Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

74 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

Ibnu Az-Zubair biasa mengucapkan di penghujung setiap salat ketika usai salam, "Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, lā ilāha illallāh, wa lā na'budu illā iyyāhu, lahun-ni'matu wa lahul-faḍlu, wa lahuṡ-ṡanā`ul-hasan, lā ilāha illallāhu mukhliṣīna lahud-dīn wa lau karihal-kāfirūn (Tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan, kepunyaan-Nya semua pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali Dia. Bagi-Nya segala nikmat, milik-Nya seluruh karunia, dan kepunyaan-Nya pujian yang bagus. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dengan memurnikan agama untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai)." Ia mengatakan, "Rasulullah ﷺ bertahlil dengan kalimat-kalimat ini di akhir setiap salat."
Sahih HR. Muslim
"Bila muazin mengucapkan 'Allāhu akbar allāhu akbar', lalu salah seorang kalian menjawab, 'Allāhu Akbar allāhu akbar'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Asyhadu allā ilāha illallāh', dia menjawab, 'Asyhadu allā ilāha illallāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh', dia menjawab, 'Asyhadu anna muḥammadar-rasūlullāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Ḥayya 'alaṣ-ṣalāh', dia menjawab, 'Lā ḥaula walā quwwata illā billāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Ḥayya 'alal-falāḥ', dia menjawab, 'Lā ḥaula walā quwwata illā billāh'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Allāhu akbar allāhu akbar', dia menjawab, 'Allāhu akbar allāhu akbar'; kemudian bila muazin mengucapkan 'Lā ilāha illallāh', dia menjawab, 'Lā ilāha illallāh', semua itu dia ucapkan dari lubuk hatinya, niscaya ia akan masuk surga."
Sahih HR. Muslim
"Siapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, niscaya Allah menyediakan satu tempat peristirahatan untuknya di surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila salah seorang kalian masuk masjid, hendaklah ia salat dua rakaat sebelum duduk."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat Lā ilāha illallāh-Muḥammad rasūlullāh, menegakkan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan."
Sahih HR. Bukhari dan Muslim
"Jika engkau berkata kepada temanmu di hari Jumat, 'Diamlah', sementara imam sedang berkhotbah, sungguh engkau telah berbuat lagwu (dosa)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Janganlah salah seorang kalian salat hanya dengan satu helai kain, tidak ada sedikit pun yang menutupi kedua bahunya."
Sahih Muttafaq 'alaih
Nabi ﷺ biasanya, jika telah selesai mengerjakan salat Subuh, tetap duduk di tempat salatnya sampai matahari terbit bersinar". Dia berkata, "Beliau tidak langsung berdiri dari tempat salatnya yang digunakan untuk salat Subuh sampai matahari terbit. Apabila matahari telah terbit, barulah beliau bangkit. Para sahabat pun biasanya berbincang dan menyinggung masa jahiliah sehingga mereka tertawa, sementara beliau hanya tersenyum."
Sahih HR. Muslim