Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

14 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Agama itu nasihat (ketulusan)." Kami bertanya, "Kepada siapa?" Nabi menjawab, "Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan semua kaum muslimin pada umumnya."
Sahih HR. Muslim
"Agama itu nasihat (ketulusan)." Kami bertanya, "Kepada siapa?" Nabi menjawab, "Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan semua kaum muslimin pada umumnya."
Sahih HR. Muslim
"Tidaklah seorang hamba dibebani amanah untuk memimpin rakyat lalu dia meninggal dalam keadaan berkhianat ‎kepada rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga baginya.‎"
Sahih Muttafaq 'alaih
Nabi ﷺ mengutus sekompi pasukan dan mengangkat seorang lelaki Ansar sebagai komandan mereka, dan beliau menyuruh mereka agar taat kepadanya. Komandan tersebut marah, lantas ia bertanya kepada mereka, "Bukankah Nabi ﷺ telah memerintahkan kalian supaya taat kepadaku?" Mereka menjawab, "Ya, tentu." Kemudian dia berkata, "Kumpulkan kayu bakar." Mereka pun mengumpulkannya. Lalu ia berkata, "Nyalakan kayunya dengan api." Mereka pun mematuhinya. Kemudian ia berkata, "Masuklah kalian ke dalamnya." Mereka hampir saja masuk, tetapi mereka saling berpegangan, seraya berkata, "Kita melarikan diri menuju Nabi ﷺ adalah untuk menghindar dari api." Mereka masih menahan diri sampai akhirnya api pun padam dan kemarahan komandam reda. Peristiwa tersebut terdengar oleh Nabi ﷺ, lantas beliau bersabda, "Jika mereka memasukinya, niscaya mereka tidak akan keluar sampai hari kiamat. Ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf (benar)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Akan ada (penguasa) yang mementingkan diri sendiri serta perkara-perkara yang kalian ingkari." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Apa yang engkau perintahkan kepada kami?" Beliau menjawab, "Tunaikanlah hak yang menjadi kewajiban kalian dan mohonlah kepada Allah apa yang menjadi hak kalian."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang keluar dari ketaatan (kepada pemimpin) dan meninggalkan jemaah kaum muslimin lalu meninggal dunia, maka ia meninggal dengan kematian jahiliah. Siapa yang berperang di bawah panji buta; marah karena fanatisme golongan, menyeru kepada fanatisme golongan atau menolong demi fanatisme golongan lalu terbunuh, maka ia terbunuh dengan kematian jahiliah. Siapa yang memberontak kepada umatku; membunuh orang yang baik dan yang fajir, tidak menghindari orang yang beriman dan tidak memenuhi janji dengan orang yang memiliki ikatan janji, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya."
Sahih HR. Muslim