Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

20 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka." Mereka bertanya, "Kenapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu menaklukkan akal seorang laki-laki cerdas daripada kalian." Mereka bertanya, "Apa kekurangan agama dan akal kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukankah kesaksian seorang wanita separuh kesaksian seorang lelaki?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan akalnya. Lalu, bukankah ketika seorang wanita haid ia tidak salat dan tidak berpuasa?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan agamanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang diberikan dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka lalu otaknya mendidih akibat keduanya sebagaimana kuali yang mendidih. Dia tidak mengira ada orang yang lebih berat lagi siksanya, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Api kalian itu merupakan satu dari 70 bagian api Jahanam." Ada yang berkomentar, "Wahai Rasulullah! Sungguh itu sudah cukup panas." Beliau bersabda, "Sesungguhnya neraka Jahanam dilebihkan atas api di dunia sebesar enam puluh sembilan bagian, semuanya sama dalam derajat panasnya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- memanggil penghuni surga, 'Wahai penghuni surga!' Mereka menjawab, 'Kami menyambut panggilan-Mu, wahai Tuhan kami, demi keridaan-Mu.' Allah bertanya, 'Apakah kalian rida?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami! Bagaimana mungkin kami tidak rida, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu!' Allah berfirman, 'Aku akan berikan kepada kalian yang lebih utama dari itu?' Mereka bertanya, 'Wahai Tuhan kami! Apakah ada sesuatu yang lebih utama dari itu?' Allah berfirman, 'Aku turunkan keridaan-Ku pada kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelahnya selama-lamanya.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak berludah, dan tidak beringus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka adalah kesturi, tungku bukhūr (dupa) mereka dari uluwwah -yaitu kayu wewangian-, pasangan mereka adalah bidadari. Fisik mereka sama, yaitu seperti rupa ayah mereka Adam yang tingginya enam puluh hasta."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sungguh, seorang mukmin di surga akan diberikan kemah dari satu ‎mutiara yang berongga, tingginya 60 mil. Di dalam kemah itu seorang mukmin diberikan istri-istri. Orang mukmin tersebut ‎berkeliling menyinggahi mereka, namun mereka tidak saling lihat ‎satu sama lain.”‎
Sahih Muttafaq 'alaih
"Kematian didatangkan dalam rupa seekor domba jantan yang berbulu putih bercampur hitam. Lantas seorang penyeru memanggil, 'Wahai penduduk surga.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Penyeru itu berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Kemudian dia memanggil lagi, 'Wahai penduduk neraka.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Dia berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Lantas domba itu disembelih. Kemudian dia berkata, 'Wahai penduduk surga, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian.'" Kemudian Nabi membaca, "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian." (QS. Maryam: 39). -Mereka itu dalam kelalaian, yaitu penduduk dunia- "dan mereka tidak beriman." (QS. Maryam: 39)".
Sahih Muttafaq 'alaih
"Seorang penyeru akan mengatakan, 'Bagi kalian sehat selalu; kalian tidak akan sakit selamanya. Bagi kalian hidup selalu; kalian tidak akan mati selamanya. Bagi kalian muda selalu; kalian tidak akan tua selamanya. Bagi kalian senang selalu; kalian tidak akan menderita selamanya.'" Itulah makna firman Allah ﷻ: "Diserukan kepada mereka, 'Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang telah kamu kerjakan.'" (QS. Al-A'rāf: 43)
Sahih HR. Muslim