Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

14 dari 839 kartu

Hapus filter
Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik, dan siapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari keempat sifat itu, maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika berbicara ia berdusta, bila berjanji ia melanggarnya, jika berselisih akan semena-mena, dan bila mengadakan perjanjian ia melanggarnya."
Sahih HR. Bukhari dan Muslim
"Ada tiga golongan manusia yang tidak diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih: orang tua yang pezina, orang miskin yang angkuh (sombong), dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, yaitu tidak membeli dan menjual melainkan sambil bersumpah."
Sahih HR. Tabarani
"Jauhilah oleh kalian dosa-dosa yang dianggap remeh. Perumpamaan dosa yang diremehkan itu laksana satu kaum yang singgah di tengah lembah, lalu satu orang datang membawa satu ranting dan yang lainnya juga membawa satu ranting, hingga mereka bisa mematangkan roti. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap remeh itu, saat hukumannya ditimpakan kepada pelakunya pastilah akan membinasakannya."
Sahih HR. Ahmad
Seorang lelaki pernah datang menemui Rasulullah ﷺ lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pandanganmu jika ada seseorang datang ingin mengambil hartaku?" Beliau menjawab, "Jangan kau berikan hartamu kepadanya!" Laki-laki tersebut berkata, "Bagaimana pendapatmu jika ia menyerangku?" Beliau menjawab, "Lawanlah dia!" Ia berkata, "Bagaimana menurutmu jika ia membunuhku?" Beliau menjawab, "Berarti engkau syahid." Ia berkata, "Bagaimana pendapatmu jika aku membunuhnya?" Beliau menjawab, "Dia di neraka."
Sahih HR. Muslim
"Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik sejati, namun siapa yang memiliki salah satunya maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia membuat perjanjian maka dia melanggarnya, melanggarnya, jika dia berjanji maka dia menyelisihinya, dan ketika berdebat maka dia berlaku curang."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila dua muslim berhadap-hadapan dengan pedangnya, maka yang membunuh dan yang dibunuh di neraka." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, pembunuh ini (wajar masuk neraka), lantas bagaimana dengan yang dibunuh?" Beliau bersabda, "Karena dia juga berambisi ingin membunuh rekannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Ada seorang lelaki di antara umat sebelum kalian yang terluka. Dia tidak sabar, lalu mengambil sebilah pisau kemudian mengerat tangannya yang mengakibatkan darahnya mengalir dan tidak berhenti hingga dia meninggal dunia. Lantas Allah Ta'ala berfirman, "Hamba-Ku mendahului-Ku dengan (membunuh) dirinya, maka Aku haramkan surga untuknya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Ketika aku dimikrajkan, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya, 'Siapakah mereka itu, wahai Jibril?' Dia menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (menggibah) dan mencemarkan kehormatan mereka.'"
Hasan HR. Abu Daud