Skip to content

Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ tertawa lebar sampai terlihat organ uvulanya. Tetapi, beliau hanya tersenyum

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan,

"Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ tertawa lebar sampai terlihat organ uvulanya. Tetapi, beliau hanya tersenyum."

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا قَطُّ ضَاحِكًا، حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ.

Muttafaq 'alaih
Sahih
Uraian

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengabarkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah berlebihan tertawa sampai terlihat uvulanya, yaitu sepotong daging yang menggantung di langit-langit mulut. Akan tetapi, beliau hanya tersenyum.

Faidah dari Hadis

1- Model tertawa Rasulullah ﷺ adalah senyum, yaitu saat beliau senang atau takjub pada sesuatu.

2- Ibnu Ḥajar berkata, "Aku tidak pernah melihat beliau tertawa lebar, yaitu tertawa terbahak-bahak sepenuhnya."

3- Banyak tertawa dan terbahak-bahak mengangkat suara bukan sifat orang saleh.

4- Banyak tertawa menghilangkan wibawa seseorang di tengah-tengah saudaranya.

Referensi

Ṣaḥīḥ Bukhari (8/ 24) (6092).

Ṣaḥīḥ Muslim (2/ 616) (899).