Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

5 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Sesungguhnya Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- memanggil penghuni surga, 'Wahai penghuni surga!' Mereka menjawab, 'Kami menyambut panggilan-Mu, wahai Tuhan kami, demi keridaan-Mu.' Allah bertanya, 'Apakah kalian rida?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami! Bagaimana mungkin kami tidak rida, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu!' Allah berfirman, 'Aku akan berikan kepada kalian yang lebih utama dari itu?' Mereka bertanya, 'Wahai Tuhan kami! Apakah ada sesuatu yang lebih utama dari itu?' Allah berfirman, 'Aku turunkan keridaan-Ku pada kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelahnya selama-lamanya.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengirimkan sebongkah emas yang belum dibersihkan dari tanah (masih bercampur) kepada Rasulullah ﷺ menggunakan kantung kulit yang sudah disamak. Lalu beliau membaginya di antara empat orang: 'Uyainah bin Badr, Aqra' bin Ḥābis, Zaid al-Khail, dan yang keempat adalah 'Alqamah atau 'Āmir bin Ṭufail. Melihat hal itu, salah seorang sahabat berkata, "Kami lebih berhak mendapatkan emas tersebut daripada orang-orang ini." Ucapan tersebut sampai kepada Rasulullah ﷺ, sehingga beliau bersabda, "Tidakkah kalian mempercayaiku, padahal aku adalah orang yang dipercaya oleh Tuhan yang di langit? Aku menerima kabar dari langit pagi dan sore hari." Lalu seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjenggot tebal, berkepala gundul dan mengangkat kain sarungnya berkata, "Ya Rasulullah! Bertakwalah kepada Allah." Rasulullah ﷺ bersabda, "Celaka kamu! Bukankah aku adalah orang yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?" Lantas orang itu beranjak pergi. Khalid bin Walid berkata, "Ya Rasulullah! Izinkan aku menebas lehernya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan, karena bisa jadi ia mengerjakan salat." Khalid berkata, "Betapa banyak orang yang salat akan tetapi perkataan lisannya tidak sesuai dengan hatinya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati manusia atau mengorek isi perutnya." Kemudian beliau ﷺ memandangi orang itu ketika ia pergi, lalu bersabda, "Sesungguhnya dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan indah, tetapi bacaannya tidak melewati tenggorokannya, mereka keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busur." Aku kira beliau ﷺ juga bersabda, "Seandainya aku bertemu dengan mereka niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana bangsa Ṡamūd dibinasakan."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Kematian didatangkan dalam rupa seekor domba jantan yang berbulu putih bercampur hitam. Lantas seorang penyeru memanggil, 'Wahai penduduk surga.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Penyeru itu berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Kemudian dia memanggil lagi, 'Wahai penduduk neraka.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Dia berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Lantas domba itu disembelih. Kemudian dia berkata, 'Wahai penduduk surga, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian.'" Kemudian Nabi membaca, "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian." (QS. Maryam: 39). -Mereka itu dalam kelalaian, yaitu penduduk dunia- "dan mereka tidak beriman." (QS. Maryam: 39)".
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sungguh, kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan, seandainya mereka masuk lubang kadal gurun, kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?" Beliau bersabda, "Lalu siapa lagi?"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila jenazah telah diletakkan dan dipikul oleh para laki-laki di pundak mereka; jika dia orang yang saleh, dia berkata, ‘Segerakanlah aku!’ Namun jika dia bukan orang yang saleh, dia berkata, ‘Duhai celakanya! Kemanakah kalian akan membawanya?’ Suaranya didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia. Andai manusia mendengarnya, pasti dia akan pingsan.”
Sahih HR. Bukhari