Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

174 dari 839 kartu

Hapus filter

Perawi

Tampilkan semua perawi (72)
أبو موسى3 عبد الله بن عباس3 أبو ذر2 أبو قتادة2 النعمان بن بشير2 حذيفة2 عبد الله بن بسر2 أبو أمامة1 أبو أمامة الباهلي1 أبو أيوب1 أبو أيوب الأنصاري1 أبو بكرة1 أبو حمزة أنس بن مالك1 أبو سعيد1 أبو سعيد الخدري قال1 أبو سعيد الخدري وعن أبي هريرة1 أبو عبد الله الجدلي قال1 أبو عبد الله النعمان بن بشير1 أبو مسعود1 أبو مسعود الأنصاري1 أبو مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري البدري1 أبو موسى الأشعري1 أبو هريرة قال1 أبو يعلى شداد بن أوس1 ‌أبي بن كعب1 ‌أبي هريرة1 الأغر1 البراء1 البراء بن عازب1 المغيرة1 المقدام بن معدي كرب1 النواس بن سمعان1 النواس بن سمعان الأنصاري1 أم الدرداء و أبي الدرداء1 إياس بن عبد الله بن أبي ذباب1 ثوبان1 جبير بن مطعم1 جرير1 جرير بن عبد الله1 حذيفة بن اليمان1 خولة الأنصارية1 سعد بن أبي وقاص1 سلمة بن الأكوع1 سليمان بن صرد1 سمرة بن جندب والمغيرة بن شعبة1 سهل بن سعد الساعدي1 شداد بن أوس1 ‌عائشة1 عبد الرحمن بن أبي ليلى قال1 عبد الله بن سلام1 عبد الله بن عمرو بن العاص1 ‌عبد الله بن عمرو بن العاص1 عثمان بن أبي العاص1 عقبة بن عامر1 عقبة بن عامر الجهني1 عمر1 عمر بن أبي سلمة1 عياض بن حمار أخي بني مجاشع1 معاذ بن جبل1 معاوية1 معقل بن يسار1 هشام بن حكيم بن حزام1
"Apabila salah seorang kalian berwudu, hendaklah ia masukkan air ke dalam hidungnya kemudian dikeluarkan. Siapa yang melakukan istijmar hendaklah dengan bilangan ganjil. Apabila salah seorang kalian bangun tidur, hendaklah ia membasuh tangannya sebelum dimasukkan ke dalam air wudunya, karena ia tidak tahu di mana tangannya menginap." Dalam redaksi riwayat Muslim, "Apabila salah seorang kalian bangun dari tidurnya, janganlah ia masukkan tangannya ke dalam bejana sampai ia membilasnya tiga kali, karena ia tidak tahu di mana tangannya menginap."
Sahih Muttafaq 'alaih
“Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Yaitu, 'Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm ...’. [QS. Al-Baqarah: 255]. Beliau menepuk dadaku dan bersabda, ‘Demi Allah, semoga ilmu mudah kaupelajari, wahai Abu Munżir.’”
Sahih HR. Muslim
"Nabi ﷺ bukanlah orang yang keji ucapan dan perbuatannya, dan bukan juga suka berbuat keji. Beliau pernah bersabda, 'Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian ialah yang paling baik akhlaknya.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Allah akan memberi pada sikap lembut apa yang tidak diberikan pada sikap keras dan apa yang tidak diberikan pada selainnya."
Sahih HR. Muslim
"Menjaga perbatasan sehari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Tempat dalam surga seukuran tempat cemeti salah seorang kalian lebih baik daripada dunia dan seisinya. Keluar di sore hari atau di pagi hari untuk berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya."
Sahih Muttafaq 'alaih
Ada seorang pria yang makan di hadapan Rasulullah ﷺ dengan tangan kirinya. Maka beliau berkata, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang itu menjawab, “Aku tak bisa.” Nabi pun berkata, “Semoga engkau benar-benar tidak bisa.” Padahal tidak ada yang menghalanginya untuk itu kecuali kesombongannya, maka ia pun tak mampu mengangkat tangannya ke mulutnya.
Sahih HR. Muslim
Dari Nabi ﷺ dalam hadis yang beliau riwayatkan dari Tuhannya ﷻ, beliau bersabda, "Ada seorang hamba melakukan suatu dosa, lalu ia berkata, "Ya Allah! Ampunilah dosaku." Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- pun berfirman, "Hamba-Ku melakukan dosa sementara ia mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberikan hukuman karena dosa." Kemudian hamba tersebut kembali melakukan dosa lalu berkata, "Ya Tuhanku! Ampunilah dosaku." Maka Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- berfirman, "Hamba-Ku melakukan dosa sementara ia mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberi hukuman karena dosa." Selanjutnya hamba tersebut kembali melakukan dosa, lalu berkata, "Ya Tuhanku! Ampunilah dosaku." Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- berfirman, "Hamba-Ku berbuat dosa lagi, tetapi dia mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberikan hukuman karena dosa. Lakukanlah sekehendakmu! Aku telah mengampunimu."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Lalu beliau mengusap bagian tubuhnya yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajahnya, lalu semua bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali."
Sahih HR. Bukhari