Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

38 dari 839 kartu

Hapus filter
Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ lalu mengucapkan salam, "As-salāmu 'alaikum." Beliau menjawab salamnya kemudian dia duduk. Lantas Nabi ﷺ bersabda, "Sepuluh." Kemudian datang laki-laki yang lain dan mengucapkan salam, "As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh." Beliau menjawab salamnya kemudian dia duduk. Lantas Nabi ﷺ bersabda, "Dua puluh." Kemudian datang lagi laki-laki lainnya seraya mengucapkan salam, "As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh." Beliau menjawab salamnya kemudian dia duduk, lantas beliau bersabda, "Tiga puluh."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, Ahmad, dan Darimi
"Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempatnya denganku pada hari Kiamat adalah orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian. Sebaliknya, orang yang paling aku benci dan paling jauh tempatnya dariku pada hari Kiamat adalah orang yang banyak bicara, bergaya saat bicara, serta bermulut besar." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Kami sudah tahu orang yang banyak bicara dan bergaya dalam bicara, lantas apakah yang dimaksud dengan bermulut besar?" Beliau menjawab, "Yaitu orang-orang yang sombong."
Sahih HR. Tirmizi
Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Siapakah yang harus aku perlakukan dengan baik?" Beliau ﷺ bersabda, "Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian (kerabat) yang terdekat lalu yang terdekat."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad
"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak baik. Sungguh, Allah benar-benar membenci orang yang tutur katanya keji lagi kotor."
Sahih HR. Abu Daud dan Tirmizi
"Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan, kecuali akan diampuni dosa mereka berdua sebelum keduanya berpisah."
Sahih berdasarkan semua jalurnya HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Beliau bukan seorang yang keji dan suka berkata-kata keji. Beliau bukan orang yang suka berteriak di pasar, bukan pula yang membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, beliau suka memaafkan dan berlapang dada."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
"Maukah kalian bila aku beritahukan tentang siapa orang terbaik dan siapa orang terburuk di antara kalian?" Mereka semua diam, hingga beliau mengulanginya sampai tiga kali. Lantas seorang laki-laki berkata, "Tentu, wahai Rasulullah. Beritahukanlah kepada kami siapa orang terbaik dan terburuk di antara kami." Beliau bersabda, "Orang terbaik di antara kalian ialah sosok yang dinantikan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari keburukannya. Sedangkan yang terburuk di antara kalian ialah sosok yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang lain tidak merasa aman dari keburukannya."
Sahih HR. Tirmizi
"Semoga Allah membaguskan rupa orang yang mendengar sebagian hadis kami kemudian ia menyampaikannya seperti yang ia dengar. Barangkali orang yang disampaikan padanya (suatu hadis) justru lebih paham daripada orang yang mendengarnya langsung."
Sahih HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad