Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

98 dari 839 kartu

Hapus filter
Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Lantas beliau menjawab, "Bertakwa kepada Allah dan akhlak baik." Beliau juga ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Lantas beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan."
Hadis hasan sahih HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang, dan perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang nan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Perempuan-perempuan itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat aroma harumnya, padahal aroma surga dapat dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."
Sahih HR. Muslim
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa."
An-Nawawi berkata, "Hadis sahih." Kami meriwayatkannya dalam kitab Al-Ḥujjah dengan sanad sahih.
"Sesungguhnya semua amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang (balasan dari) apa yang diniatkannya. Siapa yang niat hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin didapatkannya atau perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada yang diniatkannya." Dalam redaksi Bukhari: "Sesungguhnya semua amalan itu tergantung niat-niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang (balasan dari) apa yang diniatkannya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Allah membuat perumpamaan berupa jalan yang lurus. Pada kedua sisi jalan itu terdapat dua pagar, pada keduanya terdapat pintu-pintu yang terbuka, dan pada pintu-pintu tersebut terdapat tirai terjulur. Pada pintu jalan itu terdapat seorang penyeru yang berkata, 'Wahai sekalian manusia, masuklah semuanya ke jalan ini dan janganlah berbelok.' Juga seorang penyeru lainnya di atas jalan; jika ada yang hendak membuka sebagian pintu-pintu itu, penyeru itu berkata, 'Celaka engkau, jangan dibuka, sebab jika engkau buka maka engkau pasti masuk.' Jalan tersebut adalah Islam, kedua pagar itu adalah batasan-batasan Allah, pintu-pintu yang terbuka itu adalah larangan-larangan Allah yang diharamkan, penyeru di awal jalan adalah kitab Allah, dan penyeru di atas jalan adalah pengingat dari Allah di dalam hati setiap muslim."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
Rasulullah ﷺ biasa banyak berdoa, "Yā muqallibal-qulūb ṡabbit qalbī 'alā dīnika (Wahai Tuhan yang membolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu)." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah! Kami beriman kepadamu dan pada apa yang engkau bawa; apakah engkau mengkhawatirkan kami?" Beliau menjawab, "Ya. Sungguh, hati itu terletak di antara dua jari dari jemari Allah. Dia membolakbaliknya sebagaimana yang Dia kehendaki."
Sahih HR. Tirmizi dan Ahmad
"Diperlihatkan kepadaku surga dan neraka. Aku belum pernah melihat seperti hari ini dalam kebaikan dan keburukan. Kalau saja kalian tahu apa yang kutahu, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." Anas melanjutkan: Belum pernah sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ melewati suatu hari yang lebih berat dari hari itu. Mereka saat itu menutup kepala sambil menangis. Lantas Umar bangun dan berkata, "Kami rida Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi kami." Lalu bangunlah laki-laki itu dan bertanya, "Siapakah ayahku?" Beliau menjawab, "Ayahmu polan." Maka turunlah ayat: "Wahai orang-orang beriman! Janganlah engkau tanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu justru menyusahkanmu." (QS. Al-Mā`idah: 101)
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sejak tiba di Madinah, keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah kenyang dengan makanan gandum selama tiga malam berturut-turut hingga beliau diwafatkan."
Sahih Muttafaq 'alaih