Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

49 dari 839 kartu

Hapus filter
"Nabi ﷺ menyebutkan sesuatu, lalu bersabda, "Yang demikian itu pada waktu terangkatnya ilmu." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana ilmu diangkat sedangkan kami membaca Al-Qur`an, mengajarkannya kepada anak-anak kami, dan anak-anak kami kelak akan mengajarkannya kepada anak-anak mereka hingga hari kiamat?!" Beliau bersabda, "Celaka engkau, Ziyād. Sungguh aku melihatmu termasuk penduduk Madinah yang paling fakih. Bukankah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu membaca Taurat dan Injil, tetapi mereka tidak mengamalkan sedikit pun isinya?!"
Sahih li gairihi HR. Ibnu Majah
"Jika kalian mendengar muazin (mengumandangkan azan), maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian berselawatlah kepadaku. Sesungguhnya siapa yang berselawat kepadaku satu kali, Allah akan membalas selawatnya itu sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al-waṣīlah. Sesungguhnya al-waṣīlah itu kedudukan dalam surga yang tidak pantas kecuali untuk salah satu hamba Allah. Aku berharap akulah hamba itu. Siapa pun yang meminta al-waṣīlah untukku, maka ia berhak mendapatkan syafaatku."
Sahih HR. Muslim
"Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan semuanya, sebagian akan melihat (aurat) yang lain?" Beliau ﷺ bersabda, "Wahai Aisyah, perkaranya lebih dahsyat daripada mereka akan saling lihat satu sama lain."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang ketika (selesai) mendengar azan membaca doa, 'Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadan al-wasīlata wal-faḍīlah, wa-b'aṡhu maqāman maḥmudan al-lażī wa'adtahu (artinya: Ya Allah! Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan salat yang akan ditegakkan ini. Berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah dan keutamaan, dan bangkitkanlah dia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya),' niscaya dia mendapatkan syafaatku kelak di hari Kiamat."
Sahih HR. Bukhari
"Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut di tengah kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta benda." Lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat dengan pahala salat, puasa dan zakat. Namun, ia datang dalam keadaan telah mencela si anu, menuduh si anu, memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, dan memukul si anu. Maka orang yang ini diberi sebagian dari kebaikannya dan orang ini juga diberi sebagian dari kebaikannya. Hingga jika semua kebaikannya habis padahal semua dosanya belum habis, diambillah kesalahan-kesalahan orang yang dizaliminya, lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka."
Sahih HR. Muslim
"Telagaku seukuran perjalan satu bulan. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari parfum misik, gelas-gelasnya sebanyak bintang di langit. Siapa yang minum darinya tidak akan haus selamanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sungguh, agama ini akan sampai ke semua tempat yang sampai padanya siang dan malam. Allah tidak akan melewatkan satu rumah pun baik di kota atau pedesaan, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, baik dengan kemuliaan orang yang mulia ataupun dengan kehinaan orang yang hina, yaitu dengan kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” Tamīm Ad-Dāriy berkata, “Aku telah mengetahui hal itu dalam keluargaku. Yang masuk Islam di antara mereka telah memperoleh kebaikan dan kemuliaan. Sedang yang kafir di antara mereka telah memperoleh kehinaan, kekerdilan dan (kewajiban membayar) jizyah."
Sahih HR. Ahmad
"Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh para laki-laki di pundak mereka; jika dia orang yang saleh, dia berkata, ‘Segerakanlah aku!’ Namun jika dia bukan orang yang saleh, dia berkata, ‘Duhai celakanya! Kemanakah kalian akan membawanya?’ Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia. Andai manusia mendengarnya, pasti dia akan pingsan.”
Sahih HR. Bukhari