Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

152 dari 839 kartu

Hapus filter

Perawi

Tampilkan semua perawi (66)
عبد الله بن مسعود3 أبو بكرة2 أسامة بن زيد2 النواس بن سمعان الأنصاري2 سهل بن سعد2 صهيب2 عبادة بن الصامت2 عبد الله بن عمرو2 علي2 أبان بن عثمان قال1 أبو الدرداء1 أبو أمامة قال1 أبو بن كعب1 أبو سعيد1 أبو سعيد الخدري وأبي هريرة1 أبو عبد الله النعمان بن بشير1 أبو عمرو- وقيل1 أبو مالك الأشعري1 أبو مالك الحارث بن عاصم الأشعري1 أبو محمد عبد الله بن عمرو بن العاص1 أبو مسعود1 ‌أبي حميد أو عن ‌أبي أسيد قال1 الأغر1 الحسن قال1 الحسين بن علي بن أبي طالب1 العباس بن عبد المطلب1 المقدام بن معدي كرب1 النواس بن سمعان1 أم سلمة أم المؤمنين1 أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب1 جرير بن عبد الله1 جويرية أم المؤمنين1 حذيفة1 حكيم بن حزام1 خولة الأنصارية1 خولة بنت حكيم السلمية قالت1 زيد بن أرقم1 سعد1 سعد بن أبي وقاص1 سفيان بن عبد الله الثقفي1 سلمان الفارسي1 سليمان بن صرد1 سمرة بن جندب1 سهل بن حنيف1 شداد بن أوس1 ‌عائشة1 عبادة1 عبد الله بن خبيب1 عثمان بن أبي العاص1 عقبة بن عامر1 علي قال1 عمر بن الخطاب1 عياض بن حمار أخي بني مجاشع1 قطبة بن مالك1 كعب بن عجرة1 مصعب بن سعد قال1
"Janganlah kalian memaki angin! Apabila kalian melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka ucapkanlah, 'Allāhumma innā nas`aluka min khairi hāżihir-rīḥ wa khairi mā fīhā wa khairi mā umirat bihi, wa na'ūżu bika min syarri hāżihir-rīḥ wa syarri mā fīhā wa syarri mā umirat bihi (Ya Allah! Sesungguhnya kami meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang diperintahkan kepadanya. Kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan yang diperintahkan kepadanya).'"
Sahih HR. Tirmizi
Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa-doa ini saat memasuki waktu sore dan pagi: "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah! Tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah! Jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Aku juga berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku."
Sahih HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad
"Sayyidul-istigfār (istigfar yang paling agung) adalah engkau mengucapkan, 'Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu. A'ūżu bika min syarri mā ṣana'tu. Abū`u laka bi ni'matika 'alayya, wa abū`u laka bi żanbī, fagfir lī fa innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta. (Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau).' Siapa yang mengucapkan ini di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum memasuki sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga."
Sahih HR. Bukhari
"Siapa yang membaca, 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin rasūlan (Aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai rasulku)', dia pasti mendapatkan surga."
Sahih HR. Abu Daud
"Allāhumma innī a'ūżu bika min munkarātil-akhlāq wal-a'māl wal-ahwā`" Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak dan amal perbuatan yang mungkar serta hawa nafsu."
Sahih HR. Tirmizi
"Kematian didatangkan dalam rupa seekor domba jantan yang berbulu putih bercampur hitam. Lantas seorang penyeru memanggil, 'Wahai penduduk surga.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Penyeru itu berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Kemudian dia memanggil lagi, 'Wahai penduduk neraka.' Mereka pun mendongak seraya melihat. Dia berkata, 'Apakah kalian mengetahui ini?' Mereka menjawab, 'Ya. Itu adalah kematian.' Mereka semua pernah melihatnya. Lantas domba itu disembelih. Kemudian dia berkata, 'Wahai penduduk surga, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kekekalan bagimu, tidak ada lagi kematian.'" Kemudian Nabi membaca, "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian." (QS. Maryam: 39). -Mereka itu dalam kelalaian, yaitu penduduk dunia- "dan mereka tidak beriman." (QS. Maryam: 39)".
Sahih Muttafaq 'alaih
"Siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan tulus, Allah akan menyampaikannya ke tingkatan syuhada, walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya."
Sahih HR. Muslim
"Apabila salah seorang di antara kalian akan masuk masjid, hendaklah ia membaca, 'Allāhumma-ftaḥ lī abwāba raḥmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).' Sedangkan saat akan keluar masjid, hendaklah ia membaca, 'Allāhumma innī as`aluka min faḍlik (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu).'"
Sahih HR. Muslim