Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

51 dari 839 kartu

Hapus filter

Perawi

Tampilkan semua perawi (78)
أبو ذر3 معاذ بن جبل3 ‌ابن عباس2 أبو موسى2 ‌أبي هريرة2 بريدة2 عبد الله بن عمرو بن العاص2 عمران بن حصين2 أبو الدرداء1 أبو الهياج الأسدي قال1 أبو برزة الأسلمي1 أبو بشير الأنصاري1 أبو صرمة1 أبو طلحة1 أبو عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب1 أبو عبد الله جابر بن عبد الله الأنصاري1 أبو عمرو- وقيل1 أبو محمد عبد الله بن عمرو بن العاص1 أبو مرثد الغنوي1 أبو نجيح العرباض بن سارية1 أبو هريرة عبد الرحمن بن صخر1 أبو واقد الليثي1 أسماء بنت أبي بكر1 البراء1 البراء بن عازب1 ‌الزبير بن العوام قال1 العرباض بن سارية1 المغيرة بن شعبة1 المقداد بن الأسود1 المقداد بن عمرو الكندي1 المقدام بن معديكرب1 النبي صلى الله عليه وسلم قال1 النعمان بن بشير1 أم الدرداء و أبي الدرداء1 أم المؤمنين أم عبد الله عائشة1 أم سلمة أم المؤمنين1 ‌أنس بن مالك1 تميم الداري1 جرير بن عبد الله1 جندب1 حارثة بن وهب الخزاعي1 حذيفة1 حكيم بن حزام1 رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال1 زياد بن لبيد1 زيد بن خالد الجهني1 زينب بنت جحش1 سفيان بن عبد الله الثقفي1 صفوان بن محرز قال1 طارق بن أشيم الأشجعي1 طاوس أنه قال1 طلحة بن عبيد الله1 عائشة وعبد الله بن عباس1 عبادة1 عبادة بن الصامت1 عبد الرحمن بن سمرة1 عبد الله بن الشخير1 ‌عبد الله بن عمرو بن العاص1 عبد الله بن مسعود قال1 عثمان بن أبي العاص1 عدي بن حاتم1 عقبة بن عامر الجهني1 علي1 عمر1 ‌قتادة رحمه الله قال1 محمود بن لبيد1 مطر بن عكامس1 معاوية1
"Berusahalah untuk mendekati kebenaran dan tetaplah dalam kebenaran. Ketahuilah, bahwasanya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat karena amalannya." Para sahabat bertanya, "Tidak pula Engkau, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak pula aku, kecuali Allah meliputi diriku dengan rahmat dan karunia-Nya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak berludah, dan tidak beringus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka adalah kesturi, tungku bukhūr (dupa) mereka dari uluwwah -yaitu kayu wewangian-, pasangan mereka adalah bidadari. Fisik mereka sama, yaitu seperti rupa ayah mereka Adam yang tingginya enam puluh hasta."
Sahih Muttafaq 'alaih
Allah berfirman, "Aku adalah Zat yang paling tidak butuh kepada sekutu. Siapa yang mengerjakan amalan yang di dalamnya dia menyekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan ia bersama perbuatan syiriknya itu."
Sahih HR. Muslim
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian."
Sahih HR. Muslim
"Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang berpakaian layaknya cara berpakaian perempuan, dan perempuan yang berpakaian layaknya cara berpakaian laki-laki."
Sahih HR. Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah dengan makna yang semisal, dan Ahmad.
"Aku pemimpin manusia pada hari Kiamat. Tahukah kalian kenapa? Allah akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada satu tanah lapang. Suara seorang penyeru akan terdengar oleh semua orang, dan mereka akan terlihat oleh orang yang melihat, serta matahari akan merendah dari posisi mereka. Manusia akan mengalami kegelisahan dan kesusahan sampai pada batas yang tidak mampu mereka pikul. Manusia berkata, 'Tidakkah kalian melihat keadaan kalian? Tidakkah kalian mencari siapa yang dapat memintakan syafaat untuk kalian dari Tuhan kalian?' Mereka berkata satu sama lain, 'Hendaklah kalian menemui Adam.' Lantas mereka menemui Adam lalu berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan meniupkan ruh-Nya padamu. Allah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu lalu mereka pun bersujud. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami? Tidakkah engkau melihat yang menimpa kami?' Adam berkata, 'Sungguh Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu Dia melarangku mendekati pohon itu, tapi aku durhaka. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah pada selainku. Pergilah kepada Nuh.' Lantas mereka datang menemui Nuh lalu berkata, 'Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama kepada penduduk bumi dan Allah menyebutmu sebagai hamba yang sangat bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Nuh menjawab, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku memiliki sebuah doa, aku menggunakannya untuk mendoakan keburukan terhadap kaumku. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah ke Ibrahim.' Lantas mereka datang menemui Ibrahim lalu berkata, 'Wahai Ibrahim! Engkau adalah nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Ibrahim berkata kepada mereka, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku pernah berdusta tiga kali. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku, pergilah ke Musa.' Lantas mereka pergi menemui Musa lalu berkata, 'Wahai Musa! Engkau adalah rasul Allah. Allah telah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Musa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dulu aku telah membunuh jiwa yang tidak diperintahkan kepadaku untuk membunuhnya. Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Isa Putra Maryam.' Lantas mereka datang menemui Isa lalu berkata, 'Wahai Isa! Engkau adalah rasul Allah, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dari ciptaan-Nya. Engkau berbicara pada manusia saat masih berada dalam buaian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Isa berkata, 'Tuhanku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah sama sekali marah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. -Isa tidak menyebut sebuah dosa- Oh, diriku, diriku, diriku! Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad ﷺ.' Lantas mereka datang menemui Muhammad lalu berkata, 'Wahai Muhammad! Engkau adalah rasul Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang kemudian. Mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat kondisi kami?' Lalu aku bergegas pergi menuju ke bawah Arasy lalu aku jatuh bersujud kepada Tuhanku. Allah kemudian membukakan (mengilhamkan) kepadaku pujian-pujian dan sanjungan yang baik untuk-Nya, sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, 'Hai Muhammad! Angkatlah kepalamu. Mintalah, permintaanmu pasti akan diberikan kepadamu. Berikanlah syafaat, niscaya syafaatmu akan diizinkan.' Maka aku mengangkat kepalaku. Aku berkata, 'Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku! Umatku, wahai Tuhanku!' Maka dikatakan, 'Hai Muhammad! Masukkan di antara umatmu siapa saja yang tidak dihisab melalui pintu kanan di antara pintu-pintu surga. Mereka juga memiliki hak yang sama dengan semua manusia lainnya di pintu-pintu surga lainnya.'" Setelah itu beliau bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Jarak antara dua sisi tiap pintu surga seperti jarak antara Makkah dan Himyar, -atau seperti jarak antara Makkah dan Buṣrā-."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait kehormatannya ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari tidak berlaku lagi dinar dan ‎dirham. Jika ia ‎memiliki amal saleh, maka akan diambil dari pahala amal salehnya itu yang sebanding dengan kadar kezalimannya. Namun, ‎jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizaliminya kemudian dibebankan kepadanya."
Sahih HR. Bukhari
"Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang enggan itu?" Beliau menjawab, "Orang yang menaatiku akan masuk surga. Adapun orang yang mendurhakaiku, maka ia telah enggan."
Sahih HR. Bukhari