Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

9 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

Suatu hari, Rasulullah ﷺ berdiri di tengah-tengah kami lalu memberi kami nasihat yang sangat menyentuh nan menyebabkan hati bergetar dan mata bercucuran. Lalu ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah! Engkau menasihati kami seolah sebagai nasihat perpisahan, maka berilah kami pesan pegangan." Beliau bersabda, "Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, serta patuh dan taat kepada pemimpin walaupun ia seorang budak Habasyah. Kalian akan melihat sepeninggalku perselisihan yang banyak, maka peganglah Sunnahku dan Sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk, serta gigitlan ia dengan gigi geraham. Tinggalkanlah perkara-perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah kesesatan."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Sungguh, aku akan memberikan panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui tangannya." Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Tidak pernah aku menginginkan sebuah kepemimpinan kecuali pada hari itu. Sehingga aku pun menampakkan wajahku dengan harapan agar aku dipanggil untuk menerima panji itu." Ternyata Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Ṭālib lalu memberikan panji itu kepadanya seraya bersabda, "Berangkatlah dan jangan menoleh hingga Allah memberimu kemenangan!" Lantas Ali berjalan sedikit kemudian berhenti tanpa menoleh seraya berseru, "Wahai Rasulullah! Atas dasar apa aku memerangi orang-orang itu?" Beliau menjawab, "Perangilah mereka hingga mereka mau bersaksi bahwa tiada sembahan yang benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah! Jika mereka telah melaksanakan hal itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka darimu, kecuali yang menjadi haknya (Islam), sedang hisab (perhitungan amal) mereka ada pada Allah."
Sahih HR. Muslim
"Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah serta mendengar dan taat (kepada penguasa) walaupun penguasa kalian itu seorang budak. Sesungguhnya siapa yang masih hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan. Sebab itu, berpegangteguhlah kepada sunnahku dan sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham. Sebaliknya, hindarilah perkara-perkara yang diada-adakan dalam agama, karena semua bidah adalah kesesatan."
Sahih HR. Abu Daud dan Tirmizi
Ia pernah datang ke Hajar Aswad lalu menciumnya seraya berkata, "Sungguh, aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak mendatangkan bahaya maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu."
Sahih Muttafaq 'alaih
Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda di lima hari sebelum beliau meninggal dunia, "Sungguh, aku menyatakan setia kepada Allah dengan menolak untuk mempunyai seorang khalīl (kekasih mulia) dari kalian, karena sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku menjadikan seorang kekasih dari umatku, maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah, jangan kalian menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah, karena aku melarang kalian dari perbuatan itu."
Sahih HR. Muslim
Nabi ﷺ bersabda tentang kaum Ansar, "Tidaklah mencintai mereka kecuali orang beriman, dan tidak membenci mereka kecuali orang munafik. Siapa yang mencintai mereka, Allah akan mencintainya. Sebaliknya, siapa yang membenci mereka, Allah akan membencinya."
Sahih Muttafaq 'alaih
Suatu saat, Nabi ﷺ mencari-cari Ṡābit bin Qais. Maka seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah! Aku akan memberitahukanmu beritanya." Lantas dia pergi menemuinya dan menemukannya sedang duduk di rumahnya dengan menundukkan kepala. Dia bertanya, "Ada apa denganmu?" Ṡābit menjawab, "Sangat buruk." Yaitu lantaran dia mengangkat suara melebihi suara Nabi ﷺ, sehingga menyangka amalannya telah terhapus dan dia termasuk penghuni neraka. Laki-laki itu segera kembali dan mengabari beliau bahwa dia mengatakan begini dan begini. Kemudian dia pergi menemuinya sekali lagi dengan membawa berita besar; beliau bersabda, "Pergilah! Temui dia. Sampaikan kepadanya: Engkau tidak termasuk penghuni neraka, tetapi Engkau penghuni surga."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya. 'Imrān berkata: Aku tidak tahu apakah Nabi ﷺ mengucapkannya dua atau tiga kali. Nabi ﷺ bersabda, "Akan datang sepeninggal kalian orang-orang yang berkhianat dan tidak dapat dipercaya, memberi kesaksian padahal tidak diminta menjadi saksi, bernazar tapi tidak menunaikannya, dan tampak pada mereka kegemukan."
Sahih Muttafaq 'alaih