عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
839 Hadis
Ensiklopedia Hadis Nabi
Kategori
Derajat hadis
Diriwayatkan dalam
Perawi
"Wahyu diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau berusia 40 tahun, dan beliau tinggal di Makkah selama 13 tahun. Lalu beliau diperintahkan berhijrah. Beliau pun berhijrah ke Madinah dan tinggal di sana selama 10 tahun, kemudian beliau ﷺ wafat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Aku belum pernah melihat orang berambut panjang sampai ke bahu dan mengenakan setelan pakaian berwarna merah yang lebih tampan dari Rasulullah ﷺ. Rambut beliau menyentuh kedua bahu, antara kedua bahunya lebar, serta memiliki postur tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek."
Sahih Muttafaq 'alaih
Wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ ialah berupa mimpi yang benar dalam tidurnya. Tidaklah beliau melihat suatu mimpi kecuali ia terwujud secara nyata seperti cahaya subuh. Kemudian beliau dihinggapi rasa senang berkhalwat. Beliau berkhalwat di gua Hira dan melakukan taḥannuṡ -yaitu beribadah- sekian hari sebelum pulang ke keluarganya dan mengambil bekal untuk itu.
Kemudian beliau pulang lagi ke Khadijah untuk mengambil bekal baru untuk jumlah hari yang sama, hingga wahyu datang kepadanya saat berada di gua Hira.
Lalu malaikat (Jibril) datang kepadanya dan berkata, "Bacalah." Beliau menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Beliau bercerita: Lantas Jibril menarikku dan mendekapku sampai aku sangat kelelahan. Kemudian ia melepaskanku seraya berkata, "Bacalah." Aku menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Maka ia menarikku dan kembali mendekapku untuk yang kedua kalinya sampai aku sangat kelelahan. Kemudian ia melepaskanku seraya berkata, "Bacalah." Aku menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Maka ia menarikku dan mendekapku untuk ketiga kalinya. Kemudian ia melepaskanku seraya membaca (artinya), "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Mahamulia." (QS. Al-'Alaq: 1-3)
Rasulullah ﷺ lalu pulang membawa ayat-ayat tersebut sementara hatinya berdebar. Beliau masuk menemui Khadijah binti Khuwailid -raḍiyallāhu 'anhā- seraya berkata, "Selimutilah aku. Selimutilah aku." Lantas mereka menyelimutinya hingga rasa takutnya hilang. Beliau berkata kepada Khadijah seraya menceritakan berita tersebut, "Aku mengkhawatirkan diriku." Khadijah berkata, "Tidak, sama sekali. Demi Allah! Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena engkau benar-benar menyambung silaturahmi, membantu orang lemah, menanggung orang yang tidak mendapatkan penolong, menjamu tamu, dan membantu orang-orang yang ditimpa keburukan dalam kebenaran. Lantas Khadijah membawa beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdil-'Uzzā, sepupu Khadijah. Dia masuk agama Nasrani di masa jahiliah dan bisa baca tulis bahasa Ibrani. Dia telah menulis Injil dengan bahasa Ibrani cukup banyak. Dia seorang yang sudah tua dan buta. Khadijah berkata, "Wahai sepupuku. Dengarkanlah keponakanmu." Waraqah berkata, "Keponakanku, apa yang engkau lihat?" Lantas Rasulullah ﷺ menceritakan semua yang dilihatnya. Waraqah berkata, "Ini adalah Nāmūs yang telah Allah turunkan kepada Musa. Duhai, andai waktu itu aku masih muda. Andainya aku masih hidup saat kamu diusir oleh kaummu." Rasulullah ﷺ berkata, "Apakah mereka akan mengusirku?" Dia menjawab, "Ya. Belum pernah sama sekali ada seseorang datang membawa seperti yang kamu bawa kecuali ia dimusuhi. Jikalau aku mendapatkan masamu, aku akan membelamu dengan pembelaan yang tinggi." Kemudian tidak lama setelah itu Waraqah meninggal dunia dan wahyu terhenti.
Sahih Muttafaq 'alaih
"Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku pun melihat ke atas, ternyata ada malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira sedang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa ketakutan, sehingga aku segera pulang dan berkata, 'Selimutilah aku.' Lalu Allah Ta'ala menurunkan, 'Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!' [QS. Al-Mudaṡṡir: 1-2] sampai firman-Nya, 'Dan jauhilah segala (perbuatan) yang keji.' [QS. Al-Muddaṡṡir: 5]. Maka wahyu pun tetap terjaga dan selalu turun."
Sahih Muttafaq 'alaih
Nabi ﷺ biasanya, jika telah selesai mengerjakan salat Subuh, tetap duduk di tempat salatnya sampai matahari terbit bersinar". Dia berkata, "Beliau tidak langsung berdiri dari tempat salatnya yang digunakan untuk salat Subuh sampai matahari terbit. Apabila matahari telah terbit, barulah beliau bangkit. Para sahabat pun biasanya berbincang dan menyinggung masa jahiliah sehingga mereka tertawa, sementara beliau hanya tersenyum."
Sahih HR. Muslim
"Ya Allah, aku ini hanya manusia biasa, maka muslim mana saja yang pernah aku cela, laknat, atau aku cambuk, jadikanlah hal itu sebagai penyuci dan rahmat baginya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Wahai Ummul Mukminin, sampaikan kepadaku tentang akhlak Rasulullah ﷺ!" Aisyah berkata, "Bukankah engkau membaca Al-Qur`an?" Aku menjawab, "Ya." Aisyah berkata, "Akhlak Nabi ﷺ ialah Al-Qur`an."
Sahih HR. Muslim dalam rangkaian hadis yang panjang
"Sejak tiba di Madinah, keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah kenyang dengan makanan gandum selama tiga malam berturut-turut hingga beliau diwafatkan."
Sahih Muttafaq 'alaih