عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
70 Hadiths
Encyclopedia of Prophetic Hadiths
Kategori
Darjat hadis
Diriwayatkan dalam
Tunjukkan sumber lain
Perawi
Tunjukkan semua perawi (12)
“Orang yang membaca al-Quran secara terang-terangan adalah seperti orang yang bersedekah secara terang-terangan, dan orang yang membaca al-Quran secara sembunyi-sembunyi adalah seperti orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi.”
Sahih Riwayat Abu Dawud, al-Tirmizi dan al-Nasa'i
Seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah dua perkara yang mewajibkan itu?” Baginda bersabda: «Sesiapa yang mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia akan masuk syurga; dan sesiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia akan masuk neraka»
Sahih Riwayat Muslim
"Sesungguhnya antara tanda-tanda kiamat ialah diangkatnya ilmu, banyaknya kejahilan, banyaknya perzinaan, banyaknya amalan meminum arak, sedikitnya kaum lelaki dan ramainya kaum wanita, sehinggakan bagi lima puluh orang wanita, penjaganya hanyalah seorang lelaki."
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
"Semoga Allah merahmati seseorang yang bermudah-mudah apabila menjual, membeli, dan menuntut haknya."
Sahih Riwayat al-Bukhari
«Amalan-amalan itu ada enam, dan manusia pula ada empat golongan: iaitu dua amalan yang mewajibkan, satu amalan yang dibalas setimpal, satu kebaikan dibalas sepuluh kali ganda, dan satu kebaikan dibalas tujuh ratus kali ganda. Adapun dua amalan yang mewajibkan itu: sesiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun nescaya dia masuk syurga, dan sesiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu nescaya dia masuk neraka. Adapun amalan yang dibalas setimpal: sesiapa yang berniat melakukan satu kebaikan sehingga hatinya merasainya dan Allah mengetahui niatnya itu, maka dicatatkan untuknya satu kebaikan. Dan sesiapa yang melakukan satu kejahatan, maka dicatatkan ke atasnya satu kejahatan. Sesiapa yang melakukan satu kebaikan, maka ganjarannya sepuluh kali ganda, dan sesiapa yang menginfakkan sesuatu pada jalan Allah, maka kebaikannya digandakan tujuh ratus kali. Adapun manusia pula, ada yang dilapangkan (rezekinya) di dunia tetapi disempitkan di akhirat, ada yang disempitkan di dunia tetapi dilapangkan di akhirat, ada yang disempitkan di dunia dan di akhirat, dan ada yang dilapangkan di dunia dan di akhirat».
Hasan Riwayat Imam Ahmad
Seseorang dalam kalangan para Sahabat Nabi ﷺ yang mengajar kami al-Quran menyampaikan kepada kami, bahawa mereka biasa belajar sepuluh ayat daripada Rasulullah ﷺ, lalu mereka tidak akan mengambil sepuluh ayat yang lain sehinggalah mereka mempelajari ilmu dan amalan yang terkandung di dalamnya. Mereka berkata: "Maka kami pun mempelajari ilmu dan amalan (secara serentak)."
Hasan Riwayat Imam Ahmad
“Wahai Abu al-Munzir, tahukah engkau ayat manakah daripada kitab Allah yang paling agung?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Baginda bersabda: “Wahai Abu al-Munzir, tahukah engkau ayat manakah daripada kitab Allah yang paling agung?” Aku menjawab: “{اللهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255].” Lalu baginda menepuk dadaku, dan bersabda: “Demi Allah, semoga engkau berbahagia dengan ilmu ini, wahai Abu al-Munzir.”
Sahih Riwayat Muslim
Bahawa Nabi ﷺ apabila pergi ke tempat tidurnya pada setiap malam, baginda merapatkan kedua-dua telapak tangannya, kemudian meniup pada keduanya lalu membaca: {قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}, kemudian baginda menyapu bahagian badannya yang dapat dicapai dengan kedua-dua tangannya, bermula dari kepala, muka, dan bahagian hadapan badannya. Baginda melakukan perkara itu sebanyak tiga kali.
Sahih Riwayat al-Bukhari