Skip to content

Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan salat Jumat, atau jika tidak, Allah benar-benar akan mengunci hati mereka kemudian mereka benar-benar menjadi orang yang lalai

Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa mereka berdua mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di atas tangga mimbarnya,

"Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan salat Jumat, atau jika tidak, Allah benar-benar akan mengunci hati mereka kemudian mereka benar-benar menjadi orang yang lalai."

«لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ».

HR. Muslim
Sahih
Uraian

Nabi ﷺ memperingatkan -dari atas mimbarnya- jangan sampai meninggalkan salat Jumat dan tidak menghadirinya tanpa uzur, karena meremehkannya dan malas mengerjakannya. Jika tidak, Allah benar-benar akan menutupi hatinya dan meletakkan penghalang di atasnya yang akan menghalanginya dari mengikuti kebenaran lalu mereka termasuk orang yang melalaikan sebab-sebab kebaikan dan meremehkan ketaatan.

Faidah dari Hadis

1- Penegasan terhadap perbuatan tidak menghadiri salat Jumat, bahwa hal itu termasuk dosa besar.

2- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terdapat pelajaran bahwa salat Jumat hukumnya fardu ain."

3- Syariat mengadakan mimbar untuk khotbah.

4- As-Sindiy berkata, "Maknanya adalah bahwa salah satu dari kedua perkara tersebut pasti terjadi, mau tidak mau; antara berhenti meninggalkan salat Jumat atau Allah Ta'ala akan menyegel hati mereka. Karena kebiasaan meninggalkan salat Jumat dapat menjadikan kotoran menguasai hati dan menjadikan jiwa mengecilkan ketaatan.

5- Sepatutnya seorang pemberi nasihat dan pemberi peringatan agar menyamarkan nama orang yang ingin dinasihati karena yang seperti itu membuat nasihat lebih mudah diterima dan perintah dilaksanakan.

Referensi

Ṣaḥīḥ Muslim (2/ 591) (865).

Tampilan lengkap... (2)

النهاية في غريب الحديث والأثر (964).

البحر المحيط الثجاج في شرح صحيح الإمام مسلم بن الحجاج (17/ 250).