Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

16 dari 839 kartu

Hapus filter
Rasulullah ﷺ pernah keluar menemui sekumpulan sahabatnya, lalu bertanya, 'Apa yang membuat kalian berkumpul?' Mereka menjawab, 'Kami duduk mengingat Allah serta memuji-Nya karena telah menunjuki kami kepada Islam dan menganugerakannya kepada kami.' Beliau bersabda, 'Beranikah kalian bersumpah demi Allah bahwa tidak ada yang mengumpulkan kalian kecuali hal itu?' Mereka menjawab, 'Demi Allah! Tidak ada yang mengumpulkan kami kecuali itu.' Beliau bersabda, 'Ketahuilah, sungguh aku tidak meminta kalian bersumpah karena menuduh kalian berdusta, akan tetapi Jibril datang kepadaku dan mengabarkan bahwa Allah ﷻ membanggakan kalian di hadapan para malaikat.'"
Sahih HR. Muslim
"Wahai sekalian manusia! Bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali."
Sahih HR. Muslim
"Tidaklah suatu kaum bubar dari sebuah majelis sementara di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala, melainkan mereka seperti bubar dari bangkai keledai, dan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka."
Sahih HR. Abu Daud
"Bila muazin mengucapkan 'Allāhu akbar allāhu akbar', lalu salah seorang kalian menjawab, 'Allāhu Akbar allāhu akbar'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Asyhadu allā ilāha illallāh', dia menjawab, 'Asyhadu allā ilāha illallāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh', dia menjawab, 'Asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Ḥayya 'alaṣ-ṣalāh', dia menjawab, 'Lā ḥaula walā quwwata illā billāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Ḥayya 'alal-falāḥ', dia menjawab, 'Lā ḥaula walā quwwata illā billāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Allāhu akbar allāhu akbar', dia menjawab, 'Allāhu akbar allāhu akbar'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Lā ilāha illallāh', dia menjawab, 'Lā ilāha illallāh', semua itu dia ucapkan dari lubuk hatinya, niscaya ia akan masuk surga."
Sahih HR. Muslim
Beberapa orang sahabat berkata kepada Nabi ﷺ, "Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah menang banyak dengan mendapat banyak pahala. Mereka salat seperti kami salat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa, tetapi mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka." Beliau ﷺ bersabda, "Bukankah Allah telah memberi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sungguh, pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, dan melarang suatu kemungkaran adalah sedekah. Bahkan, pada senggama salah seorang kalian adalah sedekah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah bila salah seorang kami menyalurkan syahwatnya, di dalamnya ia mendapatkan pahala?" Beliau bersabda, "Apa pendapat kalian jika ia menyalurkannya di tempat yang haram, apakah ia akan mendapatkan dosa? Demikian pula jika ia menyalurkannya di tempat yang halal, maka ia akan mendapatkan pahala."
Sahih HR. Muslim
"Jika kalian mendengar muazin (mengumandangkan azan), maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian berselawatlah kepadaku. Sesungguhnya siapa yang berselawat kepadaku satu kali, Allah akan membalas selawatnya itu sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al-waṣīlah. Sesungguhnya al-waṣīlah itu kedudukan dalam surga yang tidak pantas kecuali untuk salah satu hamba Allah. Aku berharap akulah hamba itu. Siapa pun yang meminta al-waṣīlah untukku, maka ia berhak mendapatkan syafaatku."
Sahih HR. Muslim
"Siapa yang mengucapkan 'Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr' (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali maka dia seperti orang yang telah memerdekakan empat orang dari anak keturunan Ismail."
Sahih Muttafaq 'alaih
Rasulullah ﷺ berjalan di jalan Makkah lalu melewati sebuah gunung yang diberi nama Jumdān. Beliau bersabda, "Berjalanlah kalian. Ini adalah Gunung Jumdān. Al-Mufarridūn (orang-orang yang menyendiri dalam ibadah) telah mendahului." Para sahabat bertanya, "Siapakah al-mufarridūn itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah."
Sahih HR. Muslim