Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

6 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

Ada seorang laki-laki yang aku tidak tahu ada orang lain yang lebih jauh (rumahnya) dari masjid daripada dirinya, namun ia tidak pernah tertinggal satu salat sekalipun. Ada yang berkata -atau aku berkata- kepadanya, "Seandainya kamu membeli keledai yang dapat kamu kendarai pada waktu gelap dan pada waktu panas." Ia menjawab, "Aku tidak senang bila rumahku dekat dengan masjid. Sungguh aku menginginkan agar perjalananku menuju masjid dan ketika pulang ke rumahku, itu selalu dicatat untukku." Rasulullah ﷺ bersabda padanya, "Allah telah mengumpulkan semua itu bagimu."
Sahih HR. Muslim
"Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar maka (amal ibadah yang ia tinggalkan) akan dicatat baginya seperti yang biasa ia lakukan ketika dalam keadaan mukim dan sehat."
Sahih HR. Bukhari
"Setiap persendian manusia wajib mengeluarkan satu sedekah setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang yang sedang berselisih secara adil adalah sedekah, menolong seseorang pada kendaraannya dengan menaikkannya ke kendaraan atau membantu mengangkat barangnya ke atas kendaraannya itu adalah sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk melaksanakan salat adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang (yang sedang berselisih) merupakan sedekah, menolong seseorang pada kendaraannya, yaitu menaikkannya ke atas kendaraan atau membantunya mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya itu sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk melaksanakan salat adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah."
Sahih HR. Bukhari dan Muslim
Rasulullah ﷺ berpidato di hadapan manusia ketika penaklukan Makkah, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kebanggaan jahiliah dan kesombongan mereka dengan nenek moyang. Manusia terbagi dua; orang yang baik, bertakwa dan mulia di hadapan Allah, dan orang fajir, sengsara dan hina di hadapan Allah. Manusia adalah anak cucu Adam, dan Allah menciptakan Adam dari tanah. Allah berfirman, 'Hai manusia! Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [QS. Al-Ḥujurāt: 13]
Sahih HR. Tirmizi dan Ibnu Hibban
"Sesungguhnya agama ini mudah. Tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan agama melainkan dia akan kalah. Sebab itu, hendaklah kalian melakukan yang seharusnya atau berusahalah mendekati, serta bergembiralah. Manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan sebagian malam hari (untuk melakukan ketaatan)."
Sahih HR. Bukhari