المنهج الوجيــز

المنهج الوجيــز

هذا الكتاب يعتبر مقدمة شاملة للمسلم الجديد حول أساسيات الدين الإسلامي، ويبين الأحكام الضرورية في العقيدة الإسلامية، وأركان الإسلام والإيمان، والعبادات الأساسية من الصلاة والصيام والزكاة والحج. كما يتضمن الكتاب إرشادات عملية حول كيفية أداءها بشكل صحيح، فهو يهدف إلى تزويد المسلم الجديد بالمعرفة الضرورية لفهم دينه وممارسة شعائره بطريقة مستنيرة.

Language: lang_id
Prepared by:
Version: 1.0
Translations 8
Bosnian Spanish Fula French +4
Attachments 7
PDF
Audio
Video
+3

Bismillahirrahmanirahīm

Al-Wajīz

Kurikulum Pengajaran Berjenjang bagi Mualaf

Bismillahirrahmani

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kita kepada Islam, menunjuki kita jalan keselamatan, dan mengutus ke tengah-tengah kita sosok manusia terbaik; semoga Allah senantiasa melimpahkan kepadanya selawat dan salam. Amabakdu: Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami untuk menyuguhkan kepada Anda buku panduan ini yang mengenalkan agama yang benar (agama Islam) serta menjelaskan pengetahuan dan amalan-amalan urgen dalam Islam. Tujuannya ialah agar menjadi kunci pembuka untuk mengenal agama Anda dan menjadi penunjang Anda untuk menegakkan syiar-syiar Islam. Buku panduan ini menyuguhkan kepada Anda beberapa hal:

1. Penjelasan ringkas seputar agama Islam serta topik-topik besarnya yang paling menonjol.

2. Gambaran umum tentang Al-Qur`ān al-Karīm serta penjelasan tafsir sebagian surah-surah pendek Al-Qur'ān.

3. Penjelasan ringkas tentang hukum dan tata cara ibadah-ibadah yang wajib.

4. Penjelasan ringkas tentang hukum berbagai muamalah, tradisi, dan akhlak-akhlak paling populer dalam Islam.

Unit-unit pelajarannya telah dibagi mengikuti kerangka pengajaran. Pelajaran-pelajaran di setiap unit dibagi dalam enam hari disertai penentuan durasi waktu setiap pelajaran. Buku panduan ini diformulasikan berdasarkan metode pengajaran yang berisikan sejumlah kegiatan dan latihan yang akan membantu para mualaf untuk menghafal dan memahami pelajaran. Di samping itu, ada soal-soal evaluasi di bagian akhir setiap unit pelajaran, untuk memudahkan pelajar dalam mengukur tingkat pemahamannya terhadap buku panduan ini. Buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah rambu yang bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran seorang mualaf serta membantunya untuk memahaminya. Yaitu sebagai berikut:

Warna ini menunjukkan urgensi materi tersebut serta kemungkinan adanya pertanyaan yang terkait dengannya di bagian akhir pelajaran.

Catatan ini menunjukkan definisi dan penjelasan untuk kata yang ada dalam teks.

Diskusikan!

Bahasan ini menunjukkan topik diskusi antara guru dan pelajar, yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir dan analisa pada pelajar.

Latihan

Ia berisikan kegiatan latihan yang bertumpu pada kemampuan berpikir, menyimpulkan, atau menghafal.

Selamat menikmati tamasya pembelajaran yang menyenangkan ini.

Kerangka pengajaran

Pertemuan

Pembahasan

Durasi waktu

10 menit

15 menit

20 menit

30 menit

45 menit

Hari Pertama

Pertemuan Ke-1

Pendahuluan

1. Perkenalan dan beberapa petunjuk urgen

2. Pertanyaan-pertanyaan eksistensi: Siapa kita? Ke mana kita akan pergi?

3. Nikmat hidayah

Islam:

1. Apakah Islam itu?

2. Kenapa saya masuk Islam?

3. Keuniversalan Islam

4. Islam menghapus semua dosa yang telah lalu

5. Islam agama penutup

6. Kenabian Muhammad ﷺ

7. Standar keutamaan dalam Islam

8. Belajar rukun Islam

Bagaimana caranya saya masuk Islam?

1. Dua kalimat syahadat

2. Makna dua kalimat syahadat

3. Konsekuensi dua kalimat syahadat

Istirahat

Pertemuan Ke-2

Bagaimana saya berwudu? (Praktikum)

Bagaimana saya mengerjakan salat? (Praktikum)

Catatan hari pertama

Hari Ke-2

Pertemuan Ke-1

Apakah iman itu?

Rukun iman:

1. Iman kepada Allah

2. Iman kepada para malaikat

3. Iman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah

4. Iman kepada para rasul

5. Iman kepada hari akhir

6. Iman kepada takdir

Buah iman

Al-Qur`ān Al-Karīm:

1. Apakah Al-Qur`ān itu?

2. Al-Qur`ān adalah asupan jiwa dan akal

3. Al-Qur`ān adalah konsep kehidupan

4. Kisah para nabi dalam Al-Qur`ān

Menghafal surah Al-Ikhlāṣ dan memahami maknanya

Pertemuan Ke-2

Ibadah:

1. Definisi ibadah

2. Syarat diterimanya ibadah

3. Macam-macam ibadah

Bersuci

Macam-macam bersuci:

1. Bersuci secara fisik: - hukum asal semua benda adalah suci, - benda-benda najis, - menghilangkan najis, - buang hajat

2. Bersuci secara nonfisik: - menghilangkan hadas, - air yang digunakan untuk menghilangkan hadas

Catatan hari kedua

Hari Ke-3

Pertemuan Ke-1

Bagaimana saya berwudu? (Teori):

1. Difinisi wudu

2. Bagaimana saya berwudu?

3. Pembatal-pembatal wudu

4. Hal-hal yang mewajibkan wudu

5. Mengusap kaos kaki

Menghafal surah Al-Falaq dan memahami maknanya

Pertemuan Ke-2

Bagaimana saya mandi?

1. Definisi mandi

2. Bagaimana caranya kita mandi?

3. Kapan mandi diwajibkan?

4. Perbuatan yang diharamkan bagi orang junub

5. Tayamum

Haid dan nifas:

1. Macam-macam darah yang keluar dari perempuan

2. Hukum-hukum seputar haid dan nifas

Menghafal surah An-Nās dan memahami maknanya

Catatan hari ketiga

Hari Ke-4

Pertemuan Ke-1

Menghafal surah Al-Kāfirūn dan memahami maknanya

Bagaimana saya mengerjakan salat? (Teori):

1. Apakah salat itu?

2. Mengapa kita mengerjakan salat?

3. Kedudukan salat

4. Syarat-syarat salat

5. Salat lima waktu

6. Bagaimana caranya kita mengerjakan salat?

Pertemuan Ke-2

SALAT

1. Lanjutan tata cara salat

2. Salat Jumat

Catatan hari keempat

Hari ke-5

Pertemuan Ke-1

Menghafal surah Al-Kauṡar dan memahami maknanya

Zakat:

1. Apakah zakat itu?

2. Kenapa kita berzakat?

3. Bagaimana caranya kita berzakat?

Puasa:

1. Apakah puasa itu?

2. Mengapa kita berpuasa?

3. Pembatal-pembatal puasa

4. Siapakah yang dibolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan?

HAJI

1. Apakah haji itu?

2. Mengapa kita berhaji?

3. Siapakah yang diwajibkan berhaji?

Pertemuan Ke-2

Menghafal surah Al-'Aṣr dan memahami maknanya

Pakaian:

1. Hukum asal pakaian

2. Pakaian yang diharamkan

Makanan dan minuman:

1. Hukum asal makanan dan minuman

2. Makanan dan minuman yang diharamkan

3. Apa syarat-syarat penyembelihan yang disyariatkan?

4. Hukum-hukum seputar hewan sembelihan di restoran dan pusat perbelanjaan

Catatan hari kelima

Hari ke-6

Pertemuan Ke-1

Muamalat atau transaksi harta:

1. Apakah muamalat itu?

2. Hukum asal muamalat

3. Muamalat yang diharamkan

Akhlak:

1. Akhlak dalam Islam

2. Keutamaan akhlak baik

3. Ranah akhlak dalam Islam

Pertemuan Ke-2

Mengulang surah-surah yang telah dihafal

Mengulang tata cara wudu dan salat

Catatan hari keenam

Topik-topik buku panduan

Unit Pelajaran 1

Agama Islam

Unit Pelajaran 2

Al-Qur`ān al-Karīm

Unit Pelajaran 3

IBADAH

Unit Pelajaran 4

Hukum-hukum Islam

Unit Pelajaran 1

Agama Islam

Pelajaran 1

Islam dan Tanda Tanya Besar Tentang Kehidupan

Pendahuluan

Orang-orang sering dihinggapi berbagai pertanyaan seputar eksistensi manusia. Mereka seringkali bertanya-tanya tentang hakikat kehidupan mereka, asal muasal mereka, faktor keberadaan diri mereka, dan akhir kehidupan mereka. Pertanyaan-pertanyaan ini telah dijawab oleh Islam dengan jawaban yang sangat sempurna.

Pertanyaan pertama

Siapakah kita?

Islam mendefinisikan manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah -Ta'ālā- yang sangat banyak. Dia mengutamakannya dibanding banyak makhluk lainnya serta menjadikan banyak makhluk tersebut sebagai sarana yang dia gunakan dalam menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya selama masa hidupnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. Al-Isrā`: 70)

Allah -Ta'ālā- berikan kepada manusia kemiripan dengan beberapa makhluk, yaitu:

1- Ia mirip malaikat dalam hal kesucian dan ibadahnya;

2- Ia mirip setan dalam hal keingkaran dan kemaksiatannya;

3- Ia mirip binatang dalam hal pelampiasan nafsu dan syahwatnya.

Allah berikan padanya kemungkinan untuk baik dan kemungkinan untuk buruk. Allah juga membekalinya sesuatu untuk membedakan kebaikan dan keburukan, seperti fitrah dan akal.

Allah menjadikannya merdeka, berhak memilih, dan bertanggung jawab terhadap pilihan dan amal perbuatannya.

Sedangkan malaikat adalah salah satu makhluk Allah -Ta'ālā- yang Dia ciptakan dari cahaya; mereka disiplin, tunduk kepada Allah, hamba-hamba mulia, mereka tidak membangkang perintah Allah, dan mengerjakan semua yang diperintahkan kepada mereka, serta tidak ada yang mengetahui jumlah mereka secara pasti kecuali Allah.

Pertanyaan Ke-2

Dari mana asal muasal kita dan untuk apa kita hidup? Islam telah menjelaskan bahwa asal penciptaan manusia dari tanah. Darinya Allah menciptakan Adam yang merupakan bapak seluruh manusia. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah." (QS. Al-Mu`minūn: 12) Tujuan penciptaan manusia ialah beribadah kepada Allah -Ta'ālā-, meskipun Dia tidak membutuhkan makhluk-makhluk-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Aż-Żāriyāt: 56)

Adam

Allah telah menceritakan kita dalam Al-Qur`ān tentang kisah penciptaan Adam dan bagaimana setan mulai memusuhinya. Silakan lihat tafsir surah Al-Baqarah ayat: 30-39.

Diskusikan!

Bandingkan pandangan Anda tentang konsep keberadaan Anda sebelum masuk Islam dan setelahnya.

Pertemuan Ke-3

Ke mana tujuan kita? Al-Qur`ān al-Karīm telah menjelaskan bahwa setiap orang di dunia ini akan mati. Dengan kematiannya maka berakhirlah fase beramalnya dan dimulailah fase perhitungan dan pembalasan amalnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati pula. Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu." (QS. Az-Zumar: 30-31

Bila manusia telah mati, dia berpindah ke fase tempat ia ditanya tentang agamanya dan diberikan balasan atas amal perbuatannya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." [QS. Āli 'Imrān: 185].

Bila hari Kiamat telah datang, Allah -Ta'ālā- membangkitkan orang-orang yang mati dari kubur mereka untuk perhitungan dan pembalasan amal; orang-orang beriman akan dibalas dengan surga, sedangkan orang-orang kafir dibalas dengan neraka. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur`ān dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul-Qurā (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan lain masuk neraka." (QS. Asy-Syūrā: 7)

Nikmat Hidayah Orang yang memahami hikmah penciptaannya serta kesudahan yang menanti manusia kelak hari Kiamat, pasti meyakini bahwa nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya ialah nikmat hidayah (petunjuk) kepada agama yang benar serta amal saleh. Oleh sebab itu, Allah -'Azza wa Jalla- mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya di dalam salat agar meminta petunjuk kepada jalan yang lurus, yaitu agama Islam yang akan mengantarkan kepada rida-Nya.

Membangun bumi merupakan bagian dari peran yang mesti dilakukan oleh manusia dalam hidupnya. Demi membantunya merealisasikan tugas besar ini, Allah telah mempersiapkan fitrahnya secara baik supaya mampu menunaikan peran tersebut. Terangkanlah, bagaimana manusia bisa membangun bumi ini, sementara makhluk lainnya tidak bisa?

Sebutkan sebagian dampak positif dalam beramal karena mengetahui tempat kembali makhluk setelah kematian!

Soal-soal Evaluasi

Seperti apakah Islam melebihkan manusia di atas makhluk-makhluk lainnya?

Apa tujuan penciptaan manusia?

Mengapa Al-Qur`ān merincikan kisah awal penciptaan makhluk?

Bila manusia telah mati, dia berpindah ke fase tempat ia ditanya tentang agamanya dan diberikan balasan atas amal perbuatannya.

Tujuan penciptaan manusia ialah memakmurkan bumi dan membangunnya agar layak ditempati hidup.

Benar

Salah

Setelah Anda mempelajari konsep Islam tentang eksistensi manusia,

maka terangkanlah sejauh mana Anda merasakan adanya kesesuaian konsep tersebut dengan fitrah batin serta perasaan jiwa Anda.

Pelajaran 2

Apakah Islam Itu?

Pendahuluan

Islam adalah agama yang dengannya Allah mengutus Muhammad ﷺ dan merupakan kelanjutan dari agama yang dibawa oleh rasul-rasul terdahulu. Pilar Islam tegak di atas konsep bahwa sembahan yang berhak disembah ialah tunggal, tidak memiliki sekutu, yaitu Allah -Jalla wa 'Alā-; tidak ada yang membantu-Nya dalam kerajaan-Nya dan tidak pula ada perantara antara Dia dan hamba-hamba-Nya. Hanya saja, mengapa saya harus memeluk Islam? Apakah Islam agama bagi seluruh umat manusia ataukah khusus bagi bangsa Arab? Siapakah nabi Islam? Apakah akan ada nabi lain yang datang setelahnya?

Mengapa Saya Masuk Islam?

Mungkin sebagian orang bertanya-tanya: mengapa saya harus masuk Islam?

Jawabannya: Saya harus masuk Islam karena beberapa faktor, di antaranya:

Pertama: agama Islam adalah agama yang diridai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya, dan Allah tidak menerima agama lainnya dari siapa pun. Dia berfirman, "Barang siapa mencari agama selain Islam, ia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." [QS. Āli 'Imrān: 85].

Kedua: agama Islam adalah agama para nabi semuanya. Islam memerintahkan beriman kepada para nabi seluruhnya, dan tidak membeda-bedakan di antara mereka. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Katakanlah, 'Kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa, Isa, serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.'" [QS. Al Baqarah: 136]. Perbedaan di antara para nabi terletak pada hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan perbuatan hamba, sebagaimana Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan syariat dan jalan yang terang." [QS. Al Mā‘idah: 48]. Maksudnya ialah Allah menetapkan bagi masing-masing umat satu syariat yang mereka jadikan sebagai acuan hukum serta jalan yang mereka lalui dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sebab itu, masing-masing umat memiliki hukum yang khusus bagi mereka serta syariat-syariat yang sesuai dengan kondisi mereka. Adapun dalam persoalan akidah, maka akidah semua nabi sama. Kemudian Allah mengutus penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad ﷺ. Dengannya, Allah menutup semua rasul, dengan syariatnya pula Allah menutup semua syariat. Sebab itulah, Allah tidak akan menerima agama selain Islam dari siapa pun.

Ketiga: masuk Islam adalah jalan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Orang yang sampai kepadanya dakwah Nabi Muhammad ﷺ tidak akan selamat di akhirat kelak kecuali bila ia beriman kepadanya serta mengikutinya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Barang siapa mencari agama selain Islam, ia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." [QS. Āli 'Imrān: 85], Nabi ﷺ bersabda, “Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.” (HR. Muslim: 153)

Keempat: Islam memberikan jawaban sempurna terhadap pertanyaan-pertanyaan besarku: untuk apa aku hadir ke dunia? Dari mana aku berasal? Dan kemana aku akan pergi setelah kematian?

Kelima: Islam adalah agama yang sejalan dengan fitrah, mulai dari nilai Islam yang paling besar, yaitu menauhidkan Allah, hingga pada adab-adabnya yang mengajak kepada akhlak baik nan lurus.

Diskusikan!

Bagaimana Islam menjadi agama semua nabi?

Keistimewaan Islam

Islam berbeda dari semua agama lainnya dengan sejumlah keistimewaan. Di antara keistimewaan tersebut yang paling tampak:

1. Islam agama universal

Agama Islam tidak khusus bagi bangsa Arab, melainkan agama yang Allah -Ta'ālā- ridai bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, Allah -Ta'ālā- berfirman kepada Rasulullah ﷺ, "Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan (untuk menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiyā`: 107) Allah -'Azza wa Jalla- telah menjadikan Nabi ﷺ sebagai rahmat yang universal bagi seluruh manusia untuk membimbing mereka ke jalan keimanan, dan menjadikan syariatnya sebagai syariat yang paling luas sebagai rahmat bagi semua manusia.

Faedah Tambahan:

Islam menghargai tradisi dan adat kebiasaan masyarakat serta tidak mengharuskan mereka untuk mengubahnya, kecuali jika menyelisihi sebagian syiar dan ajaran Islam.

2. Islam menggugurkan dosa-dosa sebelumnya

Ketika seseorang masuk Islam dengan benar, Allah Yang Maha Pengasih nan Maha Penyayang akan mengampuni semua dosanya yang telah lalu. Ini merupakan bagian dari keindahan Islam. Allah -Ta'ālā- berfirman kepada Nabi ﷺ, "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafiran), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu." (QS. Al-Anfāl: 38) Seorang laki-laki pernah datang untuk menyatakan masuk Islam kepada Nabi ﷺ, tetapi dia meminta syarat agar semua dosanya yang telah lalu diampuni. Maka Nabi ﷺ memberinya kabar gembira dengan berkata kepadanya, "Tidakkah engkau ketahui bahwa Islam menggugurkan semua dosa sebelumnya?!" (HR. Muslim: 121)

3. Islam adalah agama penutup

Allah -Ta'ālā- menjadikan Islam sebagai kelanjutan bagi agama-agama samawi sebelumnya. Dia meridainya sebagai agama bagi seluruh makhluk hingga hari Kiamat, sehingga tidak ada di atas muka bumi ini agama yang benar selain agama Islam. Dia berfirman, "Barang siapa mencari agama selain Islam, ia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." [QS. Āli 'Imrān: 85].

Diskusikan!

Bagaimana Anda membantah orang yang beranggapan bahwa Islam hanyalah agama yang khusus bagi bangsa Arab?

Siapakah nabi agama Islam?

Seorang muslim meyakini bahwa Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi yang diutus oleh Allah kepada umat manusia untuk mengajak mereka beribadah kepada-Nya semata, tanpa yang lain, dan bahwa tidak ada nabi lain setelahnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al Aḥzāb: 40]

Belajar agama:

Seorang muslim wajib mempelajari ilmu yang dia butuhkan dalam perkara agamanya agar dia beribadah kepada Tuhannya berdasarkan ilmu.

Nabi ﷺ menganjurkan untuk belajar agama seraya bersabda, "Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Allah akan menjadikannya paham tentang urusan agamanya." (HR. Bukhari: 71)

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa belajar ilmu agama adalah jalan untuk masuk surga. Beliau bersabda, "Siapa yang menempuh sebuah jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim: 2699).

Pelajaran Tambahan

Agar engkau lebih mengenal biografi Nabi Muhammad ﷺ, bacalah buku "Muhammad Rasūlullāh" yang tersedia di Osoul Store dalam berbagai bahasa dunia.

Scan barkode ini untuk mendownload buku!

Tersedia banyak buku yang bisa dimanfaatkan oleh seorang muslim untuk mempelajari hukum-hukum dalam agamanya sehingga dia dapat beribadah kepada Tuhannya di atas dasar ilmu. Hendaklah dia berkonsultasi kepada para ahli untuk mengarahkannya kepada buku yang paling bagus.

Standar perbedaan tingkat keutamaan dalam Islam:

Allah -'Azza wa Jalla- telah menjadikan standar perbedaan tingkat keutamaan di antara hamba-hamba-Nya berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Perbedaan keutamaan di antara kaum muslimin berdasarkan tingkat kekuatan iman mereka, bukan berdasarkan rupa, nasab, warna kulit, maupun harta mereka. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti." [QS. Al Ḥujurāt: 13].

Nabi ﷺ juga bersabda, "Wahai sekalian manusia! Ketahuilah, sesungguhnya sembahan kalian satu, dan bapak kalian satu. Tidak ada keutamaan bagi seorang Arab atas non-Arab, tidak juga non-Arab atas Arab, tidak bagi yang berkulit merah atas kulit hitam, tidak juga kulit hitam atas kulit merah, kecuali dengan ketakwaan." (HR. Al-Baihaqiy dalam Syu'ab al-Īmān: 4774)

Rukun Islam

Agama Islam dibangun di atas lima rukun (pilar):

Setiap muslim harus berkomitmen dengan rukun-rukun ini supaya keislamannya utuh, sebab cacat pada salah satu rukun ini akan berdampak buruk terhadap keislamannya.

1- Dua kalimat syahadat

Syahadat Lā ilāha illallāh (tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah) dan syahadat Muhammad rasūlullāh (Muhammad adalah utusan Allah)

2- Menegakkan salat

Seorang muslim wajib mengerjakan lima salat setiap hari. Hal ini akan dijelaskan pada buku ini.

3- Berpuasa Ramadan

4- Menunaikan zakat

5- Berhaji ke Baitullah

Setelah Anda menyaksikan klip video "Muslim's new life", ceritakanlah tentang apa yang paling banyak memikatmu dalam Islam!

Scan barkode ini untuk menyaksikan klip video!

Apa dasar-dasar agama yang harus dipelajari oleh seorang muslim sehingga dia dapat beribadah kepada Allah -Ta'ālā- sebagaimana yang Allah perintahkan?

Agama Islam mencakup ajaran ...

a. akhlak

b. ilmiah

c. amaliah

d. semua yang disebutkan

Berapa jumlah rukun Islam?

a. 6

b. 5 c. 4

d. 3

Setelah Allah membimbing seorang hamba untuk masuk Islam, dia wajib mempelajari dasar-dasar agama yang akan membantunya untuk beribadah kepada Allah.

Benar

Salah

Pelajaran 3

Bagaimana Saya Masuk Islam?

Pendahuluan

Momen yang paling tidak bisa dilupakan oleh seorang mualaf ialah ketika ia menyatakan diri masuk Islam dengan melafalkan dua kalimat syahadat. Dengan pernyataan tersebut, dia telah menyatakan kepada dirinya sendiri sebelum orang lain, bahwa dia sudah menjadi sosok yang baru, tidak lagi seperti yang dulu, dan bahwa semenjak momen tersebut dirinya telah meniti langkah awal untuk mengenali kebenaran serta berpegang teguh dengannya. Pada pelajaran ini, kita akan mempelajari lebih dalam tentang dua kalimat syahadat beserta makna dan konsekuensi-konsekuensi keduanya pada seorang muslim.

Dua Kalimat Syahadat

Allah -'Azza wa Jalla- menjadikan ucapan dua kalimat syahadat sebagai kunci masuk ke dalam Islam, yaitu: asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh.

Apa Makna Dua Kalimat Syahadat?

Pertama: makna syahadat lā ilāha illallāh

Makna "asyhadu allā ilāha illallāh" ialah aku meyakini dengan keyakinan yang bulat bahwa tidak ada sembahan yang berhak terhadap ibadah kecuali Allah semata.

Syahadat ini terdiri dari dua hal:

Pertama:

menafikan ketuhanan dari selain Allah -Ta'ālā-

Kedua:

menetapkan ketuhanan bagi Allah saja.

Inti agama Islam yang merupakan agama seluruh para nabi ialah beribadah kepada Allah saja serta mengingkari semua yang disembah selain Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku!'" (QS. Al-Anbiyā`: 25)

Sebab itu, tidak diperbolehkan dalam keadaan apa pun untuk meyakini ketuhanan siapa pun selain Allah -Ta'ālā- serta tidak boleh beribadah mendekatkan diri kepada selain Allah -Ta'ālā- dengan jenis ibadah apa pun.

Kedua: makna syahadat muḥammad rasūlullāh

Makna "asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh" ialah aku meyakini dengan keyakinan yang bulat bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah, penutup para nabi, tidak ada nabi lain setelahnya, dan bahwa ajaran kerasulan beliau untuk seluruh umat manusia. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqān (Al-Qur'ān) kepada hamba-Nya (Muhammad) agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)." (QS. Al-Furqān: 1)

Latihan

Setelah Anda membaca buku Muhammad Utusan Allah, catatlah informasi-informasi berikut tentang Rasulullah Muhammad ﷺ:

Scan barkode ini untuk mendownload buku!

Nama beliau:

Nasab beliau:

Kelahiran beliau:

Pertumbuhan beliau:

Kenabian beliau:

Hijrah beliau:

Kematian beliau:

Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat

Tidak cukup hanya melafalkan dua kalimat syahadat. Akan tetapi, harus mengerti maknanya serta mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya. Syahadat lā ilāha illallāh memiliki konsekuensi berupa ingkar terhadap semua yang disembah selain Allah -Ta'ālā- serta mengimani bahwa Allah saja sebagai tuhan dan sembahan yang berhak terhadap ibadah disertai keikhlasan dalam beribadah kepada-Nya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Barang siapa ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus." [QS. Al Baqarah: 256]. Sedangkan konsekuensi syahadat "muḥammad rasūlullāh" ialah membenarkan berita yang beliau sampaikan, menaati perintah yang beliau perintahkan atau larangan yang beliau larang, serta Allah tidak diibadahi kecuali dengan syariat yang beliau bawa.

Diskusikan!

Mengapa syahadat "lā ilāha illallāh" berkonsekuensi ingkar terhadap semua yang disembah selain Allah?

Ajaklah rekan-rekan Anda untuk menyebutkan berbagai faktor yang menjadikan sebagian orang bersemangat untuk menciptakan berbagai macam tuhan dan mengajak orang lain untuk menyembahnya!

Di antara dalil logis yang digunakan oleh Nabi Ibrahim -'alaihissalām- untuk mendebat kaumnya ialah pertanyaanya kepada mereka: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?" (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 95)

Soal-soal Evaluasi

Benar

Salah

Ketika Anda tahu bahwa Allah adalah Tuhan alam semesta, maka hal ini terhitung cukup untuk masuk Islam.

Cukup dalam kesaksian bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah dengan membenarkannya tanpa taat kepadanya.

Setelah Anda menyaksikan klip video "Who is Muhammad?", ceritakanlah sisi keluarbiasaan sosok Nabi Muhammad ﷺ dan uraikanlah cara-cara yang ditempuh oleh musuh-musuh Islam untuk mencoreng citra beliau yang mulia!

Dengan menelusuri halaman "jesusandquran.com", ceritakanlah keterkaitan antara Nabi Muhammad dan Nabi Isa -'alaihimaṣ-ṣalātu was-salām-.

Scan barkode ini untuk mengunjungi situs!

Pelajaran 4

IMAN

Pendahuluan

Seringkali seorang muslim merasakan ketenangan dan keteduhan manakala membaca Al-Qur`ān atau sedang beribadah kepada Allah -Ta'ālā- dalam salat ataupun ibadah lainnya. Perasaan ini yang dapat membuncah pada sebagian orang hingga membawa mereka pada tingkat kelapangan dan kebahagiaan yang tinggi adalah salah satu buah iman yang mendorong seorang muslim untuk menjadikan seluruh hidupnya untuk Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dengan penuh suka dan cinta serta meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan penuh kepatuhan dan ketaatan mutlak. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh definisi iman, rukun-rukunnya, dan buah-buahnya.

Apakah iman itu?

Iman adalah pembenaran dengan hati dan lisan terhadap apa yang datang dari sisi Allah, ketundukan jiwa kepada-Nya dengan penuh cinta, harap, dan takut, serta pengamalannya oleh anggota tubuh. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur`ān) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh." [QS. An Nisā`: 136].

Diskusikan!

Apa perbedaan antara harap dan takut?

Rukun iman:

Iman tegak di atas 6 rukun (pilar), yaitu:

1. Iman kepada Allah; yaitu seorang muslim beriman pada eksistensi Allah -Ta'ālā- serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya, beriman bahwa Allah adalah Tuhan alam semesta yang luas ini; Dialah penciptanya, pemilik semua yang ada padanya, pengurus semua urusannya, dan pemberi rezeki bagi hamba-hamba-Nya, serta beriman bahwa tidak ada sembahan selain Allah yang berhak untuk disembah dan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan.

2. Iman kepada para malaikat; yaitu seorang muslim mengimani keberadaan malaikat-malaikat yang mulia, mengimani bahwa Allah -Ta'ālā- menciptakan mereka, mereka beribadah kepada Allah -Ta'ālā-, dan tidak bermaksiat kepada-Nya pada perintah yang diperintahkan kepada mereka, dan mengimani sifat-sifat dan tugas-tugas mereka yang disebutkan dalam Al-Qur`ān dan Sunnah.

3. Iman kepada kitab-kitab yang diturunkan; yaitu seorang muslim beriman bahwa Allah telah menurunkan kepada hamba-hamba-Nya dari sisi-Nya sejumlah kitab kepada para rasul-Nya; Allah menurunkannya untuk menunjuki manusia dan mengajarkan kepada mereka perkara agama mereka. Di antaranya Allah -Ta'ālā- menurunkan Taurat kepada Musa bin Imran -'alaihissalām-, Zabur kepada Daud -'alaihissalām-, Injil kepada Isa bin Maryam -'alaihissalām-, dan Al-Qur`ān kepada Muhammad ﷺ; serta beriman bahwasanya Al-Qur`ān adalah yang paling terakhir di antara kitab-kitab tersebut sekaligus sebagai pemutusnya.

4. Iman kepada para nabi -'alaihimussalām-; yaitu seorang muslim beriman bahwa Allah -Ta'ālā- telah mengutus sejumlah rasul kepada kaum mereka dan meneguhkan mereka dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka supaya mereka memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman dan memberi peringatan kepada orang-orang kafir, juga mengajari kaum mereka perkara agama; wajib bagi orang-orang yang diutus para rasul kepada mereka untuk taat dan mengikuti mereka; serta beriman bahwa Muhammad ﷺ adalah yang terakhir sekaligus sebagai penutup mereka.

5. Iman kepada hari Akhir; yaitu seorang muslim meyakini adanya hari Kiamat, meyakini bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang yang mati dari kuburnya pada hari itu lalu membuat perhitungan terhadap amal mereka dan memberikan mereka balasan berdasarkan amalnya; sebagian masuk ke surga dan sebagian lain masuk ke neraka.

6. Iman kepada takdir; yaitu seorang muslim beriman bahwa semua yang terjadi di alam ini berupa kebaikan ataupun keburukan adalah dengan takdir Allah -Ta'ālā-; Allah -Ta'ālā- telah mengetahuinya dan menulisnya di Lauh Mahfuz dan tidak akan terjadi di alam ini kecuali yang Allah -Ta'ālā- kehendaki.

Kesyirikan kepada Allah

Yaitu meyakini ketuhanan seseorang selain Allah -Ta'ālā- atau mendekatkan diri kepadanya dengan sebagian ibadah. Kesyirikan adalah dosa dan kejahatan besar yang tidak diampuni oleh Allah -Ta'ālā-, sebagaimana dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar." [QS. An Nisā`: 48].

Yang dimaksud dengan Al-Kitāb dan As-Sunnah ialah Al-Qur`ān Al-Karīm dan hadis-hadis Rasul Muhammad ﷺ karena keduanya merupakan sumber utama bagi pensyariatan dalam Islam.

Lauh Mahfuz ialah kitab tempat Allah menulis semua yang ditakdirkan untuk makhluk hingga terjadi Kiamat.

Buah Keimanan

Keimanan memiliki banyak buah positif, di antaranya:

1- Ketenangan jiwa; karena iman menjadikan jiwa seorang mukmin merasa tenang serta rida kepada Allah dan kepada takdir-Nya, ia tidak takut kecuali kepada Allah.

2- Mengenal Allah -Ta'ālā-; yaitu orang yang beriman akan mengenal Tuhannya pada tingkat menambah keterikatannya dengan-Nya, sehingga ia bisa mengenal nama, sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya.

3- Mengagungkan Allah; karena orang beriman itu, semakin ia mengenal Tuhannya maka akan semakin bertambah mengagungkan dan memuliakan-Nya, bertambah cinta dan harap kepada-Nya, dan bertambah takut kepada-Nya.

4- Merasakan karunia Allah kepada hamba-hamba-Nya; yaitu Allah telah mengutus para rasul kepada mereka serta menurunkan kitab-kitab supaya mereka mendapat petunjuk kepada agama yang benar.

5- Mencintai malaikat; karena ibadah dan ketaatan mereka kepada Allah.

6- Mencintai para rasul; karena Allah -Ta'ālā- telah memilih mereka untuk menyampaikan agama-Nya kepada manusia.

7- Bersungguh-sungguh dalam ibadah; karena semakin kuat tingkat keimanan, maka akan bertambah ibadah seseorang.

8- Kehidupan yang baik; yaitu orang yang beriman akan rida dengan pembagian Allah untuknya. Dia mengetahui bahwa musibah yang menimpanya di dunia sebagai pengangkat derajatnya dan penghapus kesalahannya, sebagaimana ia mengharapkan kenikmatan surga yang Allah siapkan bagi orang beriman di akhirat.

9- Tidak teperdaya dengan dunia; karena kehidupan dunia bersifat sementara dan merupakan sarana menuju kehidupan abadi di akhirat.

10- Membongkar khurafat; karena keimanan membongkar banyak khurafat serta membatalkannya.

11- Masuk surga yang merupakan negeri kenikmatan abadi yang tidak berhenti. Allah -Ta'ālā- telah mengkhususkannya bagi orang-orang yang beriman di antara hamba-Nya.

Takdir ialah ketetapan Allah -Ta'ālā- pada segala sesuatu sejak zaman azali serta pengtahuan-Nya bahwa ia akan terjadi di zaman yang telah ditentukan di sisi-Nya dan menurut cara-cara tertentu.

Catatanku

Catatlah sebagian di antara buah iman yang Anda rasakan setelah masuk ke dalam agama Islam.

Beriman kepada para rasul ialah engkau mengimani kenabian Muhammad ﷺ saja:

Benar

Salah

Setelah Anda menyaksikan klip "Who is Allah? Ceritakanlah tentang keagungan Allah Yang Maha Pencipta.!

Saksikanlah klip "The Six Fundamentals of Faith" dan sebutkan buah yang Anda dapatkan dari keimanan pada setiap rukun di antara rukun iman yang enam!

Evaluasi Mandiri

Target Pengajaran

Level Evaluasi

Tidak.

Lemah

Baik

Istimewa

1. Apakah Anda pernah mempelajari lebih jauh jawaban pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan eksistensi manusia?

2. Apakah Anda mampu menjelaskan makna Islam secara mudah?

3. Apakah Anda tahu cara masuk ke dalam Islam?

4. Apakah Anda paham makna dua kalimat syahadat?

5. Apakah Anda dapat menjelaskan konsekuensi dua kalimat syahadat?

6. Apakah Anda mengetahui rukun-rukun iman?

7. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada Allah?

8. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada para malaikat?

9. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada kitab-kitab yang diturunkan?

10. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada para rasul?

11. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada hari Akhir?

12. Apakah Anda mampu menjelaskan makna iman kepada takdir?

13. Apakah Anda tahu bagaimana melafalkan dua kalimat syahadat dengan pelafalan yang benar?

14. Apakah Anda tahu bagaimana seorang mualaf memperkuat imannya?

15. Apakah Anda merasakan ada cinta kepada agama Islam dalam hati?

Unit Pelajaran 2

Al-Qur`ān al-Karīm

Pelajaran-pelajaran Unit 2:

Pelajaran 1

MENGENAL AL-QUR`ĀN AL-KARĪM

Pendahuluan

Ketika Allah mengutus para nabi untuk mendakwahi suatu kaum, Allah membekali mereka sebagian mukjizat yang dengannya mereka membuktikan kebenaran kenabian mereka pada kaum tersebut. Hanya saja, mukjizat-mukjizat para nabi itu berakhir bersama wafatnya mereka. Adapun Rasul umat Islam, Muhammad ﷺ, Allah membekalinya mukjizat yang paling kuat terhadap kaumnya dan terhadap seluruh umat manusia berupa Kitab Allah (Al-Qur`ān) yang telah dijamin untuk dijaga setelah kematian beliau ﷺ. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh sebagian keutamaan Al-Qur`ān dan adab-adabnya.

Apa Al-Qur`ān Itu?

Al-Qur`ān al-Karīm adalah firman Allah -Ta'ālā- yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad ﷺ, dan merupakan kitab Allah yang paling terakhir diturunkan, tidak ada kitab lain setelahnya.

Keutamaan Membaca Al-Qur`ān

Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`ān) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.” HR. Tirmizi dalam Sunannya (No. 2910) dengan sanad sahih. Nabi ﷺ juga bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān karena ia akan datang pada hari Kiamat untuk memberi syafaat bagi para pembacanya." HR. Muslim dalam Ṣaḥīḥnya (No. 804).

Kitab-kitab yang diturunkan (samawi) ialah kitab-kitab yang Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- turunkan kepada para nabi-Nya.

Seorang muslim beriman kepada kitab-kitab ini, bahwa ia diturunkan dari sisi Allah -Ta'ālā- dan bahwa Allah mengucapkan kandungannya sesuai yang pantas bagi-Nya. Di antara kitab-kitab tersebut: Zabur yang diturunkan kepada Daud -'alaihissalām-, Taurat yang diturunkan kepada Musa -'alaihissalām-, dan Injil yang diturunkan kepada Isa -'alaihissalām-. Kitab-kitab ini telah mengalami penyelewengan dan pengubahan bersama perjalanan waktu.

Al-Qur`ān Asupan Jiwa dan Akal

Al-Qur`ān al-Karīm berbicara kepada akal dan jiwa manusia dengan tingkat yang sama. Al-Qur`ān menyapa akal melalui:

1- Argumentasi logis; Allah -Ta'ālā- berfirman, "Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arasy dari apa yang mereka sifatkan." [QS. Al Anbiyā`: 22]. 2- Ajakan untuk menggunakan akal dan pikiran pada dalil-dalil dan bukti-bukti kebenaran. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan." [QS. Al Baqarah: 219].

3- Celaan terhadap orang-orang yang tidak menggunakan akalnya serta tidak memakainya berpikir. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya." (QS. Al-Furqān: 44)

Pun Al-Qur`ān menyapa jiwa dan emosi mereka melalui:

1- Ungkapan perasaan emosional dan pengilustrasiannya dalam banyak keadaan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Di antara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman maka lebih besar cintanya kepada Allah." [QS. Al Baqarah: 165].

2- Peringatan tentang rasa kemanusiaan dan penjelasan dampak baik dan buruknya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Dan pasti kamu akan dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.' Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri." [QS. Al Mā‘idah: 82].

3- Perintah berlemah lembut dalam dakwah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik." [QS. An Naḥl: 125].

4- Penyelipan makna-makna keimanan pada ayat-ayat hukum. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu." [QS. An Nisā`: 94].

5- Penggunaan kata-kata yang mengena dalam jiwa dan yang membangkitkan emosi yang tulus. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Apakah kamu tidak suka bila Allah mengampunimu?!" [QS. An Nūr: 22].

Terkadang Al-Qur`ān menggabungkan dua bentuk sapaan dalam satu ayat, yaitu sapaan kepada akal dan kepada jiwa. Ia mengajak akal berpikir dan memahamkannya serta menggerakkan perasaan jiwa sekaligus. "Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?" (QS. Fāṭir: 3)

Diskusikan!

Apa ayat-ayat yang pernah Anda baca sebelum Anda masuk Islam? Bagaimana pengaruhnya kepada Anda?

Al-Qur`ān Konsep Hidup

Al-Qur`ān al-Karīm ialah firman Tuhan alam semesta yang telah menciptakan seluruh manusia. Dia lebih tahu tentang kondisi mereka dari diri mereka sendiri dan lebih tahu apa yang memberikan manfaat dan mudarat kepada mereka. Oleh karena itu, Allah -Ta'ālā- menjadikan Al-Qur`ān penutup kitab-kitab yang diturunkan-Nya sebagai sebuah kitab pedoman yang menggariskan bagi mereka konsep hidup.

Hal ini tampak jelas dari sela poin-poin berikut:

1- Luasnya ranah yang ditangani Al-Qur`ān; yaitu menangani kehidupan manusia dengan ketiga ruangnya: pribadi, keluarga, dan masyarakat.

2- Komprehensifitas kontennya; yaitu mencakup urusan akidah, ibadah, adat istiadat, hubungan sosial dan harta, sisi akal, emosi, jiwa raga, hubungan negara, kondisi damai dan perang, dan lain sebagainya.

3- Keadilan. Al-Qur`ān ialah kitab yang memerintahkan sikap adil dalam segala keadaan, bahkan terhadap musuh sekalipun. Sebaliknya, ia melarang kezaliman dengan semua potretnya.

Al-Qur`ān al-Karīm meletakkan bagi para hamba konsep hidup mereka, menjelaskan hak dan kewajiban mereka, menentukan apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka, disertai dengan fleksibilitas tingkat tinggi yang menjadikan syariat-syariatnya relevan untuk semua waktu dan tempat.

Seorang muslim harus bersemangat dan antusias untuk membaca Al-Qur`ān serta mempelajari hukum-hukumnya.

Kisah Para Nabi dalam Al-Qur`ān

Al-Qur`ān al-Karīm banyak berisi kisah-kisah para nabi terdahulu dan kaum mereka, dimulai dengan Adam -'alaihissalām-, lanjut Nuh, Hud, Saleh, Syu'aib, Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Musa, Isa -'alaihimussalām- serta nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya. Al-Qur`ān al-Karīm membawakan kisah mereka dengan memuat banyak hikmah, di antaranya:

1- Menjelaskan bahwa agama seluruh para nabi adalah agama yang sama, yaitu berlandaskan tauhid kepada Allah -Ta'ālā-.

2- Menghibur dan meneguhkan Nabi Muhammad ﷺ; karena apa yang terjadi pada diri beliau telah terjadi pada nabi-nabi sebelumnya.

3- Menghibur orang-orang beriman; bahwa apa yang menimpa mereka berupa penderitaan dan penyiksaan telah menimpa hamba-hamba Allah yang mulia sebelum mereka.

4- Mengambil pelajaran dan ibrah; karena kisah-kisah tersebut adalah kisah nyata dan riil.

Latihan

Letakkan setiap ungkapan berikut di tempatnya yang tepat sesuai keterkaitannya:

Kalam Allah

Memberi syafaat kepada pembacanya

Memerintahkan sikap santun dan lembut dalam berdakwah

Mengajak untuk mengoperasikan akal

Menggunakan kata-kata yang mengena dalam jiwa

Kitab yang terakhir diturunkan

Diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ

Di antara sifat Al-Qur`ān

Di antara keutamaan Al-Qur`ān

Al-Qur`ān al-Karīm

Kemukjizatannya

Orang-orang kafir Arab mengingkari Al-Qur`ān, maka Allah menantang mereka untuk mendatangkan yang semisal dengannya ataupun satu surah atau sepuluh ayat yang sepertinya, tetapi mereka tidak mampu melakukannya.

Jumlah surah Al-Qur`ān

114 surah

Sumbernya

Allah -'Azza wa Jalla- menurunkannya kepada Rasulullah ﷺ melalui perantara Jibril -'alaihissalām-

Turunnya

Allah -Ta'ālā- menurunkannya secara berangsur-angsur selama 23 tahun, di Makkah dan di Madinah.

Bahasanya

Allah menurunkannya dalam Bahasa Arab

Jumlah ayatnya

6236 ayat

Nama-namanya

Allah memberinya nama Al-Qur`ān, Al-Kitāb, Al-Furqān, Aż-Żikrā, dan juga nama-nama lainnya.

Tema pokoknya

Di antara tema terpenting yang dibahas oleh Al-Qur`ān al-Karīm ialah:

1- Pembahasan tentang ketauhidan kepada Allah -Ta'ālā- dan penolakan terhadap kesyirikan kepada-Nya.

2- Bahasan tentang alam semesta yang kesempurnaan penciptaannya menunjukkan kekuasaan Sang Penciptanya.

3- Kisah-kisah Al-Qur`ān yang penuh dengan ibrah dan pelajaran.

4- Bahasan tentang awal penciptaan makhluk, kebangkitan para hamba setelah kematian, dan pemberian ganjaran kepada mereka menurut amal mereka.

5- Pembinaan dan pensyariatan bagi orang-orang beriman.

Al-Qur`ān menyapa akal melalui argumentasi logis dalam berbagai persoalan.

Benar

Salah

Mengapa Allah menurunkan Al-Qur`ān?

Kunjungilah situs "alnaba.ws", kemudian sebutkan sebagian dalil yang menunjukkan kebenaran dan kevalidan Al-Qur`ān dengan menyebutkan sebagian bentuk mukjizat yang dikandungnya!

Allah menurunkan Al-Qur`ān kepada:

a. Seluruh nabi

b. Muhammad ﷺ

Pelajaran 2

TAFSIR SURAH-SURAH PENDEK

Pendahuluan

Surah Al-Fātiḥah tercatat sebagai surah yang paling agung dalam Al-Qur`ān. Rasulullah ﷺ telah menegaskan keutamaan dan keagungannya dalam banyak hadis. Ia merupakan surah yang wajib dihafal oleh setiap muslim karena ia satu-satunya surah yang wajib dibaca di setiap salat. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh surah ini, menghafal ayat-ayatnya, dan mempelajari makna-maknanya. Selain itu, kita juga akan mencoba mengenal lebih jauh sejumlah surah pendek yang mengandung makna-makna yang agung.

Surah Al-Fātiḥah

Makna surah:

Bismillāhirraḥmānirraḥīm [Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang]. Aku mengawali bacaan Al-Qur`ān dengan menyebut nama Allah demi memohon pertolongan dengan-Nya. Allah ialah sembahan yang benar, yang memiliki sifat rahmat yang umum nan mencakup semua makhluk, dan Dia Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang khusus.

Alḥamdulillāhi rabbil-'ālamīn [Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam]. Semua pujian hanya ditujukan kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna dan atas nikmat-nikmat-Nya kepada semua makhluk-Nya. Hanyalah Dia semata yang berhak atas semua bentuk dan model pujian. Dialah Tuhan seluruh makhluk, yang menciptakan mereka setelah sebelumnya tidak ada, yang mengurus semua urusan mereka, dan yang memelihara keadaan mereka.

Arraḥmānirraḥīm [Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang]. Ar-Raḥmān bermakna yang memilik sifat rahmat yang umum untuk semua makhluk-Nya. Ar-Raḥīm bermakna yang memiliki sifat rahmat yang khusus bagi orang-orang beriman di antara mereka.

Māliki yaumid-dīn [Yang menguasai hari pembalasan]. Penguasa hari Kiamat, yaitu hari perhitungan dan pembalasan amal.

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn [Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan]. Kami hanya beribadah kepada-Mu semata, wahai Tuhan kami, dan kami hanya memohon pertolongan kepada-Mu dalam semua urusan kami. Seluruh urusan hanya ada di tangan-Mu.

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm [Tunjukilah kami ke jalan yang lurus]. Tunjuki kami jalan yang lurus dan teguhkan kami di atasnya hingga kami bertemu Engkau. Jalan lurus ini ialah Islam, jalan yang terang, yang mengantarkan kepada rida dan surga Allah.

Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim gairil-magdūbi 'alaihim walaḍ-ḍāllīn [(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat]. Jalan tersebut ialah jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat hidayah dari kalangan para nabi dan pembela mereka serta orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka. Merekalah orang-orang yang diberi hidayah dan keistikamahan.

Jauhkanlah pula kami dari jalan orang yang Engkau murkai sebab mereka telah mengetahui kebenaran tetapi tidak mereka amalkan; juga dari jalan orang-orang tersesat yang tidak mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus karena kejahilan mereka.

Ar-Raḥmān: bagi semua makhluk-Nya

Ar-Raḥīm: khusus bagi orang-orang beriman.

Diskusikan!

Sarana-sarana apa saja yang dapat membantu menghafal surah Al-Fātiḥah?

Surah Al-Ikhlāṣ

Makna surah:

Qul huwallāhu aḥad [Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa] Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang yang bertanya tentang sifat Tuhanmu: Dialah Allah Yang Maha Esa dalam ulūhiyah (keilahian) dan rubūbiyah (ketuhanan); tidak ada tuhan selain-Nya.

Allāhuṣ-ṣamad [Allah (Dia) yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu] Dialah Allah yang sempurna sifat-sifat-Nya dan tempat bergantung seluruh makhluk dalam meminta kebutuhan mereka disertai ketidakbutuhan-Nya ke mereka.

Lam yalid wa lam yūlad [Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan] Dialah Allah yang tidak memiliki anak, baik laki maupun perempuan, dan tidak pula memiliki orang tua, bapak ataupun ibu.

Walam yakul-lahū kufuwan aḥad [Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia]. Dia tidak memiliki tandingan di antara makhluk-Nya, baik pada zat, nama, sifat, maupun perbuatan-Nya.

Surah Al-Falaq

Makna surah:

Qul a'ūżu birabbil-falaq [Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh] Katakanlah -wahai Rasul-: Aku kembali dan aku berlindung kepada Allah, Tuhan yang menguasai al-falaq, yaitu waktu terbitnya fajar.

min syarri mā khalaq [dari kejahatan makhluk-Nya] Dari kejahatan semua makhluk yang diciptakan-Nya, yang kami lihat maupun yang tidak kami lihat.

wamin syarri gāsiqin iżā waqab [dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita] Dari kejahatan malam ketika ia datang bersama kegelapannya serta semua yang ada padanya berupa keburukan dan hal yang menyakiti.

wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad [dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)] Dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada tali-tali yang mereka ikat dalam perbuatan sihir mereka.

wamin syarri ḥāsidin iżā ḥasad [dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki]. Dari kejahatan orang ḥasad (dengki) yang mengharapkan hilangnya kenikmatan dari orang yang dihasadi serta berharap terjadi keburukan padanya.

Al-Falaq: terbitnya fajar

Al-Gasaq: gelap gulita malam

Surah An-Nās

Makna surah:

Qul a'ūżu birabbin-nās [Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia] Katakanlah -wahai Rasul-: Aku kembali dan berlindung kepada Allah, Tuhannya manusia, hanya Dia Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Malikin-nās [Raja manusia] Raja manusia semuanya, yang berkuasa pada semua urusan mereka.

Ilāhin-nās [sembahan manusia] Sembahan seluruh manusia, sehingga mereka tidak memiliki sembahan yang benar selain-Nya.

min syarril waswāsil-khannāsl [dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi] Dari gangguan setan yang membisiki mereka ketika mereka lalai. Sebaliknya, ia tidak mengganggu mereka ketika mereka ingat Allah.

Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās [yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia] Yang merasukkan pikiran-pikiran jahat ke dalam dada manusia serta mempermainkan emosi dan pikiran mereka.

Minal-jinnati wan-nās [dari kalangan jin dan manusia] Dari setan jin dan manusia.

Surah Al-Kāfirūn

Makna surah:

Qul yā ayyuhal-kāfirūn [Katakanlah, Wahai orang-orang kafir!] Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya: Wahai orang-orang yang kafir kepada Allah!

Lā a'budu mā ta'budūn [Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah] Aku tidak akan menyembah tuhan-tuhan yang batil yang kalian sembah, seperti berhala dan sebagainya.

Walā antum 'ābidūna mā a'bud [Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah] Pun kalian bukan penyembah Tuhan yang benar yang aku sembah, padahal Dia sajalah yang berhak terhadap ibadah.

Walā ana 'ābidum-mā 'abattum [Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah]. Aku tidak menjadi penyembah tuhan-tuhan yang batil yang kalian sembah.

Walā antum 'ābidūna mā a'bud [Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah] Pun kalian bukan penyembah Tuhan yang benar yang aku sembah, padahal Dia sajalah yang berhak terhadap ibadah.

Lakum dīnukum wa liya dīn [Untukmu agamamu dan untukku agamaku]. Untuk kalian agama kalian yang kalian pegang teguh dan untukku agamaku yang aku pegang teguh.

Orang kafir ialah orang yang tidak bersyahadat dengan syahadat tauhid dan tidak mengikuti dakwah Rasul Muhammad ﷺ.

Diskusikan!

Apa topik yang ditekankan oleh Surah Al-Ikhlāṣ dan Al-Kāfirūn?

Surah Al-Kauṡar

Makna surah:

Innā a'ṭainākal-kauṡar [Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak] Sungguh -wahai Rasul-, Kami telah memberimu anugerah yang banyak dan tak terhitung di dunia dan akhirat, di antaranya sungai al-Kauṡar dalam surga.

Faṣalli lirabbika wan-ḥar [Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah)] Sebab itu, murnikanlah salat dan sembelihanmu untuk Tuhanmu. Beribadahlah hanya kepada-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan menyembelihlah atas nama-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagai bentuk syukur pada-Nya atas anugerah dan kebaikan yang diberikan-Nya kepadamu.

Inna syāni`aka huwal-abtar [Sungguh, orang yang membencimu itu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)]. Sungguh, pembencimu yang tidak menyukaimu serta tidak menyukai agama yang engkau bawa, dialah yang lebih kurang, lebih hina, tak terpuji, dan terhalangi dari kebaikan.

Syāni`aka artinya pembencimu yang tidak menyukaimu dan tidak menyukai agama yang engkau bawa.

Surah Al-'Aṣr

Makna surah:

Wal-'aṣr [Demi masa] Allah bersumpah dengan masa dan waktu yang merupakan tempat terjadinya gerak-gerik manusia, berupa kebaikan maupun keburukan.

Innal-insāna lafī khusr [Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian] Sungguh, manusia itu benar-benar berada dalam kerugian dan kebinasaan.

Illallażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣaw bil-ḥaqqi wa tawāṣaw biṣ-ṣabr [Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, dan saling menasihati supaya menaati kebenaran, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran]. Kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati satu sama lain supaya memegang erat kebenaran dan konsisten di atasnya dan saling menasihati supaya bersabar pada yang demikian itu.

Evaluasi Mandiri

1. Apakah Anda mampu menjelaskan apa Al-Qur`ān itu?

2. Apakah Anda mampu menggambarkan hubungan antara Al-Qur`ān dan kehidupan?

3. Apakah Anda tahu mengapa Allah menceritakan kisah para nabi dalam Al-Qur`ān?

4. Apakah Anda paham makna global Surah Al-Fātiḥah?

5. Apakah Anda paham makna global Surah Al-Ikhlāṣ?

6. Apakah Anda paham makna global Surah Al-Falaq?

7. Apakah Anda paham makna global Surah An-Nās?

8. Apakah Anda paham makna global Surah Al-Kāfirūn?

9. Apakah Anda paham makna global Surah Al-Kauṡar?

10. Apakah Anda paham makna global Surah Al-'Aṣr?

11. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-Fātiḥah dengan bacaan yang benar?

12. Apakah Anda telah hafal Surah Al-Fātiḥah?

13. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-Ikhlāṣ dengan bacaan yang benar?

14. Apakah Anda telah hafal Surah Al-Ikhlāṣ?

15. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-Falaq dengan bacaan yang benar?

16. Apakah Anda telah hafal Surah Al-Falaq?

17. Apakah Anda telah mampu membaca Surah An-Nās dengan bacaan yang benar?

18. Apakah Anda telah hafal Surah An-Nās?

19. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-Kāfirūn dengan bacaan yang benar?

20. Apakah Anda telah hafal Surah Al-Kāfirūn?

21. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-Kauṡar dengan bacaan yang benar?

22. Apakah Anda telah hafal Surah Al-Kauṡar?

23. Apakah Anda mampu membaca Surah Al-'Aṣr dengan bacaan yang benar?

24. Apakah Anda telah hafal Surah Al-'Aṣr?

25. Apakah Anda meresapi makna surah-surah yang telah Anda pelajari?

Unit Pelajaran 3

IBADAH

Pelajaran-pelajaran Unit 2:

Pelajaran 1

Ibadah

Pendahuluan

Dalam kehidupannya, seorang muslim rutin mengerjakan sejumlah ibadah demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta -Subḥānahu wa Ta'ālā-. Tujuan semua ibadah ini ialah untuk mengagungkan Allah -'Azza wa Jalla- serta merendahkan diri kepada-Nya semata. Semakin jiwa seorang muslim mengagungkan Allah, maka dampaknya pada ibadahnya semakin terlihat. Muslim sejati adalah yang menjadikan seluruh hidupnya termasuk pekerjaannya, tidurnya, dan waktu santainya hanya untuk Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-, sebagai implementasi firman Allah -Ta'ālā-: "Katakanlah, 'Sesungguhnya salatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)'." [QS. Al An'ām: 162-163]. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang makna ibadah, macam-macamnya, syarat diterimanya, dan tingkatannya.

Definisi Ibadah

Ibadah ialah amal perbuatan yang disyariatkan oleh Allah agar dengannya seorang muslim mendekatkan diri kepada-Nya. Ibadah ini mencakup semua perbuatan dan perkataan yang dicintai oleh Allah, baik yang tampak seperti ibadah-ibadah badan semisal salat dan haji, maupun yang tidak tampak seperti ibadah-ibadah hati semisal cinta, takut, harap kepada Allah, dan ibadah-ibadah hati lainnya. Seorang hamba bisa mengubah kebiasaannya menjadi bernilai ibadah dengan menyertakan niat yang baik; yaitu apabila ia meniatkan makan, minum, dan tidurnya dalam rangka memperkuat diri untuk melakukan ketaatan kepada Allah, niscaya ia akan diberikan pahala atas hal itu.

Macam-macam ibadah:

Ibadah terbagi menjadi beberapa macam:

Ibadah hati

Yaitu ibadah yang dikerjakan oleh seorang muslim dengan hatinya, seperti cinta, takut, harap, dan khusyuk.

Ibadah badan

Yaitu ibadah yang dikerjakan oleh seorang muslim dengan anggota badannya, seperti salat, zakat, dan haji.

Ibadah tarkiyah (berupa meninggalkan sesuatu)

Seorang muslim mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan meninggalkan perkara yang diharamkan baginya, seperti meninggalkan minum khamar dan zina, atau meninggalkan sebagian perkara mubah di waktu-waktu tertentu, seperti meninggalkan makan dan minum ketika berpuasa.

Harap ialah menanti kabar gembira berupa karunia Allah dan mengharapkan kebaikan dan anugerah-Nya disertai mengerahkan usaha keras dan bertawakal dengan baik kepada Allah.

Khusyuk ialah kondisi yang di dalamnya jiwa merasa tenang dan pikiran tidak bercabang saat menunaikan ibadah seperti salat dan imbasnya akan terlihat pada ketenangan anggota badan.

Syarat Diterimanya Ibadah

Ada dua syarat untuk diterimanya ibadah: Pertama: ikhlas kepada Allah. Oleh karena itu, seorang muslim harus mengerjakan ibadah hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah saja, tanpa ada kesyirikan maupun riya. Kedua: sesuai syariat Allah. Jadi, seorang muslim harus menunaikan ibadah sebagaimana yang disyariatkan oleh Allah -Ta'ālā- dan seperti yang dipraktikkan oleh Nabi ﷺ.

Ria ialah seorang muslim mengerjakan ibadah dengan tujuan supaya dilihat orang ketika mengerjakannya lalu mereka memujinya atas perbuatannya itu.

Diskusikan!

Kerugian apa yang akan didapat oleh pelaku ria ketika ia meninggalkan ikhlas kepada Allah?

Tingkatan Ibadah

Ibadah terbagi ke dalam berbagai tingkatan berbeda. Di antaranya ada yang wajib atas semua muslim, seperti salat. Ada juga yang wajib atas sebagian muslim, seperti zakat, yaitu wajib atas orang-orang kaya, tidak kepada orang fakir. Di antaranya juga ada yang disunahkan mengerjakannya dan tidak wajib, seperti doa dan zikir yang dibaca setelah salat.

Latihan

Letakkan masing-masing ibadah berikut di kolom yang tepat sesuai tingkatannya dalam Islam:

- Salat Asar

- Zikir pagi

- Berbakti kepada kedua orang tua

- Haji

- Puasa

- Puasa Ramadan

- Zakat

Wajib atas semua muslim:

Wajib atas sebagian muslim:

Sunah dan tidak wajib:

Setelah menyaksikan klip "Why do i surrender to Allah", sampaikanlah tentang buah positif yang akan didapatkan seorang muslim bila ia fokus menginginkan Allah saja serta ikhlas kepada-Nya di semua amal perbuatannya.

Agar amal saleh diterima maka harus murni untuk Allah dan sesuai dengan syariat-Nya.

Benar

Salah

Pelajaran 2

Bersuci

Pendahuluan

Islam mengajak kepada kesucian dan kebersihan serta menegaskan kepada seorang muslim supaya memperhatikan kebersihan dirinya. Islam juga menjadikan perkara ini termasuk syiar agama serta mengaitkan kesahihan banyak ibadah dengan aktivitas bersuci. Bersuci termasuk ciri khas orang beriman dan ciri yang membedakan seorang muslim dari yang lain. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang definisi bersuci, macam-macamnya, dan sebagian hukum yang terkait dengannya.

Definisi Bersuci

Bersuci

Beribadah kepada Allah -Ta'ālā-

Yaitu melakukan perbuatan dalam rangka ketaatan kepada Allah -Ta'ālā- serta mendekatkan diri kepada-Nya

dengan menghilangkan hadas,

Hadas adalah ketentuan syariat untuk semua yang menimpa anggota badan dan menyebabkan kesucian hilang.

dan menghilangkan najis.

Najis adalah kotoran yang diperintahkan oleh syariat untuk disucikan dan dihilangkan, seperti kencing dan tinja.

Pelajaran Tambahan

Supaya Anda lebih banyak mengenal hukum-hukum bersuci, bacalah buku "Bersuci dalam Islam" yang tersedia di Osoulstore dengan pilihan berbagai bahasa dunia.

Scan barkode ini untuk mendownload buku!

Macam-macam bersuci:

Bersuci terbagi menjadi dua:

1- Suci Secara Fisik (Ḥissiyyah).

Yaitu, menghilangkan najis, membersihkan tempatnya serta menghilangkan sebab-sebab yang menghalangi sahnya salat. Dan hal ini dapat dilakukan dengan membasuh bagian tubuh yang terkena najis atau membasuh seluruh badan.

2. Bersuci yang bersifat maknawi

Yaitu, sucinya hati dari kesyirikan, khianat serta kebencian terhadap hamba-hamba Allah yang beriman dan berbagai penyakit hati lainnya. Kesucian ini sangat penting seperti sucinya badan. Bahkan; kesucian badan tidak mungkin dianggap sah secara syar'i bila masih dijumpai najisnya kesyirikan. Allah Ta'ālā berfirman: "Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa)" [QS. At Taubah: 28].

Bersuci yang bersifat fisik dapat dilakukan dengan wudu atau mandi.

Yang dimaksud dengan wudu ialah membasuh sebagian anggota tubuh dengan menggunakan air.

Yang dimaksud dengan mandi ialah membasuh semua tubuh dengan menggunakan air.

Dalam bersuci digunakan air yang suci, seperti air laut, sungai, sumur, atau air lainnya yang tidak tercampur oleh suatu najis.

Hukum-hukum yang berkaitan dengan bersuci:

- Hukum asal segala sesuatu adalah suci, dan tidak boleh menghukumi sesuatu sebagai najis kecuali yang dihukumi najis oleh agama.

- Cukup dalam menyucikan badan atau pakaian dari najis dengan cara menghilangkannya menggunakan air atau pembersih lainnya.

- Bila seseorang masuk WC untuk buang hajat, maka yang paling afdal ialah dia membersihkan tempat keluarnya kencing dan tinja menggunakan air, dan diperbolehkan untuk dibersihkan dengan tisu atau media lainnya yang dapat menghilangkan najis.

Diskusikan!

Apa yang ditunjukkan oleh urgennya kesucian muslim serta menjaga kebersihan pribadinya?

Pilihlah jawaban yang benar!

Bersuci maksudnya:

a) menghilangkan hadas

b) menghilangkan najis

c) semua yang telah disebutkan

Membasuh semua tubuh dengan menggunakan air disebut:

a) wudu

b) mandi

c) tayamum

Secara umum, bersuci terbagi dua macam, yaitu:

a) bersuci yang bersifat fisik dan maknawi

b) wudu dan tayamum

c) wudu dan mandi

Pelajaran 3

WUDU

Pendahuluan

Wudu memiliki urgensi besar dalam Islam karena hubungan eratnya dengan salat yang merupakan syiar Islam paling besar. Dari sini, seharusnya seorang muslim antusias untuk mempelajari dan menunaikannya dengan cara yang benar. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang makna wudu, sebab-sebab yang mewajibkannya, pembatal-pembatalnya, dan tata caranya yang benar.

Difinisi Wudu

Wudu adalah membasuh muka, dua tangan, dua kaki, serta mengusap kepala dengan cara tertentu.

Yang mewajibkan wudu:

Yang mewajibkan wudu adalah perkara-perkara yang disyaratkan padanya wudu, serta wudu diwajibkan karenanya, dan apabila seseorang berhadas maka perkara-perkara tersebut diharamkan baginya, yaitu:

1- Salat

2. Tawaf di sekeliling Ka'bah

3. Menyentuh mushaf

Hadas adalah sesuatu yang bersifat maknawi pada seseorang dan menghalanginya dari menunaikan salat sebelum ia bersuci, bukan sesuatu yang bersifat indrawi seperti najis. Hadas terbagi dua; salah satunya mengharuskan seorang muslim untuk berwudu dengan tujuan menghilangkannya, sedangkan yang lainnya tidak dapat dihilangkan kecuali dengan mandi.

Bagaimana Kita Berwudu?

Bila seorang muslim hendak berwudu, maka seharusnya dia melakukan tahapan-tahapan berikut:

1. Berniat dalam hati dan membaca "bismillāh".

2. Membasuh kedua telapak tangan menggunakan air dimulai dengan yang kanan.

3. Membersihkan mulut dengan memasukkan air ke dalamnya, kemudian diputar lalu dikeluarkan, ini disebut dengan kumur-kumur.

4. Membersihkan hidung dengan memasukkan air ke dalamnya disertai dengan tarikan, kemudian dikeluarkan disertai meniupkan udara melalui hidung.

5. Membasuh muka seluruhnya; batasan vertikalnya dari tempat tumbuh rambut di bagian atas kening hingga ke bagian bawah dagu beserta jenggot, jika ada, dan batasan horizontalnya dari telinga ke telinga.

6. Membasuh kedua tangan dari ujung jari-jari hingga persendian siku, dimulai dengan tangan kanan.

7. Membasahi kedua tangan dengan air lalu mengusap kepala dengan keduanya, dimulai dari bagian depan kepala hingga tengkuk, kemudian dua tangan dikembalikan lagi ke depan.

8. Mengusap kedua telinga dengan dua jari telunjuk di bagian dalam telinga dan kedua ibu jari mengusap bagian belakang telinga.

9. Membasuh kedua kaki hingga dua mata kaki; yaitu dua tulang menonjol di persendian telapak kaki, dimulai dengan kaki kanan.

Jumlah pengulangan membasuh anggota wudu:

Disunahkan dalam wudu untuk membasuh setiap anggota sebanyak tiga kali, kecuali mengusap kepala dan telinga, maka cukup sekali saja. Dibolehkan mencukupkan dengan satu kali basuhan pada anggota yang dibasuh dengan syarat dibasuh seluruhnya.

- Pembatal-pembatal wudu

Wudu dapat batal dengan salah satu dari empat perkara:

- Keluar sesuatu dari kubul atau dubur, seperti kentut, kencing, tinja, mani, ataupun lendir yang menyertai gejolak syahwat.

- Hilang akal dengan sebab tidur atau mabuk.

- Menyentuh kemaluan dengan syahwat tanpa pelapis.

- Memakan daging unta.

Pelajaran Tambahan

Saksikanlah video tata cara wudu yang diproduksi oleh Osoul Center.

Scan barkode ini untuk menyaksikan video!

Diskusikan!

Sebutkan sebagian media pendukung untuk mempelajari wudu serta menerapkannya dengan benar!

Kapan saya diwajibkan mengulang wudu?

Bila seorang muslim telah berwudu, pada dasarnya wudunya tetap sah hingga terjadi padanya sesuatu yang mewajibkan wudu, sebagaimana yang telah disebutkan.

Latihan

Letakkan setiap ungkapan berikut di tempatnya yang tepat sesuai keterkaitannya:

- Keluar kencing

- Menyentuh mushaf

- Tidur

- Salat

- Tawaf di sekeliling Ka'bah

- Menyentuh kemaluan dengan syahwat

- Memakan daging unta

- Disyaratkan padanya wudu

- Pembatal-pembatal wudu

Mengusap Kaos Kaki

Bila orang yang berwudu memakai kaos kaki, maka dia boleh untuk mencukupkan diri dengan mengusap keduanya dengan dua tangan yang dibasahi di bagian atas kedua telapak kaki, dan tidak perlu dilepas lalu membasuh kedua kaki. Akan tetapi, untuk hal itu disyaratkan tiga syarat:

Pertama: kedua kaos kaki dipakai setelah suci.

Kedua: kedua kaos kaki menutup kaki beserta dua mata kaki.

Ketiga: masa mengusap keduanya tidak melebihi 24 jam bagi yang mukim, atau 72 jam bagi musafir.

Masa mengusap kaos kaki dimulai dari waktu pertama kali mengusapnya.

Urutkanlah gerakan-gerakan wudu berikut dimulai dari yang paling pertama:

a) Mengusap kepala

b) Berkumur-kumur

c) Membasuh muka

d) Mengusap dua telinga

e) Membasuh kaki

f) Membasuh telapak tangan

Manakah ibadah-ibadah berikut ini yang disyaratkan padanya wudu:

a) salat

b) Puasa

c) Menyentuh mushaf

d) Azan

e) Tawaf

Pilihlah jawaban yang benar!

Berapakah jumlah pembatal wudu secara global!

a) 2

b) 3

c) 4

Pelajaran 4

Mandi Besar (Jinabah)

Pendahuluan

Ada beberapa kondisi yang di dalamnya wudu tidak cukup dalam menunaikan ibadah, tetapi wajib mandi. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh makna mandi dan sebab-sebab yang mewajibkannya serta tata caranya.

Definisi Mandi

Mandi adalah membasuh seluruh tubuh menggunakan air dengan niat menghilangkan hadas besar.

Bagaimana Cara Kita Mandi?

Ketika mandi, kita harus mengalirkan air ke seluruh tubuh disertai berkumur-kumur dan menarik air ke dalam hidung. Bila itu telah dilakukan oleh seorang muslim, maka dia telah suci dari hadas besar.

Hadas besar ialah hadas yang mewajibkan mandi demi menghilangkannya dan tidak cukup dengan wudu. Hadas besar memiliki beberapa macam:

1. Junub; yaitu sebuah keadaan pada laki-laki dan perempuan bila terjadi hubungan suami istri antara keduanya atau keluar mani dengan syahwat walaupun tanpa hubungan suami istri.

2. Haid; yaitu darah bulanan yang keluar dari perempuan.

3. Nifas; yaitu darah yang keluar dari perempuan setelah janin keluar dari rahimnya.

Tata Cara Mandi Sempurna

Bila seorang muslim hendak mandi secara sempurna, maka dia harus melakukan langkah-langkah berikut:

1. Berniat mandi dalam hati dan membasuh kemaluannya dengan air.

2. Berwudu seperti wudu untuk salat.

3. Membasuh seluruh tubuh dengan air.

Kapan Wajib Mandi?

Seorang muslim wajib mandi pada tiga keadaan:

Pertama: keluar mani dengan syahwat, baik keluar ketika terjaga ataupun tidur.

Kedua: jimak, baik terjadi dengan disertai keluar mani maupun tidak.

Ketiga: keluar darah haid atau nifas pada perempuan; ketika darah berhenti, maka dia diwajibkan mandi.

Diskusikan!

Apa yang ditunjukkan oleh perintah mandi demi menghilangkan hadas besar?

Perbuatan yang Diharamkan bagi Orang Junub

Keadaan seseorang yang wajib mandi karena melakukan hubungan suami istri atau keluar mani disebut "janābah", sedangkan orang yang mengalaminya disebut "junub". Bagi orang junub diharamkan:

1. Salat

2. Tawaf di Ka'bah

3. Menyentuh mushaf atau membawanya.

4. Berdiam di masjid

5. Membaca Al-Qur'ān al-Karīm

Tayamum

Bila orang yang hendak berwudu atau mandi tidak bisa melakukannya karena ketidakadaan air atau tidak mampu menggunakan air dengan sebab sakit atau lainnya, maka dia diperintahkan untuk bertayamum sebagai gantinya. Tata cara tayamum ialah berniat tayamum dalam hati dan menepukkan kedua telapak tangan ke tanah satu kali tepukan, lalu mengusap muka dilanjutkan kedua telapak tangan menggunakan sisa tanah yang melekat di tangan.

Apa yang saya lakukan bila mendapatkan air setelah bertayamum?

Bila seorang muslim mendapatkan air atau telah mampu menggunakannya maka tayamumnya batal dan dia wajib berwudu ataupun mandi setelah itu.

Harus meratakan air ke seluruh tubuh supaya mandi yang dilakukan benar dan menghilangkan janābah.

Tidak wajib mandi ketika mani keluar dalam keadaan tidur, tetapi wajib ketika mani keluar dalam keadaan terjaga.

Tidak dibolehkan bagi orang junub untuk duduk di dalam masjid.

Benar

Salah

Tayamum diperintahkan kepada seorang muslim ketika:

a) tidak mampu menggunakan air

b) tidak ada air

c) semua yang telah disebutkan

Pelajaran 5

HUKUM-HUKUM KHUSUS TERKAIT MUSLIMAH

Pendahuluan

Allah -'Azza wa Jalla- telah mengkhususkan perempuan dengan sebagian sifat dan keistimewaan yang membedakannya dari laki-laki, sebagaimana Allah telah mewajibkan kepadanya sebagian ibadah tanpa laki-laki. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh sebagian hukum-hukum yang khusus pada perempuan muslimah.

Kedudukan Perempuan dalam Islam

Beberapa contoh hukum yang terkait dengan penghargaan terhadap perempuan dalam Islam:

1- Islam memberikan kepada perempuan haknya dari warisan dengan pembagian yang adil dan mulia; bagiannya setara bagian laki-laki dalam beberapa kondisi dan berbeda bagiannya dari laki-laki di beberapa kondisi yang lain, sesuai dengan hubungan kekerabatannya serta beban nafkah yang ditanggungnya.

2- Islam menyetarakan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai urusan, di antaranya dalam semua bentuk muamalat harta.

3- Islam memberikan perempuan kebebasan memilih suami.

4- Islam menetapkan namanya dan kemuliaan nasabnya kepada bapaknya; yaitu nasabnya tidak berubah setelah menikah, tetapi ia tetap bernasab kepada bapaknya dan keluarganya.

5- Bila perempuan itu termasuk yang wajib dinafkahi, seperti istri, ibu, dan putri, maka Islam mewajibkan laki-laki untuk menjaga serta memberinya nafkah tanpa ada imbalan darinya.

6- Islam menegaskan kemuliaan dan keutamaan menolong perempuan lemah yang tidak memiliki siapa-siapa, walaupun bukan kerabat, serta menganjurkan untuk membantunya dan menjadikan hal tersebut bagian dari amal paling utama di sisi Allah.

Pelajaran Tambahan

Saksikanlah materi visual berikut yang membahas perbandingan kedudukan perempuan dalam Islam dengan sebagian agama lainnya.

Scan barkode ini untuk menyaksikan video!

Hubungan Perempuan dengan Laki-Laki

Hubungan perempuan dengan laki-laki terbagi menjadi tiga:

1. Perempuan sebagai istrinya;

diperbolehkan bagi keduanya apa yang tidak dibolehkan bagi selainnya, seperti melihat dan bersenang-senang. Allah menamakan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri sebagai pakaian bagi suami; sebagai potret indah hubungan jiwa, emosional, dan fisik antara keduanya.

2. Perempuan sebagai mahramnya;

Yang dimaksud mahram ialah semua yang diharamkan bagi laki-laki untuk menikahinya dengan pengharaman selamanya, seperti ibu, putri, saudari, putri saudari, putri saudara, saudari ayah, saudari ibu, dan ibu istri. Mereka ini boleh keluar di hadapan mahramnya dengan pakaian yang menampakkan lengan, leher, rambut, dan semisalnya tanpa melampaui batas.

3. Perempuan sebagai orang ajnabi baginya;

Perempuan ajnabi adalah semua perempuan yang bukan mahramnya, baik merupakan kerabatnya seperti putri paman, putri bibi, istri saudara, dan kerabat keluarga besar, maupun bukan kerabat yang tidak diikat oleh hubungan keluarga. Islam telah meletakkan beberapa aturan untuk interaksi antara laki-laki dan perempuan, seperti wajib berhijab dan tidak berduaan.

Hijab Muslimah

Allah telah mewajibkan hijab terhadap perempuan, tidak laki-laki, karena perempuan diberikan penampilan indah dan bagian menggoda yang memungkinkannya menjadi fitnah bagi laki-laki lebih dominan daripada laki-laki menjadi fitnah bagi perempuan. Batasan hijab tersebut yaitu menutup seluruh tubuhnya dari laki-laki ajnabi. Perempuan dibolehkan menggunakan model dan warna pakaian apa saja yang disukainya dengan memperhatikan empat ketentuan:

Pertama: hijab tersebut menutupi semua yang wajib ditutupi.

Kedua: lebar dan tidak sempit yang dapat membentuk anggota tubuh.

Ketiga: tidak transparan yang menampakkan anggota badan di baliknya.

Keempat: hijab tersebut bukan sebagai perhiasan.

Macam-macam Darah yang Keluar dari Perempuan

Ada dua macam darah yang keluar dari perempuan:

1. Darah haid; yaitu darah alami yang keluar dari rahim perempuan setiap bulan secara umum dan berlanjut selama beberapa hari. Ia juga dinamakan kebiasaan bulanan.

2. Darah nifas; yaitu darah alami yang keluar dari rahim perempuan setelah janin keluar dan berlanjut selama beberapa hari, terkadang sampai 40 hari.

Hukum-hukum Terkait Haid dan Nifas

Allah -'Azza wa Jalla- telah mensyariatkan sejumlah hukum bagi wanita haid dan nifas, di antaranya:

1- Kewajiban salat gugur dari keduanya. Keduanya tidak wajib mengerjakan salat selama masa haid dan nifas, dan keduanya tidak wajib mengqada salat tersebut setelah haid dan nifas selesai.

2- Meninggalkan puasa. Keduanya tidak boleh berpuasa selama masa haid dan nifas, tetapi keduanya wajib mengqada puasa hari-hari yang ditinggalkan di bulan Ramadan.

3- Haram berhubungan badan. Suami tidak boleh melakukan hubungan badan dengan istrinya yang sedang haid ataupun nifas sampai ia mandi wajib ketika haid dan nifasnya selesai, tetapi suami boleh untuk mencumbuinya tanpa melakukan sanggama di kemaluan.

4- Wajib mandi setelah darah berhenti. Ketika darah berhenti keluar, baik haid ataupun nifas, maka wanita itu wajib mandi sebagaimana telah disebutkan.

Pelajaran Tambahan

Supaya Anda dapat lebih banyak mengenal pemuliaan Islam kepada perempuan, bacalah buku "Al-Mar`ah fī Ẓillil-Islām" yang tersedia di Osoul Store dengan pilihan berbagai bahasa dunia.

Scan barkode ini untuk mendownload buku!

Diskusikan!

Paparkanlah sebagian hikmah yang disimpulkan dari pengguguran sebagian kewajiban syariat pada perempuan!

Soal-soal Evaluasi

Benar

Salah

Islam mewajibkan laki-laki untuk menjaga perempuan serta menafkahinya tanpa mengharapkan imbalan darinya.

Hijab tidak disyaratkan lebar.

Bila perempuan yang haid telah suci, maka ia wajib mandi sebelum mengerjakan salat.

Haid adalah darah alami yang keluar dari rahim perempuan setelah melahirkan.

Seorang muslimah wajib menutup seluruh tubuhnya dari pandangan:

a) perempuan lainnya

b) laki-laki ajnabi

c) ayah suami

Perempuan yang haid dan nifas setelah suci diwajibkan mengqada:

a) salat

b) puasa

c) semua yang telah disebutkan

Pelajaran 6

SALAT

Pendahuluan

Salat tercatat sebagai syiar agama paling besar yang wajib dipelajari dan dikerjakan. Rasulullah ﷺ telah mengajari kita tata cara menunaikannya menurut cara yang diridai Allah -'Azza wa Jalla-. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang salat-salat wajib, kedudukannya, syarat-syaratnya, dan tata cara menunaikannya menurut cara yang benar.

Apakah Salat Itu?

Salat adalah ibadah harian yang terdiri dari sekumpulan bacaan dan gerakan-gerakan yang digunakan seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya, dan salat itu ditunaikan lima kali dalam sehari semalam.

Salat adalah rukun Islam yang kedua.

Kedudukan Salat

Salat diistimewakan dengan sejumlah keistimewaan, di antaranya:

1- Salat merupakan rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.

2- Salat adalah ibadah yang wajib ditunaikan dalam segala keadaan; ketika sehat dan sakit, serta ketika kondisi aman dan takut.

3- Salat adalah ibadah yang membedakan seorang muslim dari orang kafir.

Mengapa Kita Mengerjakan Salat?

Kita mengerjakan salat karena salat adalah ibadah yang diwajibkan Allah kepada umat Islam.

Di antara hikmah dan faedah salat:

1- Ia sebagai penyambung antara seorang muslim dengan Tuhannya.

2- Memperkuat kemauan dan tekad seorang muslim.

3- Mengistirahatkan jiwa dari kegundahan dunia.

4- Memperbaiki akhlak dan menjauhkan pelakunya dari kemungkaran.

Syarat-syarat Salat

Dalam menunaikan salat diharuskan memenuhi sejumlah syarat, yaitu:

1- Bersuci. Ini mencakup suci badan dan tempat dari najis, juga suci dari hadas dengan berwudu atau mandi.

2- Menutup aurat. Aurat adalah semua bagian badan yang wajib ditutup di hadapan orang lain. Aurat laki-laki yang wajib ditutup dalam salat ialah dari pusat hingga lutut. Sedangkan aurat perempuan yang wajib ditutup dalam salat ialah seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan.

3- Menghadap kiblat. Yaitu mengarah ke Ka'bah al-Musyarrafah yang ada di Makkah al-Mukarramah. Orang yang mengerjakan salat wajib menghadap ke arah Ka'bah dalam salatnya.

4- Masuknya waktu salat. Salat tidak sah bila dikerjakan sebelum masuk waktunya. Juga tidak boleh diakhirkan hingga lewat waktunya. Yang paling afdal adalah mengerjakannya di awal waktunya.

Salat Lima Waktu

Allah -'Azza wa Jalla- telah mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk mengerjakan lima kali salat dalam sehari semalam, yaitu:

1- Salat Subuh

Awal waktunya: terbitnya fajar

Akhir waktunya: terbitnya matahari

Jumlah rakaatnya: 2 rakaat

2- Salat Zuhur

Awal waktunya: tergelincirnya matahari (ketika matahari condong ke arah barat setelah pertengahan siang)

Akhir waktunya: ketika bayangan benda sama dengan panjang benda tersebut.

Jumlah rakaatnya: 4 rakaat

3- Salat Asar

Awal waktunya: ketika bayangan benda sama dengan panjang benda tersebut

Akhir waktunya: tenggelamnya matahari

Jumlah rakaatnya: 4 rakaat

4- Salat Magrib

Awal waktunya: tenggelamnya matahari

Akhir waktunya: hilangnya mega merah

Jumlah rakaatnya: 3 rakaat

5- Salat Isya

Awal waktunya: hilangnya mega merah

Akhir waktunya: pertengahan malam

Jumlah rakaatnya: 4 rakaat

Pelajaran Tambahan

Saksikanlah materi video tata cara salat yang diterbitkan oleh Osoul Center!

Scan barkode ini untuk menyaksikan video!

Bagaimana Kita Mengerjakan Salat?

Bila seorang muslim hendak mengerjakan salat, maka ia harus melakukan langkah-langkah berikut:

1. Menghadirkan niat salat dalam hati.

2. Berdiri menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga seraya membaca "Allāhu Akbar".

3. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri lalu membaca salah satu doa istiftah, semisal: “Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka" (Artinya: Ya Allah! Mahasuci Engkau dan dengan memuji-Mu, Mahaberkah nama-Mu, Mahaluhur kemuliaan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau) Kemudian membaca, "A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānirrajīm, bismillāhirraḥmānirraḥīm" (Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang). Lalu membaca surah Al-Fātiḥah dilanjutkan membaca "āmīn" ketika selesai membacanya. Arti āmīn: ya Allah, kabulkanlah doa kami. Setelah Al-Fātiḥah, membaca sebagian yang ia hafal dari Al-Qur`ān al-Karīm, walaupun hanya satu ayat.

4. Mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga seraya membaca "Allāhu Akbar" dan membungkukkan punggung hingga rukuk dengan meletakkan kedua tangan di lutut dan meratakan punggung dengan kepala. Pada saat rukuk membaca sebanyak tiga kali: "Subḥāna rabbiyal-'aẓīm" (Artinya: Aku menyucikan Tuhanku Yang Mahaagung).

5. Mengangkat kepala hingga kembali tegak disertai mengangkat kedua tangan sampai sejajar pundak seraya membaca "Sami'allāhu liman ḥamidah". Lalu ketika berdiri membaca, "Rabbanā walakal ḥamdu" (Artinya: wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu seluruh pujian).

6. Turun sujud di atas lantai, lalu meletakkan kening dan hidung di atas lantai disertai meletakkan kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jemari kedua kaki di atas lantai dan membaca sebanyak tiga kali, "Subḥāna rabbiyal-a'lā" (Artinya: Aku menyucikan Tuhanku Yang Mahatinggi).

7. Mengangkat kepala seraya membaca, "Allāhu Akbar", lalu duduk di atas kaki kiri sedangkan telapak kaki kanan tetap tegak dan meletakkan kedua tangan di atas kedua paha. Pada saat duduk membaca, "Rabbi-gfir lī" (Artinya: Tuhanku, berilah ampunan untukku).

8. Bersujud sekali lagi seperti sujud pertama, ketika membungkuk untuk turun sujud membaca, "Allāhu Akbar". Saat sujud yang kedua ini, ia melakukan persis seperti yang dikerjakan pada sujud pertama.

9. Mengangkat kepala dan bangun menuju rakaat kedua seraya membaca, "Allāhu Akbar". Pada rakaat kedua, ia mengerjakan seperti yang dikerjakan pada rakaat pertama.

10. Setelah sujud yang kedua di rakaat kedua, ia duduk seperti cara duduk antara dua sujud seraya membaca, "At-taḥiyyātu lillāh, waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhu wa rasūluh" (Artinya: Segala ucapan selamat, selawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan pada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya). Ini disebut tasyahud awal. Kemudian setelahnya membaca, "Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Wa bārik 'alā Muḥammad, wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd" (Artinya: Ya Allah, limpahkanlah selawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Curahkanlah keberkahan atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia). Ini disebut Selawat Ibrāhīmiyah.

11. Menoleh ke kanan seraya membaca, "Assalāmu 'alaikum waraḥmatullāh" (Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah atas kalian). Selanjutnya menoleh ke kiri dengan membaca bacaan yang sama. Dengan demikian salat telah selesai.

Tata cara ini manakala salat yang dikerjakan dua rakaat, seperti salat Subuh dan Jumat. Adapun ketika salat yang dikerjakan tiga rakaat seperti Magrib, atau empat rakaat seperti Zuhur, Asar, dan Isya, maka setelah selesai tasyahud awal dilanjutkan dengan menyempurnakan rakaat-rakaat yang tersisa sebagaimana rakaat pertama tapi tanpa membaca apa pun setelah Al-Fātiḥah, dilanjutkan dengan duduk seperti yang dikerjakan ketika duduk setelah rakaat kedua dengan membaca bacaan tasyahud awal lalu Selawat Ibrāhīmiyah, kemudian bersalam.

Salat Jumat

Allah -'Azza wa Jalla- mewajibkan kepada umat Islam untuk menunaikan satu salat khusus pada hari Jumat yang disebut "Salat Jumat". Salat ini memiliki tata cara dan syarat-syarat khusus. Dia juga berfungsi sebagai pengganti salat Zuhur untuk hari itu.

Umat Islam berkumpul untuk mengerjakannya di masjid, lantas khatib berkhotbah dua khotbah dilanjutkan memimpin salat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan Al-Qur`ān.

Diperintahkan agar mandi demi menghadiri salat Jumat serta sesegera mungkin menghadirinya. Tidak diperbolehkan meninggalkannya kecuali dengan uzur. Siapa yang tidak menghadirinya, maka ia mengerjakan salat Zuhur empat rakaat tanpa mengeraskan bacaan Al-Qur`ān.

Salat Jumat tidak wajib bagi perempuan dan musafir.

Diskusikan!

Paparkanlah bersama rekan-rekan Anda sebagian tantangan yang dihadapi seorang muslim yang menghalanginya dari menunaikan salat tepat waktu dan bagaimana caranya ia bisa melewati tantangan-tantangan tersebut!

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Benar

Salah

Seorang muslim boleh mengerjakan salat fardu sekalipun sebelum masuk waktunya.

Waktu salat Subuh berakhir ketika terbit matahari.

Sebutkanlah dua di antara ibadah-ibadah yang khusus pada hari Jumat!

Apa pengaruh salat lima waktu terhadap kehidupan sehari-hari seorang muslim?

Setelah mengunjungi situs berikut: islamicfiqh.net/en, berbicaralah tentang hukum orang yang meninggalkan salat dalam Islam!

Aurat yang wajib ditutup oleh seorang laki-laki dalam salat:

a) seluruh badan kecuali muka, kedua tangan, dan telapak kaki.

a) dari pusar hingga lutut.

c) dari pundak hingga lutut.

Arah yang diwajibkan bagi orang yang salat untuk menghadap kepadanya ialah:

a) arah utara

b) arah barat

c) arah Ka'bah

Orang yang salat ketika sujud membaca:

a) Subḥāna rabbiyal-'aẓīm.

b) Subḥāna rabbiyal-a'lā.

c) Rabbi-gfir lī.

Pelajaran 7

ZAKAT

Pendahuluan

Sejak dahulu, semenjak manusia ada di atas bumi ini, mereka hidup dengan tingkat kehidupan yang berbeda-beda. Ada orang kaya yang memiliki banyak harta dan ada orang miskin yang tidak mendapatkan makanan pokoknya. Ini adalah satu di antara sunatullah pada alam ini. Tetapi, Islam telah mewajibkan pada harta orang-orang kaya sebuah kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada orang-orang miskin untuk membantu mereka serta meringankan tekanan kemiskinan dari mereka. Islam menganjurkan agar seorang muslim memberikan sebagian hartanya lebih dari kewajibannya, dan menyediakan pahala besar untuk itu yang akan diperoleh oleh seorang muslim di masa hidupnya dan setelah kematian. Di samping itu, Islam juga menganjurkan berbuat baik kepada orang-orang miskin di semua waktu dan semua keadaan. Juga menganjurkan memberi makan kepada orang-orang yang kelaparan dan memberi pakaian kepada orang-orang yang tidak mendapatkan pakaian. Semua ini bertujuan agar masyarakat Islam saling bahu-membahu dan bersaudara sebagaimana yang Allah inginkan. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang hukum zakat, tata caranya, dan harta-harta yang wajib dizakati.

Apa Zakat Itu?

Zakat adalah mengeluarkan kadar tertentu dari harta orang-orang kaya kaum muslimin dan diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga.

Pelajaran Tambahan

Saksikanlah materi visual berikut yang berbicara tentang zakat dan pengaruh positifnya pada masyarakat. Ia merupakan produk Osoul Center.

Scan barkode ini untuk menyaksikan video!

Mengapa Kita Berzakat?

Kita menunaikan zakat dalam rangka melaksanakan perintah Allah yang telah mewajibkannya kepada kita.

Di antara hikmah dan faedah zakat ialah:

Pertama: membersihkan jiwa agar tidak bergantung kepada harta serta tidak pelit mengeluarkannya.

Kedua: memperbanyak harta; karena zakat tidak mengurangi harta, tetapi justru menambahnya dan memberikan keberkahan padanya.

Ketiga: membantu orang-orang yang membutuhkan dari kalangan orang miskin, fakir, dan lainnya.

Harta Apa Sajakah yang Wajib Zakat?

- Emas dan perak

- Uang

- Hasil pertanian dan buah-buahan

- Hewan ternak

- Barang dagangan

Barang dagangan maksudnya semua barang yang disiapkan dengan tujuan dagang, berupa rumah, toko, mobil, binatang, dan lain sebagainya.

Hewan ternak yaitu unta, sapi, dan kambing.

Bagaimana Cara Kita Menunaikan Zakat Uang?

Seorang muslim menunaikan zakat pada hartanya yang berupa uang dan wajib zakat yaitu sekali setahun hitungan tahun hijriah. Kadar zakatnya 2,5% dan zakat tersebut diberikan kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.

Latihan

Letakkan setiap ungkapan berikut di tempatnya yang tepat sesuai keterkaitannya:

- Emas dan perak

Jam tangan

Uang

Perabot rumah

Ayam

Kambing

Kebun apel

Wajib dizakati oleh muslim:

Tidak ada zakatnya:

Diskusikan!

Apa dampak positif yang ditimbulkan jika semua orang kaya mengeluarkan zakat mereka?

Saksikanlah klip berikut: Why do Muslim's Pay Zakat?, kemudian berbicaralah tentang hikmah-hikmah luhur pada kewajiban zakat!

Seorang muslim wajib menunaikan zakat uangnya:

a) sekali seumur.

b) sekali setahun.

c) sekali sebulan.

Kadar zakat uang:

a) 25%.

b) 10%.

c) 2,5 %.

Pelajaran 8

PUASA

Pendahuluan

Puasa terhitung ibadah yang Allah -'Azza wa Jalla- wajibkan kepada semua umat manusia. Di dalam Islam, seorang muslim menunaikan kewajiban ini dalam rangka ketaatan kepada Allah -Ta'ālā-. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh apa yang dimaksud dengan puasa, pembatal-pembatalnya, dan sebagian hukum-hukumnya yang paling penting.

Apakah Puasa Itu?

Puasa adalah sebuah ibadah yang di dalamnya seorang muslim menahan diri dari makan, minum, dan hubungan badan, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Berpuasa bulan Ramadan adalah rukun Islam yang keempat.

Mengapa Kita Berpuasa?

Seorang muslim berpuasa dalam rangka melaksanakan ketaatan kepada Allah -Ta'ālā- serta memenuhi perintah-Nya.

Di antara hikmah dan faedah puasa ialah:

1- Merealisasikan ketakwaan dengan memperbanyak ibadah dan mengurangi maksiat.

2- Turut merasakan ujian lapar yang menimpa orang-orang fakir dan yang membutuhkan.

3- Membebaskan diri dari syahwat jiwa serta berlatih mengendalikan dan mengekangnya.

Allah telah mewajibkan ibadah puasa kepada umat Islam dan umat lainnya yang terdahulu, sebagaimana Allah -Ta'ālā- berfirman, "Hai orang-orang yang beriman! Telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." [QS. Al Baqarah: 183].

Pembatal-pembatal Puasa

Orang yang berpuasa wajib untuk menahan diri dari sejumlah perkara, bila ia mengerjakannya akan membatalkan puasanya, yaitu:

1. Makan dan minum; termasuk dalam hukum makan dan minum ialah memakai suntikan atau infus makanan dan minuman melalui pembuluh darah.

2. Mengeluarkan mani dengan sengaja, baik dengan hubungan badan ataupun lainnya. Berhubungan badan di siang Ramadan sendiri adalah dosa besar.

3. Muntah secara sengaja.

Adapun perempuan, puasanya juga akan batal ketika:

4. Keluar darah haid atau darah nifas.

Bulan Ramadan Penuh Berkah

Bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dari tahun hijriah. Ia merupakan bulan yang penuh berkah. Di dalamnya, Allah menurunkan Al-Qur`ān kepada Rasul-Nya, Muhammad ﷺ. Allah -Ta'ālā- menjadikan puasa di siang harinya dan salat di malam harinya sebagai sebab ampunan dosa. Allah -Ta'ālā- mengistimewakannya dengan satu malam yang lebih utama dari seribu bulan, yang disebut Lailatul Qadar. Siapa yang menghidupkannya dengan zikir dan salat, Allah akan memberinya ampunan pada dosa-dosanya yang telah lalu.

Umat Islam mengerjakan salat Tarawih di bulan Ramadan karena ia merupakan bagian dari amalan sunah yang berkaitan erat dengannya dan ditunaikan setelah salat Isya.

Siapakah yang Dibolehkan untuk Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan?

Allah -'Azza wa Jalla- memperbolehkan tidak berpuasa di siang Ramadan bagi sejumlah kalangan, yaitu:

1. Orang sakit yang terkendala bila puasa.

2. Orang lanjut usia yang tidak mampu berpuasa.

3. Musafir ketika sedang safar.

4. Perempuan haid dan nifas.

5. Perempuan hamil dan menyusui bila khawatir terhadap dirinya atau anaknya.

Catatan-catatan Terkait Puasa

1- Siapa yang tidak berpuasa di bulan Ramadan karena uzur, maka ia mengganti setiap satu hari yang ditinggalkannya dengan satu hari lain di luar Ramadan.

2- Bila orang yang sakit tidak berpuasa disebabkan sakit yang diprediksi tidak akan sembuh, maka puasa Ramadan gugur darinya dan menggantinya dengan memberi makan satu orang miskin untuk tiap satu hari yang ditinggalkannya.

3- Bila ia seorang muslim lanjut usia yang tidak mampu berpuasa sama sekali, maka puasa Ramadan gugur darinya dan ia menggantinya dengan memberi makan satu orang miskin untuk tiap satu hari yang ditinggalkannya.

4- Umat Islam berbuka puasa bersamaan dengan azan magrib. Banyak di antara umat Islam yang antusias untuk mengikutsertakan saudara-saudara mereka dalam berbuka.

Setelah menyaksikan klip "Why do Muslim's fast Ramadan?", ceritakanlah tentang dampak positif yang akan diperoleh seorang muslim dari ibadah puasa!

Allah mengizinkan sejumlah kalangan untuk tidak berpuasa, sebutkan sebagiannya dan terangkanlah hikmahnya!

Selama berpuasa, seorang muslim wajib menahan diri dari:

a) makan dan minum.

b) hubungan badan.

c) semua yang telah disebutkan

Hitunglah jumlah perkara yang merusak puasa:

a) 6

b) 5

c) 4.

Pelajaran 9

Haji

Pendahuluan

Ibadah haji terhitung salah satu rukun Islam dan termasuk amalan paling utama yang dapat ditempuh seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah -'Azza wa Jalla-. Terdapat banyak hadis dari Rasul ﷺ tentang keutamaannya. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang syiar besar ini.

Apa Haji Itu?

Haji adalah ibadah dari seorang muslim yang mampu pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk mengerjakan ibadah-ibadah tertentu di bulan Zulhijah, yaitu bulan terakhir dalam hitungan tahun hijriah.

Haji adalah rukun Islam yang kelima.

Tahun hijriah merujuk kepada hijrah Nabi dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah. Khalifah Umar bin Khattab -raḍiyallāhu 'anhu- menetapkan tahun hijrah Rasulullah ﷺ sebagai awal hitungan kalender Islam. Tahun hijriah memiliki 12 bulan, dimulai dengan bulan Muharam dan diakhiri dengan bulan Zulhijah. Dalam penanggalan berbagai peristiwa dan momen, umat Islam berpatokan dengan tahun hijriah.

Mengapa Kita Berhaji?

Seorang muslim berhaji ke Makkah al-Mukarramah dalam rangka menyambut panggilan Allah -Ta'ālā- untuk berhaji ke Masjidil Haram.

Di antara hikmah dan faedah haji:

1- Meneladani para nabi yang mulia yang berhaji ke Masjidil Haram.

2- Menyibukkan diri dengan ibadah; karena orang yang berhaji akan menetap selama beberapa hari untuk fokus beribadah; berpindah dari satu ibadah kepada ibadah yang lain.

3- Bertemu umat Islam yang berkumpul di tempat-tempat suci, berkenalan dan membangun ikatan erat dengan mereka.

Diskusikan!

Diskusikanlah dengan rekan-rekan Anda yang pernah menunaikan kewajiban haji, mintailah mereka keterangan tentang perasaan mereka tatkala menunaikannya.

Siapakah yang Diwajibkan Berhaji?

Haji diwajibkan sekali dalam seumur hidup atas umat Islam laki-laki dan perempuan yang mampu. Setiap orang yang mampu untuk berhaji secara fisik dan finansial, maka haji wajib atasnya.

Beberapa Catatan Terkait Haji

1- Seorang muslim tidak mungkin menunaikan haji kecuali di tempat yang khusus, yaitu Makkah al-Mukarramah dan di waktu yang khusus dalam setahun.

2- Ibadah haji terdiri dari sejumlah ibadah yang seharusnya dipelajari oleh seorang muslim sebelum ia pergi untuk menunaikan haji.

3- Setiap tahun, umat Islam dari berbagai negara datang menunaikan haji; mereka sama dalam pakaian, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin.

Setelah menyaksikan klip "Why do Muslim's Perform Pilgrimage Hajj", ceritakanlah tentang sisi-sisi kesamaan ibadah haji dengan fitrah manusia!

Umat Islam menunaikan kewajiban haji pada:

a) bulan Ramadan.

b) bulan Zulhijah.

c) bulan Desember.

Ibadah haji wajib atas muslim:

a) sekali seumur.

b) dua kali dalam seumur hidup.

c) tiap kali mampu berhaji.

Evaluasi Mandiri

1. Apakah Anda telah memahami makna ibadah?

2. Apakah Anda dapat menyebutkan syarat-syarat ibadah?

3. Apakah Anda dapat menyebutkan macam-macam ibadah?

4. Apakah Anda memahami makna bersuci?

5. Apakah Anda mengetahui macam-macam bersuci?

6. Apakah Anda dapat menjelaskan tata cara wudu?

7. Apakah Anda mengetahui pembatal-pembatal wudu?

8. Apakah Anda mengetahui hukum-hukum terkait mengusap kaos kaki?

9. Apakah Anda mengetahui bagaimana tata cara mandi wajib?

10. Apakah Anda mengetahui perkara-perkara yang mewajibkan mandi?

11. Apakah Anda mengetahui perbuatan apa saja yang diharamkan bagi orang junub?

12. Apakah Anda mengetahui macam-macam darah yang keluar dari perempuan?

13. Apakah Anda mengetahui hukum-hukum penting seputar darah perempuan?

14. Apakah Anda paham makna salat?

15. Apakah Anda paham mengapa kita salat?

16. Apakah Anda mengetahui syarat-syarat salat?

17. Apakah Anda mengetahui apa saja salat wajib yang lima?

18. Apakah Anda mengetahui tata cara salat?

19. Apakah Anda mengetahui hukum-hukum terkait salat Jumat?

20. Apakah Anda dapat memahami makna zakat?

21. Apakah Anda paham mengapa kita berzakat?

22. Apakah Anda bisa membedakan harta-harta yang wajib dizakati?

23. Apakah Anda dapat mengetahui syarat-syarat zakat?

24. Apakah Anda dapat mengetahui golongan yang berhak menerima zakat?

25. Apakah Anda memahami makna puasa?

26. Apakah Anda dapat memahami mengapa kita berpuasa?

27. Apakah Anda dapat mengetahui puasa yang wajib?

28. Apakah Anda dapat mengetahui pembatal-pembatal puasa?

29. Apakah Anda dapat mengetahui siapa yang dibolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan?

30. Apakah Anda paham makna haji?

31. Apakah Anda paham mengapa kita berhaji?

32. Apakah Anda mengetahui siapa yang diwajibkan berhaji?

33. Apakah Anda mampu berwudu dengan benar?

34. Apakah Anda mampu mandi wajib dengan benar?

35. Apakah Anda mampu menunaikan salat dengan benar?

36. Apakah Anda merasakan kemudahan dan keramahan agama Islam?

Unit Pelajaran 4

Hukum-hukum Islam

Pelajaran-pelajaran Unit 2:

Pelajaran 1

PAKAIAN

Pendahuluan

Pakaian yang dipakai manusia adalah salah satu nikmat Allah kepadanya. Sebagaimana Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." [QS. Al A'rāf: 26]. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh sebagian hukum-hukum yang berkaitan dengan pakaian.

Hukum Asal pada Pakaian

Hukum asal pada pakaian ialah boleh. Sebab itu, ia tidak diharamkan kecuali kalau keharamannya disebutkan oleh Al-Qur`ān al-Karīm atau Sunnah Nabi ﷺ.

Hukum asal pada muamalat, termasuk di antaranya pakaian ialah dibolehkan. Sebab itu, tidak ada pengharaman terhadapnya kecuali dengan adanya dalil. Semua jenis pakaian haram yang akan disebutkan di sini telah ada pengharamannya, baik dalam Al-Qur`ān al-Karīm ataupun Sunnah Nabi ﷺ.

Diskusikan!

Apa saja kebutuhan yang terealisasi lewat pakaian?

Pakaian yang Diharamkan

Allah -'Azza wa Jalla- mengharamkan beberapa jenis pakaian, di antaranya:

1- Pakaian yang menampakkan aurat dan tidak menutupinya.

2- Pakaian yang mengandung tasyabbuh (penyerupaan) terhadap gender lain, seperti laki-laki memakai pakaian perempuan atau perempuan memakai pakaian laki-laki.

3- Pakaian yang mengesankan kesombongan dan keangkuhan.

4- Pakaian yang mengandung sikap berlebihan dan mubazir.

5- Laki-laki diharamkan memakai pakaian sutra dan perhiasan emas dan perak.

6- Diharamkan memakai pakaian yang mengandung unsur meniru pakaian khusus orang-orang kafir, seperti pakaian pastor dan pendeta.

Batasan aurat laki-laki dari pusar hingga lutut. Sedangkan perempuan, seluruh tubuhnya adalah aurat di hadapan laki-laki ajnabi. Adapun mahramnya, seperti ayah, anak laki-laki, dan saudara laki-laki, maka ia boleh menampakkan pada mereka bagian tubuhnya yang boleh ia tampakkan di hadapan perempuan berupa muka, rambut, leher, lengan, dan betis.

Bersama rekan-rekanmu, caritahulah beberapa penyebab pengharaman beberapa jenis pakaian.

Rasulullah ﷺ melarang laki-laki menyerupai perempuan atau perempuan menyerupai laki-laki. Larangan ini mencakup larangan jenis pakaian dan cara berbicara. Perbuatan ini terhitung dosa besar yang dapat mendatangkan siksa dan azab Allah bagi orang yang mengerjakannya serta belum bertobat darinya. Islam menginginkan agar fisik dan penampilan laki-laki berbeda dari perempuan. Demikian halnya yang Allah inginkan pada perempuan. Hal ini merupakan petunjuk fitrah yang lurus dan akal yang sehat.

Latihan

Tentukan pakaian yang diharamkan bagi laki-laki saja dan yang diharamkan bersamaan antara laki-laki dan perempuan:

- Pakaian yang menampakkan aurat dan tidak menutupinya.

- Pakaian yang mengandung tasyabbuh antara dua gender.

- Pakaian yang mengandung sikap berlebihan dan mubazir.

- Pakaian yang mengesankan sikap sombong dan angkuh.

- Memakai sutra dan emas.

- Meniru pakaian orang-orang kafir

Diskusikan!

Apakah bisa arus mode, kebiasaan, tradisi, atau peraturan menjadi referensi untuk menentukan pakaian yang tepat bagi laki-laki ataupun perempuan?

Cermatilah jenis-jenis pakaian yang diharamkan lalu pikirkan hikmah yang menuntut pengharamannya.

Pilihlah jawaban yang benar! Memakai perhiasan emas diharamkan bagi:

a) laki-laki.

b) perempuan.

c) anak

Diharamkan bagi laki-laki:

a) memakai wol.

b) memakai sutra.

c) semua yang telah disebutkan

Pelajaran 2

MAKANAN DAN MINUMAN

Pendahuluan

Seorang muslim memandang makanan dan minuman sebagai bagian dari nikmat Allah yang menuntut sikap syukur. Di antara bentuk mensyukuri keduanya ialah menggunakannya untuk memperkuat diri dalam menunaikan ibadah. Pada pelajaran ini kita akan mengenal lebih jauh tentang sejumlah hukum dan adab yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Selain itu, kita juga akan mempelajari makanan-makanan haram yang wajib dihindari oleh seorang muslim.

Hukum Asal Makanan dan Minuman

Hukum asal makanan dan minuman ialah dibolehkan. Sebab itu, ia tidak boleh diharamkan kecuali kalau ada pengharamannya dalam Al-Qur`ān al-Karīm ataupun Sunnah Nabi ﷺ. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi." [QS. Al Baqarah: 168].

Makanan dan Minuman yang Diharamkan

Allah -'Azza wa Jalla- mengharamkan beberapa jenis makanan dan minuman, di antaranya:

1- Khamar; karena khamar menghilangkan akal, sedangkan melindungi akal adalah satu di antara tujuan besar syariat Islam.

2- Narkoba; karena merusak akal dan fisik.

3- Hewan yang mati tanpa disembelih atau tidak dibacakan nama Allah ketika penyembelihannya.

4- Daging babi; karena merupakan daging najis yang tidak boleh dimakan.

5- Binatang buas; seperti singa, harimau, dan elang.

6- Binatang yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada tuhan-tuhan yang batil, seperti berhala.

Maqāṣid syarī'ah ialah salah satu ilmu Islam untuk mengetahui hikmah dan rahasia syariat. Misalnya: mengapa Allah mensyariatkan hukum-hukum ini? Untuk tujuan apa hukum ini ada?

Apa Syarat-syarat Penyembelihan yang Disyariatkan?

Penyembelihan yang disyariatkan ialah penyembelihan yang memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Orang yang menyembelih adalah seorang muslim, Yahudi, atau Nasrani yang mampu membedakan (baik dan buruk), serta meniatkan penyembelihan.

2. Alat yang digunakan bisa menyembelih, mengalirkan darah, dan memotong dengan ketajamannya, seperti pisau. Haram hukumnya menggunakan alat yang membunuh dengan berat bebannya dan benturannya pada kepala hewan, atau dengan sengatannya seperti setrum listrik.

3. Menyebut nama Allah dengan membaca, "Bismillāh" ketika menggerakkan tangan untuk menyembelih.

4. Memotong bagian yang wajib dipotong dalam penyembelihan, yaitu marī` (saluran makanan), ḥulqūm (saluran napas), wadajān (dua urat besar pada leher), atau memotong 3 di antara 4 saluran ini.

Apa Hukum Memakan Hewan Laut?

Hewan air yang tidak hidup kecuali di air, bangkainya boleh dimakan, seperti ikan, udang, dan lainnya, baik hidupnya di laut, sungai, atau danau.

Dibolehkan berburu dan memakan hewan darat yang tidak buas, dengan syarat menyebut nama Allah ketika memburunya serta menyembelihnya bila ditemukan masih hidup.

Hukum-hukum Terkait Hewan Sembelihan di Restoran dan Pusat Perbelanjaan

1. Hewan yang disembelih oleh selain muslim dan Ahli Kitab (Yahudi atau Nasrani), seperti orang Budha, Hindu, dan tidak beragama, hukumnya haram. Termasuk yang ditemukan di restoran dan pusat perbelanjaan negara-negara mayoritas nonmuslim dan non-Ahli Kitab.

2. Hewan yang disembelih oleh seorang muslim atau Ahli Kitab dengan cara yang sesuai syariat maka hukumnya halal berdasarkan nas Al-Qur`ān.

3. Hewan yang dibunuh oleh seorang muslim atau Ahli Kitab dengan cara yang tidak sesuai syariat, seperti disetrum dan ditenggelamkan, ini hukumnya haram.

4. Pada dasarnya, hewan sembelihan Ahli Kitab serta yang ditemukan di restoran dan pusat perbelanjaan mereka adalah halal, dengan disertai usaha untuk menyebut nama Allah ketika memakannya. Namun, yang paling utama bagi seorang muslim ialah tidak memakan kecuali yang terbukti berasal dari daging halal.

Diskusikan!

Diskusikanlah bersama rekan-rekanmu tentang sebagian situs internet yang dapat membantumu untuk mendapatkan makanan halal di negaramu!

Hukum sembelihan yang dijual di pusat perbelanjaan serta restoran berbeda-beda tergantung agama orang yang melakukan langsung penyembelihannya.

Cermatilah makanan dan minuman yang diharamkan lalu pikirkan hikmah yang menuntut pengharamannya.

Benar

Salah

Bila hewan disembelih oleh seorang Yahudi atau Nasrani, maka boleh dimakan sekalipun ia tidak menyebut nama Allah padanya.

Tidak boleh memakan hewan sembelihan yang mati disetrum.

Pelajaran 3

MUAMALAH HARTA

Pendahuluan

Salah satu keagungan agama Islam ialah ajarannya mencakup semua lini kehidupan manusia. Di antaranya, perhatian agama untuk mengatur hubungan muamalah manusia di antara mereka, menjaga hak-hak mereka, dan mencegah terjadinya kezaliman terhadap siapa pun di antara mereka. Di antara bentuk perhatian Islam terhadap hal ini adalah menetapkan aturan dan batasan yang mengatur persoalan muamalah di antara mereka. Pada pelajaran ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang beberapa hukum muamalah harta dan faktor pengharaman terhadap sebagiannya.

Apa Muamalah Harta Itu?

Muamalah harta ialah transaksi-transaksi yang di dalamnya dilakukan pertukaran harta, baik dengan imbalan harta yang lain, seperti jual beli, atau imbalan manfaat seperti sewa menyewa, atau tanpa imbalan seperti hadiah.

Hukum Asal Muamalah Harta

Hukum asal muamalah harta ialah dibolehkan. Sebab itu, ia tidak boleh diharamkan kecuali kalau ada pengharamannya dalam Al-Qur`ān al-Karīm atau Sunnah Nabi ﷺ.

Hukum asal muamalah, di antaranya muamalah harta, ialah dibolehkan. Sebab itu, tidak boleh ada pengharamannya kecuali dengan dalil. Ia kebalikan dari ibadah yang hukum asalnya ialah tauqīfiyah (baku), sehingga tidak boleh ada ibadah kecuali berdasarkan dalil.

Muamalah Harta yang Diharamkan

Allah -'Azza wa Jalla- mengharamkan sebagian muamalah harta, di antaranya:

1- Mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar, seperti mengambilnya lewat penipuan atau perampasan.

2- Memaksa salah satu pihak yang bertransaksi untuk melakukan muamalah yang tidak ingin dia lakukan.

3- Berbisnis komoditi yang membahayakan kesehatan manusia seperti khamar, narkoba, tembakau, dan lain sebagainya.

4- Riba; yaitu meminjamkan harta dengan syarat dikembalikan bersama tambahan atas harta yang dipinjam, seperti tambahan 5%, misalnya.

5- Menjual sesuatu yang majhul; yaitu yang tidak diketahui barangnya, seperti menjual kotak yang tidak diketahui apa isinya.

5- Perjudian dan taruhan yang di dalamnya orang yang menang mengambil harta orang yang kalah tanpa alasan yang benar.

Sebab-sebab Pengharaman Muamalah Harta

Sebab-sebab utama yang melatarbelakangi pengharaman muamalah harta ialah:

1. Kezaliman

2. Riba

3. Garar (Ketidakjelasan)

Diskusikan!

Dengan banyaknya model muamalah harta yang lakukan oleh seorang muslim dalam kehidupannya, bagaimana dia dapat menyadari mana yang halal dan mana yang haram?

Latihan

Letakkan setiap ungkapan berikut di tempatnya yang tepat sesuai keterkaitannya:

- Jual beli khamar

- Sogok

- Membeli pakaian secara online

- Berbisnis bahan berbahaya

- Memberikan pinjaman uang kepada seseorang dengan ketentuan mengembalikannya dengan tambahan 10%

- Menjual air minum

- Perlombaan dengan peserta mengumpulkan uang dan diambil oleh pemenang

- Muamalah harta yang boleh:

- Muamalah harta yang haram:

Riba termasuk muamalah harta paling berat yang diharamkan oleh Islam lantaran bahaya yang dikandungnya dan termasuk dosa besar yang telah Allah ancam pelakunya dengan siksa keras.

Cermatilah bentuk-bentuk muamalah harta yang diharamkan lalu pikirkan hikmah yang melatarbelakangi pengharamannya!

Benar

Salah

Perjudian dibolehkan dengan syarat adanya keridaan kedua belah pihak.

Seorang muslim boleh untuk mengajukan pinjaman dengan riba jika ia butuh hal itu.

Pelajaran 4

AKHLAK

Pendahuluan

Islam menganjurkan pengikutnya agar berhias dengan akhlak yang baik. Rasulullah ﷺ telah memberikan arahan tentang pentingnya akhlak dalam banyak hadis dan menggandengkan antara banyak ibadah yang ditunaikan oleh seorang muslim dengan akhlak baik. Muslim yang memiliki akhlak terpuji dijanjikan ganjaran besar di dunia dan akhirat. Pada pelajaran ini, kita akan mengenal lebih jauh urgensi akhlak dalam Islam disertai penjelasan sebagian keutamaannya.

Akhlak dalam Islam

Akhlak yang baik memiliki kedudukan agung dalam Islam karena merupakan salah satu tujuan besar syariat serta salah satu misi pengutusan Nabi Muhammad ﷺ. Akhlak memiliki korelasi kuat dengan iman, yaitu orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya. Seorang muslim akan diberikan pahala dengan akhlak baiknya sebagaimana ia diberikan pahala atas salat dan puasa.

Diskusikan!

Bagaimana seharusnya akhlak seorang muslim terhadap orang lain? Apakah akhlak ini memiliki pengaruh dalam menilai mereka di atas Islam?

Keutamaan Akhlak Baik

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke surga ialah takwa kepada Allah dan akhlak baik.

Beliau ﷺ juga mengabarkan bahwa kebaikan terberat yang diletakkan di timbangan amalan manusia kelak hari Kiamat adalah akhlak baik.

Beliau ﷺ juga mengabarkan bahwa orang beriman yang paling dekat kedudukannya dari beliau kelak pada hari Kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya.

Timbangan amalan manusia akan ada pada hari Kiamat tatkala kebaikan dan keburukan manusia ditimbang pada timbangan khusus yang tidak ada seorang pun mengetahui bentuk dan ukurannya. Siapa yang mata timbangan kebaikannya lebih berat, ia akan masuk surga. Sebaliknya, orang yang mata timbang keburukannya lebih berat, ia akan masuk neraka.

Latihan

Letakkan setiap ungkapan berikut di tempatnya yang tepat sesuai keterkaitannya:

- Khusyuk

- Senyum di hadapan muslim

- Menyingkirkan gangguan dari jalan

- Jujur

- Harap

- Membantu orang lain

- Kerja sama di atas kebaikan

Di antara akhlak baik:

Di antara ibadah hati:

Ranah Akhlak dalam Islam

Akhlak dalam Islam tidak memiliki satu ranah saja, tetapi memiliki banyak ranah, yaitu:

1- Akhlak terhadap Allah -'Azza wa Jalla-; seperti bertakwa dan ikhlas kepada Allah.

2- Akhlak terhadap Nabi ﷺ; seperti mencintai dan menjunjung beliau, beradab ketika berbicara tentang beliau, dan berselawat ketika nama beliau disebutkan.

3- Akhlak terhadap syariat; seperti tunduk dan memuliakan hukum-hukum agama.

4- Akhlak terhadap diri sendiri; seperti lembut dalam mengajaknya kepada ketaatan dan tegas dalam melarangnya dari kemalasan.

5- Akhlak terhadap orang lain; seperti jujur dan amanah.

6- Akhlak terhadap binatang; seperti merawat dan tidak memukul dan menyiksanya.

7- Akhlak terhadap lingkungan; seperti memeliharanya dari kerusakan, menanam pohon, dan tidak berlebihan dalam menggunakannya.

Pelajaran Tambahan

Agar Anda kenal lebih banyak tentang akhlak Islam dan keutamaannya serta pengaruhnya terhadap manusia, bacalah buku "Al-Islām Dīnus-Salām" yang tersedia di Osoul Store dengan berbagai pilihan bahasa dunia.

Scan barkode ini untuk mendownload buku!

Akhlak dalam Islam tidak terbatas pada interaksi terhadap sesama manusia, tetapi terbentang luas hingga menjangkau interaksi terhadap binatang dan lingkungan.

Setelah menyaksikan klip "The Beauties of Islam", terangkanlah sejauh mana Islam menjawab kebutuhan rohani dan akhlak pada manusia.

Sebutkan satu hadis Nabi ﷺ yang menunjukkan keutamaan akhlak yang baik!

Benar

Salah

Akhlak dalam Islam terbatas pada interaksi bersama manusia.

Evaluasi Mandiri

1. Apakah Anda dapat menjelaskan hukum asal pada pakaian?

2. Apakah Anda telah mengetahui pakaian-pakaian yang diharamkan?

3. Apakah Anda telah mengetahui apa hukum asal pada makanan dan minuman?

4. Apakah Anda telah mengetahui makanan-makanan yang diharamkan?

5. Apakah Anda telah mengetahui minuman-minuman yang diharamkan?

6. Apakah Anda telah mempelajari apa hukum asal pada muamalah harta?

7. Apakah Anda telah mengetahui macam-macam muamalah harta yang diharamkan?

8. Apakah Anda merasakan kemudahan dan sikap toleran agama Islam?

Penutup

Di penghujung bahasan ini, kami mewasiatkan setiap mualaf dengan beberapa pesan berikut:

1- Bersemangat mempelajari perkara-perkara yang dia butuhkan dalam agamanya serta mengupayakan referensi terpercaya dalam hal itu, baik berupa ulama dan dai, buku dan artikel, maupun materi-materi audio atau visual.

2- Mengamalkan ilmu. Seorang muslim wajib untuk mengamalkan ilmu bermanfaat yang telah dipelajarinya.

3- Bertahap dalam belajar dan beramal; karena mencari ilmu, berakhlak dengan akhlak yang baik, dan menunaikan ibadah tidak dapat diraih oleh seseorang secara sekaligus, tetapi akan didapat satu demi satu.

4- Menjauhi semua yang berpengaruh negatif terhadap keimanan, baik berupa syubhat maupun syahwat.

5- Terus menerus meminta dari Allah petunjuk kepada kebenaran serta membedakan kebenaran dari kebatilan.

6- Hukum-hukum Islam terikat dengan kemampuan; maka seorang muslim mengerjakan mana yang dimampu tanpa memaksakan diri pada yang tidak dimampu.

7- Berusaha kuat untuk berteman dengan kaum muslim yang saleh yang akan menambah keimanan dan kesalehannya serta menjauhi pergaulan dengan selain mereka dari kalangan pengekor syahwat dan syubhat.

Ujian Akhir

Nama

Nilai akhir: /40 poin

A. Pilihlah jawaban yang benar berikut ini:

15 poin

1. Allah memberikan kemiripan pada manusia dengan:

- Malaikat

- Setan

- Binatang

- Semua yang disebutkan

2. Asal materi penciptaan manusia dari:

- Air

- Tanah

- Api

- Batu

Islam menetapkan bahwa manusia berasal dari keturunan ayah mereka:

- Ibrahim

- Isa

- Adam

- Muhammad

4. Bila manusia telah mati, ia berpindah ke fase:

- Amal dan ujian

- Balasan dan perhitungan amal

- Ketiadaan dan kefanaan

- Semua yang disebutkan

Allah tidak akan menerima dari seseorang setelah diutusnya Muhammad ﷺ kecuali satu agama, yaitu:

- Agama Yahudi

- Agama Nasrani

- Agama Islam

- Agama Hindu

Jumlah rukun Islam:

- 3

- 4

- 5

- 6

7. Allah -'Azza wa Jalla- telah mengabarkan dalam Al-Qur`ān bahwa Dia mengampuni semua dosa bila menghendaki, kecuali:

- Membunuh

- Mencuri

- Kesyirikan

- Kebohongan

8. Setiap satu huruf yang dibaca seorang muslim dari Kitābullāh maka baginya:

- 1 kebaikan

- 2 kebaikan

- 7 kebaikan

- 10 kebaikan

9. Di antara nama Al-Qur`ān al-Karīm:

- Aż-Żikr

- Al-Furqān

- Al-Kitāb

- Semua yang disebutkan

10. Makna كُفُوًا (kufuwan) dalam firman Allah -Ta'ālā-: وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ (Walam yakul-lahū kufuwan aḥad), yaitu:

- Sempurna

- Sembahan

- Tandingan

- Satu

11. Makna اَلْفَلَق (Al-Falaq) dalam firman Allah -Ta'ālā-: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (Qul a'ūżu birabbil-falaq), yaitu:

- Gelapnya malam

- Terbitnya bulan

- Terbitnya subuh

- Tergelincirnya matahari

12. Makna أَعُوذُ (A'ūżu) dalam firman Allah -Ta'ālā-: قل أعوذ برب الناس (Qul a'ūżu birabbin-nās), yaitu:

- Aku kembali dan berlindung

- Aku beribadah dan mendekatkan diri

- Aku memuji dan menyebut

- Aku tunduk dan berserah diri

13. Makna اَلْوَسْوَاس الْخَنَّاس (al-waswās al-khannās) dalam firman Allah -Ta'ālā-: مِن شَرِّ الوَسوَاسِ الخَنَّاسِ (min syarril-waswāsil-khannāsl), yaitu:

- Tukang sihir laki-laki

- Orang yang hasad

- Setan

- Orang kafir

14. Makna شَانِئَكَ (syāni`aka) dalam firman Allah -Ta'ālā-: إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبتَرُ (Inna syāni`aka huwal-abtar), yaitu:

- Orang yang membencimu

- Orang yang mencintaimu

- Orang yang beriman kepadamu

- Orang yang berpaling darimu

15. Di antara ibadah badan:

- Cinta

- Harap

- Salat

- Semua yang disebutkan

B. Kelompokkan kata-kata berikut menurut kelompoknya yang benar:

8 poin

- Tawaf

- Salat

- Makan

- Menghadap kiblat

- Keluar kencing

- Menutup aurat

- Minum

- Tidur

Perkara yang mewajibkan wudu:

Syarat-syarat salat:

Pembatal wudu:

Pembatal-pembatal puasa:

C. Urutkanlah gerakan-gerakan wudu berikut dimulai dari yang paling pertama:

6 poin

- Mengusap kepala

- Membasuh kedua tangan hingga siku

- Membasuh wajah

- Membasuh kedua kaki

- Mengusap kedua telinga

- Berkumur-kumur dan istinsyāq (menarik air ke dalam hidung)

D. Urutkanlah perbuatan-perbuatan salat berikut dimulai dari yang paling pertama:

6 poin

- Membaca Al-Fātiḥah

- Rukuk

- Takbiratul ihram

- Salam

- Membaca tahiyat

- Sujud

E. Letakkan tanda benar (V) di depan pernyataan yang benar dan tanda (X) di depan pernyataan yang salah berikut ini:

5 poin

1. Umat muslim menunaikan ibadah haji di bulan Ramadan yang penuh berkah.

2. Diharamkan memakai emas bagi laki-laki umat muslim.

3. Dibolehkan bagi umat muslim memakan daging babi.

4. Hukum asal pada muamalah harta ialah halal dan boleh.

5. Orang beriman yang paling dekat kedudukannya dari Nabi ﷺ kelak pada hari Kiamat ialah yang paling baik akhlaknya.

CETAKAN PERTAMA

Cetakan ke-2

Cetakan ke-3

Cetakan ke-4

Cetakan ke-5