Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

8 dari 839 kartu

Hapus filter
Dia pernah datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah! Setan telah menghalangiku dari salatku dan bacaanku; ia merancukannya padaku." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Apabila engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali." Lantas aku melakukannya, maka Allah menghilangkannya dariku.
Sahih HR. Muslim
Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang menemui Nabi ﷺ untuk mengeluhkan bekas batu penggilingan di tangannya karena ia mendapat berita ada budak yang sampai kepada beliau. Akan tetapi, ia tidak menemukan beliau sehingga ia menyebutkan hal itu kepada Aisyah. Ali melanjutkan: Beliau kemudian datang menemui kami sementara kami telah bersiap-siap di tempat tidur, sehingga kami segera bangun, tetapi beliau bersabda, "Tetaplah kalian di tempat kalian." Lantas beliau masuk lalu duduk antara aku dengan Fatimah sampai aku merasakan dinginnya telapak kaki beliau di perutku. Beliau bersabda, "Maukah kalian berdua kutunjuki sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Apabila kalian hendak tidur -atau apabila kalian berdua telah berbaring-, maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali. Hal itu lebih baik bagi kalian dari seorang pelayan (budak)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Janganlah kalian memaki angin! Apabila kalian melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka ucapkanlah, 'Allāhumma innā nas`aluka min khairi hāżihir-rīḥ wa khairi mā fīhā wa khairi mā umirat bihi, wa na'ūżu bika min syarri hāżihir-rīḥ wa syarri mā fīhā wa syarri mā umirat bihi (Ya Allah! Sesungguhnya kami meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang diperintahkan kepadanya. Kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan yang diperintahkan kepadanya).'"
Sahih HR. Tirmizi
"Terhinalah seseorang yang namaku disebut di sisinya, namun ia tidak berselawat kepadaku. Terhinalah seseorang yang bulan Ramadan masuk kemudian bulan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan. Terhinalah seseorang yang kedua orang tuanya memasuki umur tua di sisinya, lalu tidak memasukkannya ke dalam surga."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
"Siapa yang menyantap makanan lalu mengucapkan, 'Alḥamdulillāhillażī aṭ'amanī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulin minnī wa lā quwwah (Artinya: Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku makanan dan menganugerahkan rezeki kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku),' niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Aku pernah duduk bersama Nabi ﷺ sementara ada dua orang laki-laki sedang saling caci, wajah salah satunya memerah dan urat-urat lehernya menegang. Lantas Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh aku tahu satu kalimat, kalau ia mengucapkannya niscaya kemarahan yang dirasakannya akan hilang. Kalau saja ia mengucapkan: A'ūżu billāhi minasy-syaiṭān (Aku berlindung kepada Allah dari setan), niscaya kemarahan yang dirasakannya akan hilang." Lantas para sahabat berkata kepada orang yang marah tersebut, "Nabi ﷺ bersabda: Berlindunglah kepada Allah dari setan." Dia menjawab, "Apakah aku sedang mengalami gila?"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Orang bakhil itu adalah orang yang namaku disebutkan padanya namun ia tidak berselawat kepadaku."
Sahih HR. Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ahmad.
"Siapa yang singgah di suatu tempat lalu berdoa: 'A'ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq (Aku berlindung pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Dia ciptakan)', tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya sampai dia beranjak dari tempatnya itu."
Sahih HR. Muslim