kedua

Puasa Ramadan

Rukun Ketiga

Soal 2: Sebutkanlah dalil tentang kewajiban mendirikan salat dan membayar zakat!

Soal 3: Beri garis di bawah rukun-rukun Islam yang terdapat dalam ayat berikut!

Allah Ta'ala berfirman, "Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." [QS. Al-Bayyinah: 5]

Soal 4: Tulislah sebuah pesan untuk saudaramu sebanyak dua baris guna memotivasinya untuk menjaga salat!

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kepada saudaraku:

As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

MATERI KETUJUH [15]

[15] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan rukun keempat dan kelima dari rukun Islam. - Murid mampu menjelaskan keutamaan puasa bulan Ramadan. - Murid mampu menyebutkan dalil tentang kewajiban puasa dan haji.

RUKUN KEEMPAT DAN KELIMA [16]

[16] Panduan Instruksional bagi Guru - Memotivasi untuk berpuasa di bulan Ramadan dan menjelaskan keutamaannya yang diambil dari sabda Rasulullah ﷺ, "Siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah berlalu." [HR. Bukhari, No. 38; dan Muslim, No. 760] - Menjelaskan bahwa haji wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu. - Menjelaskan kedudukan Baitullah dalam jiwa kaum muslimin.

- Puasa Ramadan - Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana

Makna Puasa

Beribadah kepada Allah dengan cara tidak makan, minum, dan selain keduanya, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Dalil tentang puasa adalah firman Allah Ta'ala, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." [QS. Al Baqarah: 183]

Makna haji ke Baitullah

Beribadah kepada Allah dengan melakukan perjalanan menuju Baitullah pada waktu tertentu untuk menunaikan amalan tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta'ala.

Dalil tentang haji ialah firman Allah Ta'ala, "...Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah ialah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana." [QS. Āli 'Imrān: 97]

Hukum orang yang mengingkari kewajiban puasa atau haji adalah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadan. Beliau juga memberitahukan kepada mereka bahwa bulan tersebut adalah bulan di mana pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang sesuai!

Rukun Islam:

- Rukun Pertama: Syahadat "Lā ilāha illallāh" dan Syahadat "Muḥammad rasūlullāh"

- ............... : membayar zakat.

- Rukun Kedua: ...............

- Rukun Keempat: ...............

- ............... Berhaji ke Baitulharam.

Soal 2: Hubungkanlah pernyataan di kolom (A) dengan pernyataan yang sesuai di kolom (B)!

Kolom (A)

Kolom (B)

Kaum muslimin melaksanakan kewajiban puasa di bulan

Zulhijah.

Umat Islam menunaikan kewajiban haji pada bulan

Ramadan.

....................................

Zulhijah

Soal 3: Allah Ta'ala berfirman, "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." [QS. Al-Qadr: 3-5]

A- Pada bulan apakah Lailatulqadar terjadi?

B- Jelaskan keutamaan lailatulqadar.

Soal 4: Sebutkan dalil tentang kewajiban haji!

Soal 5: Apakah kamu ikut serta dalam memberi hidangan berbuka puasa bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan? Mengapa kamu melakukan hal tersebut?

Soal 6: Berapa kali seorang muslim diwajibkan berhaji?

PELAJARAN KEDELAPAN [17]

[17] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman. - Murid mampu menyebutkan rukun-rukun iman yang enam. - Murid mampu menerangkan hukum orang yang mengingkari salah satu rukun iman.

Tingkatan Agama Tingkatan Kedua: Iman [18]

[18] Panduan Instruksional bagi Guru - Memberikan pengantar materi dengan menyebutkan kembali tingkatan agama Islam. - Menjelaskan tentang kekafiran orang yang mengingkari satu rukun dari enam rukun iman. - Menganjurkan untuk memperbanyak amal saleh, karena hal itu merupakan sebab bertambah dan menguatnya iman. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, hatinya gemetar, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, iman mereka bertambahlah karenanya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal." [QS. Al-Anfāl: 2] - Memperingatkan murid dari dosa dan maksiat karena hal itu merupakan sebab berkurang dan melemahnya iman, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "... dan tidaklah seorang pencuri mencuri ketika ia mencuri dalam keadaan beriman." [HR. Bukhari, No. 5578] - Menyampaikan dalil bahwa iman dapat bertambah dan berkurang dengan perkataan seorang ulama salaf, "Jika kita mengingat Tuhan kita dan takut kepada-Nya, maka itulah pertambahannya. Sebaliknya, jika kita lalai, lupa, dan menyia-nyiakan kewajiban, maka itulah kekurangannya."

MAKNA IMAN

Meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Rukun iman adalah:

1- Kamu beriman kepada Allah. 2- Beriman kepada malaikat-malaikat-Nya. 3- Beriman kepada kitab-kitab-Nya.

4- Beriman kepada kepada para Rasul-Nya. 5- Beriman kepada hari Akhir. 6- Beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

* Siapa yang mengingkari satu rukun dari rukun yang enam ini, maka ia telah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

* Saya bersegera untuk melakukan ketaatan yang menambah keimanan saya dan menjauhi kemaksiatan yang mengurangi keimanan saya.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa makna iman?

Soal 2: Urutkanlah rukun iman dengan meletakkan nomor yang sesuai!

( ) Engkau beriman kepada Allah. ( ) Beriman kepada kitab-kitab-Nya. ( ) Beriman kepada hari Akhir.

( ) Beriman kepada para malaikat-Nya. ( ) Beriman kepada para rasul-Nya. ( ) Beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

Soal 3: Tuliskan tiga ketaatan yang menambah iman, dan tiga kemaksiatan yang menguranginya pada tabel berikut!

Ketaatan-ketaatan yang menambah iman.

Kemaksiatan-kemaksiatan yang mengurangi iman.

Beristigfar.

Berdusta.

Soal 4: Isilah titik-titik di bawah ini!

Iman itu adalah keyakinan di dalam hati, ucapan dengan . . . . . . . . . ., dan perbuatan . . . . . . . . . . .

- Orang yang mengingkari satu dari rukun Iman yang enam, maka ia telah . . . . . . . . . . . . . . . . . .

MATERI KESEMBILAN [19]

[19] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman kepada Allah. - Murid mewaspadai tindakan mengalihkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah. - Murid mampu menyebutkan sebagian nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.

RUKUN PERTAMA IMAN KEPADA ALLAH TA'ALA [20]

[20] Panduan Instruksional bagi Guru - Penjelasan bahwa sekedar mengesakan Allah dalam hal rububiyah tidaklah cukup bagi seorang hamba untuk masuk ke dalam Islam, melainkan ia juga harus mengesakan Allah dalam hal uluhiyah. Kaum musyrik pada zaman Rasulullah ﷺ mengakui rububiyah Allah, tetapi hal itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam, meskipun mereka melakukan berbagai macam ibadah seperti haji, umrah, memberi minum jemaah haji, dan tawaf di Baitullah; hal itu karena mereka berbuat syirik kepada Allah, sehingga gugurlah seluruh amalan mereka. - Mengingatkan bahwa siapa yang tidak mengesakan Allah dalam hal uluhiyah, maka sesungguhnya ia telah terjerumus ke dalam syirik besar. Allah Ta'ala telah menetapkan baginya berbagai hukuman yang tidak Dia tetapkan pada dosa selainnya. Allah Ta'ala berfirman, "...Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, tempatnya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu." [QS. Al-Ma'idah: 72] - Betapa mulia dan terhormatnya kehidupan seorang mukmin. Sementara betapa hinanya kehidupan orang kafir dan kemiripannya dengan kehidupan binatang ternak, sebagaimana firman Allah Ta'ala, "...Orang-orang kafir menikmati kesenangan (dunia), mereka makan seperti hewan makan, dan kelak nerakalah tempat tinggal mereka." [QS. Muhammad: 12] - Mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan sebab bertambahnya iman. Maka siapa yang mengimani bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi, niscaya hatinya akan dipenuhi dengan sikap senantiasa merasa diawasi Allah dalam setiap gerak dan diamnya. - Penjelasan bahwa mengingkari sebagian nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah kekufuran, sebagaimana firman Allah Subḥānahu wa Ta'ālā, "...padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih..." [QS. Ar-Ra'd: 30]

MAKNA IMAN KEPADA ALLAH

Mengesakan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, serta nama-nama dan sifat-sifat.

Makna Mengesakan Allah dalam Rububiyah

Maksudnya, mengakui bahwa Allah adalah Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, dan Maha Pengatur, hanya Dia semata, tidak ada selain-Nya.

Aku seorang muslim, aku mengimani bahwa Allah telah menciptakanku. Dia juga menciptakan langit dan bumi, manusia dan jin, dan tidak ada yang menciptakan semua itu selain Allah.

Aku beriman bahwa hanya Allah yang memberi rezeki kepada manusia, burung, dan hewan. Tidak ada satu pun yang memberi mereka rezeki selain Allah.

Aku juga mengimani bahwa Allah akan menghidupkan manusia setelah kematian mereka, sebagaimana Dia telah menciptakan mereka pertama kali. Tidak ada seorang pun yang kuasa melakukan hal itu selain Allah Subḥānahu wa Ta'ālā.

Makna Mengesakan Allah dalam Uluhiyah

Maknanya, mempersembahkan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah semata. Contohnya: Tidak berdoa kecuali kepada Allah, dan tidak menyembelih hewan kecuali untuk Allah.

Aku seorang muslim, aku salat kepada Allah. Aku tidak salat kepada selain-Nya.

Aku berdoa kepada Allah, dan aku tidak berdoa kepada selain-Nya bersama-Nya.

Aku bertawakal kepada Allah, dan aku tidak bertawakal kepada siapa pun selain-Nya.

Makna Mengesakan Allah dalam Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya

Yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur`an dan Sunah, dan sesungguhnya tidak ada sesuatu pun dari makhluk-Nya yang semisal dengan-Nya.

Saya seorang muslim yang beriman kepada semua nama Allah, seperti: ar-Raḥmān (Maha Pengasih), as-Samī’ (Maha Mendengar), al-Qawiyy (Maha Kuat), dan al-‘Alīm (Maha Mengetahui).

Aku juga beriman kepada seluruh sifat Allah, seperti: rahmat, pendengaran, kekuatan, dan ilmu.

* Saya seorang mukmin yang hanya menyembah kepada Allah.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apa makna iman kepada Allah?

Soal 2: Jelaskan makna mengesakan Allah dalam uluhiyah?

Soal 3: Susunlah kata-kata berikut untuk membentuk makna mengesakan Allah dalam rububiyah!

( ) hanya Dia saja, tidak ada selain-Nya ( ) Maha Pengatur ( ) Maha Pemberi Rezeki, ( ) Allah adalah Maha Pencipta,

Makna mengesakan Allah dalam rububiyah adalah meyakini . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 4: Berilah garis di bawah nama dan sifat Allah Ta'ala dalam ayat-ayat berikut!

Allah Ta'ala berfirman, "Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui." [QS. Al-Mulk: 14]

Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." [QS. Al-A'rāf: 56]

Allah Ta'ala berfirman, "Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya ada pada Allah. Sementara aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.'” [QS. Al-Mulk: 26]

Allah Ta'ala berfirman, "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa.'" [QS. Al-Ikhlāṣ: 1]

Soal 5: Bacalah akhir Surah Al-Ḥasyr, lalu sebutkan dari ayat tersebut lima nama Allah Ta'ala!

. . . . . . ., . . . . . . . ., . . . . . . . ., . . . .. . ., . . . .. . .

Soal 6: Isilah titik-titik di bawah ini!

- Aku beriman bahwa di antara nama-nama Allah adalah: Al-Baṣīr, Al-Ḥayy, . . . . . . . . . . , dan Al-‘Alīm.

Di sini: satu dari nama-nama Allah disebutkan sifatnya pada baris berikutnya, apakah itu?

- Saya mengimani bahwa di antara sifat-sifat-Nya Ta'ala: penglihatan, . . . . . . . . . . , keperkasaan, dan ilmu.

Di sini: satu dari sifat-sifat Allah telah disebutkan pada baris sebelumnya, apakah itu?

MATERI KESEPULUH [21]

[21] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman kepada para malaikat. - Murid mampu menyebutkan dalil beriman kepada para malaikat. - Murid mampu menyebutkan beberapa nama malaikat. - Murid mampu menjelaskan hukum orang yang mengingkari malaikat.

RUKUN KEDUA BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT [22]

[22] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa malaikat yang paling utama ialah Jibril -'alaihissalām-. Ia ditugaskan menyampaikan wahyu yang merupakan sumber kehidupan hati; Israfil yang ditugaskan meniup sangkakala; dan Mikail yang ditugaskan mengurus curah air (hujan). - Menjelaskan sebagian tugas-tugas malaikat dan pengaruh beriman kepada mereka: 1- Ada yang ditugaskan mencatat amalan. Hal ini mengharuskan seorang hamba agar tidak berbicara atau berbuat sesuatu yang membuat Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- murka. 2- Ada yang ditugaskan menjaga hamba dalam semua keadaannya. Hal ini mengharuskan bersyukur kepada Allah Ta'ala atas pemeliharaan-Nya terhadap manusia. 3- Ada yang ditugaskan mencabut roh manusia. Hal ini mengharuskan persiapan diri menghadapi hari kiamat dengan amal saleh.

Makna Iman kepada Para Malaikat

Membenarkan secara pasti akan keberadaan para malaikat, meyakini bahwa Allah Subḥānahu menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, mereka tidak mendurhakai Allah terkait apa yang diperintahkan kepada mereka, dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada meraka.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya..." [QS. Al-Baqarah: 285]

Jumlah malaikat banyak, di antara mereka adalah:

1- Jibril -'alaihissalām-.

2. Mikail -'alaihissalām-.

3- Israfil -'alaihissalām-.

Hukum orang yang mengingkari malaikat adalah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Saya beriman bahwa di antara para malaikat ada yang mencatat amal-amal para hamba, baik berupa kebaikan maupun kejahatan.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Di antara rukun iman ialah beriman kepada para malaikat. Apa maknanya?

Soal 2: Berilah garis di bawah nama-nama para malaikat!

Ibrahim – Jibril – Mika`il – Muhammad – Israfil.

Soal 3: Hubungkanlah setiap poin dari kolom (A) dengan kalimat yang sesuai dari kolom (B)!

Kolom (A)

Kolom (B)

Membenarkan secara pasti

Terkait keberadaan para Malaikat

Dan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-

Dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada meraka.

Dan mereka tidak pernah bermaksiat terhadap perintah-perintah yang Allah sampaikan kepada mereka.

Dia menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya.

Soal 4: Sebutkan dua sifat dari sifat-sifat para malaikat!

Soal 5: Siapakah malaikat yang paling utama?

MATERI KESEBELAS [23]

[23] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman kepada kitab-kitab dan para rasul. - Murid mampu menjelaskan bahwa Al-Qur`an Al-Karim adalah firman Allah Ta'ala. - Murid mampu menerangkan hukum orang yang mengingkari kitab suci dan para rasul. - Murid mampu menjelaskan bahwa Al-Qur`an diturunkan Allah kepada Muhammad ﷺ.

RUKUN KETIGA DAN KEEMPAT Iman kepada Kitab-Kitab dan Para Rasul [24]

[24] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan rahmat Allah kepada manusia, yaitu Dia mengutus para rasul kepada mereka dan menurunkan kitab suci sebagai petunjuk bagi mereka. - Menyebutkan beberapa kitab suci yang Allah turunkan kepada rasul-rasul-Nya, seperti: Taurat dan Injil yang telah diubah, berbeda dengan Al-Qur`an yang mulia yang Allah jamin penjagaannya, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an dan pasti Kami pula yang memeliharanya." [QS. Al-Hijr: 9] - Menjelaskan keutamaan Al-Qur`an yang mulia, anjuran untuk membaca dan menghafalnya, serta kewajiban mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya. - Menjelaskan bahwa beriman kepada semua rasul dan nabi adalah wajib. Rasul yang pertama adalah Nuh -'alaihissalām- dan yang terakhir adalah Muhammad ﷺ, sekaligus beliau adalah yang terbaik di antara mereka. Di antara keduanya terdapat sejumlah besar nabi yang sebagiannya kita ketahui dan sebagian lainnya tidak kita ketahui. - Menjelaskan bahwa semua rasul adalah manusia yang diciptakan, mereka tidak memiliki sedikit pun sifat-sifat khusus rububiyah dan uluhiyah, sehingga mereka tidak mengetahui perkara gaib dan tidak ikut mengatur alam semesta. - Menjelaskan bahwa siapa yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ maka dia kafir, dan siapa yang membenarkannya dalam hal itu maka dia juga kafir, karena tidak ada nabi setelah Muhammad ﷺ. Allah Ta'ala berfirman, "Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al-Aḥzab: 40] - Menyebutkan kisah beberapa nabi bersama kaumnya, seperti kisah Nuh dan Ibrahim -'alaihimassalām-.

Makna Iman kepada Kitab-Kitab

Membenarkan secara pasti bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya untuk memberi petunjuk kepada manusia.

* Kitab paling agung ialah Al-Qur`an Al-Karim, ia merupakan firman Allah Ta'ala.

Makna Beriman kepada Para Rasul

Membenarkan secara pasti bahwa Allah Ta’ala telah mengutus para rasul kepada makhluk-Nya, dan mereka adalah orang-orang jujur terkait apa pun yang mereka beritakan.

* Dakwah para nabi intinya satu kesatuan: yaitu memerintahkan tauhid dan melarang kesyirikan.

* Rasul yang pertama ialah Nuh -'alaihissalām- dan Rasul terakhir ialah Muhammad ﷺ. Di antara keduanya terdapat banyak nabi dan rasul.

Rasul yang paling utama dari mereka adalah para rasul ulul azmi. Mereka ada lima orang:

1- Nuh -'alaihissalām-

2- Ibrahim -'alaihissalām-.

3- Musa -'alaihissalām-

4- Isa -'alaihissalām-

5- Muhammad ﷺ.

Dalil beriman kepada kitab-kitab dan para rasul adalah firman Allah Ta'ala, "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya..." [QS. Al-Baqarah: 285]

* Aku seorang muslim yang mencintai Al-Qur`an, membacanya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya. Aku juga mencintai semua rasul, karena mereka telah berusaha untuk memberi petunjuk kepada manusia.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang sesuai!

Kitab yang Paling Agung: ............... ............... ...............

Rasul Pertama: ............... ............... ...............

Rasul terakhir: ............... ............... ...............

Soal 2: Dakwah para nabi adalah satu. Apakah dakwah mereka itu?

Soal 3: Sebutkan dalil tentang kewajiban beriman kepada kitab-kitab dan rasul-rasul!

Soal 4: Hubungkan kolom (A) dengan kalimat yang sesuai di kolom (B)!

Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya 'alaihimussalām adalah:

Kolom (A)

Kolom (B)

Al-Qur`an Allah turunkan kepada ...

Nabi Isa -'alaihissalām-

Injil Allah turunkan kepada...

Nabi Musa -'alaihissalām-

Taurat Allah turunkan kepada ...

Nabi Muhammad ﷺ.

Soal 5: Bekerja samalah dengan gurumu untuk mengurutkan nama-nama para rasul Ulul Azmi berdasarkan urutan pengutusan mereka!

( ) Nabi Isa -'alaihissalām-. ( ) Nabi Ibrahim -'alaihissalām-. ( ) Nabi Nuh -'alaihissalām-.

( ) Nabi Muhammad ﷺ. ( ) Nabi Musa -'alaihissalām-.

MATERI KEDUA BELAS [25]

[25] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman kepada hari Akhir. - Murid mampu menyebutkan sebagian peristiwa yang terjadi pada hari Akhir. - Murid mampu menjelaskan hukum orang yang mengingkari hari Akhir.

RUKUN KELIMA Iman kepada Hari Akhir [26]

[26] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa hari Akhir memiliki banyak nama, di antaranya: Hari Kiamat - Al-Qāri'ah – Al-Gāsyiyah - Al-Wāqi'ah – Al-Ḥāqqah). - Memotivasi murid untuk melaksanakan ketaatan dan membekali diri dengan ibadah-ibadah sunnah sebagai persiapan menghadapi hari Kiamat. - Menjelaskan bahwa kubur adalah persinggahan pertama di akhirat. Seorang hamba akan ditanya di dalam kuburnya tentang: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu? Siapa yang mampu menjawabnya akan dibalas dengan kenikmatan. Sebaliknya, siapa yang tidak mampu menjawabnya akan dihukum dengan siksa yang pedih. - Menjelaskan keagungan dan kekuasaan Allah dalam mengeluarkan manusia dari kubur mereka untuk diperhitungkan dan diberi balasan. - Menyebutkan sebagian dari huru-hara hari Kiamat: tiupan sangkakala - kedekatan matahari dari makhluk - beterbangannya lembaran catatan amalan - seseorang menerima kitab amalannya dengan tangan kanannya dan yang lain dengan tangan kirinya - melewati sirat. - Memberikan motivasi untuk meraih surga dengan menyebutkan sebagian nikmatnya beserta sebab-sebab yang mengantarkan ke dalamnya. Juga memberikan peringatan terkait neraka dengan menyebutkan sebagian siksanya beserta sebab-sebab yang mengantarkan ke dalamnya. - Memotivasi untuk memohon surga kepada Allah beserta apa saja yang mendekatkan kepadanya berupa perkataan dan perbuatan. Sebaliknya juga memohon perlindungan kepada Allah dari neraka beserta apa saja yang mendekatkan kepadanya berupa perkataan dan perbuatan. - Membaca Surah At-Takwīr, Al-Infiṭār, dan Al-Insyiqāq, serta mengaitkannya dengan tema pembahasan.

Makna Iman kepada Hari Akhir

Membenarkan secara pasti segala peristiwa yang terjadi setelah kematian sebagaimana yang diberitakan dalam Al-Qur`an dan Sunnah.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "...dan mereka yakin adanya akhirat." [QS. Al-Baqarah: 4]

Di antara peristiwa yang terjadi setelah kematian:

1- Pertanyaan kepada seseorang di dalam kuburnya tentang tiga landasan utama, yaitu:

Siapakah Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?

2- Nikmat kubur dan siksanya.

3- Al-Ba'ṡ adalah mengeluarkan manusia dari kubur mereka untuk menghadapi hisab (perhitungan) dan balasan sehingga penghuni surga masuk ke surga dan penghuni neraka masuk ke neraka.

4- Perhitungan amal

Hukum orang yang mengingkari hari akhir adalah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Saya seorang muslim yang mempersiapkan diri untuk hari Akhir dengan amal saleh.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Sempurnakan kalimat berikut!

Iman kepada hari akhir adalah membenarkan secara pasti segala peristiwa yang terjadi . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 2: Sebutkan dua peristiwa yang terjadi setelah kematian!

Soal 3: Urutkanlah kalimat berikut ini untuk membentuk makna Al-Ba`ṡ (hari berbangkit)!

- untuk menghadapi hisab (perhitungan) dan balasan - sehingga penghuni surga masuk ke surga - dari kubur mereka - dan penghuni

- neraka masuk ke neraka.

Al-Ba'ṡ ialah: mengeluarkan manusia . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 4: Isilah titik-titik di bawah ini!

Di antara nama hari kiamat adalah "Al-Qāri'ah" . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Soal 5: Di antara peristiwa yang akan dialami setelah kematian ialah seorang hamba kelak akan ditanya di dalam kuburnya tentang tiga perkara, sebutkanlah!

MATERI KETIGA BELAS [27]

[27] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna iman kepada takdir. - Murid mampu menyebutkan hukum orang yang mengingkari takdir. - Murid mampu menyebutkan dalil bahwa segala sesuatu diciptakan Allah dengan takdir.

RUKUN KEENAM Iman kepada Takdir Baik dan Buruk [28]

[28] Panduan Instruksional bagi Guru - Kewajiban berserah diri kepada Allah atas ketetapan dan takdir-Nya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Allah telah menetapkan semua takdir lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi." [HR. Tirmizi. No. 2156] - Kewajiban bersabar ketika musibah terjad, seperti: kematian orang yang dicintai, kehilangan harta, penyakit pada badan, atau semacamnya. - Menjelaskan bahwa sabar termasuk sebab untuk mendapatkan pahala dari Allah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu gangguan, berupa duri atau yang lebih dari itu, melainkan dengannya Allah akan menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya." [HR. Bukhari, No. 5648; dan Muslim, No. 2571] - Anjuran untuk bersyukur kepada Allah Ta'ala dan ia termasuk sebab bertambahnya nikmat, sebagaimana firman Allah Ta'ala, "...Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian..." [QS. Ibrahim: 7]

Makna Iman kepada Takdir Baik dan Buruk

Membenarkan secara pasti bahwa semua yang terjadi berupa kebaikan dan keburukan merupaka qada dan takdir Allah.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut takdir." [QS. Al-Qamar: 49]

Hukum orang yang mengingkari takdir adalah kafir kepada Allah Ta'ala.

* Ketika ditimpa musibah, aku mengucapkan, "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, allāhumma ajirnī fī muṣībatī wa akhlifnī khairan minhā." (Sesungguhnya kita milik Allah dan kelak kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku ini, dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya).

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Apakah makna beriman kepada takdir baik dan buruk?

Soal 2: Sebutkan dalil tentang beriman kepada takdir!

Soal 3: Lengkapilah titik-titik berikut dengan kata-kata yang sesuai!

(Bersyukur - Kafir - Pahala - Bersabar - Kenikmatan - Keluh kesah)

1- Kewajibanku saat mengalami musibah adalah. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . .

2) Kewajibanku ketika mendapatkan nikmat adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3- Orang yang mengingkari satu dari rukun-rukun iman yang enam, maka dia . . . . . . . . . . . . . . . . .

4- Sabar merupakan sebab untuk memperoleh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

5- Bersyukur kepada Allah merupakan sebab bertambahnya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

MATERI KEEMPAT BELAS [29]

[29] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menjelaskan makna Ihsan. - Murid mampu menyebutkan dalil tentang Ihsan. - Murid mampu melaksanakan ibadah dengan ikhlas.

TINGKATAN KETIGA: IHSAN [30]

[30] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa ihsan adalah menyempurnakan ibadah secara lahir dan batin. Ihsan merupakan puncak keikhlasan. - Menyebutkan beberapa kisah yang menunjukkan ihsan: seperti kisah Umar bin Khaṭṭab -raḍiyallāhu 'anhu- ketika beliau hendak menguji seorang penggembala, lalu beliau berkata kepadanya, "Juallah kepadaku seekor kambing." Pengembala itu menjawab, "Sesungguhnya saya seorang budak." Beliau berkata, "Katakanlah kepada tuanmu, 'Kambing itu dimakan serigala'." Ia berkata, "Lalu di mana Allah?" Maka Umar -raḍiyallāhu 'anhu- menangis, kemudian beliau membelinya lalu memerdekakannya. Beliau juga berkata, "Kalimat ini telah memerdekakanmu di dunia, dan aku berharap ia akan memerdekakanmu di akhirat." Untuk tambahan penjelasan mengenai hal ini, lihat kitab "Siyar A'lām An-Nubalā`" karya Aż-Żahabi -raḥimahullāh-. Juga kisah para penghuni gua. Lihat: Sahih Bukhari, No. 2272 dan Muslim, No. 2743. - Tidak ada yang bisa mencapai derajat ihsan kecuali orang yang muslim sekaligus mukmin. - Menumbuhkan semangat dalam melaksanakan ibadah dengan keikhlasan di dalam jiwa para murid.

Makna Ihsan

Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila engkau tidak mampu melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam agama.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." [QS. An-Naḥl: 128]

* Aku seorang muslim. Aku mengetahui bahwa Allah senantiasa mendengar dan melihatku, maka aku tidak bermaksiat kepada-Nya dengan mendengarkan musik atau pun melihat kemungkaran.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Agama Islam memiliki tiga tingkatan. Apakah tingkatan yang paling tinggi?

Soal 2: Apakah yang dimaksud dengan ihsan? Serta sebutkan dalilnya!

Soal 3: Isilah titik-titik di bawah ini dengan kata-kata yang tepat!

(Pengawasan, melihatnya, tidak tersembunyi).

- Zaid memperbagus salatnya karena ia mengetahui bahwa Allah . . . . . . . . . . . . . .

- Ali tidak mengambil apa yang bukan miliknya karena ia mengetahui . . . . . . . . . . . . . . Allah terhadapnya.

- Umar jujur dalam perkataan, tidak berbohong, karena ia mengetahui bahwa Allah . . . . . . . . bagi-Nya sesuatu pun.

Buku ini menjelaskan materi "Fikih" untuk Level Ketiga. Buku ini membahas serangkaian topik mendasar seperti adab buang hajat, wudu, tayamum, serta syarat dan rukun shalat. Selain itu, buku ini juga menguraikan ketentuan mengenai syarat dan tata cara menyucikan najis. Buku ini disusun dengan tujuan untuk membekali para murid dengan prinsip-prinsip fikih yang benar serta penerapannya secara akurat di dalam bingkai syariat Islam.

Judul: KURIKULUM PENDIDIKAN ILMU FIKIH Level Ketiga.

Ringkasan Materi ilmiah ini merupakan hasil penyelarasan dan peringkasan dari kurikulum pendidikan di Kerajaan Arab Saudi yang ditujukan bagi para murid sekolah. Materi ini disusun secara sistematis ke dalam beberapa level, di mana salah satu komponen utamanya berfokus pada studi ilmu fikih yang terbagi ke dalam dua belas (12) level pembelajaran. Adapun topik serta persoalan terpenting yang dibahas pada level pertama meliputi hal-hal berikut ini:

1- Pembahasan mengenai adab buang hajat, penjelasan makna istinja dan istijmār, serta panduan mengenai tata cara menghilangkan najis.

2. Penjelasan syarat-syarat dan rukun-rukun wudu.

3- Penjelasan tata cara tayamum dan pembatalnya.

4. Penjelasan tentang waktu-waktu salat fardu, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan wajib-wajibnya.

LEVEL KETIGA

MATERI PERTAMA [1]

[1] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan kedudukan kiblat dan kewajiban menghormati mushaf yang mulia. - Menanamkan kepedulian terhadap jalan dan fasilitas umum. - Penegasan kewajiban menutup aurat ketika buang hajat. - Menjelaskan makna naungan yang bermanfaat, yaitu tempat orang-orang berteduh dan yang biasa mereka gunakan untuk duduk istirahat. - Menjelaskan maksud istilah jalan umum, yaitu akses jalan yang dilalui oleh masyarakat. - Pemaparan hikmah di balik larangan buang hajat di jalan umum karena dapat mengganggu kenyamanan publik; serta di bawah pohon berbuah karena hal itu mengotori pohon tersebut dan menimbulkan rasa jijik.

ADAB BUANG HAJAT [2]

[2] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat menyebutkan adab-adab buang hajat. - Murid dapat menentukan tempat-tempat yang dilarang untuk buang hajat. - Murid dapat menyebutkan doa ketika masuk dan keluar dari toilet.

Adab-adab yang harus diperhatikan oleh seorang muslim ketika buang hajat adalah:

1- Mendahulukan kaki kiri ketika masuk toilet, dan membaca doa sebelum masuk, yaitu: "Allāhumma innī a'użu bika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ." (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan)

Mendahulukan kaki kanan ketika keluar sambil membaca doa, "Gufrānaka." (Aku memohon ampun-Mu).

2- Menghindari masuk tempat buang hajat dengan membawa mushaf atau benda yang mengandung nama Allah Ta'ala.

3- Menutupi diri dari pandangan manusia.

4- Tidak menghadap maupun membelakangi.

5- Tidak berbicara ketika buang hajat.

Tempat-tempat yang diharamkan untuk buang hajat:

1- Jalan umum.

2- Genangan air.

3- Naungan yang bermanfaat.

4- Di bawah pohon yang berbuah.

Hikmah dari pengharaman buang hajat di tempat-tempat tersebut adalah:

1- Mengganggu publik.

2- Menyebabkan tersebarnya berbagai penyakit dan bau yang tidak sedap.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Sempurnakan pernyataan berikut!

A- Jika aku masuk toilet, aku mendahulukan kaki .................................... dan jika aku keluar, aku mendahulukan kaki ....................................

B- Ketika masuk toilet, saya membaca: .............................. dan setelah keluar, saya membaca: .........................

Soal 2: Berilah tanda silang (X) di bawah nama/gambar tempat-tempat yang diharamkan untuk buang hajat!

( ) Jalan umum. ( ) Pepohonan. ( ) Padang pasir.

Soal 3: Pilihlah jawaban yang benar!

A- Saya menutupi diri dari pandangan manusia ketika buang hajat.

( ) Karena membuka aurat hukumnya haram.

( ) Agar pakaian tetap bersih.

( ) Agar pakaian tidak terkena najis.

B- Saya mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke dalam ...

( ) Rumah. ( ) Kamar mandi. ( ) Masjid.

Soal 4: Saya tidak menghadap maupun membelakangi kiblat saat buang hajat.

Sebab .................................... ....................................

Soal 5: Sebutkan beberapa tempat yang diperbolehkan untuk buang hajat!

1- .................................... 2- .................................... 3- ....................................

MATERI KEDUA [3]

[3] Panduan Instruksional bagi Guru - Mengingatkan para murid tentang doa masuk dan keluar tempat buang hajat, serta memotivasi mereka untuk senantiasa mengamalkannya. - Menjelaskan hikmah di balik larangan ber-istijmār menggunakan tulang dan kotoran hewan. Sebab, tulang merupakan makanan jin, sedangkan kotoran hewan sebagai makanan untuk hewan-hewan mereka. - Menghimbau para murid untuk memuliakan benda-benda yang berisi zikir kepada Allah, seperti: buku, mushaf, dan majalah, serta memperingatkan mereka agar tidak menistakannya dalam bentuk apa pun. - Menegaskan kewajiban beristinja menggunakan air apabila salah satu syarat istijmār tidak terpenuhi. - Menjelaskan bahwa metode bersuci yang paling utama dengan menggabungkan antara istinja dan istijmār. - Menganjurkan para murid untuk menggunakan tangan kiri ketika beristinja atau ber-istijmār.

INSTINJA DAN ISTIJMĀR [4]

[4] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat membedakan antara istinja dan istijmār. - Murid dapat menjelaskan benda-benda yang tidak boleh digunakan untuk istijmār. - Murid dapat menyebutkan syarat-syarat sah istijmār. - Murid menghormati semua benda yang di dalamnya terdapat zikir kepada Allah Ta'ala dan penyebutan nama Rasul-Nya.

Di antara bentuk nikmat Allah Ta'ala kepada manusia ialah Dia membekali tubuhnya dengan organ-organ yang berfungsi mengeluarkan zat-zat yang membahayakan tubuhnya seperti urine dan tinja. Allah juga mewajibkan kepadanya untuk menghilangkannya dan membersihkan jalur keluarnya dengan salah satu dari dua cara, yaitu:

- Istinja, yaitu membasuh kubul dan dubur menggunakan air yang suci hingga najis hilang.

- Istijmār, yaitu mengusap kubul dan dubur menggunakan batu atau tisu hingga najis hilang.

Benda-benda yang dibolehkan digunakan untuk istijmār adalah:

segala sesuatu yang dapat membersihkan, suci, dan mubah; seperti batu, tisu, dan kertas.

Benda-benda yang dilarang digunakan untuk ber-istijmār adalah:

1- Kertas yang di dalamnya terdapat zikir kepada Allah.

2- Tulang.

3- Makanan.

4- Kotoran hewan (kotoran unta, kambing, sapi, dan lainnya).

Syarat-syarat sah istijmār:

1- Benda yang digunakan untuk istijmār dapat membersihkan, suci, dan mubah.

2- Mengusap tempat keluarnya najis dengan tiga kali usapan yang membersihkan, dan boleh menambahnya jika najis tersebut belum hilang.

3- Urine atau tinja tidak menyebar melewati batasan area keluarnya.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Lengkapi pernyataan berikut!

A- Istinja adalah ............................................................................................

B- Istijmār adalah ....................................................................................................

Soal 2: Berilah tanda silang (X) pada benda-benda yang tidak boleh digunakan untuk ber-istijmār!

- ( ) Tulang - ( ) Batu - ( ) Makanan - ( ) Tisu - ( ) Kotoran hewan

Soal 3: Sebutkan syarat-syarat istijmār!

1- .................................... 2- .................................... 3- ....................................

Soal 4: Seorang pemuda pergi bersama keluarganya melakukan perjalanan ke alam terbuka. Setelah buang hajat, dia ber-istijmār menggunakan lembaran koran harian. Apakah tindakan pemuda tersebut benar atau salah? Dan mengapa demikian?

................................................................................................................................

Soal 5: Jelaskan benda-benda yang boleh digunakan untuk ber-istijmār!

Soal 6: Letakkan tanda benar (V) atau tanda salah (X) pada pernyataan yang sesuai berikut ini!

- Aku mengusap tempat keluarnya urine dengan tisu dua kali saja. ( )

- Boleh melakukan istijmār menggunakan tulang. ( )

Soal 7: Lengkapilah bagian yang kosong dengan pernyataan yang sesuai!

- Ketika masuk toilet aku membaca .........................................................

- Ketika keluar toilet aku membaca .....................................................

- Saya menggunakan tangan ............................... dalam beristinja dan melakukan istijmār.

Soal 8: Engkau masuk ke toilet dan setelah buang hajat engkau mendapati bahwa tidak ada air di kamar mandi. Apa yang harus engkau lakukan?

.......................................................................................................................

MATERI KETIGA [5]

[5] Panduan Instruksional bagi Guru - Menegaskan kepada murid agar tidak tergesa-gesa saat buang hajat dan berhati-hati dari percikan najis. - Menanamkan rasa hormat ke dalam jiwa para murid terkait rumah-rumah Allah Ta'ala, tempat-tempat yang digunakan untuk salat, dan alas yang digunakan untuk salat. - Menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama kebersihan.

MENGHILANGKAN NAJIS [6]

Najis wajib dihilangkan - baik berupa air kencing, tinja, dan najis lainnya - dari tiga objek, yaitu: [6] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan objek-objek yang wajib disucikan dari najis. - Murid memiliki komitemen untuk menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat salat.

1- Badan.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "...Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri." [QS. At-Taubah: 108]

2- Pakaian.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Dan bersihkanlah pakaianmu." [QS. Al-Muddaṡṡir: 4]

3- Tempat yang digunakan untuk salat.

Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ, "Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak layak untuk kencing maupun kotoran sedikit pun."[7] [7] HR. Muslim (No. 285).

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Najis dihilangkan dari tiga objek, apa sajakah itu?

1- .................................... 2- ................................ 3- ....................................

Soal 2: Jika pakaianmu terkena najis, apa yang engkau lakukan?

..............................................................................................................................

Soal 3: Hubungkan pernyataan di kolom (A) dengan yang sesuai di kolom (B)!

Kolom (A)

Kolom (B)

Tempat

Berdasarkan firman-Nya Ta'ala, "Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

Badan

Berdasarkan sabda Nabi ﷺو "Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak layak untuk kencing maupun kotoran sedikit pun."

Pakaian

Berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Dan bersihkanlah pakaianmu."

Soal 4: Apakah hukum salat di tempat yang terkena najis? ........................................................

Soal 5: Pilihlah jawaban yang benar!

- Benda yang aku gunakan untuk menghilangkan najis dari bajuku:

( ) Tanah. ( ) Air. ( ) Bebatuan.

MATERI KEEMPAT [8]

[8] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan bahwa melafalkan niat saat wudu dan salat merupakan bidah yang wajib dijauhi, seperti perkataan sebagian mereka, "Saya berniat wudu untuk salat Subuh", atau "Saya berniat salat Subuh". - Memberikan contoh jenis-jenis air yang suci lagi menyucikan; seperti air laut, mata air, dan sungai. - Mengingatkan tentang kewajiban menghilangkan sesuatu yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti lumpur, adonan tepung, lilin, atau selainnya. Adapun inai (pacar kuku) dan semacamnya, maka ia tidak memiliki ketebalan fisik yang menghalangi air sampai ke kulit. - Menjelaskan bahwa syarat itu harus dipenuhi sebelum pelaksanaan ibadah. - Menerangkan keutamaan wudu. Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan gurran muḥajjalīn (bercahaya) karena bekas-bekas wudu. Maka barang siapa di antara kalian yang mampu untuk memanjangkan cahayanya, hendaklah ia melakukannya." [HR. Bukhari, No. 136] Kata Gurran, makna asal dari kata al-gurrah adalah bercak putih yang ada di dahi kuda, kemudian digunakan untuk keindahan, kemasyhuran, dan sebutan yang baik. Sedangkan yang dimaksud di sini ialah: cahaya yang ada pada wajah-wajah umat Muhammad ﷺ. Kata Muḥajjalīn, makna At-taḥjīl ialah warna putih yang ada pada tiga kaki dari kaki-kaki kuda. Sedangkan yang dimaksud di sini juga adalah: cahaya. - Menjelaskan definisi bidah, yaitu: setiap ibadah yang diada-adakan oleh manusia yang tidak memiliki dalil di dalam Al-Qur`an, tidak juga di dalam Sunnah, dan tidak pula dalam amalan Khulafaurrasyidin.

SYARAT SAH WUDU [9]

[9] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan syarat-syarat sah wudu. - Murid mampu menentukan tempat niat. - Murid mampu menyebutkan syarat air wudu. - Murid mampu menghindari segala sesuatu yang menghalangi air sampai ke kulit.

Wudu tidak sah kecuali dengan syarat-syarat berikut:

1- Niat, tempatnya di hati, sedangkan melafalkannya termasuk bidah. Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya."

2- Air yang dipakai adalah air yang suci lagi menyucikan dan mubah.

3- Menghilangkan semua yang dapat menghalangi air sampai ke kulit, seperti: cat kuku, lem, adonan, dan lain sebagainya.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Sempurnakan pernyataan-pernyataan berikut!

A. Di antara syarat sah wudu adalah niat dan tempatnya di ..................................................

B. Air yang kita gunakan untuk berwudu disyaratkan harus .............................. dan .........................

C. Di antara hal-hal yang dapat menghalangi air sampai ke kulit adalah .............................. dan .........................

Soal 2: Seorang penyair berkata,

Wahai anakku, berwudulah dengan air yang suci lagi menyucikan ***** karena air wudu adalah cahaya bagi wajahmu.

Bacalah bait sebelumnya dan jawablah pertanyaan berikut!

A. Dalam bait syair tersebut terdapat salah satu syarat sah wudu, yaitu .....................................

B- Apa pengaruh wudu pada wajah?

Soal 3: Pilihlah kata yang sesuai (setelah, sebelum) untuk menjawab!

Syarat itu ditunaikan ........................... pelaksanaan ibadah.

Soal 4: Letakkan tanda benar (V) dan tanda salah (X) pada kalimat yang sesuai berikut ini!

- Adonan menghalangi air sampai ke kulit ( ).

- Lilin tidak menghalangi air sampai ke kulit ( ).

Soal 5: Pilihlah jawaban yang sesuai!

A. Di antara syarat sah air wudu adalah:

( ) Suci lagi menyucikan ( ) Jernih. ( ) Rasanya tawar.

B- Di antara syarat sah wudu:

( ) Masuknya waktu salat. ( ) Menghadap ke kiblat. ( ) Niat.

MATERI KELIMA [10]

[10] Panduan Instruksional bagi Guru - Penjelasan bahwa baas minimal yang wajib dalam membasuh anggota-anggota wudu adalah satu kali, adapun lebih dari itu maka hukumnya sunnah. - Penjelasan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bersuci. - Mengingatkan para murid agar tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air, karena air merupakan nikmat yang wajib dijaga kelestariannya. - Menjelaskan bahwa yang disunnahkan adalah mengulang basuhan anggota-anggota wudu sebanyak tiga kali, sementara mengusap kepala beserta kedua telinga hanya satu kali saja. - Menjelaskan definisi maḍmaḍah, istinsyāq, dan istinṡār. Maḍmaḍah adalah menggerak-gerakkan air di dalam mulut. Istinsyāq adalah memasukkan air ke dalam hidung dan menghirupnya dengan napas untuk menghilangkan apa yang ada di dalam hidung. Istintṡār adalah mengeluarkan kembali air dari hidung dengan hembusan napas setelah istinsyāq. - Menjelaskan bahwa muwālāt (berkesinambungan) maksudnya melakukan seluruh rangkaian bersuci dalam waktu yang berkelanjutan tanpa adanya jeda yang lama. - Mempraktikkan wudu secara langsung di hadapan murid, sehingga mereka dapat melihat guru dengan jelas. - Menugaskan seluruh murid untuk mempraktikkan wudu guna memastikan mereka telah menyempurnakannya. Para guru hendaknya bergembira dengan pahala besar yang didapatkan karena telah mengajarkan tata cara wudu dan salat kepada para murid, karena siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya. - Penjelasan bahwa siapa yang meninggalkan satu rukun wudu, baik secara sengaja maupun karena lupa, maka wudunya tidak sah. Adapun tasmiyah (membaca basmalah), maka siapa yang meninggalkannya karena lupa, wudunya tetap sah.

RUKUN-RUKUN WUDU [11]

[11] Tujuan Pembelajaran - Murid dapat mempraktikkan tata cara wudu yang benar. - Murid dapat menyebutkan hal yang wajib dalam berwudu.

Wudu memiliki keutamaan yang agung. Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat melalui wudu. Karenanya, kita wajib mempelajarinya dan mempraktikkan rukun-rukun tersebut sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ.

Rukun wudu ada enam, yaitu:

1- Membasuh muka, termasuk istinsyāq dan istintṡār.

2- Membasuh kedua tangan bersama kedua siku.

3- Mengusap kepala, termasuk dua telinga.

4- Membasuh kedua kaki bersama kedua mata kaki.

5- Rukun wudu ini dilakukan secara berurutan.

6- Amalan-amalan wudu ini dilakukan secara berkesinambungan pada anggota wudu.

* Siapa yang meninggalkan satu dari rukun-rukun ini, wudunya tidak sah.

Hal yang wajib dalam wudu adalah membaca "bismillāh".

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Sempurnakan pernyataan berikut!

1- Wudu memiliki keutamaan, melaluinya Allah menghapus ............................ , dan mengangkat .............................

2- Hukum orang yang meninggalkan salah satu rukun dari rukun-rukun wudu ................................

3- Kewajiban wudu ada satu, yaitu: ..................................

Soal 2: Letakkanlah nomor yang sesuai di bawah setiap pernyataan berdasarkan tata cara wudu!

( ) Mengusap kepala, termasuk dua telinga. ( ) Membasuh muka, termasuk istinsyāq dan istinṡār.

( ) Membasuh kedua tangan bersama kedua siku. ( ) Membasuh kedua kaki bersama kedua mata kaki

Soal 3: Hubungkanlah berdasarkan jawaban yang sesuai!

Syarat sah wudu. Dilakukan saat sedang wudu.

Rukun-rukun wudu. Dilakukan sebelum memulai wudu.

Soal 4: Berilah tanda di depan jawaban yang benar!

Zaid tidak mengusap kepalanya saat wudu karena lupa lalu mengerjakan salat, maka ia harus....

( ) Mengulang wudu. ( ) Mengulangi wudu dan salat. ( ) Mengulangi salat.

* Ingatlah selalu untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air.

MATERI KEENAM [12]

[12] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan tentang fleksibilitas syariat dalam pensyariatan tayamum. - Memberikan contoh-contoh tentang kondisi tidak adanya air atau kekhawatiran bahaya jika memakainya. - Menjelaskan tata cara tayamum secara praktis, dan menugaskan seluruh murid untuk mempraktikkannya guna memastikan bahwa mereka telah menguasainya.

TAYAMUM

Tata Cara Tayamum

1. Berniat dalam hati.

2- Mengucapkan "Bismillāh."

3- Menepukkan kedua tangan sambil merenggangkan jari-jari ke tanah sekali tepukan.

4- Mengusap muka dengan kedua telapak tangan.

5- Mengusap punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri, dan mengusap punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan.

* Kondisi-kondisi di mana tayamum dapat menggantikan fungsi air:

1- Jika tidak mendapatkan air. 2- Jika khawatir menggunakan air akan menimbulkan bahaya.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "...maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci)..." [QS. An-Nisā`: 43]

Pembatal-pembatal tayamum:

1- Tayamum batal oleh hal-hal yang membatalkan wudu.

2- Adanya air walaupun sedang salat.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Urutkanlah tata cara tayamum dengan meletakkan angka yang sesuai!

( ) Membaca "bismillāh."

( ) Mengusap punggung tangan dengan telapak tangan.

( ) Mengusap muka dengan kedua telapak tangan.

( ) Berniat dalam hati.

( ) Menepukkan kedua tangan ke tanah sekali tepukan.

Soal 2: Isilah bagian yang kosong dengan kata yang tepat dari kata-kata berikut!

(Pembatal-pembatal, tayamum, tidak ada, mengusap).

- Tayamum diperintahkan ketika ........................... air.

- Jika seorang muslim khawatir dengan menggunakan air akan menimbulkan bahaya, maka dia boleh ...........................

- Tayamum batal oleh ........................... wudu.

Soal 3: Seorang laki-laki melakukan perjalanan dari Makkah Al-Mukarramah ke Madinah An-Nabawiyyah. Di tengah perjalanan waktu salat Subuh telah masuk, namun dia tidak mendapatkan air untuk berwudu, sementara dia khawatir waktu salat akan habis. Apa yang harus dia lakukan dalam kondisi ini?

Soal 4: Pilihlah jawaban yang sesuai!

A- Di antara yang membatalkan tayamum: ( ) Makan. ( ) Minum. ( ) Tidur.

B- Tayamum disyariatkan ketika: ( ) Tidak ada air. ( ) Panas yang terik ( ) Hujan yang deras.

MATERI KETUJUH [13]

[13] Panduan Instruksional bagi Guru - Memotivasi murid untuk menunaikan salat pada waktunya, menjelaskan keutamaan hal tersebut dan hukuman bagi yang menundanya. - Peringatan keras terhadap tindakan menunda-nunda salat, serta penjelasan bahwa itu termasuk sifat-sifat orang munafik. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas, mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." [QS. An-Nisā': 142] - Menjelaskan makna istilah: zawāl, bayangan sesuatu sama panjang dengannya, dan mega merah.

WAKTU-WAKTU SALAT [14]

[14] Tujuan Pembelajaran - Murid menyebutkan waktu-waktu salat fardu. - Murid mengerjakan salat pada waktu yang telah ditentukan. - Murid waspada terhadap tindakan menunda salat dari waktunya.

Salat tidak boleh dikerjakan sebelum masuk waktunya. Ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, "...Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [QS. An-Nisā`: 103]

Waktu-waktu salat lima waktu ialah:

Salat

Waktunya

Fajar

Dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

Salat Zuhur

Ketika matahari tergelincir hingga bayangan semua benda sama dengan ukuran panjangnya.

Salat Asar

Dari akhir waktu Zuhur hingga bayangan setiap benda menjadi dua kali lipat.

Magrib

Dari matahari terbenam hingga mega merah lenyap.

Salat Isya

Dari hilangnya mega merah hingga pertengahan malam.

Soal-Soal Evaluasi

1. Soal: Hubungkanlah antara pernyataan di kolom (A) dan yang sesuai di kolom (B)!

Kolom (A)

Kolom (B)

Fajar

Dari hilangnya mega merah hingga pertengahan malam.

Salat Zuhur

Dari matahari tergelincir hingga bayangan segala sesuatu sama dengan ukuran panjangnya.

Asar

Dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

Salat Magrib

Dari akhir waktu Zuhur hingga bayangan segala sesuatu menjadi dua kali panjangnya.

Salat Isya

Soal 2: Apa hukum salat sebelum masuk waktunya?

MATERI KEDELAPAN [15]

[15] Panduan Instruksional bagi Guru - Memotivasi murid untuk menunaikan salat tepat pada waktunya. - Penegasan mengenai pakaian yang sesuai syariat bagi wanita saat salat maupun di luar salat. - Menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan salat adalah kafir. Maka apabila ia meninggal dunia, ia tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak disalatkan, tidak dimohonkan rahmat untuknya, tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin, semasa hidupnya tidak boleh memasuki Makkah Al-Mukarramah, kita tidak boleh memakan hewan sembelihannya, dan di akhirat ia kekal di dalam neraka Jahanam.

SYARAT-SYARAT SALAT [16]

[16] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan syarat-syarat salat. - Murid mampu menentukan batasan aurat laki-laki dan perempuan. - Murid mampu mengetahui arah kiblat kaum muslimin.

Salat adalah rukun Islam yang kedua. Salat memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum menunaikannya, yaitu:

1- Islam. Salat tidak diterima dari orang kafir sampai ia masuk Islam.

2- Berakal. Salat tidak wajib bagi orang gila hingga dia berakal.

(3) Tamyiz. Anak kecil diperintahkan melaksanakan salat apabila telah mencapai usia tamyiz, yaitu tujuh tahun.

4- Wudu. Salat tidak sah tanpa wudu.

5- Menutup aurat. Aurat laki-laki dari pusar sampai lutut, sedangkan perempuan, seluruh tubuhnya aurat kecuali wajah dan telapak tangannya saat salat saja.[17] [17] Jika tidak berada di hadapan laki-laki asing.

6- Menghilangkan najis dari badan, pakaian, dan tempat salat.

7- Masuknya waktu. Setiap salat memiliki waktu tertentu. Salat tidak sah bila dikerjakan sebelumnya.

8- Menghadap kiblat. Yaitu Ka'bah Al-Musyarrafah di Masjidilharam di Makkah Al-Mukarramah.

9- Niat, tempatnya di hati, sedangkan melafalkannya adalah bidah.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1:Sebutkan lawan (antonim) dari kata-kata berikut!

Kata

Antonim

Najis ...............................

Orang yang berakal ...............................

Orang kafir ...............................

Soal 2: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang sesuai!

A- Salat tidak akan diterima dari orang kafir sampai ia ...........................

B- Usia tamyiz adalah: ........................................................

C- Sebelum mengerjakan salat, disayaratkan untuk menghilangkan najis dari ......., ......., dan ......

D- Aurat laki-laki dalam salat dari ..........................., sedangkan perempuan, seluruh tubuhnya adalah aurat kecuali ...........................

Soal 3: Pilihlah jawaban yang benar!

A- Usia tamyiz adalah: ( ) 9 tahun. ( ) 6 tahun. ( ) 7 tahun.

MATERI KESEMBILAN [18]

[18] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan kepada para murid makna tumakninah dan hukumnya yang wajib sebagaimana tertera dalam hadis mengenai orang yang buruk salatnya. - Menjelaskan maksud dari sujud sahwi dengan cara yang sederhana. - Menjelaskan maksud dari tujuh anggota tubuh, serta mempraktikkan sujud di atasnya secara langsung. - Menerangkan tata cara rukuk dan sujud yang benar. - Menerangkan kepada para murid perbedaan antara syarat-syarat salat dan rukun-rukun salat.

RUKUN-RUKUN SALAT [19]

[19] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu mempraktikkan tata cara Salat yang benar. - Murid mampu menentukan tujuh anggota badan yang digunakan untuk sujud dalam salat. - Murid mampu membaca Surah Al-Fātiḥah dengan benar. - Murid mampu menjelaskan hukum orang yang meninggalkan salah satu rukun salat. - Murid mampu menentukan rukun-rukun salat.

Salat dibangun di atas empat belas rukun yang wajib dilaksanakan secara sempurna dengan khusyuk, yaitu:

1- Berdiri ketika mampu dalam salat fardu.

2- Takbiratulihram.

3- Membaca Surah Al-Fātiḥah.

4- Rukuk.

5- Bangkit dari rukuk (iktidal).

6. Sujud di atas tujuh anggota badan.

7- Bangkit dari sujud.

8- Duduk di antara dua sujud.

9- Duduk tasyahud akhir.

10- Membaca doa tasyahud di duduk terakhir.

11- Membaca selawat kepada Nabi ﷺ di duduk terakhir.

12- Salam.

13- Tumakninah di semua rukun.

14- Berurutan melakukan semua rukun.

Hukum salat orang yang meninggalkan salah satu dari rukun-rukun ini:

a. Jika orang yang salat meninggalkan salah satu rukun salat dengan sengaja, maka salatnya batal.

b. Apabila orang yang salat meninggalkan salah satu rukun salat karena lupa, maka dia harus mengerjakan rukun tersebut beserta semua amalan salat yang ada setelahnya, lalu melakukan sujud sahwi.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Berapa jumlah rukun-rukun salat?

Soal 2: Susunlah angka-angka berikut secara berurutan dengan meletakkan nomor yang tepat pada ruang kosong yang tersedia!

- Tasyahud Akhir ( ).

- Takbiratulihram ( ).

- Membaca Surah Al-Fātiḥah ( ).

- Bangkit dari rukuk ( ).

- Berdiri Ketika Mampu ( ).

Soal 3: Allah Ta'ala berfirman, "...Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk." [QS. Al-Baqarah: 238]

Di dalam ayat yang mulia tersebut terdapat salah satu rukun salat, sebutkanlah!

Soal 4: Seorang pelajar salat, namun pada rakaat kedua dia lupa rukuk. Apa yang wajib dia lakukan?

Soal 5: Isilah titik-titik dengan kata-kata berikut yang tepat!

(setelah - sebelum - ketika).

- Syarat berada ........................... salat.

- Rukun berada ........................... salat.

Soal 6: Pilihlah jawaban yang benar!

- Di antara rukun-rukun salat:

( ) Masuknya waktu salat. ( ) Menghadap kiblat. ( ) Membaca Al-Fātiḥah.

MATERI KESEPULUH [20]

[20] Panduan Instruksional bagi Guru - Menjelaskan perbedaan antara rukun dan wajib. - Menjelaskan makna imam dan munfarid.

WAJIB-WAJIB SALAT [21]

[21] Tujuan Pembelajaran - Murid mampu menyebutkan wajib-wajib salat. - Murid mampu mempraktikkan tata cara salat yang benar dengan memenuhi rukun-rukun dan wajib-wajibnya. - Murid mampu menjelaskan hukum salat orang yang meninggalkan salah satu dari wajib-wajib salat.

Wajib-wajib salat ada delapan, yaitu:

1- Semua takbir selain takbiratulihram.

2- Membaca "Subḥāna rabbiyal-'aẓīm" ketika rukuk.

3- Membaca: "Sami'allāhu liman ḥamidah," bagi imam dan munfarid (orang yang salat sendiri).

4- Membaca "Rabbanā walakal-ḥamdu". Ini berlaku bagi imam, makmum, dan munfarid.

5- Membaca "Subḥāna rabbiyal-a'lā" ketika sujud.

6- Membaca "Rabbi-gfir lī" di antara dua sujud.

7- Duduk tasyahud pertama.

8- Membaca doa tasyahud di dalamnya.

Hukum salat orang yang meninggalkan salah satu kewajiban ini:

a. Jika orang yang salat meninggalkan salah satu wajib salat dengan sengaja, maka salatnya batal.

b. Jika orang yang salat meninggalkan salah satu wajib salat karena lupa atau tidak tahu, maka ia harus melakukan sujud sahwi.

Soal-Soal Evaluasi

Soal 1: Sebutkanlah wajib-wajib salat!

.........................................................................................................................................

Soal 2: Pilihlah kata yang tepat dan letakkan di tempat yang kosong!

(Rukun-rukun - Wajib-wajib).

- Membaca surah Al-Fātiḥah termasuk ........................... salat.

- Bacaan “Subḥāna rabbiyal-'aẓīm” termasuk ........................... dalam salat.

- Tasyahud awal termasuk ........................... salat.

- Tasyahud akhir termasuk ........................... salat.

Soal 3: Berilah garis di bawah jawaban yang benar!

A- Ketika rukuk saya membaca:

- Lā ilāha illallāh (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) - Subḥāna rabbiyal-a'lā (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) - Subḥāna rabbiyal-'aẓīm. (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung).

B- Ketika duduk di antara dua sujud, aku membaca:

- Rabbi-gfir lī (Ya Tuhanku, ampunilah aku) - Sami'allāhu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya) - Rabbanā wa lakal-ḥamd." (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji).

C- Bacaan Rabbanā walakal-ḥamdu:

- Bagi imam, makmum, dan orang yang salat sendiri - Bagi imam dan orang yang salat sendiri - Bagi imam saja.

Soal 4: Apa hukum salat orang yang meninggalkan bacaan tasyahud awal dengan sengaja?

Soal 5: Seorang murid melakukan salat dan lupa membaca "Rabbighfir lī" di antara dua sujud. Apa hukum salatnya?