Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

52 dari 839 kartu

Hapus filter
Seorang arab badui bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hari Kiamat. Dia berkata, "Kapan hari Kiamat akan terjadi?" Beliau ﷺ bersabda, "Apa yang telah engkau siapkan untuk hari Kiamat?" Orang itu menjawab, "Tidak ada. Hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ." Beliau bersabda, "Engkau akan bersama orang yang engkau cintai." Anas berkata, "Belum pernah kami bahagia dengan sesuatu seperti bahagianya kami dengan sabda Nabi ﷺ, 'Engkau bersama orang yang engkau cintai.'" Anas melanjutkan, "Sungguh aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku pada mereka sekalipun aku belum beramal semisal amal mereka."
Sahih Muttafaq 'alaih
'Di antara tanda-tanda kiamat: ilmu diangkat, kebodohan merebak, perzinaan meluas, peminum khamar bertambah, dan jumlah laki-laki sedikit sedangkan perempuan banyak, sampai-sampai 50 perempuan diurus oleh satu laki-laki.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Lā ilāha illallāh (Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah)! Celakalah orang-orang Arab karena adanya keburukan yang telah dekat. Hari ini telah dibuka sebesar ini dari tembok penghalang Yakjuj dan Makjuj." Beliau mengucapkan itu sambil melingkarkan ibu jari dengan jari setelahnya (telunjuk). Zainab binti Jaḥsy melanjutkan: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kami akan binasa sementara di tengah kami ada orang-orang saleh?" Beliau menjawab, "Ya, apabila banyak keburukan."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak berludah, dan tidak beringus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka adalah kesturi, tungku bukhūr (dupa) mereka dari uluwwah -yaitu kayu wewangian-, pasangan mereka adalah bidadari. Fisik mereka sama, yaitu seperti rupa ayah mereka Adam yang tingginya enam puluh hasta."
Sahih Muttafaq 'alaih
Rasulullah ﷺ bercerita kepada kami dan beliau adalah sosok pribadi yang jujur dan terpercaya, "Sungguh proses penciptaan seseorang di antara kalian ialah dengan dihimpun di dalam rahim ibunya selama 40 hari 40 malam, kemudian menjadi segumpal darah selama itu, kemudian menjadi segumpal daging selama itu. Lalu dikirim kepadanya malaikat dan diperintahkan dengan empat kalimat: ditulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagia, kemudian ditiupkan padanya roh. Sungguh seseorang di antara kalian benar-benar akan melakukan amalan penghuni surga, hingga ketika antara surga dan dirinya tidak tersisa kecuali seukuran satu hasta, ternyata catatan takdir telah mendahuluinya, maka dia beramal dengan amalan penghuni neraka sehingga dia masuk ke neraka. Dan sungguh seseorang di antara kalian benar-benar akan melakukan amalan penghuni neraka, hingga ketika antara neraka dan dia tidak tersisa kecuali satu hasta, tetapi catatan takdir telah mendahuluinya, maka dia beramal dengan amalan penghuni surga sehingga dia masuk surga."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Aku pemimpin manusia pada hari Kiamat. Tahukah kalian kenapa? Allah akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada satu tanah lapang. Suara seorang penyeru akan terdengar oleh semua orang, dan mereka akan terlihat oleh orang yang melihat, serta matahari akan merendah dari posisi mereka. Manusia akan mengalami kegelisahan dan kesusahan sampai pada batas yang tidak mampu mereka pikul. Manusia berkata, 'Tidakkah kalian melihat keadaan kalian? Tidakkah kalian mencari siapa yang dapat memintakan syafaat untuk kalian dari Tuhan kalian?' Mereka berkata satu sama lain, 'Hendaklah kalian menemui Adam.' Lantas mereka menemui Adam lalu berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan meniupkan ruh-Nya padamu. Allah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu lalu mereka pun bersujud. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami? Tidakkah engkau melihat yang menimpa kami?' Adam berkata, 'Sungguh Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu Dia melarangku mendekati pohon itu, tapi aku durhaka. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah pada selainku. Pergilah kepada Nuh.' Lantas mereka datang menemui Nuh lalu berkata, 'Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama kepada penduduk bumi dan Allah menyebutmu sebagai hamba yang sangat bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Nuh menjawab, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku memiliki sebuah doa, aku menggunakannya untuk mendoakan keburukan terhadap kaumku. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah ke Ibrahim.' Lantas mereka datang menemui Ibrahim lalu berkata, 'Wahai Ibrahim! Engkau adalah nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Ibrahim berkata kepada mereka, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku pernah berdusta tiga kali. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku, pergilah ke Musa.' Lantas mereka pergi menemui Musa lalu berkata, 'Wahai Musa! Engkau adalah rasul Allah. Allah telah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Musa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku telah membunuh jiwa yang tidak diperintahkan kepadaku untuk membunuhnya. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Isa Putra Maryam.' Lantas mereka datang menemui Isa lalu berkata, 'Wahai Isa! Engkau adalah rasul Allah, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dari ciptaan-Nya. Engkau berbicara pada manusia saat masih berada dalam buaian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Isa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah sama sekali marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. -Isa tidak menyebut sebuah dosa- Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad ﷺ.' Lantas mereka datang menemui Muhammad lalu berkata, 'Wahai Muhammad! Engkau adalah rasul Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang kemudian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Lalu aku bergegas pergi menuju ke bawah Arasy lalu aku jatuh bersujud kepada Tuhanku. Allah kemudian membukakan (mengilhamkan) kepadaku pujian-pujian dan sanjungan yang baik untuk-Nya, sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, 'Hai Muhammad! Angkatlah kepalamu. Mintalah, permintaanmu pasti akan diberikan kepadamu. Berikanlah syafaat, niscaya syafaatmu akan diizinkan.' Maka aku mengangkat kepalaku. Aku berkata, 'Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku!' Maka dikatakan, 'Hai Muhammad! Masukkan di antara umatmu siapa saja yang tidak dihisab melalui pintu kanan di antara pintu-pintu surga. Mereka juga memiliki hak yang sama dengan semua manusia lainnya di pintu-pintu surga lainnya.'" Setelah itu beliau bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Jarak antara dua sisi tiap pintu surga seperti jarak antara Makkah dan Himyar, -atau seperti jarak antara Makkah dan Buṣrā-."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait kehormatannya ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari tidak berlaku lagi dinar dan ‎dirham. Jika ia ‎memiliki amal saleh, maka akan diambil dari pahala amal salehnya itu yang sebanding dengan kadar kezalimannya. Namun, ‎jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizaliminya kemudian dibebankan kepadanya."
Sahih HR. Bukhari
"Kita adalah umat terakhir, namun umat pertama yang akan dihisab. Akan dikatakan, 'Manakah umat yang buta huruf itu beserta nabinya?' Kita adalah umat yang terakhir, tetapi yang paling pertama (dihisab dan masuk surga)."
Sahih HR. Ibnu Majah