Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

14 dari 839 kartu

Hapus filter
"Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan dari umatku akibat keliru, lupa, serta karena dipaksa."
An-Nawawi berkata, "Hadis ḥasan." HR. Ibnu Majah, Baihaqi dan lainnya
"Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan seorang laki-laki dari umatku di hadapan seluruh makhluk kelak hari kiamat, lalu Allah menebarkan 99 buku catatan, setiap catatan sejauh mata memandang, kemudian Allah bertanya, 'Adakah yang engkau ingkari sedikit pun? Apakah malaikat-malaikat-Ku yang bertugas mencatat dan menjaga telah menzalimimu?' Dia menjawab, 'Tidak, wahai Tuhanku.' Allah bertanya lagi, 'Apakah engkau memiliki uzur?' Dia menjawab, 'Tidak, wahai Tuhanku.' Allah berfirman, 'Sebaliknya, di sisi Kami engkau memiliki satu kebaikan. Sungguh, tidak ada kezaliman atasmu hari ini.' Maka dikeluarkanlah satu kartu berisikan "asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluh". Allah berfiman, 'Hadirkanlah timbanganmu.' Dia berkata, 'Wahai Tuhanku, apalah arti kartu itu bersama catatan-catatan tersebut.' Allah berfirman, 'Engkau tidak akan dizalimi.' Lantas catatan-catatan itu diletakkan di satu sisi timbangan dan kartu itu di sisi timbangan lainnya. Ternyata catatan-catatan tersebut naik dan kartu itu yang berat. Tidak ada sesuatu yang lebih berat dari nama Allah."
Sahih HR. Tirmizi dan Ibnu Majah
Ketika turun ayat, "Kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (di dunia itu)" [QS. At-Takāṡur: 8], Zubair berkata, "Wahai Rasulullah! Nikmat mana yang akan ditanyakan pada kita, padahal yang ada hanya kurma dan air?" Beliau bersabda, "Ketahuilah, itu akan terjadi."
Hasan HR. Tirmizi dan Ibnu Majah
"Siapa yang menimpakan keburukan pada orang lain, niscaya Allah akan menimpakan keburukan pada dirinya. Siapa yang menimpakan kesusahan terhadap orang lain, niscaya Allah akan menimpakan kesusahan terhadap dirinya."
Hasan HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Nabi ﷺ menyebutkan sesuatu, lalu bersabda, "Yang demikian itu pada waktu terangkatnya ilmu." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana ilmu diangkat sedangkan kami membaca Al-Qur`an, mengajarkannya kepada anak-anak kami, dan anak-anak kami kelak akan mengajarkannya kepada anak-anak mereka hingga hari kiamat?!" Beliau bersabda, "Celaka engkau, Ziyād. Sungguh aku melihatmu termasuk penduduk Madinah yang paling fakih. Bukankah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu membaca Taurat dan Injil, tetapi mereka tidak mengamalkan sedikit pun isinya?!"
Sahih li gairihi HR. Ibnu Majah
Aku pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Suatu hari saat kami berjalan, aku mendekat dari beliau. Lantas aku berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka." Beliau bersabda, "Sungguh, engkau telah menanyakan perkara besar. Tetapi, hal itu akan mudah bagi orang yang dimudahkan Allah Ta'ala untuk melakukannya. Amalan itu adalah engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, menegakkan salat, membayar zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah." Beliau melanjutkan, "Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah merupakan penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, dan salatnya seseorang di tengah malam." Lalu beliau membaca (firman Allah), "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya ... hingga firman-Nya, "...apa yang mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah: 16) Lantas beliau bertanya, "Maukah aku beritahukan kepadamu seluruh pokok agama, tiangnya, dan puncaknya?" Aku menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Pokok agama adalah Islam (dua kalimat syahadat), tiangnya adalah salat, dan puncaknya adalah jihad." Selanjutnya beliau bertanya, "Maukah aku beritahukan kepadamu kunci semua perkara ini?" Aku menjawab, "Tentu, wahai Nabi Allah." Lantas beliau memegang lidahnya dan bersabda, "Jagalah ini!" Aku bertanya, "Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita ucapkan?" Beliau menjawab, "Semoga ibumu kehilangan kamu (ungkapan pengingkaran). Bukankah manusia itu tidak akan tersungkur dalam neraka di atas mukanya -atau di atas hidungnya- melainkan karena hasil panen lidah mereka?!"
Sahih berdasarkan semua jalurnya HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad