Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

6 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

“Salat seorang laki-laki secara berjemaah lebih banyak pahalanya daripada salat sendirian di pasar atau di rumahnya, dengan selisih dua puluh sekian derajat. Hal ini, ketika seseorang berwudu secara sempurna kemudian pergi ke masjid tidak lain karena dorongan salat; tidak ada niat lain kecuali salat. Tidaklah ia melangkah satu langkah kecuali dengan langkah itu diangkat untuknya satu derajat dan dihapuskan satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila ia telah masuk ke dalam masjid, ia dianggap mengerjakan salat selama ia menunggu salat dilaksanakan. Para malaikat mendoakan salah seorang kalian selama diam di tempat salatnya, mereka berdoa, 'Ya Allah! Rahmatilah dia. Ya Allah! Ampunilah dosa-dosanya. Ya Allah! Terimalah tobatnya', selama ia tidak mengganggu orang lain dan tidak berhadas di masjid.”
Sahih Muttafaq 'alaih
Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang menuntunku pergi ke masjid." Lantas ia meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memberinya keringanan mengerjakan salat di rumah, sehingga beliau memberinya keringanan. Namun, ketika orang tersebut beranjak pergi, beliau memanggilnya kembali kemudian bertanya, "Apakah engkau mendengar seruan azan?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Maka, penuhilah!"
Sahih HR. Muslim
"Pahala salat berjemaah melebihi salat kalian sendirian 25 kali lipat.Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat Subuh." Kemudian Abu Hurairah berkata: Bacalah jika kalian mau: "Sungguh, salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat." (QS. Al-Isrā`: 78)
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, niscaya Allah menyediakan satu tempat peristirahatan untuknya di surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila ikamah telah dikumandangkan, maka tidak boleh ada salat lain kecuali salat fardu."
Sahih HR. Muslim
"Sebaik-baik saf laki-laki adalah yang pertama, dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik saf wanita adalah yang terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah yang pertama."
Sahih HR. Muslim