Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

6 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Wahyu diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau berusia 40 tahun, dan beliau tinggal di Makkah selama 13 tahun. Lalu beliau diperintahkan berhijrah. Beliau pun berhijrah ke Madinah dan tinggal di sana selama 10 tahun, kemudian beliau ﷺ wafat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada satu nabi pun sebelumku. Aku diberi kemenangan dengan rasa gentar musuh sejauh perjalanan satu bulan. Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan alat bersuci; maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu salat, hendaknya ia melaksanakan salat. Dihalalkan untukku harta rampasan perang, sementara hal itu tidak dihalalkan untuk siapa pun sebelumku. Aku juga diberi syafaat. Juga, biasanya nabi itu diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia."
Sahih Muttafaq 'alaih
“Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat manusia, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.”
Sahih HR. Muslim
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sudah sangat dekat waktunya Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil, lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi, dan menggugurkan jizyah, serta harta akan melimpah ruah hingga tidak ada seorang pun mau menerimanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Tidak ada seorang nabi pun kecuali akan diberi mukjizat yang dapat membuat manusia beriman. Sungguh, mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku. Aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Ketika kami sedang duduk bersama Nabi ﷺ di masjid, datang seorang laki-laki dengan mengendarai unta lalu menderumkannya di masjid, kemudian mengikatnya lantas ia berkata, "Siapa di antara kalian yang bernama Muhammad?" Saat itu Nabi ﷺ duduk bersandar di tengah para sahabat. Kami berkata, "Ini, laki-laki putih yang bersandar." Laki-laki itu berkata, "Wahai anak Abdul Muṭṭalib!" Nabi ﷺ bersabda, "Silakan, aku mendengarmu." Laki-laki itu berkata kepada Nabi ﷺ, "Sungguh aku akan bertanya kepadamu, suatu pertanyaan yang terasa berat bagimu, maka janganlah kaumarah kepadaku." Nabi ﷺ bersabda, "Bertanyalah semaumu." Laki-laki itu berkata, "Aku bertanya dengan menyebut Tuhanmu yang juga merupakan Tuhan orang-orang sebelummu, apakah Allah mengutusmu kepada semua manusia?" Nabi ﷺ bersabda, "Demi Allah, iya." Laki-laki itu kembali bertanya, "Aku bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu agar kami menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam?" Beliau menjawab, "Demi Allah, iya." Laki-laki itu kembali bertanya, "Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu agar kami berpuasa satu bulan penuh dalam setahun?" Beliau menjawab, "Demi Allah, iya." Laki-laki itu kembali bertanya, "Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu untuk mengambil zakat dari orang-orang yang kaya di antara kami lalu memberikannya kepada orang-orang miskin di antara kami?", Nabi ﷺ berkata, "Demi Allah, iya." Laki-laki itu berkata, "Aku beriman kepada apa yang kaubawa, aku adalah utusan dari kaumku. Aku adalah Ḍimām bin Ṡa'labah dari Bani Sa'ad bin Bakar."
Sahih Muttafaq 'alaih