Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

73 dari 839 kartu

Hapus filter
"Sesungguhnya di antara ungkapan yang telah dikenal manusia dari ucapan para nabi terdahulu adalah: Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!"
Sahih HR. Bukhari
"Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak baik. Sungguh, Allah benar-benar membenci orang yang tutur katanya keji lagi kotor."
Sahih HR. Abu Daud dan Tirmizi
"Berilah kemudahan dan jangan mempersulit serta berilah berita gembira dan jangan membuat orang lari (dari agama)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia ‎berkata yang baik atau diam; siapa yang beriman kepada Allah ‎dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya; dan ‎siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia ‎memuliakan tamunya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Beliau bukan seorang yang keji dan suka berkata-kata keji. Beliau bukan orang yang suka berteriak di pasar, bukan pula yang membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, beliau suka memaafkan dan berlapang dada."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ, "Berilah aku wasiat." Beliau bersabda, "Janganlah engkau marah!" Orang itu mengulangi permintaannya berkali-kali, tetapi beliau tetap bersabda, "Janganlah engkau marah!"
Sahih HR. Bukhari
"Maukah kalian bila aku beritahukan tentang siapa orang terbaik dan siapa orang terburuk di antara kalian?" Mereka semua diam, hingga beliau mengulanginya sampai tiga kali. Lantas seorang laki-laki berkata, "Tentu, wahai Rasulullah. Beritahukanlah kepada kami siapa orang terbaik dan terburuk di antara kami." Beliau bersabda, "Orang terbaik di antara kalian ialah sosok yang dinantikan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari keburukannya. Sedangkan yang terburuk di antara kalian ialah sosok yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang lain tidak merasa aman dari keburukannya."
Sahih HR. Tirmizi