Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

26 dari 839 kartu

Hapus filter
"Sungguh, orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat."
Sahih HR. Muslim
"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan!" Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan kecuali dengan alasan yang hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan pertempuran, dan menuduh wanita yang beriman lagi suci nan menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran."
Sahih Muttafaq 'alaih
Ada seorang laki-laki di masa Nabi ﷺ bernama Abdullah, dan ia diberi julukan ḥimār (keledai) dan biasa membuat Rasulullah ﷺ tertawa. Nabi ﷺ pernah mencambuknya karena ia minum khamar. Suatu hari ia dibawa ke hadapan beliau, lalu beliau memerintahkannya untuk dicambuk. Lantas seseorang di antara yang hadir berkata, "Ya Allah, laknatlah ia. Betapa sering iadihadirkan." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Jangan kalian melaknatnya. Demi Allah, yang aku ketahu adalah ia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Sahih HR. Bukhari
'Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang menyiksa orang lain di dunia.'"
Sahih HR. Muslim
"Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Tinggalkanlah buruk sangka, karena buruk sangka adalah sedusta-dusta percakapan. Janganlah memata-matai dan mencari-cari kesalahan. Jangan saling hasad, saling membelakangi dan saling benci. Tetapi, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."
Sahih Muttafaq 'alaih
Kami pernah sedang dalam suatu peperangan, lalu seorang Muhajirin memukul bokong seseorang dari Ansar. Merasa tersinggung, laki-laki Ansar itu memanggil kawannya dengan berkata, "Wahai orang-orang Ansar!" Laki-laki Muhajirin itu juga berkata, "Wahai orang-orang Muhajirin!" Lantas Allah memperdengarkan (kegaduhan mereka) kepada Rasul-Nya ﷺ. Beliau bertanya, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Seorang Muhajirin memukul bokong seorang Ansar. Sehingga laki-laki Ansar itu menyeru kawannya, 'Wahai orang-orang Ansar!' Laki-laki Muhajirin itu juga berkata, 'Wahai orang-orang Muhajirin!'" Maka Nabi ﷺ bersabda, "Tinggalkan perbuatan itu, karena sangat keji." Tatkala Nabi ﷺ baru datang (ke Madinah), jumlah kaum Ansar lebih banyak, namun kemudian kaum Muhajirin menjadi lebih banyak. Maka Abdullah bin Ubay berkata, "Mereka telah melakukannya? Demi Allah, kalau kita telah kembali ke Madinah, maka orang yang paling mulia akan mengusir yang hina." Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah, biarkan saya memukul leher si munafik itu." Nabi ﷺ bersabda, "Wahai Umar, biarkan dia. Jangan sampai orang-orang berkomentar bahwa Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya."
Sahih Muttafaq 'alaih