عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
70 Hadiths
Encyclopedia of Prophetic Hadiths
Kategori
Darjat hadis
Diriwayatkan dalam
Perawi
«Syaitan akan datang kepada seseorang kamu lalu berkata: “Siapakah yang menciptakan ini? Siapakah yang menciptakan itu?” sehinggalah dia bertanya: “Siapakah yang menciptakan Tuhanmu?” Apabila sampai ke tahap itu, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dan berhenti».
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
"Janganlah kamu melebih-lebihkanku sebagaimana kaum Nasrani melebih-lebihkan Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasul-Nya."
Sahih Riwayat al-Bukhari
Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ menyampaikan kepada kami bahawa seorang lelaki bertanya: "Wahai Nabi Allah, bagaimana orang kafir akan dihimpunkan di atas mukanya?" Baginda bersabda: "Bukankah Tuhan yang telah menjalankannya di atas kedua-dua kakinya di dunia mampu untuk menjalankannya di atas mukanya pada hari kiamat?" Qatadah berkata: "Tentu sekali, demi kemuliaan Tuhan kami."
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Aku membonceng di belakang Nabi ﷺ di atas seekor keldai yang bernama 'Ufair. Lalu baginda bersabda: “Wahai Mu'az, tahukah engkau hak Allah ke atas hamba-Nya, dan apa hak hamba ke atas Allah?” Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Baginda bersabda: “Sesungguhnya hak Allah ke atas hamba-Nya adalah agar mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan hak hamba ke atas Allah adalah Dia tidak akan mengazab sesiapa yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun” Lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah aku sampaikan berita gembira ini kepada orang ramai?” Baginda bersabda: “Jangan sampaikan kepada mereka, nanti mereka akan berserah sahaja.”
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Rasulullah ﷺ telah mengimami kami solat Subuh di Hudaibiyah selepas hujan yang turun pada malamnya. Setelah selesai solat, baginda menghadap orang ramai, lalu bersabda: «Adakah kamu tahu apa yang Tuhan kamu firmankan?» Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Baginda bersabda: «Pada pagi ini, ada dalam kalangan hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun sesiapa yang berkata: 'Kami diberi hujan dengan kurniaan Allah dan rahmat-Nya', maka dia beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang. Dan adapun sesiapa yang berkata: 'Kami diberi hujan disebabkan bintang sekian dan sekian', maka dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang».
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Telah ditanya: "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung dengan syafaatmu pada hari kiamat?" Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh aku telah menyangka, wahai Abu Hurairah, bahawa tiada sesiapa yang akan bertanya kepadaku tentang hadis ini sebelummu, kerana aku melihat kesungguhanmu terhadap hadis. Manusia beruntung yang mendapat syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengakui tiada yang berhak disembah selain Allah, tulus murni daripada jiwanya."
Sahih Riwayat al-Bukhari
Ketika kami sedang duduk bersama Nabi ﷺ di masjid, masuklah seorang lelaki menaiki seekor unta. Dia menyuruh unta itu duduk di dalam masjid lalu menambatkannya. Kemudian dia berkata kepada orang-orang di situ: "Siapakah antara kamu Muhammad?" Pada ketika itu Nabi ﷺ sedang bersandar di tengah-tengah kami. Kami pun berkata: "Itulah lelaki berkulit putih yang sedang bersandar." Lelaki itu berkata kepada baginda: "Wahai anak Abdul Muttalib!" Lalu Nabi ﷺ bersabda: "Aku telah menjawabmu." Lelaki itu berkata kepada Nabi ﷺ: "Aku akan bertanya kepadamu, dan aku akan bersikap tegas dalam pertanyaanku; maka janganlah engkau menyimpan rasa terhadapku." Baginda bersabda: "Tanyalah apa sahaja yang terlintas bagimu." Dia berkata: "Aku bertanya kepadamu demi Tuhanmu dan Tuhan orang-orang sebelummu, adakah Allah yang mengutuskanmu kepada seluruh manusia?" Baginda bersabda: "Ya Allah, benar." Dia berkata: "Aku memohon kepadamu demi Allah, adakah Allah memerintahkanmu agar kami mendirikan solat lima waktu sehari semalam?" Baginda bersabda: "Ya Allah, benar." Dia berkata: "Aku memohon kepadamu demi Allah, adakah Allah memerintahkanmu agar kami berpuasa pada bulan ini dalam setahun?" Baginda bersabda: "Ya Allah, benar." Dia berkata: "Aku memohon kepadamu demi Allah, adakah Allah memerintahkanmu untuk mengambil sedekah ini daripada orang-orang kaya dalam kalangan kami lalu membahagikannya kepada orang-orang miskin dalam kalangan kami?" Lalu Nabi ﷺ bersabda: "Ya Allah, benar." Lelaki itu berkata: "Aku beriman dengan apa yang engkau bawa, dan aku adalah utusan bagi pihak kaumku yang berada di belakangku. Aku ialah Dhimam bin Tha'labah, saudara dari Bani Saad bin Bakr."
Sahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim.