Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

43 dari 839 kartu

Hapus filter
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat ihsan (baik) terhadap segala sesuatu. Sebab itu, jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah seseorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya."
Sahih HR. Muslim
"Janganlah kalian saling mendengki, melakukan najasy, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian melakukan jual beli di atas jual beli orang lain. Tetapi, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak boleh menzalimi, menghina, dan merendahkannya. Takwa itu di sini -beliau menunjuk dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu berbuat buruk kala menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim lain haram darah, harta, dan kehormatannya."
Sahih HR. Muslim
"Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'"
Sahih HR. Muslim
"Orang-orang yang penyayang akan disayangi pula oleh Ar-Rahmān (Allah). Sebab itu, sayangilah penduduk bumi, niscaya Tuhan yang di atas langit pun akan menyayangi kalian."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad
"Semoga Allah merahmati seseorang yang murah hati ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih (utang)."
Sahih HR. Bukhari
Rasulullah ﷺ bersabda kepada al-Asyajj, yaitu Asyajj 'Abdil-Qais, "Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai Allah, yakni sabar (mengendalikan amarah) dan tenang (tidak tergesa-gesa)."
Sahih HR. Muslim
Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Sungguh hewan kendaraanku mati, maka berikanlah aku bantuan kendaraan." Beliau bersabda, "Aku tidak punya." Lantas seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah! Aku akan membawanya pada orang yang dapat memberinya bantuan kendaraan." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menunjukkan pada kebaikan, baginya pahala yang semisal dengan pahala orang yang melakukannya."
Sahih HR. Muslim
"Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya."
Sahih HR. Tirmizi