Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

17 dari 839 kartu

Hapus filter
Allāhumma innī a'ūżu bika minal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wal-harami, wa 'ażābil-qabri. Allāhumma āti nafsī taqwāhā, wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa maulāhā. Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ilmin lā yanfa' wa min qalbin lā yakhsya' wa min nafsin lā tasyba' wa min da'watin lā yustajābu lahā. Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari sifat takut dan bakhil, serta pikun dan azab kubur. Ya Allah, berilah jiwaku ketakwaan serta sucikanlah ia, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan penolongnya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak bisa puas, dan doa yang tidak terkabul."
Sahih HR. Muslim
Rasulullah ﷺ biasa banyak berdoa, "Yā muqallibal-qulūb ṡabbit qalbī 'alā dīnika (Wahai Tuhan yang membolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu)." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah! Kami beriman kepadamu dan pada apa yang engkau bawa; apakah engkau mengkhawatirkan kami?" Beliau menjawab, "Ya. Sungguh, hati itu terletak di antara dua jari dari jemari Allah. Dia membolakbaliknya sebagaimana yang Dia kehendaki."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari jeratan hutang, kemenangan lawan, dan kegembiraan musuh."
Sahih HR. Nasai dan Ahmad
Aku berkata, "Wahai Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku sesuatu yang akan aku minta kepada Allah ﷻ." Beliau menjawab, "Mintalah kepada Allah keafiatan." Aku lantas diam beberapa hari, kemudian menemui beliau lagi dan berkata, "Wahai Rasulullah! Ajarkanlah aku sesuatu yang aku minta kepada Allah." Beliau berkata kepadaku, "Wahai ‘Abbās, wahai paman Rasulullah! Mintalah kepada Allah keafiatan di dunia dan akhirat."
Sahih li gairihi HR. Tirmizi dan Ahmad
"Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)."
Sahih Muttafaq 'alaih
Seorang Arab badui datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Ajarkanlah kepadaku satu perkataan yang akan (selalu) aku ucapkan." Beliau bersabda, "Ucapkanlah, Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīkalah, allāhu akbar kabīra, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīra, subḥānallāhi Rabbil-'ālamīn, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhi al-'azīzil-ḥakīm (Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Mahabesar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji yang banyak milik Allah, Mahasuci Allah Tuhan alam semesta, tidak ada daya serta kekuatan melainkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana)." Ia berkata, "Itu semua untuk Tuhanku. Lantas apa untukku?" Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Allāhummagfirlī warḥamnī wahdinī warzuqnī (Ya Allah! Ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki)'."
Sahih HR. Muslim
"Berdoalah (dengan mengucapkan), 'Ya Allah! Tunjukilah aku dan berilah aku ketepatan dalam bertindak.' Ingatlah tentang petunjuk itu seperti engkau mengikuti jalan dan tentang ketepatan seperti tepatnya anak panah."
Sahih HR. Muslim
"Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan."
Sahih HR. Muslim