عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
839 Hadis
Ensiklopedia Hadis Nabi
Kategori
Derajat hadis
Diriwayatkan dalam
Perawi
Tampilkan semua perawi (109)
Suatu hari, Nabi ﷺ duduk di atas mimbar sedangkan kami duduk di sekitarnya. Beliau bersabda, "Sungguh, di antara yang aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku ialah perhiasan dan kenikmatan dunia yang dibukakan pada kalian." Lantas seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kebaikan dapat mendatangkan keburukan?" Akan tetapi, Nabi ﷺ diam, sehingga dikatakan pada orang itu, "Ada apa denganmu? Engkau berbicara kepada Nabi ﷺ, tetapi beliau tidak menjawabmu?" Lalu kami melihat wahyu turun kepada beliau. Kemudian beliau menyeka keringatnya seraya bertanya, "Mana yang bertanya?" Seakan beliau menyanjungnya. Beliau bersabda, "Kebaikan hakiki itu tidak akan mendatangkan keburukan. Tetapi, sebagian tumbuhan yang tumbuh di musim semi dapat mematikan atau mendekatinya kecuali hewan pemakan rumput yang hijau. Ia makan, kemudian ketika kedua pinggulnya melebar (perutnya penuh), ia menghadap ke matahari lalu buang kotoran, kencing dan merumput. Sungguh, harta itu hijau dan manis. Maka, sebaik-baik harta yang dimiliki seorang muslim adalah yang ia berikan sebagiannya kepada orang miskin, anak yatim dan Ibnu sabil -atau sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi ﷺ-. Sungguh, orang yang mengambil harta dengan cara yang tidak benar seperti orang yang makan tetapi tidak kenyang, kelak di hari Kiamat harta itu akan menjadi saksi yang memberatkannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan sejauh dua hari kecuali bersama dengan suaminya atau seorang mahram; tidak boleh berpuasa pada dua hari: Idulfitri dan Iduladha; tidak boleh salat setelah salat Subuh sampai matahari terbit dan setelah salat Asar sampai terbenam matahari; dan tidak boleh melakukan perjalan jauh (untuk tujuan ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidilharam, Masjidilaqsa, dan masjidku ini."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka." Mereka bertanya, "Kenapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu menaklukkan akal seorang laki-laki cerdas daripada kalian." Mereka bertanya, "Apa kekurangan agama dan akal kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukankah kesaksian seorang wanita separuh kesaksian seorang lelaki?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan akalnya. Lalu, bukankah ketika seorang wanita haid ia tidak salat dan tidak berpuasa?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan agamanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Jika salah seorang kalian melihat mimpi yang dia sukai, maka itu berasal dari Allah. Sebab itu, hendaklah dia memuji Allah dan menceritakannya. Tetapi, jika dia melihat mimpi selain itu yang dia tidak sukai, maka itu berasal dari setan. Sebab itu hendaklah dia memohon perlindungan (kepada Allah) dari keburukannya dan janganlah dia menceritakannya kepada siapa pun karena tidak akan membahayakannya."
Sahih HR. Bukhari
"Sesungguhnya Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- memanggil penghuni surga, 'Wahai penghuni surga!' Mereka menjawab, 'Kami menyambut panggilan-Mu, wahai Tuhan kami, demi keridaan-Mu.' Allah bertanya, 'Apakah kalian rida?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami! Bagaimana mungkin kami tidak rida, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu!' Allah berfirman, 'Aku akan berikan kepada kalian yang lebih utama dari itu?' Mereka bertanya, 'Wahai Tuhan kami! Apakah ada sesuatu yang lebih utama dari itu?' Allah berfirman, 'Aku turunkan keridaan-Ku pada kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelahnya selama-lamanya.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun."
Sahih Muttafaq 'alaih
Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengirimkan sebongkah emas yang belum dibersihkan dari tanah (masih bercampur) kepada Rasulullah ﷺ menggunakan kantung kulit yang sudah disamak. Lalu beliau membaginya di antara empat orang: 'Uyainah bin Badr, Aqra' bin Ḥābis, Zaid al-Khail, dan yang keempat adalah 'Alqamah atau 'Āmir bin Ṭufail. Melihat hal itu, salah seorang sahabat berkata, "Kami lebih berhak mendapatkan emas tersebut daripada orang-orang ini." Ucapan tersebut sampai kepada Rasulullah ﷺ, sehingga beliau bersabda, "Tidakkah kalian mempercayaiku, padahal aku adalah orang yang dipercaya oleh Tuhan yang di langit? Aku menerima kabar dari langit pagi dan sore hari." Lalu seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjenggot tebal, berkepala gundul dan mengangkat kain sarungnya berkata, "Ya Rasulullah! Bertakwalah kepada Allah." Rasulullah ﷺ bersabda, "Celaka kamu! Bukankah aku adalah orang yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?" Lantas orang itu beranjak pergi. Khalid bin Walid berkata, "Ya Rasulullah! Izinkan aku menebas lehernya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan, karena bisa jadi ia mengerjakan salat." Khalid berkata, "Betapa banyak orang yang salat akan tetapi perkataan lisannya tidak sesuai dengan hatinya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati manusia atau mengorek isi perutnya." Kemudian beliau ﷺ memandangi orang itu ketika ia pergi, lalu bersabda, "Sesungguhnya dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan indah, tetapi bacaannya tidak melewati tenggorokannya, mereka keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busur." Aku kira beliau ﷺ juga bersabda, "Seandainya aku bertemu dengan mereka niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana bangsa Ṡamūd dibinasakan."
Sahih Muttafaq 'alaih