Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

73 dari 839 kartu

Hapus filter
Ada seorang laki-laki di masa Nabi ﷺ bernama Abdullah, dan ia diberi julukan ḥimār (keledai) dan biasa membuat Rasulullah ﷺ tertawa. Nabi ﷺ pernah mencambuknya karena ia minum khamar. Suatu hari ia dibawa ke hadapan beliau, lalu beliau memerintahkannya untuk dicambuk. Lantas seseorang di antara yang hadir berkata, "Ya Allah, laknatlah ia. Betapa sering iadihadirkan." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Jangan kalian melaknatnya. Demi Allah, yang aku ketahu adalah ia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Sahih HR. Bukhari
Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebajikan dan dosa. Beliau bersabda, "Kebajikan itu adalah akhlak baik. Sedangkan dosa adalah apa yang bergejolak di dalam dadamu dan engkau tidak suka ada orang lain yang melihat kamu melakukannya."
Sahih HR. Muslim
"Seorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti kaum muslimin lainnya, entah dengan lisan ataupun tangannya. Orang yang berhijrah itu adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
Sahih Muttafaq 'alaih
'Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang menyiksa orang lain di dunia.'"
Sahih HR. Muslim
"Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Sahih Muttafaq 'alaih
Seorang perempuan datang menemuiku bersama dua putrinya untuk meminta makanan. Tetapi ia tidak menemukan sesuatu padaku kecuali sebutir kurma. Maka aku memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membaginya di antara kedua putrinya. Kemudian ia bangun lalu pergi keluar bersama kedua putrinya. Lalu Nabi ﷺ masuk dan aku menceritakannya. Maka Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang mengurus urusan anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak tersebut akan menjadi pelindungnya dari neraka."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Tinggalkanlah buruk sangka, karena buruk sangka adalah sedusta-dusta percakapan. Janganlah memata-matai dan mencari-cari kesalahan. Jangan saling hasad, saling membelakangi dan saling benci. Tetapi, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."
Sahih Muttafaq 'alaih
Kami pernah sedang dalam suatu peperangan, lalu seorang Muhajirin memukul bokong seseorang dari Ansar. Merasa tersinggung, laki-laki Ansar itu memanggil kawannya dengan berkata, "Wahai orang-orang Ansar!" Laki-laki Muhajirin itu juga berkata, "Wahai orang-orang Muhajirin!" Lantas Allah memperdengarkan (kegaduhan mereka) kepada Rasul-Nya ﷺ. Beliau bertanya, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Seorang Muhajirin memukul bokong seorang Ansar. Sehingga laki-laki Ansar itu menyeru kawannya, 'Wahai orang-orang Ansar!' Laki-laki Muhajirin itu juga berkata, 'Wahai orang-orang Muhajirin!'" Maka Nabi ﷺ bersabda, "Tinggalkan perbuatan itu, karena sangat keji." Tatkala Nabi ﷺ baru datang (ke Madinah), jumlah kaum Ansar lebih banyak, namun kemudian kaum Muhajirin menjadi lebih banyak. Maka Abdullah bin Ubay berkata, "Mereka telah melakukannya? Demi Allah, kalau kita telah kembali ke Madinah, maka orang yang paling mulia akan mengusir yang hina." Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah, biarkan saya memukul leher si munafik itu." Nabi ﷺ bersabda, "Wahai Umar, biarkan dia. Jangan sampai orang-orang berkomentar bahwa Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya."
Sahih Muttafaq 'alaih