Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

12 dari 839 kartu

Hapus filter
Suatu hari, Nabi ﷺ duduk di atas mimbar sedangkan kami duduk di sekitarnya. Beliau bersabda, "Sungguh, di antara yang aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku ialah perhiasan dan kenikmatan dunia yang dibukakan pada kalian." Lantas seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kebaikan dapat mendatangkan keburukan?" Akan tetapi, Nabi ﷺ diam, sehingga dikatakan pada orang itu, "Ada apa denganmu? Engkau berbicara kepada Nabi ﷺ, tetapi beliau tidak menjawabmu?" Lalu kami melihat wahyu turun kepada beliau. Kemudian beliau menyeka keringatnya seraya bertanya, "Mana yang bertanya?" Seakan beliau menyanjungnya. Beliau bersabda, "Kebaikan hakiki itu tidak akan mendatangkan keburukan. Tetapi, sebagian tumbuhan yang tumbuh di musim semi dapat mematikan atau mendekatinya kecuali hewan pemakan rumput yang hijau. Ia makan, kemudian ketika kedua pinggulnya melebar (perutnya penuh), ia menghadap ke matahari lalu buang kotoran, kencing dan merumput. Sungguh, harta itu hijau dan manis. Maka, sebaik-baik harta yang dimiliki seorang muslim adalah yang ia berikan sebagiannya kepada orang miskin, anak yatim dan Ibnu sabil -atau sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi ﷺ-. Sungguh, orang yang mengambil harta dengan cara yang tidak benar seperti orang yang makan tetapi tidak kenyang, kelak di hari Kiamat harta itu akan menjadi saksi yang memberatkannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Hati orang yang sudah tua akan selalu muda pada dua perkara: cinta dunia dan panjang angan-angan."
Sahih HR. Bukhari
"Seandainya manusia memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan mengejar yang ketiga. Padahal (pada akhirnya) perutnya tidak akan terisi oleh selain tanah, dan Allah menerima tobat mereka yang bertobat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Bukankah kalian berada dalam limpahan makanan dan minuman apa saja sesuka kalian? Sungguh, aku pernah melihat Nabi kalian ﷺ tidak menemukan kurma jelek sekali pun untuk mengganjal perutnya."
Sahih HR. Muslim
Allāhumma lā ‘aisya illā ‘aisyul-ākhirah, fa-gfir lil-anṣāri wa al-muhājirah Artinya: "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat. Sebab itu, ampunilah kaum Ansar dan Muhajirin."
Sahih Muttafaq 'alaih
Aku pernah meminta kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau memberiku. Aku minta lagi, beliau pun memberiku. Selanjutnya beliau bersabda, "Wahai Ḥakīm, sesungguhnya harta itu sesuatu yang hijau dan manis. Siapa mengambilnya dengan jiwa dermawan, ia akan diberi keberkahan padanya. Sebaliknya, siapa yang mengambilnya dengan jiwa tamak, niscaya ia tidak akan diberi keberkahan padanya. Ia seperti orang yang makan tetapi tidak kenyang. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." Ḥakīm berkata, "Wahai Rasulullah, demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan minta apa pun kepada seseorang lagi setelahmu sampai aku berpisah dengan dunia." Lalu Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- mengundang Ḥakīm untuk memberinya pemberian, tapi Ḥakīm menolak untuk menerima pemberian apa pun darinya. Kemudian Umar -raḍiyallāhu 'anhu- juga mengundangnya untuk memberinya pemberian, tapi ia juga enggan menerimanya. Lantas Umar berkata, "Wahai kaum Muslimin, aku telah menawarinya hak yang telah Allah bagikan kepadanya dari harta fai, namun ia menolak untuk mengambil haknya." Ḥakīm memang tidak pernah meminta kepada siapa pun setelah Nabi ﷺ hingga ia meninggal dunia.
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan dianugerahi rezeki yang cukup, serta Allah menjadikannya kanaah pada anugerah yang Dia berikan."
Sahih HR. Muslim
"Aku tidak memiliki ketertarikan sedikit pun kepada dunia. Tidaklah aku di dunia ini kecuali seperti seorang musafir yang berteduh di bawah sebuah pohon kemudian dia melanjutkan perjalanan dan meninggalkan pohon itu."
Sahih HR. Tirmizi dan Ibnu Majah