Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

46 dari 839 kartu

Hapus filter
"Apabila air telah mencapai dua kulah (tempayan besar), maka ia tidak mengandung najis."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Siapa yang membaca ayat Kursi di penghujung setiap salat wajib, maka tak ada penghalang antara dirinya dan masuk surga selain kematian."
Sahih HR. Nasai dalam Al-Kubrā
"Siapa yang membaca: Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'asmihī syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm (Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan secara tiba-tiba hingga memasuki waktu subuh. Siapa yang membacanya ketika pagi tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan yang tiba-tiba hingga memasuki waktu sore." Ternyata Abān bin Uṡmān ditimpa stroke sebelah, sehingga laki-laki yang mendengar hadis itu menatapnya, maka ia berkata, "Ada apa engkau menatapku? Demi Allah! Aku tidak pernah berdusta atas nama Uṡmān, tidak juga Uṡmān berdusta atas nama Nabi ﷺ. Akan tetapi, pada hari ketika aku ditimpa musibah itu, aku sedang marah lalu lupa membaca doa ini."
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang menemukan dalam dirinya -dia mengisyaratkan sesuatu-, dia lebih memilih menjadi abu daripada mengucapkannya." Maka beliau bersabda, "Allāhu akbar. Allāhu akbar. Seluruh pujian milik Allah yang telah menjadikan tipu daya setan sebatas bisikan."
Sahih HR. Abu Daud dan Nasai dalam Al-Kubrā
"Janganlah kalian mengatakan, ‘Atas kehendak Allah dan kehendak polan’, tapi katakanlah, ‘Atas kehendak Allah kemudian kehendak polan.'"
Sahih berdasarkan semua jalurnya HR. Abu Daud, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ahmad
'Sungguh, apabila manusia melihat orang yang berbuat kezaliman lalu mereka tidak berusaha mencegahnya, hampir pasti Allah akan menimpakan azab-Nya kepada mereka semua.'"
Sahih HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Pemisah antara kita dan mereka (kaum kafir) adalah salat. Siapa saja yang meninggalkannya berarti dia telah kafir."
Sahih HR. Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad
Suatu hari, Rasulullah ﷺ mengimami kami melaksanakan salat Subuh. Beliau lantas bertanya, "Apakah si polan hadir?" Para sahabat menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi, "Apakah si polan yang lain hadir?" Para sahabat menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Sungguh, kedua salat ini adalah salat yang paling berat bagi orang-orang munafik. Seandainya kalian mengetahui pahala yang ada pada keduanya, kalian pasti akan menghadirinya meskipun dengan merangkak dengan lutut. Sungguh, saf pertama seperti saf para malaikat. Seandainya kalian mengetahui keutamaannya, pasti kalian berlomba-lomba memperolehnya. Sesungguhnya salat seseorang bersama orang lain lebih baik dibanding salatnya seorang diri, salatnya bersama dua orang lebih baik dibanding salatnya bersama satu orang. Tiap kali semakin banyak, maka semakin dicintai oleh Allah Ta'ala."
Sahih HR. Abu Daud, Nasai, dan Ahmad