عربي - Arabic English Qafár af - Afar Afrikaans - Afrikanns Akan Shqip - Albanian አማርኛ - Amharic Հայերեն - Armenian অসমীয়া - Assamese Azərbaycanca - Azerbaijani Bamanankan - Bambara Bassa Bemba বাংলা - Bengali Bosanski - Bosnian Български - Bulgarian မြန်မာဘာသာ - Burmese Bisaya - Cebuano Cham Нохчий - Chechen chiCheŵa - Chewa 中文 - Chinese Адыгэбзэ - Circassian Hrvatski - Croatian Česky - Czech Dagbani Dansk - Danish فارسی دری - Dari Dendi ދިވެހި ބަސް - Dhivehi Nederlands - Dutch إستوني - Estonian Suomi - Finnish Français - French Fulfulde - Fula ქართული - Georgian Deutsch - German Ελληνικά - Greek ગુજરાતી - Gujrati Kreyòl ayisyen - Haitian Creole Hausa हिन्दी - Hindi Magyar - Hungarian Igbo Indonesia - Indonesian Italiano - Italian 日本語 - Japanese Jóola - Jola ಕನ್ನಡ - Kannada Қазақша - Kazakh ភាសាខ្មែរ - Khmer Kikuyu Ikinyarwanda - Kinyarwanda Ikirundi - Kirundi 한국어 - Korean كوردی سۆرانی - kurdish كوردي kurmancî - Kurmanji Kyrgyz ລາວ - Lao latviešu - Latvian Lingala lietuvių - Lithuanian Luganda Македонски - Macedonian Maguindanaon Malagasy - Malagasy Bahasa Melayu - Malay മലയാളം - Malayalam Mandinka मराठी - Marathi Mõõré - Moore नेपाली - Nepali أنكو - NKo Norwegian ଓଡ଼ିଆ - Odia oromoo - Oromo پښتو - Pashto فارسی - Persian Polski - Polish Portuguese ਪੰਜਾਬੀ - Punjabi Română - Romanian Русский - Russian Српски - Serbian Shona සිංහල - Sinhala Slovenščina - Slovenian Soomaaliga - Somali Soninke Sesotho - Sotho Español - Spanish Kiswahili - Swahili Svenska - Swedish Tagalog Тоҷикӣ - Tajik தமிழ் - Tamil తెలుగు - Telugu ไทย - Thai ትግረኛ - Tigrinya Türkçe - Turkish Ukrainian اردو - Urdu ئۇيغۇرچە - Uyghur Ўзбек - Uzbek Việt Nam - Vietnamese Wolof Yao Yorùbá - Yoruba Zarma زولو - Zulu
839 Hadis
Ensiklopedia Hadis Nabi
Kategori
Derajat hadis
Diriwayatkan dalam
Tampilkan sumber lainnya
Perawi
Tampilkan semua perawi (48)
“Kondisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud, sebab itu perbanyaklah doa padanya.”
Sahih HR. Muslim
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas. Di antara keduanya terdapat hal-hal syubhat (samar) yang umumnya manusia tidak mengetahuinya. Siapa yang menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Tetapi siapa yang jatuh ke dalam perkara syubhat, maka ia akan jatuh dalam perkara yang haram. Ia bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, kemungkinan ia akan masuk dan makan di dalamnya. Ketahuilah, setiap penguasa mempunyai daerah larangan. Ketahuilah, larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Wahai Abu Sa'īd! Siapa yang rida Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasulnya, maka ditetapkan baginya surga." Abu Sa'īd merasa takjub dengan hal itu, ia berkata, "Ulangi hal itu untukku, wahai Rasulullah!" Beliau pun mengulanginya lalu bersabda, "Ada amalan yang lain, Allah mengangkat hamba dengannya seratus derajat di surga. Jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi." Abu Sa'īd bertanya, "Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Jihad di jalan Allah. Jihad di jalan Allah."
Sahih HR. Muslim
"Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kalian, tidak membuat kebohongan yang kalian ada-adakan, dan tidak membangkang dalam kebaikan. Siapa yang memenuhinya di antara kalian, pahalanya dijamin oleh Allah. Tetapi, siapa yang melanggar satu di antaranya lalu dihukum di dunia, maka hal itu sebagai tebusannya. Siapa yang melanggar satu di antaranya lalu Allah tutupi, maka perbuatannya itu dikembalikan kepada Allah. Jika berkenan, Allah akan memaafkannya. Jika berkenan, Allah akan menyiksanya." Lalu kami berbaiat kepada beliau terkait semua itu.
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- berfirman, 'Apakah kalian menginginkan sesuatu untuk Aku tambahkan bagi kalian?' Lantas mereka menjawab, 'Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?' Kemudian Allah membuka hijab, maka tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka sukai daripada kenikmatan melihat Tuhan mereka ﷻ."
Sahih HR. Muslim
"Fitnah akan dimasukkan ke dalam hati seperti tikar satu demi satu. Setiap hati yang menangkapnya, maka akan menyisakan padanya satu noktah hitam. Sebaliknya, tiap hati yang menolaknya maka akan menyisakan padanya noktah putih. Sehingga fitnah akan datang pada dua macam hati; yaitu hati yang putih bersih seperti batu yang licin, tidak dibahayakan oleh fitnah apa pun selama langit dan bumi masih ada; dan lainnya adalah hati yang hitam legam seperti panci yang terbalik, ia tidak mengenal kebaikan dan tidak juga mengingkari kemungkaran kecuali yang diterima oleh hawa nafsunya." Ḥużaifah melanjutkan: Lantas kusampaikan kepadanya, "Antara engkau dengan fitnah tersebut dipisahkan oleh satu pintu terkunci yang akan dipecahkan dalam waktu dekat." Umar berkata, "Celaka engkau! Apakah akan dipecahkan? Andaikan ia hanya dibuka, mungkin dapat dikembalikan." Aku berkata, "Tidak. Tetapi dipecahkan." Aku riwayatkan kepadanya bahwa pintu tersebut adalah seseorang yang dibunuh atau meninggal; benar-benar sebuah hadis, bukan dongeng.
Abu Khālid (salah satu perawi hadis ini) berkata, "Lantas aku bertanya kepada Sa'ad, 'Wahai Abu Mālik! Apa arti: aswad murbādd?' Dia menjawab, 'Yaitu sangat putih di antara yang hitam.' 'Lalu apa arti: al-kūz mujakhkhiyan?', Tanyaku lagi. Dia menjawab, 'Yaitu terbalik.'"
Sahih HR. Muslim
"Sesungguhnya di surga itu terdapat pasar yang mereka (ahli surga) kunjungi setiap Jumat. Lalu angin utara berhembus dan mengenai wajah dan pakaian mereka, maka mereka bertambah tampan dan indah. Kemudian mereka pulang ke keluarga mereka, sementara mereka telah bertambah tampan dan indah. Lantas keluarga mereka berkata, 'Demi Allah! Kalian telah bertambah tampan dan indah setelah meninggalkan kami.' Mereka berkata, 'Demi Allah! Bahkan kalian juga telah bertambah cantik dan jelita sepeninggal kami.'"
Sahih HR. Muslim
Aku bertanya, "Wahai Rasulullah! Katakan kepadaku sebuah ucapan tentang Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada siapa pun selainmu." Beliau bersabda, "Katakanlah: Aku beriman kepada Allah. Kemudian iskamahlah."
Sahih HR. Muslim dan Ahmad