فوائد التقوى من القرآن الكريم
اسْتخرج الشيخ -رحمه الله- فوائد التَّقْوى من القرآن الكريم التي تنفع العبد في الدُّنْيا والآخِرَةِ، وَما أَكْثَرَ ما أَمَرَ اللهُ سبحانه وتعالى بالتَّقْوى في كِتابِه العَزيزِ! بلْ جَعَلَها وَصِيَّةً لِجَميعِ الخَلْقِ، والآياتُ القُرآنيَّةُ الكَريمَةُ، والأَحاديثُ النَّبويَّةُ الشَّريفَةُ في هَذَا البَابِ كَثيرَةٌ مَعْلومَةٌ، والتَّقوى غايَةٌ مَنْشودَةٌ للمُؤْمِنِ، ولهَا شَأْنٌ عَظيمٌ في الإسْلامِ. فبلغت عدد فوائد التقوى التي استخرج الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين في هذا الكتاب؛ وسِتونَ فائِدَةً بِحَذْفِ المُكَرَّرِ، وَبَلَغَتْ بِالمُكَرَّرِ سَبْعًا وَمِئَةَ فائدَةٍ.
FAEDAH-FAEDAH TAKWA DARI AL-QUR`AN AL-KARIM
Karya Syekh al-'Allāmah
Muḥammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn
-semoga Allah mengampuni beliau, kedua orang tuanya, dan seluruh kaum muslimin-
﷽
Kata Pengantar
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan alam semesta. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad, beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Tulisan ringkas ini ditulis oleh Syekh al-'Allāmah Muḥammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn -raḥimahullāh- pada tanggal 10/6/1393 H untuk menggali dan memetik faedah-faedah takwa di dunia dan akhirat dari Al-Qur`an Al-Karīm. Betapa banyak perintah Allah ﷻ untuk bertakwa di dalam kitab-Nya yang mulia! Bahkan, Allah menjadikannya sebagai wasiat untuk semua manusia: "Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwalah kepada Allah." (QS. An-Nisā`: 131) Ayat-ayat Al-Qur`an Al-Karim serta hadis-hadis nabawi yang mulia dalam pembahasan ini sangat banyak dan masyhur. Takwa adalah tujuan yang diimpikan oleh orang beriman serta memiliki kedudukan yang agung dalam Islam.
Para ulama -raḥimahumullāh- menyebutkan sejumlah definisi untuk takwa. Syekh Ibnul-'Uṡaimīn -raḥimahullāh-([1]) mengatakan bahwa definisi takwa yang paling lengkap dan komprehensif ialah melindungi diri dari siksa Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. ([1]) Lihat penjelasan beliau ketika menafsirkan Surah Al-Baqarah, Āli 'Imrān, dan Aż-Żāriyāt serta penjelasan riyāḍuṣ-ṣāliḥīn dalam Bāb at-Taqwā.
Sebagian mengatakan bahwa takwa ialah mengerjakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena mengharapkan pahala Allah, serta meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut siksa Allah.
Kami memohon kebajikan dan ketakwaan kepada Allah -Ta'ālā- serta amal yang Dia ridai, semoga Dia menjadikan usaha ini murni karena wajah-Nya yang mulia, berguna bagi hamba-hamba-Nya, dan menuliskan pahala dan balasan yang melimpah kepada penyusunnya, Syekh kami, Muhammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn -raḥimahullāh-.
Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam serta keberkahan kepada hamba dan utusan-Nya, nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Tim Ilmiah
Yayasan Sosial Syekh Muhammad bin Ṣāliḥ al-'Uṡaimīn
1/8/1428 H
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji hanya milik Allah. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan-Nya, serta bertobat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan dari keburukan amal kita. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah, tidak akan ada yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Takwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal yang dipersiapkan oleh hamba untuk kebaikan agama dan dunianya. Makna takwa adalah menjaga diri dari siksa Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sampai dia melaksanakan peribadatan kepada Allah secara hakiki. Dengan makna ini, maka takwa mencakup seluruh amalan agama.
Allah menetapkan banyak faedah di dunia dan akhirat untuk takwa itu sebagaimana diketahui bersama. Di sini, kami akan sebutkan faedah-faedah tersebut yang kami petik dari Al-Qur`an Al-Karim.
Faedah dan dalilnya dari ayat Al-Qur`an:
1- Takwa adalah sebab mendapatkan petunjuk Al-Qur`an. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kitab (Al-Qur`an) itu tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2)
2- Takwa adalah sebab keberuntungan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Baqarah: 5)
3- Takwa adalah sebab dalam mengamalkan nasihat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi nasihat bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 66)
4- Dengan takwa yang disertai iman, pahala dari Allah akan mudah diraih. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu." (QS. Al-Baqarah: 103)
5- Kebajikan sejati adalah yang lahir dari ketakwaan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 189)
6- Takwa adalah sebab keberuntungan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Al-Baqarah: 189)
7- Kebersamaan Allah yang bersifat khusus dapat diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 194)
8- Takwa adalah sebab adanya keselamatan dari siksa Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al-Baqarah: 196)
9- Takwa adalah sebaik-baik bekal. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)
10- Orang-orang yang bertakwa memiliki derajat di atas semua manusia kelak di hari Kiamat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat." (QS. Al-Baqarah: 212)
11- Takwa adalah sebab bertambahnya ilmu. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah dan Allah akan memberikan pengajaran kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 282)
12- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa lebih baik dari dunia dengan segala kesenangannya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Katakanlah, 'Maukah aku kabarkan kepadamu yang lebih baik dari yang demikian itu bagi orang-orang yang bertakwa?!'" (QS. Āli 'Imrān: 15)
13- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "... surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci serta rida Allah." (QS. Āli 'Imrān: 15)
14- Cinta Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dapat diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sebenarnya, siapa yang menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. Āli 'Imrān: 76)
15- Takwa termasuk sebab adanya perlindungan dari musuh. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun." (QS. Āli 'Imrān: 120)
16- Takwa adalah bentuk realisasi syukur. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu mensyukuri-Nya." (QS. Āli 'Imrān: 123)
17- Takwa termasuk sebab adanya pertolongan malaikat. Allah -Ta'ālā- berfirman, “Ya (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." (QS. Āli 'Imrān: 125)
18- Takwa termasuk sebab keberuntungan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Āli 'Imrān: 130)
19- Allah menyiapkan surga seluas langit dan bumi bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "... dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Āli 'Imrān: 133)
20- Takwa termasuk penyebab untuk mendapatkan pahala yang besar. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar." (QS. Āli 'Imrān: 172) "Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar." (QS. Āli 'Imrān: 179)
21- Takwa adalah sebab untuk mendapatkan ilmu dan nasihat Al-Qur`an. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Inilah (Al-Qur`an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Āli 'Imrān: 138)
22- Takwa yang dibarengi kesabaran termasuk perkara yang membutuhkan tekad, sehingga takwa menjadi bukti keteguhan dan kesungguhan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan." (QS. Āli 'Imrān: 186)
23- Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya." (QS. Āli 'Imrān: 198)
24- Takwa termasuk sebab keberuntungan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Āli 'Imrān: 200)
25- Akhirat lebih baik daripada dunia bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nisā`: 77)
26- Takwa termasuk sebab untuk mendapatkan ampunan dan rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Jika kamu mengadakan perbaikan dan bertakwa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisā`: 129)
27- Takwa adalah sebab diterimanya amalan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa." (QS. Al-Mā`idah: 27)
28- Takwa termasuk sebab keberuntungan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (QS. Al-Mā`idah: 35)
29- Orang-orang yang bertakwalah yang mendapatkan faedah petunjuk dan nasihat kitab-kitab Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kami menurunkan Injil kepadanya. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, ia membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Mā`idah: 46)
30- Takwa termasuk sebab penghapusan dosa serta sebab masuk surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan." (QS. Al-Mā`idah: 65)
31- Takwa termasuk sebab dihapusnya dosa terkait makanan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tidak berdosa orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa." (QS. Al-Mā`idah: 93)
32- Takwa termasuk tanda iman. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Isa menjawab, 'Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.'" (QS. Al-Mā`idah: 112)
33- Akhirat lebih baik daripada dunia bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-An'ām: 32)
34- Orang-orang yang bertakwa selamat dari dosa orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim. Orang-orang yang bertakwa tidak ikut bertanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka." (QS. Al-An'ām: 68-69)
35- Takwa termasuk penyebab turunnya rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Ikutilah ia (Al-Qur`an) dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-An'ām: 155)
36- Pakaian takwa adalah sebaik-baik pakaian. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Pakaian takwa, itulah yang lebih baik." (QS. Al-A'rāf: 26)
37- Takwa termasuk penyebab hilangnya rasa takut dan sedih. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Maka siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-A'rāf: 35)
38- Takwa merupakan sebab keberkahan yang turun dari langit dan yang tumbuh dari bumi. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'rāf: 96)
39- Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-A'rāf: 128)
40- Takwa termasuk penybab turunnya rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-A'rāf: 156)
41- Akhirat lebih baik daripada dunia bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-A'rāf: 169)
42- Takwa adalah sebab untuk sadar dan selamat saat godaan setan melanda. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)." (QS. Al-A'rāf: 201)
43- Takwa adalah sebab untuk mendapatkan ilmu, kemampuan membedakan antara yang hak dan batil, dan penghapusan kesalahan dan ampunan. Allah -Ta'ala- berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqān (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu, menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu." (QS. Al-Anfāl: 29)
44- Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menguasai Masjidilharam. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang yang berhak menguasai Masjidilharam hanyalah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Anfāl: 34)
45- Takwa adalah sebab untuk mendapatkan ampunan dan rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Anfāl: 69)
46- Cinta Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dapat diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 4)
47- Cinta Allah dapat diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Hendaklah kamu berlaku jujur terhadap mereka. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 7)
48- Kebersamaan Allah yang bersifat khusus bisa diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 36)
49- Masjid yang dibangun di atas takwa lebih berhak daripada yang lain untuk dijadikan tempat salat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya." (QS. At-Taubah: 108)
50- Kebaikan dianugerahkan kepada orang yang mendirikan masjid atas dasar takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam?" (QS. At-Taubah: 109)
51- Takwa menghalangi seseorang untuk meminta izin di dalam jihad, dan dengan takwa akan diraih kebersamaan Allah yang bersifat khusus; Allah -Ta'ālā- berfirman, "Hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 123)
52- Takwa termasuk sebab untuk mendapatkan pelajaran pada tanda-tanda kebesaran Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Yūnus: 6)
53- Takwa termasuk penyebab adanya pertolongan Allah dan menjadi sebab hilangnya rasa sedih dan takut. Allah -Ta'ālā- berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.” (QS. Yūnus: 62-63)
54- Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan kabar gembira di dunia dan akhirat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa, bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung." (QS. Yūnus: 63-64)
55- Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Hūd: 49)
56- Takwa adalah sebab untuk mencegah perbuatan zalim. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini." (QS. Hūd: 78)
57- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa lebih baik dari semua yang ada di dunia. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa."
58- Takwa termasuk kebaikan yang tidak akan disia-siakan pahalanya oleh Allah, di antaranya: Allah akan lebih mendahulukannya di atas yang lain. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (QS. Yūsuf: 90)
59- Akhirat lebih baik daripada dunia bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Yūsuf: 109)
60- Ujung kehidupan orang-orang yang bertakwa adalah surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa." (QS. Ar-Ra'd: 35)
61- Balasan orang-orang yang bertakwa adalah surga dengan aneka macam kenikmatannya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air (yang mengalir). (Allah berfirman), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.' Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya." (QS. Al-Ḥijr: 45-48)
62- Dengan takwa dapat diketahui hakikat apa yang diturunkan oleh Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, 'Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan kamu?' Mereka menjawab, 'Kebaikan.'" (QS. An-Naḥl: 30)
63- Allah memuji negeri orang-orang yang bertakwa, hal ini menunjukkan kesempurnaan nikmat-nikmatnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Naḥl: 30)
64- Orang-orang yang bertakwa meninggal dunia dalam keadaan yang paling baik dan mereka menerima ucapan salam dan penghormatan dari para malaikat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), 'Salāmun 'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.'" (QS. An-Naḥl: 31-32)
65-Takwa termasuk sebab mendapatkan kebersamaan Allah yang bersifat khusus. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. An-Naḥl: 128)
66- Takwa termasuk sifat para rasul. Allah -Ta'ālā- berfirman, "(Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dia pun seorang yang bertakwa." (QS. Maryam: 13)
67- Dengan sebab takwa, surga akan diwarisi. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa." (QS. Maryam: 63)
68- Takwa adalah sebab selamat dari neraka. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam: 72)
69- Orang-orang yang bertakwa akan dibangkitkan untuk menghadap kepada Allah dalam keadaan dimuliakan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat." (QS. Maryam: 85)
70- Al-Qur`an adalah berita gembira bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "... agar dengan (Al-Qur`an) itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa." (QS. Maryam: 97)
71- Kesudahan yang baik hanya ada pada ketakwaan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kesudahan (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Ṭāhā: 132)
72- Hanya orang-orang bertakwa yang bisa mendapatkan manfaat dari kitab-kitab Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun Furqān (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Anbiyā`: 48)
73- Takwa termasuk sebab keselamatan pada hari Kiamat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar." (QS. Al-Ḥajj: 1)
74- Takwa termasuk sebab adanya pengagungan terhadap syiar-syiar Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati." (QS. Al-Ḥajj: 32)
75- Hanya ketakwaanlah yang akan sampai kepada Allah dan berguna bagi hamba. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Akan tetapi, yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Ḥajj: 37)
76- Takwa merupakan sebab adanya kemudahan mengambil pelajaran dari Al-Qur`an dan lainnya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "(Al-Qur`an itu sebagai) contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nūr: 34)
77- Takwa termasuk sebab kemenangan, yaitu mendapatkan apa yang diharapkan dan selamat dari yang ditakuti. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS. An-Nūr: 52)
76- Orang-orang yang bertakwa dijanjikan surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, “Apakah (azab) seperti itu yang baik atau surga kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?” (QS. Al-Furqān: 15)
79- Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan semua yang mereka inginkan dalam surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga), mereka kekal (di dalamnya)." (QS. Al-Furqān: 16)
80- Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa." (QS. Asy-Syu'arā`: 90)
81- Takwa termasuk penyebab keselamatan dari siksa di dunia. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."
82- Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Qaṣaṣ: 83)
83- Takwa termasuk sebab kebaikan amal dan ampunan dosa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar." (QS. Al-Aḥzāb: 70-71)
84- Takwa termasuk penyebab turunnya rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kamu terhadap siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat." (QS. Yāsīn: 45)
85- Orang-orang yang bertakwa memiliki derajat yang tinggi. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?" (QS. Ṣād: 28)
86- Tempat kembali yang baik hanya dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik." (QS. Ṣād: 49)
87- Di antara buah takwa ialah meraih kebenaran dan membenarkan yang hak. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zumar: 33)
88- Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan semua yang mereka inginkan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhannya." (QS. Az-Zumar: 34)
89- Takwa adalah sebab untuk mendapatkan penghapusan dosa dan balasan yang baik. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Agar Allah menghapus perbuatan paling buruk mereka yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan." (QS. Az-Zumar: 35)
90- Orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan surga yang tinggi disertai kenikmatan yang sempurna. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. Az-Zumar: 20)
91- Takwa termasuk sebab keselamatan dari kebinasaan dan keburukan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati." (QS. Az-Zumar: 61)
92- Orang-orang yang bertakwa akan diantar ke surga secara berombongan dengan penuh kemuliaan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, 'Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.' Mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.' Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (QS. Az-Zumar: 73-74)
93- Takwa termasuk penyebab keselamatan dari siksa dunia. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kami selamatkan orang-orang yang beriman karena mereka adalah orang-orang yang bertakwa." (QS. Fuṣṣilat: 18)
94- Akhirat diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 35)
95- Pertemanan antara orang-orang yang saling mencintai dalam ketakwaan bertahan di dunia dan akhirat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 67)
96- Orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman di dalam taman-taman dan mata air-mata air dengan segala macam kenikmatannya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air; mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) saling berhadapan. Demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah. Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram. Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia) dan Allah melindungi mereka dari azab neraka. Itu merupakan karunia dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung." (QS. Ad-Dukhān: 51-57)
97- Takwa termasuk sebab adanya pertolongan Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Jāṡiyah: 19)
98- Orang-orang yang bertakwa dijanjikan surga yang berisi berbagai macam kenikmatan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?" (QS. Muḥammad: 15)
99- Takwa termasuk sebab untuk meraih pahala. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu." (QS. Muḥammad: 36)
100- Takwa merupakan sebab adanya rahmat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Ḥujurāt: 10)
101- Kemuliaan di sisi Allah dapat diraih dengan takwa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." (QS. Al-Ḥujurāt: 13)
102- Takwa merupakan sebab untuk mengagungkan Rasul ﷺ. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa." (QS. Al-Ḥujurāt: 3)
103- Surga didekatkan bagi orang-orang yang bertakwa; Allah -Ta'ālā- berfirman, "Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka)." (QS. Qāf: 31)
104- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air." (QS. Aż-Żāriyāt: 15)
105- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga-surga dan kenikmatan." (QS. Aṭ-Ṭūr: 17)
106- Takwa melahirkan rasa takut kepada Allah. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).'" (QS. Aṭ-Ṭūr: 26)
107- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah surga dengan segala kenikmatannya. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai." (QS. Al-Qamar: 54)
108- Takwa termasuk sebab pelipatgandaan rahmat, petunjuk, dan ampunan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu." (QS. Al-Ḥadīd: 28)
109- Takwa merupakan sebab adanya solusi dari kesempitan serta mendapatkan kelapangan rezeki. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Aṭ-Ṭalāq: 2-3)
110- Takwa merupakan sebab dimudahkannya segala urusan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya." (QS. Aṭ-Ṭalāq: 4)
111- Takwa menjadi sebab untuk mendapatkan pengampunan dosa dan meraih banyak pahala. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya." (QS. Aṭ-Ṭalāq: 5)
112- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah surga. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." (QS. Al-Qalam: 34)
113- Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari Al-Qur`an. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, (Al-Qur`an) itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Ḥāqqah: 48)
114- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah naungan pepohonan surga, mata air, dan buah-buahan yang mereka sukai. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air, dan buah-buahan yang mereka sukai." (QS. Al-Mursalāt: 41-42)
115- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa ialah mendapatkan berbagai kenikmatan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan; (yaitu) kebun-kebun dari buah anggur, gadis-gadis montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun perkataan dusta. Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu." (QS. An-Naba`: 31-36)
116- Takwa termasuk sebab dimudahkan untuk mendapatkan kemudahan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Maka siapa saja yang memberikan (hartanya di jalan Allah), bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)." (QS. Al-Lail: 5-7)
117- Takwa adalah penyebab keselamatan dari neraka. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya). Tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari wajah Tuhannya Yang Mahatinggi. Niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna)." (QS. Al-Lail: 17-21)
Sampai di sini, faedah-faedah takwa dalam Al-Qur`an Al-Karim berdasarkan penelitian kami telah tertulis sempurna. Jumlahnya sebanyak 64 faedah tanpa pengulangan. Adapun dengan adanya pengulangan, maka sebanyak 107 faedah([2]). ([2]) Di sela-sela tulisan asli yang ditulis oleh Syekh -raḥimahullāh-, tercatat beberapa faedah yang tidak diberikan nomor. Oleh karena itu, jumlah semuanya mencapai 117 faedah.
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan alam semesta, yang dengan berkat nikmat-Nya kebaikan-kebaikan menjadi tercapai dengan sempurna. Dialah yang memberikan karunia kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dengan menunjuki mereka kepada yang benar, di saat banyak yang disesatkan darinya, sesuai dengan hikmah yang dikehendaki-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahabijaksana, Maha mengetahui, Maha Memberi Kebaikan, dan Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami! Berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Allah! Jadikanlah kami termasuk orang yang memiliki sifat-sifat takwa, sehingga Engkau meridai mereka dan mereka pun rida kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Mahahidup! Wahai Tuhan Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya! Wahai Tuhan Yang di tangan-Nya kerajaan langit dan bumi.
Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada nabi kita, Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Penulisannya selesai pada tanggal
10 Jumadil Akhir
1393 H.