عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
70 Hadiths
Encyclopedia of Prophetic Hadiths
Kategori
Darjat hadis
Diriwayatkan dalam
Perawi
Rasulullah ﷺ membacakan ayat ini: “Dialah yang menurunkan Kitab (al-Quran) kepadamu, di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Kitab dan yang lain (adalah) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan, maka mereka mengikuti apa yang mutasyabihat daripadanya kerana hendak menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepadanya, semuanya dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak ada yang dapat mengambil pengajaran melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali 'Imran: 7]. Dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Maka apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti apa yang mutasyabihat daripadanya, maka mereka itulah golongan yang Allah maksudkan, maka berwaspadalah terhadap mereka.”
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Nabi ﷺ tidak mengetahui perpisahan surah sehinggalah diturunkan kepada baginda: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.”
Sahih Riwayat Abu Dawud
«Kiamat tidak akan berlaku sehingga matahari terbit dari barat. Maka apabila ia terbit dan manusia melihatnya, mereka semua beriman, maka pada waktu itulah: {Tidak lagi bermanfaat iman seseorang kepada dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya} [al-An'am: 158]. Dan sungguh, kiamat akan berlaku ketika dua orang lelaki sedang membentangkan kain antara mereka, lalu mereka tidak sempat berjual beli dan tidak pula sempat melipatnya. Dan sungguh, kiamat akan berlaku ketika seorang lelaki pulang membawa susu untanya yang baru diperah, lalu dia tidak sempat meminumnya. Dan sungguh, kiamat akan berlaku ketika seseorang sedang memperbaiki kolam airnya, lalu dia tidak sempat memberi minum (ternakannya) daripadanya. Dan sungguh, kiamat akan berlaku sedang salah seorang daripada kamu telah mengangkat suapan makanannya ke mulutnya, lalu dia tidak sempat memakannya».
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
“Wahai Abu al-Munzir, tahukah engkau ayat manakah daripada kitab Allah yang paling agung?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Baginda bersabda: “Wahai Abu al-Munzir, tahukah engkau ayat manakah daripada kitab Allah yang paling agung?” Aku menjawab: “{اللهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255].” Lalu baginda menepuk dadaku, dan bersabda: “Demi Allah, semoga engkau berbahagia dengan ilmu ini, wahai Abu al-Munzir.”
Sahih Riwayat Muslim
«Akan didatangkan kematian dalam rupa seekor kibas yang berwarna putih kehitaman, lalu seorang penyeru berseru: 'Wahai ahli Syurga,' maka mereka pun mendongak dan melihat. Lalu dia bertanya: 'Adakah kamu mengenalinya?' Mereka menjawab: 'Ya, inilah kematian,' dan mereka semua pernah melihatnya. Kemudian dia menyeru: 'Wahai ahli Neraka,' maka mereka pun mendongak dan melihat. Lalu dia bertanya: 'Dan adakah kamu mengenalinya?' Mereka menjawab: 'Ya, inilah kematian,' dan mereka semua pernah melihatnya. Lalu kibas itu disembelih, kemudian (penyeru) berkata: 'Wahai ahli syurga, (kini adalah) keabadian dan tiada lagi kematian. Wahai ahli neraka, (kini adalah) keabadian dan tiada lagi kematian.' Kemudian baginda membaca: {Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, iaitu ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam kelalaian} [Maryam: 39], dan mereka yang lalai itu ialah ahli dunia {dan mereka tidak beriman} [Maryam: 39]».
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Bahawa Nabi ﷺ apabila pergi ke tempat tidurnya pada setiap malam, baginda merapatkan kedua-dua telapak tangannya, kemudian meniup pada keduanya lalu membaca: {قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}, kemudian baginda menyapu bahagian badannya yang dapat dicapai dengan kedua-dua tangannya, bermula dari kepala, muka, dan bahagian hadapan badannya. Baginda melakukan perkara itu sebanyak tiga kali.
Sahih Riwayat al-Bukhari