Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

5 dari 839 kartu

Hapus filter
"Kalian semua adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang amir yang mengurus banyak orang adalah pemimpin dan akan ditanya tentang mereka. Laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan akan ditanya tentang mereka. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin pada harta majikannya dan akan ditanya tentang itu. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian semua bertanggung jawab atas yang dipimpin."
Sahih Muttafaq 'alaih
Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Apa hak istri salah seorang kami terhadap suaminya?" Beliau bersabda, "Yaitu engkau memberinya makan ketika engkau makan, memberinya pakaian ketika engkau berpakaian -atau ketika engkau memperoleh rezeki-, tidak memukul wajahnya, tidak mencelanya, dan tidak pula mengucilkannya kecuali di dalam rumah."
Hasan HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, sedangkan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada perempuan yang menjadi tanggungannya."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad
"Siapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih condong kepada salah satunya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Janganlah kalian memukul hamba-hamba perempuan Allah." Kemudian Umar -raḍiyallāhu 'anhu- datang menemui Rasulullah ﷺ dan berkata, "Para wanita jadi berani kepada suami-suami mereka." Lalu Rasulullah ﷺ memberi keringanan untuk memukul mereka. Setelah itu, banyak sekali wanita yang datang menemui keluarga Rasulullah ﷺ untuk mengadukan perlakuan suami-suami mereka. Rasulullah ﷺ pun bersabda, "Sungguh banyak sekali wanita yang mendatangi rumah keluarga Muhammad untuk mengadukan perbuatan suami-suami mereka. Mereka (para suami itu) bukanlah orang-orang terbaik di antara kalian."
Sahih HR. Abu Daud dan Ibnu Majah