Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

10 dari 839 kartu

Hapus filter

Derajat hadis

"Ya Allah! Hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dan dengan-Mu aku melawan. Ya Allah! Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau, janganlah Engkau menyesatkanku. Engkau Yang Mahahidup yang tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati."
Sahih Muttafaq 'alaih. Ini adalah redaksi Muslim, sedangkan Bukhari meriwayatkannya secara ringkas.
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, siksa-Mu yang tiba-tiba, dan semua murka-Mu."
Sahih HR. Muslim
"Doa yang paling sering diucapkan Nabi ﷺ adalah 'allāhumma rabbanā ātinā fid dun-yā ḥasanah wa fil ākhirati ḥasanah wa qinā ażābbannār.' (Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka)'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya hati manusia seluruhnya ada di antara dua jari-jari Allah Yang Maha Pengasih seperti satu hati. Dia membolak-baliknya ke mana Dia kehendaki." Selanjutnya Rasulullah ﷺ berdoa, "Allāhumma muṣarrifal-qulūb, ṣarrif qulūbanā 'alā ṭā'atika (Ya Allah, Tuhan yang membolak-balik hati! Palingkanlah hati kami pada ketaatan kepada-Mu)."
Sahih HR. Muslim
Allāhumma innī a'ūżu bika minal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wal-harami, wa 'ażābil-qabri. Allāhumma āti nafsī taqwāhā, wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa maulāhā. Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ilmin lā yanfa' wa min qalbin lā yakhsya' wa min nafsin lā tasyba' wa min da'watin lā yustajābu lahā. Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari sifat takut dan bakhil, serta pikun dan azab kubur. Ya Allah, berilah jiwaku ketakwaan serta sucikanlah ia, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan penolongnya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak bisa puas, dan doa yang tidak terkabul."
Sahih HR. Muslim
"Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)."
Sahih Muttafaq 'alaih
Seorang Arab badui datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Ajarkanlah kepadaku satu perkataan yang akan (selalu) aku ucapkan." Beliau bersabda, "Ucapkanlah, Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīkalah, allāhu akbar kabīra, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīra, subḥānallāhi Rabbil-'ālamīn, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhi al-'azīzil-ḥakīm (Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Mahabesar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji yang banyak milik Allah, Mahasuci Allah Tuhan alam semesta, tidak ada daya serta kekuatan melainkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana)." Ia berkata, "Itu semua untuk Tuhanku. Lantas apa untukku?" Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Allāhummagfirlī warḥamnī wahdinī warzuqnī (Ya Allah! Ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki)'."
Sahih HR. Muslim
"Berdoalah (dengan mengucapkan), 'Ya Allah! Tunjukilah aku dan berilah aku ketepatan dalam bertindak.' Ingatlah tentang petunjuk itu seperti engkau mengikuti jalan dan tentang ketepatan seperti tepatnya anak panah."
Sahih HR. Muslim