Skip to content
839 Hadis

Ensiklopedia Hadis Nabi

Saring hasil

110 dari 839 kartu

Hapus filter
"Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Diperlihatkan kepadaku surga dan neraka. Aku belum pernah melihat seperti hari ini dalam kebaikan dan keburukan. Kalau saja kalian tahu apa yang kutahu, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." Anas melanjutkan: Belum pernah sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ melewati suatu hari yang lebih berat dari hari itu. Mereka saat itu menutup kepala sambil menangis. Lantas Umar bangun dan berkata, "Kami rida Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi kami." Lalu bangunlah laki-laki itu dan bertanya, "Siapakah ayahku?" Beliau menjawab, "Ayahmu polan." Maka turunlah ayat: "Wahai orang-orang beriman! Janganlah engkau tanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu justru menyusahkanmu." (QS. Al-Mā`idah: 101)
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sejak tiba di Madinah, keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah kenyang dengan makanan gandum selama tiga malam berturut-turut hingga beliau diwafatkan."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Semua umatku dimaafkan kecuali yang berbuat dosa terang-terangan. Sungguh, termasuk berbuat dosa terang-terangan ialah seseorang berbuat dosa di malam hari, sementara Allah telah menutupinya, namun keesokan harinya ia malah bercerita, 'Wahai fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu.' Padahal, Tuhannya telah menutupinya di malam harinya, tetapi pada pagi harinya ia justru membuka apa yang telah Allah tutup."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada waktu malam agar orang yang berbuat dosa di waktu siang bisa bertobat; Dia juga membentangkan tangan-Nya di waktu siang agar orang yang berbuat dosa di waktu malam bertobat, hingga matahari terbit dari arah terbenamnya."
Sahih HR. Muslim
"Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Janganlah salah seorang kalian mengatakan, 'Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki, berilah aku rezeki jika Engkau menghendaki.' Namun, hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam meminta karena Allah melakukan semua yang dikehendaki-Nya dan tidak ada yang dapat memaksa-Nya."
Sahih Muttafaq 'alaih
"Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, setan berkata kepada teman-temannya, 'Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.' Jika dia masuk tanpa menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata, 'Kalian telah menemukan tempat bermalam.' Jika dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata, 'Kalian telah menemukan tempat bermalam dan makan malam.'"
Sahih HR. Muslim