Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

138 dari 839 kartu

Hapus filter

Perawi

Tampilkan semua perawi (59)
عبد الله بن عمرو3 ‌ابن عباس2 أبو موسى2 أبو الدرداء1 أبو الهياج الأسدي قال1 أبو بشير الأنصاري1 أبو طلحة1 أبو عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب1 أبو عبد الله جابر بن عبد الله الأنصاري1 أبو عمرو- وقيل1 أبو مرثد الغنوي1 أبو هريرة عبد الرحمن بن صخر1 ‌أبي هريرة1 أسماء بنت أبي بكر1 البراء1 البراء بن عازب1 المغيرة بن شعبة1 المقداد بن الأسود1 المقداد بن عمرو الكندي1 النعمان بن بشير1 أم الدرداء و أبي الدرداء1 أم المؤمنين أم عبد الله عائشة1 أم سلمة أم المؤمنين1 ‌أنس بن مالك1 جرير بن عبد الله1 جندب1 حارثة بن وهب الخزاعي1 حكيم بن حزام1 رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال1 زيد بن خالد الجهني1 زينب بنت جحش1 سفيان بن عبد الله الثقفي1 صفوان بن محرز قال1 طارق بن أشيم الأشجعي1 طاوس أنه قال1 طلحة بن عبيد الله1 عائشة وعبد الله بن عباس1 عبادة1 عبد الرحمن بن سمرة1 ‌عبد الله بن عمرو بن العاص1 عبد الله بن مسعود قال1 عثمان بن أبي العاص1 عدي بن حاتم1 علي1 عمر1 عمران بن حصين1 ‌قتادة رحمه الله قال1 معاذ بن جبل1 معاوية1
Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik, dan siapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari keempat sifat itu, maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika berbicara ia berdusta, bila berjanji ia melanggarnya, jika berselisih akan semena-mena, dan bila mengadakan perjanjian ia melanggarnya."
Sahih HR. Bukhari dan Muslim
"Akan muncul di akhir zaman sekelompok orang yang berusia muda dan memiliki pikiran dangkal. Mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia, tetapi mereka melesat keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busur. Iman mereka tidak melebihi tenggorokan. Di mana pun kalian bertemu mereka, bunuhlah mereka. Membunuh mereka adalah pahala bagi orang yang membunuh mereka nanti di hari Kiamat."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah terjadi jika seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan Allah kepadanya."
Sahih Muttafaq 'alaih
Sejumlah orang dari kalangan sahabat Nabi ﷺ datang, lalu bertanya kepada beliau, "Sungguh kami mendapatkan dalam diri kami sesuatu yang berat kami ucapkan." Beliau bertanya, "Apakah kalian benar-benar telah mendapatkannya?" Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Yang demikian itu adalah wujud konkret dari iman."
Sahih HR. Muslim
"Sungguh aku berada di telaga agar dapat melihat siapa yang datang kepadaku di antara kalian. Akan tetapi, ada sejumlah orang yang dijauhkan dariku, sehingga aku mengatakan, 'Ya Tuhanku, mereka itu termasuk golonganku, termasuk umatku.' Maka dikatakan, 'Apakah engkau mengetahui apa yang mereka lakukan sepeninggalmu. Demi Allah, mereka terus-menerus berbalik ke belakang.'"
Sahih Muttafaq 'alaih
"Setan datang kepada salah seorang dari kalian dan bertanya, 'Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan ini?' Sampai dia bertanya, 'Siapa yang menciptakan Tuhanmu?' Jika dia telah sampai ke sana, hendaklah dia berlindung kepada Allah dan tidak meneruskannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amalan yang paling engkau harapkan pahalanya yang engkau kerjakan dalam Islam. Sungguhnya aku mendengar suara langkah sandalmu di hadapanku dalam surga." Bilal berkata, "Tidaklah ada amalan yang aku kerjakan yang lebih aku harapkan kecuali setiap aku berwudu di suatu waktu, entah ketika malam ataupun siang, melainkan dengan wudu tersebut aku mengerjakan salat sejumlah yang Allah kehendaki bagiku untuk mengerjakannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
Ia pernah berkata kepada Aṭā’ bin Abi Rabāḥ, “Maukah engkau kutunjukkan seorang wanita yang termasuk penghuni surga?” Aṭā’ menjawab, “Iya.” Ibnu 'Abbās berkata, “Wanita berkulit hitam ini. Ia pernah datang kepada Nabi ﷺ dan mengadu, ‘Sesungguhnya aku menderita penyakit ayan. Saat kambuh, auratku terbuka. Mohonkanlah kepada Allah agar aku disembuhkan.’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika engkau mau, bersabarlah niscaya engkau akan mendapat surga. Namun jika engkau tetap ingin didoakan, aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.’ Wanita itu menjawab, ‘Aku akan bersabar.’ Namun ia menambahkan, ‘Hanya saja, auratku terbuka saat penyakitku kambuh. Mohonkanlah kepada Allah agar auratku tidak terbuka.’ Lalu Rasulullah pun mendoakannya.”
Sahih Muttafaq 'alaih