Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

79 dari 839 kartu

Hapus filter
Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Lantas beliau menjawab, "Bertakwa kepada Allah dan akhlak baik." Beliau juga ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Lantas beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan."
Hadis hasan sahih HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Aku pernah menjadi utusan Bani al-Muntafiq -atau bersama utusan Bani al-Muntafiq- menemui Rasulullah ﷺ. Saat datang untuk menemui Rasulullah ﷺ, kami tidak berjumpa dengan beliau di rumahnya. Tetapi kami hanya bertemu dengan Ummul Mukminin Aisyah. Lantas Aisyah meminta agar dibuatkan bubur untuk kami, dan bubur itu pun dibuat. Selanjutnya kami disuguhi al-qinā' -yaitu nampan yang berisi kurma-. Kemudian Rasulullah ﷺ datang dan bertanya, "Apakah kalian sudah menyantap sesuatu? -atau, apakah sudah diminta agar kalian dibuatkan sesuatu?- Kami menjawab, "Sudah, wahai Rasulullah." Saat kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba penggembala menggiring kambing beliau ke kandang sambil membawa seekor anak kambing yang mengembik. Beliau bertanya, "Hai polan, apa yang kamu dapatkan?" Dia menjawab, "Anak kambing betina." Beliau bersabda, "Sembelihkan untuk kami satu ekor sebagai gantinya." Selanjutnya beliau bersabda, "Jangan kira (baca: lā taḥsibann) -beliau tidak mengatakan: lā taḥsabann (dengan memfathahkan sīn)- bahwa kami menyembelih kambing ini karena kamu. Kami memiliki seratus ekor kambing dan kami tidak ingin (jumlahnya) lebih. Sebab itu, ketika penggembala mendapat anak kambing betina, maka kami akan menyembelih satu ekor sebagai gantinya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, aku memiliki seorang istri yang buruk tutur katanya." Beliau bersabda, "Ceraikan dia!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, dia sudah lama hidup bersamaku serta aku telah memperoleh anak darinya." Beliau bersabda, "Perintahkanlah ia -maksudnya: nasihati-. Jika dalam dirinya ada kebaikan, niscaya ia akan melaksanakannya. Janganlah engkau memukul istrimu seperti memukul budak perempuanmu!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, ajari aku cara berwudu!" Beliau bersabda, "Sempurnakanlah wudu dan sela-selalah antara jari-jemari, serta tariklah air dengan kuat saat istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) kecuali jika engkau sedang puasa!"
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, dan Ibnu Majah
"Sesungguhnya kuburan itu tempat singgah pertama di antara persinggahan akhirat. Jika (seseorang) selamat dari (siksa) kubur, maka yang setelahnya lebih mudah. Tetapi jika ia tidak selamat darinya, maka yang setelahnya lebih sulit."
Hasan HR. Tirmizi dan Ibnu Majah
Tatkala Nabi ﷺ mengirimnya ke Yaman, beliau memerintahkannya agar mengambil zakat sapi berupa seekor tabī' (umur satu tahun) jantan atau betina dari tiap tiga puluh ekor, dan seekor musinnah (umur dua tahun) dari tiap empat puluh ekor, serta menarik jizyah dari setiap yang sudah balig -yang sudah mimpi basah- senilai satu dinar atau yang setara dari ma'āfir, yaitu jenis pakaian di Yaman.
Sahih berdasarkan syahid-syahidnya. HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Siapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih condong kepada salah satunya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Sarung seorang laki-laki muslim sampai setengah betis, namun tidaklah mengapa -atau tidaklah berdosa- bila dipanjangkan antara pertengahan betis hingga mata kaki. Sedangkan yang (tertutupi) di bawah mata kaki, maka akan (disiksa) di neraka. Siapa yang menyeret sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya."
Sahih HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad
“Doa itu adalah ibadah.” Kemudian beliau membaca ayat: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang sombong yang tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’” [QS. Gāfir: 60]
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Siapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah ﷻ, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga pada hari Kiamat." Maksudnya: wanginya.
Sahih HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad