Skip to content

Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi

Jubair bin Muṭ'im -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia mendengar Nabi ﷺ bersabda,

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ».

Muttafaq 'alaih
Sahih
Uraian

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang memutus hak kerabatnya atau menyakiti dan berbuat buruk kepada mereka, dia pantas untuk tidak masuk surga.

Arti Kata-kata

.....:

Faidah dari Hadis

1- Memutus silaturahmi merupakan salah satu dosa besar.

2- Silaturahmi dilakukan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, sehingga bentuknya berbeda-beda mengikuti perbedaan tempat, waktu dan orang.

3- Silaturahmi dapat dilakukan dengan berkunjung, bersedekah, berbuat baik, menjenguk yang sakit, mengajak mereka pada kebaikan, melarang mereka dari keburukan, dan lain sebagainya.

4- Apabila perbuatan memutus silaturahmi dilakukan terhadap kerabat terdekat, maka dosanya lebih besar.

Referensi

Ṣaḥīḥ Muslim (4/ 1981) (2556).

Ṣaḥīḥ Bukhari (8/ 5) (5984).

Tampilan lengkap... (5)

شرح النووي على مسلم (16/ 113).

منحة العلام في شرح بلوغ المرام.

لعبد الله الفوزان (10/ 90).

فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام.

لابن عثيمين (6/ 277).